
Ivan baru saja tiba dirumah utama, hari masih jam setengah lima sore. Masih terlalu cepat sebenar nya untuk pulang. Tapi dia tidak bisa lama lama diperusahaan. Fikiran nya selalu saja ingin cepat pulang dan bertemu dengan Amelia.
"Baru pulang Van?" tanya Maxwel yang sedang duduk santai seraya meminum teh diruang keluarga, ditangan nya memegang sebuah majalah.
"Iya pa.. Dimana yang lain?" tanya Ivan seraya membuka jasnya dan menyerahkan nya pada bibi Mai yang seperti biasa menyambut kepulangan nya.
"Ada dibelakang sama mama" jawab Maxwel
"Oh yauda, Ivan kebelakang dulu" pamit Ivan. Maxwel hanya mengangguk dan kembali melanjutkan bacaan nya.
"Makasih ya Bu" kini Ivan beralih pada bibi Mai.
"Iya tuan, nona Amel udah nungguin tuh, udah pengen makan jambu katanya" ujar bibi Mai
Ivan langsung terkekeh dan mengangguk
"Iya Bu, si Faiz lagi jemput istrinya" ucap Ivan
"Yauda, ibu mau nyiapin bumbunya. Nona Amel mau makan pakek bumbu rujak" ungkap ibu Mai
"Iya Bu,.makasih. Maaf ya, anak Ivan agak ngerepotin " ucap Ivan seraya tersenyum dengan getir.
Bibi Mai tertawa kecil dan mengusap bahu Ivan sekilas.
"Ibu malah seneng, sebentar lagi bakalan punya cucu" kata bibi Mai
Ivan tersenyum dan mengangguk. Memandang wanita tua yang sudah terlihat begitu renta, namun masih setia pada keluarga nya.
"Iya, yang penting ibu gak pusing nanti ngurus anak Ivan, udah pasti bakalan ngerepotin. Masih didalem perut aja udah buat semua orang pusing" kata Ivan
Bibi Mai kembali tertawa lucu mendengar nya.
"Enggak apa apa. Udah jelas memang, pasti mirip tuan nanti" jawab bibi Mai
"Ibu bisa aja." ucap Ivan
"Yauda ibu naik keatas dulu ya" pamit bibi Mai dan Ivan langsung mengangguk membiarkan bibi Mai kekamar mereka.
Sedangkan Ivan langsung berjalan kebelakang rumah untuk melihat apa yang sedang dilakukan oleh Amel.
Dan saat tiba ditaman belakang, dia langsung tersenyum saat melihat Amelia sedang tertawa bersama ibu dan kakak iparnya.
Senang sekali rasanya melihat Amelia yang bisa tertawa ceria seperti itu. Karena setiap pagi Ivan selalu sedih melihat Amelia yang selalu muntah muntah dan begitu lemah. Padahal kandungan nya sudah besar, tapi kesehatan nya belum juga pulih meski tidak separah trimester pertama.
Wajah Amelia masih pucat, namun melihat dia yang tertawa hati Ivan begitu tenang.
__ADS_1
Dia langsung berjalan mendekat kearah mereka.
Dan ketika melihat Ivan datang, Amelia semakin tersenyum bahagia, bahkan dia langsung beranjak dan ingin berlari mendekati Ivan.
Mata Ivan langsung melebar melihat itu, dia langsung berlari kuat dan berseru pada Amel, begitu pula dengan Delisha dan Karina.
"Amel jangan lari!!!!" teriak mereka semua
Amel yang baru ingin melangkah langsung berhenti, dan tertawa canggung
"Amel kan cuma rindu" gumam nya
Delisha bahkan sudah beranjak berdiri karena tegang nya. Karina bahkan mengusap dadanya karena terkejut. Amelia sudah seperti tidak bertemu Ivan satu tahu saja. Astaga.
"Sayang... biar aku yang datang oke" ucap Ivan yang langsung merentangkan tangan nya saat Amel yang langsung memeluk tubuhnya. Mana perduli Amel ada mama mertuanya dan juga Karina. Dia sudah rindu, dan sangat rindu pada Ivan.
"Rindu tahu...." kata Amel yang memeluk Ivan dengan erat, bahkan Ivan sampai ngerih merasakan anak nya yang terjepit.
"Aku juga rindu sayang" ucap Ivan seraya mencium pucuk kepala Amel.
