
Dirga dan Kasih....
Mereka duduk berdua disudut pantai yang sepi dan sedikit jauh dari tempat pesta Ivan dan Amelia. Sudah beberapa menit mereka hanya diam dan memperhatikan ledakan kembang api yang meledak indah diatas langit malam itu.
Tidak ada yang mereka bicarakan, mereka hanya larut dalam fikiran mereka masing masing. Menikmati malam yang dingin dan begitu sepi. Sesepi hati mereka yang merasa terabaikan.
"Tuan" panggil Kasih tiba tiba
Dirga langsung menoleh kearah nya. Memandang wajah cantik Kasih dengan dress putih nya yang berkibar terhempas angin laut
"Apa tuan tidak ingin bergabung bersama mereka? Mereka pasti kecewa melihat tuan tidak ada malam ini" tanya Kasih pada Dirga
Dirga tersenyum dan menggeleng pelan. Dia kembali memandang keatas langit dimana kembang api yang memang dia pesan dan dia rencanakan meledak dengan indah disana.
"Aku tidak mungkin membiarkan kamu sendirian" jawab Dirga.
Kasih tampak terkesiap dan memandang lekat wajah tampan itu
"Tuan..." gumam Kasih tidak percaya dengan apa yang didengar nya.
"Aku yang mengajak kamu kemari, dan tidak mungkin aku mengabaikan kamu" ucap Dirga yang membalas tatapan sendu itu
__ADS_1
Kasih tertunduk dengan wajah sedih nya
"Seharusnya tuan memang tidak membawa saya kemari. Saya sudah bilang jika saya tidak pantas berada ditengah tengah kalian. Dan lihat, sekarang tuan malah terabaikan. Tuan muda Jonathan dan juga tuan Rico pasti marah pada anda" jawab Kasih begitu pelan. Dia tidak ingin pergi tadi, tapi Dirga malah memaksa nya untuk pergi. Dan lihat sekarang, Dirga menjadi dikucilkan oleh teman teman nya karena dia.
"Tidak apa apa. Meskipun aku tidak ada bersama mereka, tapi mereka juga pasti menikmati apa yang telah aku berikan" jawab Dirga tersenyum tipis.
Kasih terdiam, dia tidak tahu harus bagaimana meyakinkan lelaki baik ini. Dia begitu merasa bersalah dan malu, tapi Dirga malah tenang saja. Padahal yang sedang berkumpul disana adalah teman teman dekat nya.
"Sudahlah, jangan fikirkan apapun. Saya sudah mempertimbangkan semua nya. Dan saya tidak pernah menyesal dengan keputusan saya ini" kata Dirga lagi
"Tapi bagaimana dengan teman teman anda tuan. Tuan Jonathan terlihat begitu kesal tadi" gumam Kasih begitu tidak enak
Dirga melepaskan jas nya, dan langsung menyelimuti jas itu ketubuh kasih. Kasih sedikit terkesiap dan memandang Dirga dengan heran
"Itu menjadi urusan saya. Kamu tidak perlu memikirkan apapun. Sekarang nikmati saja malam ini. Apa kamu tidak menyukai ini?" tanya Dirga memandang lekat wajah cantik nan sendu itu. Dia tahu Kasih pasti merasa tidak enak dan bersedih melihat sikap Jonathan dan orang tua nya tadi. Tapi entah kenapa, Dirga memang ingin membawa nya. Dirga ingin semua orang tahu, jika Kasih bukan gadis yang buruk seperti yang mereka fikirkan selama ini. Dia memang pernah melakukan hal yang fatal, tapi dibalik itu semua, Kasih masih memiliki hati dan alasan yang kuat sehingga bisa membuat nya melakukan hal itu.
"Tuan... Kenapa Anda begitu baik pada saya. Padahal anda tahu saya bukan orang baik. Saya bahkan pernah hampir membunuh nona Karina" ungkap Kasih dengan mata yang berkaca kaca.
