
Bulan madu adalah hal yang paling ditunggu tunggu untuk sepasang pengantin baru. Menikmati masa masa baru menjadi sepasang pasangan halal. Menikmati waktu berdua dan melupakan semua beban yang ada.
Seminggu sudah Jonathan dan Karina berada di Paris. Mereka benar benar menikmati waktu mereka berdua.
Berjalan jalan menikmati manis nya kota sejuta cinta yang menjadi saksi kisah mereka.
Sore itu mereka sedang berada diatas jembatan sungai Seine. Menikmati suasana yang terasa menenangkan.
Berjalan berdua bergandengan tangan sembari bercerita apa saja yang membuat hati menjadi tenang dan bibir yang tertawa lepas.
"Tempat nya lebih indah kalau malam ya kak" ucap Karina memandang sungai Seine yang terbentang luas dan memanjang dihadapan nya
Jonathan mengangguk dan tersenyum
"Ya, mungkin karena cahaya yang buat jembatan ini jadi lebih bagus" jawab Jonathan
"Kalau lagi musim panas dan cuaca cerah, sesekali kamu bisa lihat Aurora disini" ucap Jonathan
Karina menoleh padanya
"Beneran?"
"Hmm, sayang nya kita datang ketika musim dingin, dan seminggu lagi salju turun" jawab Jonathan
"Gak apa apa. Ini aja udah cukup buat seneng" jawab Karina dengan senyum nya. Senyum yang mampu membuat Jonathan juga ikut tersenyum
Mereka kembali berjalan menyusuri jembatan yang memanjang itu
Karina memperhatikan satu gerai yang menjual aneka permen lolipop diujung jembatan. Tampilan nya begitu banyak, unik dan sangat lucu. Dari yang besar sampai yang kecil.
Jonathan yang melihat arah pandangan Karina langsung menoleh ke istrinya
"Kamu mau?" tawar Jonathan
Karina melirik nya sekilas dan menggeleng pelan
"Karin gak terlalu suka sama permen itu. Tapi kak Amel suka banget. Karin cuma inget dia" jawab Karina
Jonathan tersenyum, mengusap kepala nya sekilas
"Besok kalau kita pulang, kita beli untuk dia" ucap Jonathan
"Iya ya, dia pasti senang. Soalnya dia suka banget sama lolipop. Apalagi bentuk nya lucu lucu banget begini" kata Karina dengan senyum lebar nya ketika mengingat calon ipar nya itu
"Ya, Aku juga akan membeli banyak makanan untuk Ivan. Kamu pasti tahu, dua orang itu memang doyan makan. Mereka tidak akan suka dibelikan barang barang yang lain. Tapi jika makanan aku yakin mereka lupa diet" kata Jonathan panjang lebar
Karina tertawa dan mengangguk setuju
"Bener banget. Mereka memang pasangan serasi" jawab Karina
"Apa kak Ivan udah pulang?" tanya Karina
"Belum, seharus nya dia pulang besok. Tapi belum ada kabar lagi" jawab Jonathan
"Kak Amel pasti sedih" gumam Karina
"Hanya sebentar, setelah itu semua penantian mereka berakhir" kata Jonathan
"Hmm, kita cari kado apa untuk pernikahan mereka?" tanya Karina
Jonathan terdiam, dia juga tidak tahu kado apa yang cocok untuk mereka berdua. Tapi sebenar nya dia sudah menyiapkan sesuatu untuk Ivan dan calon istrinya nanti
"Kamu ingin memberi apa?" tanya Jonathan balik
"Apa ya, Karin masih bingung. Tapi sebenar nya udah ada sih, cuma gak tahu mereka suka atau enggak" jawab Karina
"Mereka pasti suka. Apa lagi yang gratisan" kata Jonathan . Karina langsung tertawa mendengar nya
__ADS_1
"Kakak ih" ucap nya gemas
"Pokoknya nanti sebelum pulang kita belanja oleh oleh ya. Karin mau bawain semua orang dikampung. Diana sama untuk mama juga" pinta Karin
"Iya sayang" jawab Jonathan mencubit hidung Karin dengan gemas
"Untuk kak Dirga juga, jangan lupa. Dia pasti udah capek ngurus perusahaan sendiri" kata Karina lagi
Jonathan tersenyum dan mengangguk. Ya, sahabat sekaligus asisten nya itu pasti sedang kerepotan sekarang. Apalagi harus mengurus masalah Kasih dan adiknya.
Jonathan sudah memutuskan untuk menangguhkan hukuman Kasih. Meskipun dia tidak mencabut tuntutan nya
Dan memang benar, di Indonesia Dirga memang tampak begitu pusing. Apalagi dengan permintaan adik Kasih yang terus merengek meminta bertemu dengan kakak nya.
...
Indonesia....
Dirga duduk disebuah kursi menghadap keseorang gadis remaja yang terlihat merengek terus menerus ditempat nya. Membuat Dirga benar benar pusing saat ini.
