Story Of The Twins

Story Of The Twins
Rindu Yang Terhempas


__ADS_3

Genggaman tangan itu begitu erat, seolah tidak ingin terlepas barang sedetik pun. Senyum masih merekah indah diwajah sepasang kekasih yang kini tengah saling melepaskan rindu itu.


Karina menatap dalam wajah tampan Jonathan yang benar benar mempesona dan sangat , sangat tampan. Tiga tahun tidak bertemu, begitu banyak perubahan yang dirasakan nya.


Jonathan terlihat lebih dewasa, bertambah wibawa, dan tentu nya benar benar membuat jantung Alena kembali bergemuruh.


"apa yang kamu lihat hmm?" tanya Jonathan dengan senyum nya yang menawan, senyum yang sangat jarang dia berikan pada orang lain, kecuali pada ibu nya dan Karina tentu nya


"rasa nya ini benar benar seperti mimpi kak. Tiga tahun tidak bertemu, kakak terlihat berbeda" ungkap Karina


Jonathan mengusap wajah Karina dengan lembut, saat ini mereka tengah berada disebuah taman dimana tempat pertama kali mereka menjadi sepasang kekasih dulu nya.


"ya, semua nya karena proses. Kamu juga semakin terlihat cantik. Dan aku seperti jatuh cinta kembali setelah melihat mu lagi" balas Jonathan membuat Karina merona mendengar nya


"benar kah? rasa nya melihat kakak seperti sekarang ini, pasti banyak wanita diluar sana yang menginginkan kakak" kata Karina menatap sendu wajah Jonathan


"ya, tapi tidak ada yang bisa menggeser posisi kamu" jawab Jonathan membuat Karina tertegun


"tiga tahun Karin, tiga tahun aku memendam perasaan. Bukan hal yang mudah, tapi aku tahu ini untuk kebaikan kita. Dan aku begitu bangga padamu, kamu bisa menjadi seperti yang sekarang ini" ucap Jonathan menatap lekat wajah Karina yang tersenyum membalas tatapan nya


"ya, semua agar Karin bisa pantas berada disamping kakak. Dan rasa nya ini belum cukup untuk menjadi layak berada disamping kakak yang sekarang ini" ungkap Karin membuat Jonathan mengusap bahu nya dengan lembut


"kamu sudah lebih dari itu. Aku sudah cukup bangga padamu. Kamu gadis yang hebat. Aku tahu perjuangan mu pasti tidak mudah" balas Jonathan menatap gadis nya yang kini berkaca kaca karena terharu


"apa tuan Maxwel bisa merestui hubungan kita?" tanya Karina ragu


"tentu, tidak ada lagi alasan nya untuk menolak mu" jawab Jonathan


Karina langsung memeluk tubuh Jonathan kembali, merasakan kehangatan pelukan yang sangat lama dirindukan nya


"tiga tahun, rasa nya benar benar berat kak. Setiap hari Karin selalu rindu, setiap hari Karin takut, setiap hari Karin ingat kakak, rasa nya benar benar berat, apalagi tanpa kabar sama sekali. Karin takut kakak lupa sama janji kakak sendiri" ungkap Karina dalam pelukan Jonathan


"tidak sayang, seperti yang kamu rasakan, aku juga merasakan itu." jawab Jonathan sembari mengusap lembut punggung Karina


"jangan pergi lagi" pinta Karina menatap sendu wajah tampan Jonathan


"tidak akan" jawab Jonathan


"janji?" kata Karina lagi, dan Jonathan langsung mengangguk dan tersenyum


"janji" jawab nya membuat Karina langsung tersenyum senang


"rindu banget tahu" kata nya kembali memeluk Jonathan yang terkekeh pelan


"aku juga" jawab Jonathan sembari mengecup pucuk kepala karina


"makin cinta lihat kakak yang sekarang" ucap nya lagi


"aku juga" balas Jonathan


" I love you somuch" ucap Karina menatap wajah tampan itu kembali


"I love you more" balas Jonathan


Karina langsung tertawa kecil membuat Jonathan mengangkat sebelah alis nya


"tiga tahun berlalu, dan kakak masih aja pelit bicara" kata Karina melepaskan pelukan nya


