Story Of The Twins

Story Of The Twins
Semakin Terkekang


__ADS_3

Setelah seminggu dirawat dirumah sakit akhir nya Jonathan pulang kerumah.  Dia pulang ditemani Dirga yang juga selalu menemani nya ketika berada dirumah sakit.


Setiap pulang kuliah Dirga selalu kerumah sakit dan menginap disana.


Teman teman yang lain tidak ada yang tau tentang Jonathan yang dirawat.


Mereka hanya tau Jonathan pergi berlibur keluar negeri bersama keluarga nya.


"terima kasih,  kamu selalu menemaniku" kata Jonathan saat tiba dikamar nya.


"yaelah,  biasa aja lah,  nama nya juga temen" kata Dirga sambil berbaring disebelah Jonathan.


"oh ya besok kalau belum enakan gak usah masuk dulu deh lo" pinta Dirga


"aku sudah baik baik saja" kata Jonathan datar


"beneran? " tanya Dirga sekali lagi dan hanya diangguki oleh Jonathan.


"yauda,  terserah lo aja.  Yang penting kalo anak anak pada nanyak lo bilang aja lo liburan keluar negeri bareng keluarga.  Soal nya kemaren gue bilang gitu kemereka. " jelas Dirga


"kenapa tidak jujur? " tanya Jonathan


"lo mau tu satu kampus pada heboh kalau denger idola mereka masuk rumah sakit,  gue sih ogah pusing! " seru Dirga melengos


Sementara Jonathan hanya tersenyum menanggapi nya.


Mereka pun mengobrol hingga malam larut.


"yauda gue balik dulu deh,  sampai jumpa besok ya,  lo istirahat! " titah Dirga menepuk pundak Jonathan.


"iya" jawab Jonathan datar


Akhirnya Dirga pun kembali kerumah bersama sopir nya setelah berpamitan pada Delisha.


..


Keesokan pagi nya


Jonathan keluar dari kamar setelah berpakaian rapi hendak berangkat kekampus.


"loh nak,  kamu udah mau pergi kuliah hari ini,  apa sudah baikan Jo? " tanya Delisha heran


"sudah ma" jawab Jonathan datar.


"yasudah,  tapi kalau ada apa apa langsung hubungi mama ya! " kata Delisha dan hanya diangguki oleh Jonathan.


Setelah sarapan Jonathan pun berangkat kekampus seperti biasa.


Namun kali ini pengawal nya bertambah,  bukan cuma Roy dan supir nya saja melainkan ditambah 2orang lagi.


"loh kenapa mereka mengikuti kita Roy? " tanya Jonathan pada Roy,  dia melihat pengawal dirumah nya mengikuti mobil yang dikendarai nya ke kampus.


"iya tuan,  hanya untuk berjaga,  itupun atas perintah nyonya" jawab Roy.


"berlebihan sekali" kata Jonathan marah

__ADS_1


"demi kebaikan tuan,  nyonya tak ingin kejadian hari itu terulang kembali " jelas Roy membuat Jonathan mendengus kesal


"bukankah pelaku nya sudah ditangkap" tanya Jonathan heran


"eh,  ii iya tuan,  tapi kan tidak ada kemungkinan lain jika ada orang lain yang juga ingin melakukan kejahatan seperti itu tuan" jelas Roy terbata


"terserah " jawab Jonathan malas


Mereka pun kemudian diam tanpa bicara hingga akhirnya mobil yang dikendarain Jonathan tiba dikampus nya.


Terlihat Dirga telah menunggu digerbang kampus.


Jonathan pun turun dari mobil.


Banyak mahasiswa maupun mahasiswi yang memandang kearah nya.  Bagaimana tidak seorang Jonathan dengan kharisma nya diantar oleh banyak pengawal seperti pangeran dari negeri dongeng.  Banyak para mahasiswi yang mengagumi nya,  meskipun begitu tak satupun dari mereka yang tau status Jonathan sebenar nya.


"kalian mau kemana? " tanya Jonathan pada pengawal nya


"ikut dengan tuan! " kata Roy dengan santai


"tidak usah,  takkan ada yang mencelakaiku didalam sana.  Pergilah! " ketus Jonathan


"tapi tuan,  ini perintah nyonya" timpal Roy


"aku bilang tidak,  ya tidak! " bentak Jonathan membuat Roy dan Dirga terkesiap kaget dan langsung memegang dada mereka masing masing. Memang aura pangeran es ini tidak main main, dan Dirga paham sekarang, bahwa wibawa dan kharisma Jonathan memang sudah diwarisi nya sebagai penerus Agueenno Group.