Hari ini dia libur keperusahaan karena kebetulan hari Minggu. Jadi Dirga menyempatkan datang kerumah adik Kasih yang dia tempatkan disebuah rumah yang sengaja dia sewa.
Dirga sudah ingin memulangkan gadis ini ketempat asalnya sesuai dengan permintaan Kasih. Tapi adik Kasih ini selalu menolak nya, dia bilang dia ingin menunggu kakak nya disini dan tidak ingin pulang lebih dulu. Mereka tidak punya orang tua lagi, dan mau tidak mau Dirga akhirnya menyewakan sebuah rumah dan seorang pelayan untuk menjaga nya.
"Kak, kapan Kiky bisa ketemu kak Kasih. Udah seminggu lebih kakak ngurung Kiky disini" tanya Kiky dengan wajah cemberut nya
"Hari ini kakak mau jenguk kakak kamu, kamu tunggu disini. Kalau udah waktu nya kakak pasti bawa kamu" jawab Dirga
"Terus aja gitu bilang nya. Tapi udah lama juga" gerutu Kiky begitu kesal
Dirga tersenyum dan mengeluarkan sesuatu dari dalam saku nya
"Ini ponsel untuk kamu. Nanti kakak bakal ngubungi kamu kalau udah disana" ucap Dirga. Dia menyerahkan ponsel baru itu pada Kiky. Kiky tampak begitu senang menerima nya
"Wah ini beneran untuk Kiky" tanya nya dengan wajah berbinar
"Eh, tunggu. Kiky gak tahu gunain ini" kata Kiky sembari mengangkat ponsel itu
Dirga tertawa lucu melihat wajah polos itu
"Minta ajarin mbak Imah. Dia tahu kok." ucap Dirga yang langsung pergi meninggalkan Kiky.
Bahkan ketika diluar rumah Dirga masih bisa mendengar suara teriakan Kiky yang menggema memanggil manggil mbak Imah. Gadis muda yang menjaga nya selama ini.
Dirga melajukan mobil nya menuju kantor polisi. Sudah beberapa kali dia menjenguk Kasih. Awalnya dia begitu benci dan kesal dengan ulah Kasih yang mencoba melukai Jonathan dan Karina. Tapi setelah tahu alasan yang sebenarnya, dia menjadi tidak tega melihat gadis itu.
Disini dia hanya berdua dengan adiknya. Bekerja diperusahaan Agueenno untuk melanjutkan hidup mereka. Tapi masalah datang ketika bertemu dengan ayah Cyintia, dan adiknya malah ingin dijual oleh pria itu, sehingga dia dengan terpaksa menerima permintaan ayah Cyintia.
Dan yang lebih bisa membuat hukuman nya ditangguhkan adalah karena Kasih tidak jadi untuk meracuni Jonathan. Karena setelah diperiksa ternyata racun itu memang sangat berbahaya, bahkan bisa menyebabkan gagal jantung ketika memimum nya. Masa tahanan Kasih hanya tinggal dua Minggu lagi, dan setelah itu dia bisa bebas dan melanjutkan hidupnya. Maxwel tidak ingin memperpanjang masalah, karena bagaimana pun dia cukup bersyukur Kasih masih memiliki akal sehat.
Hampir satu jam kemudian, Dirga sudah tiba didepan kantor polisi. Ditangan nya membawa sebuah paper bag berisi makanan yang tadi sempat dibeli nya dari luar
Dirga berjalan kedalam dan semua anggota polisi sudah begitu hafal dengan wajahnya. Salah satu kepercayaan perusahaan Aguenno.
Dirga duduk dikursi tunggu, menunggu Kasih yang sedang dijemput oleh seorang polisi wanita.
Dan tidak berapa lama kemudian, gadis itu keluar dengan baju tahanan nya. Penampilan nya sudah jauh lebih baik. Bahkan sudah bisa dibilang enak untuk dilihat daripada pertama kali saat dia ditangkap dulu
"Tuan" sapa Kasih sembari duduk didepan Dirga
Polisi wanita yang tadi mengantarnya sudah kembali kedepan, membiarkan Dirga dan Kasih berdua diruangan itu
"Ini untukmu" kata Dirga sembari menyerahkan paper bag itu
Kasih menerima nya dengan ragu, namun tidak lama bibir nya langsung tersenyum penuh haru
"Apple pie" gumam Kasih
__ADS_1
"Hmm, Kiky bilang kamu sangat menyukai itu, jadi aku membawakan nya untukmu" jawab Dirga
"Dia pasti selalu menyusahkan tuan" kata Kasih tidak enak, dia hanya melirik Dirga sekilas, karena dia merasa tidak enak dengan asisten Jonathan ini, dia sudah begitu baik untuknya, dan Kasih sangat sungkan karena itu
"Ya lumayan, setiap bertemu dengan nya dia selalu merengek untuk meminta bertemu dengan mu" jawab Dirga
"Maafkan Kiky tuan. Kami memang sudah sangat lama tidak bertemu, jika bisa dibilang mungkin sudah hampir sebulan. Saya berjanji, setelah saya luar dari sini saya dan Kiky tidak akan menyusahkan tuan lagi" ungkap Kasih
"Kamu ada rencana apa setelah ini?" tanya Dirga ingin tahu.