"bahkan aku sudah lebih banyak bicara bersama kamu" jawab Jonathan

__ADS_1


"benarkah?" tanya Karina tidak percaya


"hmm" gumam Jonathan sembari terkekeh kecil begitu pula Karina


"akhir nya penantian kita berakhir" gumam Karina


"belum sayang" kata Jonathan membuat Karina mengernyit


"kenapa?" tanya Karina menatap Jonathan dengan cemas


Jonathan langsung mengusap kembali wajah lelah gadis itu


"penantian kita akan berakhir setelah kita menikah. Dan aku belum bisa melakukan itu untuk saat ini" ungkap Jonathan membuat wajah Karina berubah sendu


"satu tahun. Beri aku waktu satu tahun. Setelah aku resmi dilantik menjadi penerus papa diperusahaan, maka aku akan langsung melamar kamu. Kamu masih mau bersabar?" tanya Jonathan lembut sembari menggenggam erat tangan Karina yang mulai tersenyum kembali setelah sebelum nya hati nya benar benar resah dan gelisah


Karina mengangguk dan tersenyum, dia tahu menjadi Jonathan tidak mudah, karena dia memiliki tanggung jawab yang sangat besar untuk perusahaan.


"ya, Karin masih bisa menunggu. Sampai kapanpun akan Karin tunggu, selama hati kakak masih untuk Karin" jawab Karina


"tentu, hanya kamu Karin" balas Jonathan


Mereka bercerita panjang lebar malam itu. Saling melepaskan rindu yang selama tiga tahun ini tertahan dan terpendam. Rasa sakit, sesak, rindu, semua nya seolah terhempas jauh.


Karina bercerita bagaimana pengalaman nya selama tiga tahun ini, begitu pula Jonathan. Tidak ada yang terlewatkan, mereka seolah saling berbagi kisah, meski seperti biasa, Karina lebih banyak membuka cerita karena pria dingin dan datar itu masih sama seperti dulu, pelit berbicara.


"jadi apa kamu tidak tertarik pada nya. Bahkan baru sehari aku masuk diperusahaan, aku sudah melihat nya terus mendekati kamu" kata Jonathan ketika mereka membahas tentang Daniel


"kakak tahu itu?" tanya Karin heran


"aku diam bukan berarti aku tidak melihat sayang" jawab Jonathan menatap lekat Karin dengan wajah datar nya


"rasa nya Karin hanya melihat kakak sebagai laki laki didunia ini" jawab Karin membuat Jonathan mengernyit


"jawaban apa itu?" tanya Jonathan heran membuat Karina tertawa mendengar nya, dia menatap wajah tampan Jonathan sekilas dan kembali menyandarkan kepalanya di dada Jonathan.


"tidak ada yang bisa mengalahkan pesona kakak. Tidak ada yang lebih tampan dari kakak, dan tidak ada yang lebih baik dari kakak. Hanya kakak, dan cuma kakak." ucap Karina begitu jelas dan yakin dari hati nya yang terdalam


"benarkah?" tanya Jonathan membuat Karina menatap nya kesal


"gak percaya" tanya Karin kesal


"percaya sayang" jawab Jonathan yang langsung tersenyum dan menarik Karina kembali kedalam pelukan nya saat melihat wajah gadis itu mulai kesal


"kakak gak tahu kan, betapa berat nya hari hari yang Karin jalani demi untuk bisa seperti ini, supaya bisa pantas mendampingi kakak nanti nya" ungkap Karin dengan mata yang berkaca kaca


"aku tahu, aku sangat tahu. Wajah mu sudah menjawab semua nya. Dan aku sangat bangga. Hanya kamu Karin, aku tidak akan pernah melupakan janji kita. Satu tahun, setelah itu aku tidak akan membiarkan kamu lelah dan melakukan apapun lagi" jawab Jonathan yakin


"maksud kakak" tanya Karin bingung


"kamu hanya perlu membuat ku dan dirimu bahagia, tidak perlu bekerja dan kelelahan seperti ini lagi" kata Jonathan sembari mengusap lembut wajah Karina yang mengerjap pelan


"maksud kakak, Karin berhenti bekerja?" tanya Karina dan Jonathan langsung mengangguk


"kak, jangan begitu. Semua nya Karin raih bukan dengan hal yang mudah, setidak nya biarkan Karin menjalani pekerjaan Karin dan menikmati hasil nya. Karin gak ingin dibilang hanya enak enakan menikmati hasil kerja kakak aja" ungkap Karina menatap lekat wajah datar Jonathan


