Story Of The Twins

Story Of The Twins
Perasaan Ivan


__ADS_3

Malam ini rumah mewah milik keluarga Alexander tampak begitu sibuk. Para pelayan kembali dibuat hilir mudik untuk menyiapkan segala persiapan yang akan dibawa kerumah keluarga Amelia.


Ya, malam ini adalah malam dimana akan diadakan nya acara pertunangan Ivan dan Amelia.


Ivan sudah begitu rapi dengan setelan jas yang melekat sempurna ditubuh kekar nya.


Dia menuruni anak tangga sembari memasang jam tangan mewah ditangan nya.


Senyum nya merekah sempurna dan begitu indah diwajah tampan nya.


Dia memandang semua orang yang telah berkumpul diruang tamu keluarga mereka.


Ada orang tua nya, Dirga dan orang tua nya, dan juga Faiz tentu nya.


Namun senyum Ivan langsung meredup saat melihat Maxwel yang tampak berwajah datar itu hanya terdiam sembari memainkan ponsel nya.


Beberapa hari ini papa nya itu lebih banyak diam ketika Delisha terlihat sibuk menyiapkan acara pertunangan nya.


Sebenar nya Ivan tahu apa yang membuat papa nya begitu. Maxwel terasa berat pergi kerumah keluarga Darwin, orang yang pernah membuat keluarga mereka berantakan.


Tapi demi apapun, Ivan tidak bisa berbuat banyak. Rumah Amelia disana, dan mereka ingin mengadakan acara pertunangan dirumah itu. Meski Amelia bukan saudara kandung mereka, namun Andrean meminta untuk acara pertunangan diadakan dirumah itu.


"Sudah selesai nak?" Tanya Delisha dengan senyum nya.


Ivan langsung mengangguk dan membalas senyuman Delisha dan melirik sekilas kearah Maxwel yang masih sibuk dengan ponsel nya


"Tuan muda terlihat sangat tampan malam ini" goda Dirga membuat Ivan langsung tertawa kecil mendengar nya


"Aku memang selalu tampan" balas Ivan membuat semua orang langsung tertawa disana, kecuali Maxwel


"Kita berangkat?" Tanya Delisha menatap mereka satu persatu


"Ya, ayo" sahut Rico dan istri nya yang mengangguk


Mereka mulai beranjak menuju pintu keluar, namun Ivan lebih memilih belakangan untuk menyamai langkah nya dengan langkah Maxwel.


Delisha tahu apa yang membuat suasana yang seharusnya berbahagia namun sedikit meredup itu karena perasaan suami nya. Dia tersenyum dan mengangguk melihat Ivan yang melirik nya.


Delisha berjalan terlebih dahulu menyusul Nina istri Rico yang menunggu nya.


"Pa" panggil Ivan membuat langkah Maxwel terhenti.


Maxwel langsung menoleh dan tersenyum pada Ivan yang menatap nya penuh arti

__ADS_1


"Ada apa nak?" Tanya Maxwel


"Maafkan Ivan, karena pilihan Ivan membuat papa merasa gundah lagi" ungkap Ivan membuat Maxwel langsung tertegun dan menghela nafas nya dengan pelan.


Dia menepuk pundak Ivan sekilas dan kembali tersenyum. Dia tahu, Ivan pasti sedih melihat nya tidak seantusias seperti pada acara Jonathan kemarin. Dan sungguh dia merasa bersalah karena itu.


"Kamu tidak salah, pilihan mu memang yang terbaik. Jangan berfikiran macam macam oke. Papa tidak apa apa" ucap Maxwel.


"Tapi Ivan merasa papa berat untuk pergi" sahut Ivan, dan tentu itu membuat Maxwel semakin merasa bersalah


"Tidak nak. Tolong jangan berfikiran seperti itu. Papa hanya sedang menyiapkan hati saja untuk menginjakan kaki di rumah itu. Papa sungguh sangat bahagia kamu telah menemukan seorang pendamping yang bisa menemanimu nanti nya" ungkap Maxwel menatap Ivan dengan lekat


"Benar kah" tanya Ivan dan Maxwel langsung mengangguk


"Tentu saja, kebahagiaan mu adalah kebahagiaan papa." Sahut Maxwel membuat Ivan langsung tersenyum mendengar nya


"Maafkan papa, jika sikap papa membuat mu merasa tidak dihargai" ucap Maxwel namun Ivan langsung menggeleng


"Tidak pa, tidak sama sekali. Ivan hanya takut papa kecewa" sahut Ivan


"Kamu tidak pernah membuat papa kecewa nak. Kamu kebanggan papa" kata Maxwel yang langsung merangkul pundak Ivan


"Terimakasih pa, terimakasih" ucap Ivan begitu bahagia


"Ya, Ivan sudah menunggu hari ini dari beberapa tahun yang lalu" sahut Ivan membuat Maxwel langsung tertawa mendengar nya.


