Story Of The Twins

Story Of The Twins
Kecelakaan Lift


__ADS_3

Pagi ini Karina bangun kesiangan, alhasil dia begitu terburu buru untuk berangkat keperusahaan tempat nya bekerja.


Rambut nya masih acak acakan, bahkan dia belum sempat bermake up sama sekali. Mandi juga hanya sekedar membasuh muka dan menggosok gigi.


Untung saja mobil nya tidak mengulah disaat saat seperti ini, tapi meskipun begitu, tetap saja dia akan terlambat, karena jalanan pagi ibukota benar benar macet parah.


Malam tadi dia baru kembali kerumah hampir dini hari, pesta dansa membuat nya benar benar terbuai dan lupa jika pagi ini dia harus bekerja kembali.


Meskipun bos perusahaan adalah calon suami nya sendiri, tapi bagi Karina, nama baik nya adalah yang terpenting saat ini. Jangan sampai calon mertua nya mendepak nya sebagai calon menantu karena tidak bisa bertanggung jawab atas kewajiban nya, jika iya, maka habis lah dia.


Beberapa kali Karina menekan nekan klakson mobil nya, berharap deretan panjang mobil didepan nya segera menyingkir.


"oh astaga!!!! Ayo dong, bisa gawat ini kalau telat, mana hari Senin lagi" gerutu nya seorang diri didalam mobil.


Mata nya memandang fokus kedepan, namun tangan nya terlihat membenahi penampilan nya.


"gila ya, kalau kak Jo lihat penampilan aku sekarang, bisa malu dia" gumam Karina sedikit bergidik ngerih ketika melihat penampilan nya dikaca mobil nya.


"dandan bentar deh" gumam nya lagi sembari menumpahkan alat alat make up nya dikursi sebelah nya.


Fokus nya terbagi dua, antara ber-make up dan mengemudikan mobil nya. Jalanan masih begitu macet, sehingga dia bisa sambil memakai make up nya.


"oh ya ampun" ucap nya panik saat jalan mulai lengang, namun make up nya belum siap sepenuh nya.


Karina melajukan mobil nya dengan kecepatan lumayan tinggi , berharap dia akan tiba secepat nya.


Dan memang setengah jam kemudian dia tiba diparkiran gedung kantor. Karina ingin membuka pintu mobil nya, namun tangan nya tertahan dan kembali melihat wajah nya dikaca mobil.


"wajah ku belum selesai, ya kali masuk kesana kayak begini. Bisa diketawain satu kantor aku" gumam Karina yang kembali panik.


Dia segera menyelesaikan make up nya yang hanya tinggal memakai lipstik dan sedikit sentuhan blush on. Setelah itu dia segera berlari dengan tergesa gesa memasuki lobi kantor, bahkan dia tidak sadar jika ponsel nya tertinggal bersama alat alat make up nya didalam mobil.


Jam kerja sudah lewat, dan dia terlambat sepuluh menit saat ini.


Wajah Karina terengah engah saat dia tiba dimeja receptionis untuk mengisi absen nama nya. Dan tentu saja dia akan mendapatkan teguran dari atasan nya nanti.


Setelah melalui proses yang panjang dan sedikit perdebatan dengan petugas itu, Karina segera masuk kedalam lift dan memencet tombol angka lantai dimana dia bekerja. Didalam lift Karina kembali memperbaiki penampilan nya, rambut nya belum sempat disisir , dan untung saja lobi kantor sudah sepi karena semua karyawan sudah memasuki ruang kerja mereka masing masing.


Karina terlihat menarik nafas beberapa kali, cukup lelah sedari bangun tidur dia harus berlari mengejar waktu. Dan rasa nya baru sekarang dia dapat bernafas dengan lega. Meskipun nanti dia harus kembali berurusan dengan atasan nya.


"ya ampun, kapan coba jadi nyonya Alexander. Begini amat kerja" gumam nya terlihat putus asa, padahal sejak dulu ini adalah cita cita nya.


Tiba tiba Karina terkesiap kaget saat Lift yang dinaiki nya terasa bergetar dan tiba tiba berhenti mendadak, membuat nya sedikit terhuyung dan terduduk dilantai lift.


"ada apa ini" gumam Karina dengan wajah yang seketika memucat karena jantung nya bergemuruh hebat saat ini.


