
Jonathan dan Karina hanya diam didalam mobil yang membawa mereka kerumah utama keluarga Alexander.
Tidak ada percakapan sama sekali, mereka hanya diam dalam fikiran mereka masing masing. Entah apa yang sedang mereka fikirkan, namun itu cukup membuat Roy yang sedang mengemudikan mobil nya hanya mengernyit bingung dan sesekali melirik kearah tuan dan nona muda nya itu.
Dan tidak lama kemudian mobil yang dikendarai Roy telah memasuki halaman luas keluarga Jonathan. Ini adalah hari pertama Karina menginjakkan kaki di rumah ini sebagai menantu pertama keluarga Alexander. Tentu saja dia begitu gugup sekarang.
Meski ibu nya ada didalam, namun tetap saja dia merasa canggung.
Jonathan keluar dari mobil dan menunggu Karina didepan mobil nya. Dia melirik Karina yang tampak gugup dan kaku
"Kenapa?" tanya Jonathan pada Karina yang mendekat kearah nya
"Karin gugup kak" jawab Karina terdengar getir. Jonathan langsung tersenyum dan meraih tangan istri nya itu, menggenggam nya dengan lembut dan membawa nya masuk kedalam rumah
"Kan sudah sering kesini" ucap Jonathan
"Beda lah, biasa nya cuma jadi tamu. Sekarang udah jadi menantu" jawab Karina dengan wajah yang merona merah membuat Jonathan langsung tersenyum kecil. Istri, ya, sekarang dia pulang dengan membawa istri. Menakjubkan memang.
Mereka langsung disambut oleh bibi May bersama beberapa orang pelayan lain nya. Berbaris rapi dan membungkukan tubuh mereka saat Jonathan dan Karina tiba didepan pintu utama
"Selamat datang tuan dan nona muda" sapa mereka semua. Dan tentu saja Karina bertambah canggung sekarang
"Terimakasih Bu," jawab Karina dengan senyum manis nya, sementara Jonathan hanya diam saja melihat itu.
Dia langsung membawa Karina masuk kedalam rumah, dan ternyata orang tua mereka masih duduk diruang keluarga. Padahal saat ini hari sudah cukup larut, sudah hampir pukul sebelas malam
"Kalian sudah pulang?" sambut Delisha langsung
Karina dan Jonathan langsung menyalami tangan mereka masing masing
"Maaf ma, kemalaman pulang nya" jawab Karin tidak enak
"Enggak apa apa sayang. Kami juga masih asik ngobrol dari tadi" jawab Delisha dan kini Karina duduk diantara ibu dan mertua nya. Sementara Jonathan duduk tidak jauh dari Maxwel
"Kamu bisa kekantor polisi besok, pelaku nya adalah ayah mantan sekretaris kamu dulu" ucap Maxwel pada Jonathan yang hanya mengangguk datar
"Mama bilang kamu kekantor polisi hari ini?" tanya Maxwel lagi
Jonathan melirik papa nya sekilas dan mengangguk singkat
"Hanya ingin tahu apa yang terjadi" jawab nya
"Sekarang semua sudah selesai dan aman.Dalang dibalik penusukan karyawan kamu sudah tertangkap. Masalah Diana papa serahkan pada kalian, kalian harus memberikan kompensasi yang cukup besar untuk gadis itu yang sudah berani mempertaruhkan nyawa nya demi istri kamu" kata Maxwel pada Jonathan yang kembali mengangguk
"Tentu" jawab Jonathan
"Mungkin dengan menaikan jabatan nya sebagai kepala divisi menggantikan Karina" tambah Jonathan lagi
"Terus Karin dipecat?" tanya Karina langsung membuat semua orang langsung menoleh kearah nya
__ADS_1
"Sesuai perjanjian, kamu tidak aku perbolehkan lagi bekerja. Cukup diam dirumah menikmati waktu mu yang banyak terbuang kemarin" jawab Jonathan
"Ibu tidak apa apa bukan?" kini Jonathan beralih pada Ibu Karina yang mengangguk dan tersenyum
"Enggak apa apa. Karina sekarang kan tanggung jawab kamu. Apapun yang menurut nak Jo baik ya lakukan. Ibu lihat Karina senang dan bahagia aja udah cukup" jawab ibu. Namun Karina tampak mengerucutkan bibir nya sekilas. Dia sebenar nya tidak setuju untuk berhenti bekerja. Karena bagaimana pun dia sudah terbiasa sejak dulu
"Apa kamu keberatan Karina?" tanya Maxwel membuat Karina sedikit terkesiap
"Karin sebenar nya masih pengen bekerja tuan" sahut Karina