Delisha yang melihat suami dan anak nya dari kejauhan hanya tersenyum bahagia. Dia tahu, semua pasti akan baik baik saja.


Faiz sudah menunggu disamping mobil milik Ivan. Asisten sekaligus sahabat Ivan itu juga sudah sangat rapi dengan setelan jas nya.


Ya, acara pertunangan Ivan ini diadakan secara formal dan dihadiri oleh beberapa tamu dari Ivan dan Amelia. Mereka membuat acara yang lumayan mewah karena Amelia ingin semua orang merasakan kebahagiaan mereka.


"Tuan muda Jonathan kemana?" Tanya Dirga pada Ivan yang langsung menoleh kearah nya setelah sebelum nya sudah hampir berada didekat mobil nya


"Kemana Jonathan Van?" Tanya Maxwel pula


"Tadi seperti nya sudah turun duluan" gumam Ivan


"Belum ada nak, mama kira dia memang sudah ada diluar" ucap Delisha pula


"Biar saya yang melihat nyonya" kata Dirga pada Delisha yang mengangguk


Namun belum sempat Dirga masuk, Jonathan datang dari arah dalam sembari mengancingkan lengan kemeja nya

__ADS_1


"Kamu dari mana nak?" Tanya Delisha langsung


"Kebelet ma" jawab Jonathan singkat membuat Ivan langsung berdecak kesal


"Lama deh bang" gerutu Ivan dan kali ini Jonathan yang melengos


"Acara itu tidak akan ditutup Van, tenang lah sedikit" ucap Jonathan membuat Dirga dan Faiz langsung mengulum senyum mereka sedangkan para orang tua hanya menggeleng pelan


"Ya kalau aku gak datang, bisa diganti calon tunangan nya nanti" sahut Ivan pula


"Ya paling kamu yang bunuh diri" jawab Jonathan acuh dan langsung masuk kedalam mobil nya


"Sialan Lo" gerutu Ivan


"Sudah sudah, ayo kita pergi, jika kalian terus berdebat acara nya akan benar benar bubar nanti nya" ucap Maxwel yang langsung masuk kedalam mobil yang dikendarai oleh Rico


Mereka langsung masuk kedalam mobil mereka masing masing


Hanya memakai empat mobil. Satu mobil untuk Maxwel dan Rico beserta istri mereka. Satu mobil dikendarai oleh Faiz yang membawa tuan muda kembar itu, satu mobil membawa beberapa pernak pernik dan seserahan mereka dan satu mobil adalah mobil yang dikendarai oleh Roy dan Jhon yang mengawal perjalanan mereka.


Ivan duduk tidak tenang dikursi nya membuat Jonathan menoleh kearah nya dengan bingung


"Kenapa kamu?" Tanya Jonathan heran


"Gugup bang" jawab Ivan terkekeh kecil membuat Jonathan mendengus , sedangkan Faiz dan Dirga hanya tertawa kecil mendengar nya


"Belum juga ijab kabul" sahut Jonathan


"Emang nya Abang tidak begitu kemarin" tanya Ivan pula


"Tidak" jawab Jonathan singkat


"Hmh , berlebihan banget gue ya" gumam Ivan kembali menatap jendela mobil itu , menikmati pemandangan malam hari yang terasa begitu dingin, sedingin hati nya yang berdebar .


Masih tunangan, namun dia sudah gugup seperti ini. Perasaan yang tidak bisa digambarkan oleh nya. Kebahagiaan yang selama ini selalu dinantikan nya akhir nya sebentar lagi akan terlaksanakan.


"tenang lah tuan muda. Tidak akan ada yang menandingi ketampanan anda disana nanti, jadi jangan gugup begitu" goda Dirga membuat Ivan melengos kesal


"ada lah, kamu lupa tuan muda Jonathan lebih berwibawa" tambah Faiz pula dan Dirga langsung terbahak mendengar nya


"haha, iya ya, lupa" jawab nya


"berisik kalian. Dasar jomblo ngenes. cepat cari calon, supaya tahu rasa nya" dengus Ivan membuat Faiz dan Dirga langsung tertawa karena nya

__ADS_1


"sedang otw tuan" sahut mereka serentak


__ADS_2