Dia segera bangkit dan menekan nekan tombol lift itu, namun nihil, tombol itu tidak berfungsi sama sekali, bahkan lampu lift langsung mati seketika membuat nya bertambah panik .


"ya Tuhan, ini kenapa" ucap nya terdengar gemetaran. Karina kembali menekan nekan tombol lift dengan tangan yang benar benar gemetar


"to tolong!!!!" seru Karina kemudian. Dia benar benar takut sekarang, dia tahu lift ini mati dan tidak lagi berfungsi.

__ADS_1


"tolong, siapa saja tolong!!!!" teriak nya sembari memukul mukul pintu lift itu. Namun percuma, karena siapapun tidak akan mendengar nya.


Hari sudah masuk jam kerja, jadi sangat sedikit karyawan yang akan memakai lift.


"tolong" teriak Karina yang sudah menangis takut, didalam lift itu benar benar gelap, tidak ada sedikitpun udara yang masuk membuat nya benar benar panik.


"kak Jo, tolong" panggil Karin dengan wajah yang sudah berderai air mata . Demi apapun dia benar benar takut sekarang.


Karina merogoh rogoh tas nya, mencari dimana keberadaan ponsel nya, namun nihil, ternyata ponsel nya tertinggal didalam mobil.


"Ya Allah, gimana ini. hiks hiks... aku takut" gumam Karina yang langsung meringsut dan memeluk tubuh nya sendiri


...


Sementara diruangan Jonathan, lelaki itu sudah mulai mengerjakan tugas nya. Meski hanya tidur selama dua jam, namun tidak mampu membuat nya terganggu untuk bangun pagi dan bekerja seperti biasa.


Mata Jonathan hanya terfokus pada laptop didepan nya, namun entah kenapa hati nya benar benar gelisah sejak pagi tadi. Seperti ada yang menganggu tapi tidak tahu apa.


Jonathan meraih ponsel nya, dan dia sedikit mengernyit karena sama sekali tidak ada pesan dari Karina seperti biasa yang setiap pagi selalu menyapa nya.


Tidak menunggu lama, Jonathan segera menghubungi nomor nya, namun hingga yang ketiga kali juga belum ada jawaban.


"kemana dia" gumam Jonathan. Dia kembali meletakan ponsel nya dan kembali pada pekerjaan nya. Mungkin Karina masih tidur dan tidak masuk hari ini, batin nya.


Namun tidak lama kemudian, pintu ruangan nya terdengar diketuk oleh seseorang.


"masuk" ucap Jonathan.


"tuan, lift khusus karyawan mendadak rusak dan mati" ungkap Dirga membuat Jonathan mengernyit.


"bagaimana bisa, bukan kah baru diperbaiki seminggu yang lalu?" tanya Jonathan


"entah lah, mekanik nya sudah dalam perjalanan kemari" jawab Dirga


"apa ada orang didalam nya?" tanya Jonathan


"kata receptionis yang berjaga, kepala divisi bagian pemasaran baru saja tiba, kemungkinan dia yang terjebak didalam lift" ungkap Dirga membuat jantung Jonathan seketika berdenyut ngilu


"Karina" gumam nya langsung berdiri dari kursinya


"bukankah Karina libur hari ini, mungkin saja ini kepala divisi dua atau tiga" kata Dirga.


Namun entah kenapa Jonathan merasa itu Karina nya. Meski dia berharap memang bukan. Jonathan segera beranjak keluar dari ruangan nya diikuti oleh Dirga yang terlihat bingung, namun juga menjadi kahawatir dan cemas. Jangan sampai Karina yang berada didalam sana, jika iya, maka dapat dia pastikan satu kantor akan menanggung akibat nya, dan juga nasib mekanik yang bertugas memperbaiki itu akan habis dibuat Jonathan.


Jonathan berjalan dengan begitu cepat masuk kedalam lift nya menuju kelantai empat dimana lift yang rusak itu berada.


Dia berjalan keluar lift dengan wajah yang begitu dingin dan aura yang begitu menakutkan membuat para karyawan nya yang melihat itu langsung menghindar karena takut.