"tapi tuan! " kata Roy


"sudah lah bang,  aku yang akan tanggung jawab,  kalian tunggu saja disini,  kalau ada apa apa aku akan segera menghubungi kalian" kata Dirga memotong perkataan roy. Jangan sampai pangeran es itu mengamuk, batin Dirga.


"tapi tuan,  kami tidak ingin membantah perintah nyonya" kata Roy lagi


"hmh,  yasudah begini saja,  awasi dia dari jauh saja bang,  jangan sampai dia tau, mungkin dia malu dan gak enak bang jika ada pengawal dibelakang nya" jelas Dirga


"baiklah kalau begitu" kata Roy mengalah.


"ingat bang,  jangan sampai dia tau,  abang tau kan gimana jonathan,  aku takut kalau dia ngamuk" kata Dirga memberi peringatan.


Roy mengangguk


"ohya satu lagi,  sebaik nya kalian ganti pakaian kalian bang,  aku aja yang udah kenal takut lihat kalian begini apalagi mahasiswa disini,  lihat tuh seperti mafia saja,  dari atas kebawah hitam semua" kata Dirga dan langsung bergegas pergi meminggalkan Roy dan teman nya yang melongo mendengar perkataan Dirga.


"apa benar kita seperti mafia bos? " tanya anak buah Roy


"ah,  sudah lah jangan dibahas.  Kita ganti saja biar lebih nyaman masuk kesana" titah Roy


"apa benar seperti mafia,  wah kalau gitu keren donk" kekeh Roy dalam hati.


Setelah beberapa saat Jonathan sudah berada didalam kelas dan langsung disambut teman teman nya.


"wiiihh yang dari liburan,  mana ni oleh oleh nya" kata Samuel


"lupa" jawab Jonathan cepat


"wah pelit lo jo,  gak inget temen" seru Samuel lagi

__ADS_1


"tau nih,  udah pergi gak bilang bilang,  pulang pun gak bawa apa apa" timpal Alex


Jonathan hanya terkekeh ringan


"hai jo,  enak ya yang liburan" ucap Erika yang baru masuk kelas


Jonathan hanya tersenyum


"Dirga mana? " tanya Erika lagi


"gue disini" kata Dirga yang baru masuk.


"ohya,  minggu depan kampus mau ngadain acara traveling ke desa xx dekat lereng gunung,  kalian pada ikut gak??" tanya Erika pada teman teman nya


"wah,  kayak nya seru tu,  boleh deh" kata Samuel


"asik juga" timpal Alex


Sedangkan Jonathan dan Dirga saling pandang.


"kalian gimana,  ikut juga kan,  ayolah" pinta Erika memohon.


"nanti kita pikirin dulu deh" kata Dirga dan langsung diangguki Jonathan.


"harus ikutlah,  sesekali juga" ucap Erika dan hanya disenyumi oleh Dirga dan Jonathan.


Akhirnya mereka memulai kelas nya hingga jam pelajaran usai.


Ketika tengah hari mereka keluar menuju kantin kampus untuk mengisi perut.


Tanpa sengaja  lirikan mata Jonathan menangkap seseorang yang dikenal nya.


"keterlaluan mereka,  mengapa penampilan mereka seperti itu? " tanya Jonathan dalam hati sambil menatap tajam Roy dan anak buah nya yang berdiri terpisah jarak,


Penampilan Roy berubah drastis,  dia hanya mengenakan kaos pendek dan juga celana santai,  hal yang sama juga dilakukan oleh bawahan nya.


Roy yang mendapat tatapan tajam dari Jonathan pun hanya bisa tertunduk takut.


Sementara Dirga yang ikut melihat kearah mana mata Jonathan bergerak seketika terkejut dan langsung menahan tawa nya


"bagaimana bisa penampilan mereka yang biasa nya menyeramkan bisa sesantai itu, wah salut gue" kata Dirga dalam hati.


"woy,  ngapain lo senyum senyum gitu?  Liat apasih? " tanya Alex yang heran melihat Dirga tersenyum lucu


"eh,  gak, gak liat apa apa kok,  cuma inget kejadian lucu tadi drumah" jawab Dirga bohong


"jatuh cinta lo" tanya Samuel pula


"kepo" balas Dirga cepat


Jonathan yang tau kenapa Dirga tersenyum pun hanya melengos


"pasti ini ulah nya" kata Jonathan dalam hati.


"Mama sungguh keterlaluan" keluh Jonathan dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2