"aku tidak akan membiarkan itu. Cukup aku yang bekerja" jawab Jonathan tegas


"tapi kak" kata Karina memelas

__ADS_1


"aku hanya memberimu waktu satu tahun ini sebelum kita menikah, setelah itu, kamu milikku. Dan aku tidak ingin kamu bekerja lagi, cukup kamu lelah saat ini, aku tidak ingin kamu kelelahan ketika sudah bersamaku nanti nya" ungkap Jonathan lagi


"Karin tidak lelah" jawab Karina pelan


"kamu bukan pembohong yang baik. Wajah lelah mu sudah mewakilkan jawaban hatimu" sahut Jonathan


"kamu lembur setiap malam hanya untuk mengejar posisi ini kan" tanya Jonathan, dan Karina langsung tertunduk


"sudah cukup kerja keras kamu sayang, aku dan papa sudah cukup bangga dengan itu. Jangan lagi siksa dirimu. Aku sudah disini, dan waktu nya kamu bahagia sekarang" kata Jonathan lagi


"kakak" gumam Karin dengan mata yang kembali berkaca kaca


"sekarang cukup bekerja seperlu nya saja, kamu harus bisa meluangkan waktu untuk memanjakan dirimu" kata Jonathan lagi sembari mengusap wajah Karin yang menatap nya dengan sendu


"apa Karin kelihatan jelek sekarang" tanya Karin cemberut


Jonathan langsung menggeleng pelan dan tersenyum


"tidak, kamu lebih terlihat dewasa, anggun dan bertambah cantik mempesona. Hanya saja, aku bisa melihat jika kamu sudah lelah dengan semua ini kan" ucap Jonathan


"tadi nya iya, tapi sekarang , rasa lelah dan penat sudah hilang karena kehadiran kakak" jawab Karina


"benar kah?" tanya Jonathan


"ya" jawab Karina


"kamu pasti begitu tertekan selama tiga tahun ini, apa kamu tidak bisa meluangkan waktu mu sedikit" tanya Jonathan yang memandang sendu wajah lelah Karin, karena memang gadis itu selalu lembur setiap malam untuk mengejar target nya


"terkadang, sebulan sekali Karin pasti keluar, ya meskipun hanya sekedar makan malam bersama kak Amel" jawab Karina, namun sedetik kemudian dia tiba tiba terkesiap


"ah, kak Amel pasti senang bertemu kak Ivan juga" ucap Karin dengan mata berbinar


"ya, Ivan ingin memberikan kejutan pada nya malam ini". ungkap Jonathan


"kejutan" ucap Karin


"bukankah malam ini malam penentuan ajang penghargaan desainer berbakat diagensi universal" tanya Jonathan membuat Karina kembali terkesiap dan menepuk dahi nya. Wajah nya terlihat panik membuat Jonathan mengernyit bingung


"ya ampun, kak. Karin lupa. Karin kan diundang kecara itu sama kak Amel" kata Karina membuat Jonathan langsung tersenyum dan menggeleng.


Dia langsung melihat jam dipergelangan tangan nya


"sudah lewat jam delapan.Apa masih sempat?" tanya Jonathan


"seperti nya masih. Gimana kita langsung pergi aja" tanya Karin


"tapi kamu belum makan malam Karin" kata Jonathan lagi


"nanti saja kak, kita bisa makan disana, gimana?" tanya Karina pula dan Jonathan langsung mengangguk setuju, Karina langsung berjalan sembari menarik lengan Jonathan


"oke, tapi apa kamu tidak berniat mandi atau berganti pakaian terlebih dahulu?" tanya Jonathan lagi membuat langkah kaki Karin terhenti dan kembali menepuk dahi nya


"astaga, jadi kita belum mandi, hahaha. Karin lupa, ya ampun" kata Karina terbahak membuat Jonathan geleng geleng kepala melihat nya


"tiga tahun tidak bertemu seperti nya sistem saraf kamu sedikit terganggu" ucap Jonathan membuat Karina melirik nya kesal


"ya, untung aja gak putus semua karena keberatan menanggung beban rindu" dengus Karin kesal membuat Jonathan tertawa pelan.


Rasa rindu nya benar benar terbayarkan, meski rasa nya mereka masih ingin bersama lebih lama lagi, namun acara Amelia juga penting bagi Karina.

__ADS_1


__ADS_2