"Papa nak, panggil papa" sahut Delisha meralat perkataan Karina yang masih begitu canggung mengubah panggilan nya pada tuan besar ini
"Ah iya, hehe. Maaf pa" ucap Karina pada Maxwel yang hanya tersenyum tipis dan memaklumi
"Kamu tidak perlu bekerja lagi, kamu hanya perlu dirumah seperti mama. Sebagai suami, tentu kami tidak akan membiarkan wanita yang kami cintai lelah dan sibuk bekerja. Harta keluarga kita tidak akan habis meski kamu tidak ikut bekerja" ungkap Maxwel dan Karina hanya terdiam mendengar nya
"Jika kamu bosan, kamu bisa melakukan kegiatan kegiatan yang positif" tambah Maxwel lagi
"Ya, aku tidak akan melarang kamu melakukan apapun selain bekerja" sahut Jonathan lagi. Dan akhir nya Karina hanya bisa mengangguk pasrah
"Baiklah. Karina mengerti" jawab Karina
"Yasudah, hari sudah larut. Sebaiknya kita istirahat. Kalian juga harus istirahat, besok kita lanjutkan lagi mengobrol nya" kata Delisha pula
"Iya ma" jawab Karina dan Jonathan serempak
"Kamar kalian sudah mama dan ibu siapkan. Nikmatilah waktu kalian" ucap Delisha dengan senyum simpul nya, sementara ibu terlihat memandang Karina dengan aneh membuat Karina dan Jonathan saling pandang bingung
"Kenapa memang nya?" tanya Jonathan dengan wajah bingung
"Kamu ini wajah sangar tapi hati boneka, sudah sana pergi. Harus kejar target" Jawab Maxwel yang langsung beranjak dari duduk nya dan pergi dari ruang keluarga itu meninggalkan Jonathan yang tampak menghela nafas nya sejenak, seperti nya dia baru menyadari apa maksud Maxwel.
"Mama sama ibu istirahat dulu ya" kini Delisha yang berpamitan pada mereka, dengan senyum yang juga tampak aneh Dimata Karina
Karina hanya memandang bingung kedua orang tua itu. Otak kecil nya belum mengerti apa yang dimaksud kan mereka
"Mereka ngomongin apa sih" gumam Karina
"Sudah lah, ayo kita kekamar" ajak Jonathan yang langsung menjulurkan tangan nya pada Karina.
"Kamar" gumam Karina
"Kenapa, kamu mau tidur disini?" tanya Jonathan lagi
Karina berdecak kecil dan mengerucutkan bibir nya sekilas. Dia meraih tangan Jonathan dan mengikuti langkah kaki pria itu untuk masuk kedalam lift yang langsung terhubung dengan kamar nya
"Sultan memang beda, mau masuk kamar aja pakai lift" gumam Karina berdecak kagum dengan suasana ini
"Sekarang kamu nona sultan nya" jawab Jonathan yang langsung melangkahkan kaki nya keluar lift. Dan memang mereka keluar tepat dihadapan dua pintu kamar milik dua putera Alexander
__ADS_1
Karina mengikuti langkah kaki Jonathan yang akan masuk kekamar nya. Namun saat pintu terbuka, mata mereka berdua terlihat terbelalak kaget saat melihat kamar besar itu dihias begitu cantik, khas kamar pengantin sebenar nya
"Ya ampun" gumam Karina yang langsung menutup mulut nya yang terperangah takjub
"Kenapa bisa begini" gumam Jonathan pula
Mereka berjalan perlahan melewati barisan lilin lilin aroma terapi yang ditata begitu rapi dan indah. Bunga bunga mawar berada dibeberapa sudut ruang, kelopak bunga mawar juga tersebar diatas tempat tidur dan juga dilantai. Membuat suasana kamar itu begitu menyegarkan dan juga menggairahkan. Apalagi lampu kamar yang dimatikan dan hanya menyisakan lampu tidur beserta cahaya dari lilin lilin kecil yang ada. Membuat suasana menjadi temaram dan mengundang gairah.
Benar saja, tiba tiba Jonathan merasa aura panas ditubuh nya serasa meningkat. Nafas nya yang tadi nya tenang dan biasa kini terasa begitu berat. Apalagi ketika melihat tempat tidur yang begitu menggoda, membuat fanstasi fantasi liar nya langsung berseliweran diotak nya yang cerdas.
Jonathan langsung menoleh pada Karina yang masih berdiri mematung mengamati kamar pengantin ini, sangat indah tapi entah kenapa tiba tiba dia langsung bergidik ngerih saat membayangkan apa yang akan terjadi nanti nya.