Dan dapat Dirga lihat, Kasih tertunduk dengan wajah sedih nya. Bahkan gadis itu terlihat menggeleng lemah
"Tidak tahu, mungkin kembali Kekota asal kami. Saya terlalu malu jika masih harus ada disini" jawab Kasih tertunduk
"Kamu bekerja disana?" tanya Dirga lagi
"Saya ingin membuka usaha kecil kecilan saja tuan. Berdagang makanan misalnya. Asal bisa cukup untuk hidup kami berdua" jawab Kasih
"Kenapa harus kembali kesana, jika peluang disini ada" kata Dirga lagi
"Saya malu tuan" jawab Kasih dengan mata yang berkaca kaca
"Anggap saja itu sebagai penebus kesalahan kamu. Perusahaan memang tidak bisa menerima kamu lagi. Tapi bukan berarti kamu berhenti berusaha. Kamu bilang disana kamu juga sudah tidak memiliki siapapun lagi" kata Dirga
Kasih mengangguk pelan, masih tidak ingin menatap wajah Dirga
"Sebenarnya saya Kekota ini juga karena melarikan diri" gumam nya . Dirga langsung mengernyit heran
"Melarikan diri?" tanya Dirga lagi
"Tuan tahu Alan Bakery?" tanya Kasih
Dirga terdiam, berfikir sejenak lalu mengangguk
"Perusahaan roti yang ada di Malang kan. Lumayan besar karena hasil produksinya yang sudah diekspor keseluruh kota di Indonesia" jawab Dirga
"Ada apa dengan itu?" tanya Dirga
"Pemilik nya adalah orang tua saya. Alan Bramasta" jawab Kasih. Membuat mata Dirga seketika terbelalak
"Apa, yang benar saja. Lalu kenapa kamu dan adik kamu bisa terlunta lunta seperti ini?" tanya Dirga tidak percaya
Kasih menghela nafas nya sejenak dan memberanikan diri menatap Dirga, namun hanya sekilas
"Setahun yang lalu orang tua kami kecelakaan, mereka meninggal ditempat. Saya masih begitu terpukul dan syok karena kejadian itu. Jadi perusahaan terbengkalai. Paman dan bibi saya yang mengurus nya, namun lama kelamaan mereka seperti ingin merebut itu semua. Sayang nya ayah saya belum membuat surat apapun atas perusahaan itu." ungkap Kasih dengan sedikit menahan tangis. Jika mengingat itu dia benar benar sedih
"Dan yang membuat saya tidak menyangka adalah mereka yang telah menyebabkan orang tua saya kecelakaan. Asisten ayah yang tahu semua nya. Dia meminta saya dan Kiky pergi dari sana, karena paman dan bibi juga ingin membuat kami bernasib sama seperti ayah dan ibu" ungkap Kasih. Dia langsung menghapus air mata nya yang telah menetes keluar
Dirga tertegun, ternyata Kasih adalah anak pemilik perusahaan itu. Dan jika benar apa yang dikatakan nya, berarti kehidupan nya memang sangat tidak mudah
"Kenapa kamu tidak melaporkan mereka kepolisi?" tanya Dirga heran
Kasih menggeleng dan kembali mengusap wajahnya
"Saya tidak punya bukti tuan, bahkan asisten ayah juga menghilang setelah memberitahu niat mereka pada kami. Saya takut, jadi saya tidak bisa berfikir dengan jernih saat itu. Yang saya fikirkan adalah menyelamatkan adik saya." ucap Kasih yang mulai tidak bisa menahan Isak nya
"Tapi ketika sampai disini saya malah bertemu dengan tuan Beni, dan mendapatkan masalah baru" ungkap kasih
"Sekarang kamu sudah aman disini. Tapi jika kamu kembali ke kotamu maka kamu yang tidak aman" kata Dirga
"Saya hanya ingin mengusut kasus itu. Saya tidak rela sebenar nya membiarkan mereka merebut hasil jerih payah orang tua saya" ungkap Kasih
"Suatu saat itu pasti kembali padamu. Sekarang kamu pulihkan saja dulu kesehatan dan mentalmu. Setelah semuanya baik, baru kamu kesana" ucap Dirga
Dan Kasih langsung mengangguk dan tersenyum
"Terimakasih tuan. Terimakasih untuk semuanya. Tuan sudah berbaik hati pada saya dan Kiky" ucap Kasih begitu tulus
__ADS_1
"Tidak masalah" jawab Dirga dengan senyum tipis nya