Ivan ingin melepaskan pelukan nya, namun Amel masih menahan nya
"Jangan dilepasin, masih kangen" kata Amel dengan kesal
"Anak kita kejepit yank" ucap Ivan
Ivan hanya bisa pasrah, dia memandang mama dan Karina dengan senyum canggung. Namun Delisha dan Karina hanya menggeleng lucu melihat Amelia yang begitu manja.
Amelia dan Karina adalah dua orang yang berbeda. Lihat saja nanti.
"Ahh iya" Amel langsung melepaskan pelukan nya dan menoleh kesana kemari.
"Kenapa?" tanya Ivan
"Kak Faiz mana?" tanya Amel memandang Ivan dengan lekat
Ivan tersenyum dan kembali menarik Amel untuk duduk disamping Delisha.
"Faiz masih jemput Diana, kasihan dirumah sendiri. Ibu kan lagi pulang kampung" jawab Ivan
Amel langsung cemberut mendengar nya.
"Bentar lagi juga Dateng kok. Sabar ya" kata Ivan
Amel hanya mengangguk dan mengusap perut nya dengan lembut. Padahal dia sudah tidak sabar ingin memakan jambu itu dari tangan Faiz.
__ADS_1
"Anak ayah, apa kabar hari ini. Gak nakal kan?" Ivan mencium perut Amel dan mengusap nya dengan lembut. Dia selalu suka jika mengajak anak nya berbicara, pasti anak nya selalu bergerak gerak didalam sana. Terkadang Ivan begitu takjub melihat nya.
"Gerak terus, aktif banget" gumam Ivan
"Itu berarti sehat, bunda nya harus kuat biar anak nya sehat terus" ujar Delisha.
Ivan dan Amelia langsung tersenyum dan mengangguk mendengar nya.
"Iya ma, kadang kalau malem mau tidur juga masih suka ngajak main. Buat bunda nya gak bisa tidur aja" adu Ivan
"Memang begitu nak. Sabar ya, bentar lagi kan ketemu" jawab Delisha
"Iya, cuma satu aja buat Amel kadang gak bisa tidur. Apalagi dua kayak Karin ya" kini Ivan menoleh pada perut Karina yang lebih besar. Namun karena Karina tidak semungil Amel, jadi tidak terlalu mencolok.
"Sering kram pun" jawab Karina seraya mengusap perut nya. Bahkan gerakan nya bisa mereka lihat karena Karina yang hanya menggunakan daster kehamilan.
"Tapi Jonathan sering pegang kan nak, paling enggak pijat pijat badan kamu" tanya Delisha
"Kak Jo perhatian kok ma. Kalau gak dipijit, Karin memang gak bisa tidur" jawab Karin
"Kaki kamu juga bengkak Rin" ucap Amelia memandang kaki Karin yang memang sedikit membengkak.
"Nanti digosok pakek minyak zaitun ya, masih ada gak?" tanya Delisha
"Masih ma" jawab Karin.
Namun tiba tiba kedatangan seseorang membuat mereka langsung menoleh.
"Lagi pada ngumpul?" tanya Jonathan dengan senyum nya. Dia memandang Karina yang tampak duduk meleseh dengan tubuh yang bersandar dibantalan yang ditumpuk.
"Tumben pulang cepet bang?" tanya Ivan
"Iya, udah gak ada kerjaan" jawab Jonathan seraya duduk disamping Karin dan meletakan buah tangan yang dia bawa.
"Biasanya juga lama. Gak mau cepet pulang, padahal ditungguin juga. Kak Ivan aja bisa cepet pulang yang perusahaan nya jauh. Tapi kakak yang dekat malah males pulang" dan mulai lagi, Karina mulai mengoceh dan menggerutu membuat Ivan dan Amelia langsung menahan tawa mereka melihat wajah pasrah Jonathan.
"Iya maaf. Besok aku juga cepet pulang ya. Kerjaan banyak, beberapa hari ini aku ngurus semua biar nanti waktu kamu lahiran aku bisa libur lama" ungkap Jonathan seraya mengusap rambut Karina
"Awas aja kalau bohong" kata Karina
"Iya" jawab Jonathan
"Mau ini gak?" tawar Jonathan seraya membuka kotak kue yang berisi Apple pie yang harum nya begitu menggoda
"Waaaahh Apple pie!!!" bukan Karina yang bersorak riang, melainkan Amelia. Bahkan dia langsung mencomot satu dan memakan nya dengan lahap. Membuat Ivan dan yang lain nya langsung terperangah melihat nya, namun sedetik kemudian mereka langsung tertawa bersama melihat tingkah Amel yang begitu lucu...
__ADS_1
Bahkan Ivan lagi lagi hanya bisa tepuk jidat!