"siapa yang didalam?" tanya Jonathan pada beberapa staf yang ada disana, termasuk juga Danil yang wajah nya sudah begitu panik


"kepala staf divisi satu tuan, nona Karina" jawab salah seorang yang bertugas mengecek cctv perusahaan

__ADS_1


"Apa!!!!" seru Jonathan begitu terkejut, membuat semua karyawan nya langsung terkesiap kaget


"Cepat buka lift ini!! dasar tidak becus kalian bekerja!!!" teriak Jonathan pada para mekanik yang mencoba memperbaiki lift itu, baik dari luar maupun dari bagian dalam nya


Jonathan benar benar panik sekarang, bahkan wajah nya memerah menahan amarah. Membuat semua karyawan nya saling pandang bingung


"apa yang kalian lakukan disini, Kembali bekerja" usir Dirga pada mereka. Mereka langsung pergi teratur karena tidak ingin terkena imbas kemarahan Jonathan.


"cepat lah!! kalian bisa bekerja tidak" teriak Jonathan lagi, membuat para mekanik itu benar benar gugup sekarang


"tenang lah tuan" ucap Dirga


"bagaimana aku bisa tenang, dia didalam sana Dirga" seru Jonathan pada Dirga yang langsung terdiam


Danil yang sedari tadi berada disana melihat kemarahan diwajah Jonathan, dan seperti nya memang mereka memiliki hubungan khusus.


"astaga Karina, bertahanlah sayang" gumam Jonathan yang tidak bisa diam ditempat nya. Dia terus mengawasi orang orang itu bekerja. Wajah nya benar benar cemas, dan tentu saja semua karyawan yang melihat nya saling bertanya tanya bingung, kenapa Presdir muda mereka terlihat begitu khawatir pada Karina yang hanya menjabat sebagai kepala divisi diperusahaan itu.


Hampir lima belas menit kemudian, pintu lift terbuka bersamaan dengan kedatangan Maxwel keperusahaan itu. Dia baru saja mendapat laporan dari seorang anak buah nya jika ada seorang karyawan yang terjebak didalam lift.


"bagaimana Dirga?" tanya Maxwel pada Dirga


"nona Karina yang berada didalam tuan, tapi semua sudah bisa diatasi" jawab Dirga pada Maxwel yang terlihat ikut panik sekarang. Dapat dia lihat Jonathan yang langsung berlari masuk kedalam lift itu.


Mata Jonathan terperangah saat melihat Karina sudah tergelatak dan tidak sadarkan diri lagi.


"ya Tuhan, Karin " panggil Jonathan yang segera mengangkat kepala Karina dalam pangkuan nya. Wajah Karina begitu pucat dan dingin, bahkan dapat Jonathan rasakan denyut nadi gadis itu sudah melemah.


Jonathan langsung mengangkat Karina dan membawa nya keluar menuju lobi gedung dimana Dirga sudah menyiapkan mobil disana.


Dia berjalan begitu cepat dengan wajah yang begitu kelam, bahkan tidak lagi dia lihat keberadaan Maxwel yang berdiri menatap tajam para mekanik yang tertunduk ketakutan .


Semua karyawan benar benar dibuat terbungkam dengan beribu pertanyaan dihati mereka. Presdir muda mereka memang benar benar mencemaskan Karina. Dan bahkan, Danil terlihat menatap nanar pemandangan itu, hati nya begitu resah melihat keadaan Karina, tapi dia bisa apa. Untuk sekedar melihat saja sudah tidak mungkin lagi karena Karina adalah milik Jonathan.


"lebih cepat Dirga!!" seru Jonathan saat mereka sudah berada didalam perjalanan menuju rumah sakit


"baik tuan" sahut Dirga tak kalah panik. Bagaimana bisa cepat, jika jalanan begitu macet batin nya.


Jonathan kembali menatap wajah Karina yang begitu pucat.


Dia terus mengusap wajah Karina berharap gadis itu bisa sadar dari pingsan nya. Tapi bagaimana mungkin, Karina sudah sempat kehabisan nafas berada hampir setengah jam didalam lift itu.


"bangunlah sayang, aku mohon" pinta Jonathan benar benar khawatir.


...


* cerita ini masih akan terus berlanjut ya guys. Bagi kalian yang masih setia, aku ucapin beribu terimakasih .....


*oh iya, follow Instagram aku yuk, nanti aku follback loh. Saling sapa di Ig biar makin akrab ☺️


* Instagram @Mulyani Syahfitri

__ADS_1


__ADS_2