Akhir akhir ini, Dirga memang selalu ada bersama nya. Bahkan beberapa waktu yang lalu, Dirga membantu Kasih untuk mengungkapkan kasus kecelakaan yang menimpa orang tua Kasih. Dan sekarang, kasus itu sedang diusut. Titik terang juga sudah mulai ditemukan, dan semua itu karena Dirga. Dirga yang banyak membantu nya. Maka dari itu Kasih tidak bisa menolak ketika Dirga mengajak nya untuk datang kepernikahan Ivan.
"Apa saya tidak boleh berbaik hati pada seseorang?" tanya Dirga
__ADS_1
Kasih kembali memandang nya. Dan sungguh, tatapan sendu itu lah yang selalu membuat perasaan Dirga menjadi tidak menentu
"Tuan salah menempatkan diri. Tuan sudah begitu baik mau membantu saya mengusut kasus itu. Tapi lebih dari itu, sungguh saya tidak pantas mendapatkan nya" jawab Kasih. Dia kembali menundukan pandangan nya, mencoba menahan air mata yang ingin sekali keluar dari matanya
"Tidak ada yang bisa melarang saya Kasih. Saya tahu kamu gadis baik. Kamu melakukan itu dengan terpaksa. Saya hanya tidak ingin ketidakadilan yang selalu kamu rasakan. Saya ingin kamu juga bisa bahagia seperti perempuan diluar sana" ungkap Dirga
"Tapi apa yang saya lakukan terlalu fatal. Saya mantan napi, dan kejahatan yang saya lakukan adalah ingin membunuh orang. Saya.....saya tidak ingin berharap banyak tuan..... hiks" Kasih langsung menenggelamkan kepala nya dibalik lengan, dia tidak bisa lagi menahan Isak tangis nya. Sungguh hatinya sebenar nya begitu rapuh. Dia takut, dia malu dan dia merasa begitu rendah diri jika mengingat kesalahan nya dahulu. Tidak ada tempat nya mengadu, tidak ada tempat nya berlindung, dan tidak ada tempat nya bersandar. Dan tentu itu yang membuat hatinya benar benar rapuh. Masalah keluarga nya, ditambah dengan kejadian waktu itu, tentu membuat gadis sepertinya benar benar terpuruk. Tapi.... Dirga datang, Dirga datang seperti seorang malaikat yang menolong kehidupan nya. Membantu nya dalam setiap kesulitan. Lalu bagaimana dia tidak bisa untuk berharap lebih? Bagaimana dia harus membalas kebaikan lelaki ini? Dia bahkan begitu merasa bersalah sekarang, karena dia, Dirga menjadi terasingkan oleh lingkungan nya.
Kasih sedikit terkesiap saat Dirga mengusap pundak nya dengan begitu lembut. Dan tentu diperlakukan seperti itu membuat Kasih tidak bisa menahan lagi air mata nya.
"Masa lalu, adalah hari yang sudah terlewati begitu saja. Kamu bisa belajar dari hari itu Kasih. Tidak perlu merasa bersalah dan menyesal" ucap Dirga
Kasih masih menangis bahkan terdengar sesunggukkan. Dirga tahu, gadis ini sebenar nya begitu cengeng, namun dia tetap berusaha kuat. Ya, siapa yang sanggup berdiri sendirian ditengah tengah masalah yang datang bertubi tubi. Dirga benar benar salut padanya.
"Kamu gadis kuat. Kamu bisa bangkit kembali" kata Dirga yang langsung menarik Kasih kedalam pelukan nya.
Kasih semakin kuat menangis dan mencengkram erat jas Dirga. Seakan dia memang menumpahkan segala kesedihan nya pada lelaki ini. Dia butuh sandaran, dia butuh kekuatan.
"Saya.... saya takut tuan... Saya takut.....huuuuu" Isak Kasih terdengar begitu pilu
Dirga semakin mengeratkan pelukan nya pada Kasih. Tidak tahu apa yang dirasakan nya, tapi yang ada difikiran Dirga saat ini adalah, dia begitu ingin menolong gadis ini. Dia begitu ingin menjaga gadis malang ini. Dan meskipun dunia menjauhi nya, tapi entah kenapa dia tidak ingin menjauh dari Kasih. Gadis mantan narapidana yang tanpa sadar telah merebut hatinya.
__ADS_1