Mata Karina tanpa sengaja malah bertabrakan dengan mata tajam Jonathan, dan tentu itu membuat mereka sama sama tersenyum canggung dan salah tingkah. Mereka sebenar nya tahu apa yang harus dilakukan malam ini, tapi kenapa rasa nya begitu bingung mau memulai dari mana.
" Emm kamu mau bersih bersih dulu?" tanya Jonathan sedikit canggung
"I iya kak" jawab Karina yang langsung mengangguk cepat dan berlalu melewati Jonathan . Namun dia langsung terhenti saat berada didepan dua pintu berbeda
"Kamar mandi nya dimana?" tanya Karina lagi yang menoleh pada Jonathan yang hanya menunjuk sebuah pintu hanya dengan ujung jari nya. Dan tanpa berfikir apapun, Karina langsung masuk kedalam sana.
Sementara Jonathan terduduk disisi ranjang yang bertaburkan bunga bunga yang begitu harum.
"Ini pasti ulah mama dan ibu" gumam Jonathan yang sekali lagi mengedarkan pandangan mata nya mengitari setiap dekorasi kamar yang sangat indah itu, namun mampu membuat jiwa lelaki nya semakin meronta
Jonathan menarik nafas nya dalam dalam dan meraup wajah nya dengan kasar. Entah sejak kapan dia menjadi begini, bayangan bayangan liar sejak tadi terus menghantui nya membuat dia benar benar tidak bisa menahan nya lebih lama. Apalagi saat melihat Karina keluar dari kamar mandi dengan hanya mengenakan bathrop milik nya. Hanya memakai handuk mandi yang kebesaran itu saja Karina sudah nampak seksi. Astaga seperti nya mata Jonathan memang sudah ternodai sekarang.
Karina menatap Jonathan dengan pandangan malu, dia berjalan tertunduk dan begitu canggung
"Emm Karin lupa bawa baju ganti" ucap Karina dengan begitu canggung.
Ini bukan malam pertama mereka, semalam mereka sudah berada dalam satu kamar, tidur bersama bahkan tampak seperti biasa. Tapi kenapa sekarang terasa berbeda? Apa karena semalam hati mereka sama sama cemas sehingga masalah lain tidak lagi terfikirkan ?
Jonathan langsung beranjak dari tempat tidur itu dan berjalan mendekat kearah Karina yang terlihat mematung ditempat nya.
Dia mengerjapkan mata nya perlahan melihat tatapan Jonathan yang begitu berbeda, Karina langsung memundurkan langkah nya saat Jonathan sudah mendekat kearah nya, namun Jonathan langsung meriah pinggang Karina dan menarik nya hingga tubuh Karina langsung menabrak dada bidang itu
"Kak" gumam Karina mulai takut dan cemas, apalagi dapat dia rasa nafas Jonathan yang sudah terdengar berat dan pandangan mata itu yang sudah berkabut gairah
"Aku sudah tidak bisa menahan nya lagi" ucap Jonathan yang langsung menyambar bibir Karina, membuat gadis itu terkesiap kaget. Dia menahan dada Jonathan dengan kuat, namun percuma karena Jonathan sudah kalap, dia tidak lagi bisa menahan gairah nya.
Meski awal nya memberontak, namun lama kelamaan Karina juga ikut terbuai dengan perlakuan Jonathan yang lembut namun begitu menuntut.
Dan akhir nya, malam itu mereka menghabiskan malam diatas ranjang yang menjadi saksi cinta mereka berdua. Bermain diatas ranjang untuk saling bertukar peluh dan rasa yang tidak bisa terjabarkan bagaimana nikmat nya.
Malam itu, semua bersatu dalam satu rasa. Bersatu untuk menguarkan seluruh perasaan dan rasa yang tertahan selama ini.
Cahaya temaram lilin dan cahaya remang remang menemani malam mereka yang bermandikan keringat kenikmatan, membuat tubuh polos mereka tampak bersinar diantara puluhan cahaya lilin yang ada. Entah hingga berapa kali mereka menuntaskan hasrat yang menggebu satu sama lain.
Aroma lilin terapi dan bunga mawar yang bertebaran menambah suasana yang semakin menggairahkan malam itu.
__ADS_1
Kelopak mawar merah diatas tempat tidur saling berserakan dan bercampur dengan noda darah sebagai tanda kenikmatan yang berhasil mereka rengkuh.
Cinta, sayang, dan nafsu yang membara, malam itu bersatu dengan begitu sempurna.....