Story Of The Twins

Story Of The Twins
Bertemu


__ADS_3

Setelah pulang dari rumah simbah Ivan langsung pulang kerumah nya. 


Sesampai nya dirumah ia langsung bersih bersih dan masuk kekamar nya.


Rumah nya sepi,  bapak dan ibu nya masih berada diladang.  Sementara Toni seperti biasa pergi keluyuran bersama teman teman nya.


Ivan masih memikirkan pria yang ditemui dirumah simbah tadi.  Ia masih penasaran siapa gerangan pria itu.  Seperti ada sesuatu yang mengganjal didalam hati nya.


"siapa ya bapak itu,  kok gue penasaran banget" gumam Ivan


"kok gue ngerasa sedih ngeliat keadaan nya ya, apa cuma perasaan gue aja.  Argh entah lah.  Pusing gue" lirih Ivan frustasi.


Hingga tak lama kemudian dia pun tertidur karena kelelahan.


Jam sudah menunjukan pukul 7 malam,  Ivan terbangun karena seseorang membangunkan nya.


"hei,  dasar pemalas,  jam segini tidur.  Sono bantuin bapak mu ngemasin barang,  tau nya kok cuma leha leha aja koe iki" rutuk Sari pada Ivan.


"iya bu" jawab Ivan seadanya. 


Ia langsung kekamar mandi setelah itu keluar melihat bapak nya yang tengah mengemasi hasil panen yang akan dibawa kekota besok.


"besok bapak mau kekota pak? " tanya Ivan sambil menguap


"iya le,  " jawab pak Tarman yang masih fokus mengikat karung karung hasil panen


"biar aku aja yang pergi pak,  bapak dirumah aja lah" kata Ivan yang juga memasukan sayuran kedalam karung


"koe yakin? " tanya pak Tarman menatap Ivan.


"hu'um,  kan waktu itu udah pernah,  jadi biar aku aja ya pak.  Bapak dirumah aja istirahat" jawab Ivan.


"yowes kalau gitu,  kebetulan besok bapak mau buka ladang pak Tarno aja" ucap pak Tarman


Dan Ivan hanya mengangguk.


Setelah selesai merapikan barang barang yang akan dibawa,  Ivan dan pak Tarman pun masuk kerumah dan makan malam bersama.


"Toni mana bu e,  kok belum pulang pulang? " tanya pak Tarman pada istri nya


"mana ibu tau pak,  lagian anak itu sudah besar,  nantikan pulang sendiri" ucap Sari cuek


"kebiasaan anak itu,  suka pulang larut malam setiap hari" ujar pak Tarman kesal


Sementara Ivan hanya diam saja mendengar percakapan orang tua angkat nya.


Setelah makan malam Ivan pamit pada orang tua nya untuk keluar sebentar ke rumah Faiz.


Dia berjalan kaki menyusuri jalanan kampung yang remang remang.


Nampak beberapa orang warga tengah duduk berkumpul sambil bermain catur dan kartu di pos kamling.


Anak anak yang juga baru pulang mengaji dari mesjid.


Ivan berjalan sembari bertegur sapa dengan mereka semua.


Hingga beberapa menit kemudian tibalah dia dirumah sahabat nya.  Terlihat disana sudah ada Bambang dan juga Dian.


Mereka sedang bermain gitar seperti biasa.


"hei bro,  udah pada ngumpul aja kalian? " sapa Ivan ramah dan langsung duduk disebelah Bambang.


"iyalah,  pemuda kayak kita ini kalau gak ngumpul ya ngapain lagi" ucap Dian.  Sedangkan Faiz masih asik bermain gitar dan bernyanyi.


"asik banget lo nyanyi nya! " ucap Ivan pada Faiz.


Dan hanya diangguki Faiz yang terus bernyanyi.


Disaat sedang asik mengobrol tiba tiba lewat Karina bersama teman nya yang sedang berjalan kaki.


Ivan tersenyum ramah dan dibalas senyum juga oleh Karina.  Hal itu sontak membuat Ivan mendapat ejekan dari teman teman nya.


"ehemm,,  ada bidadari lewat tuh" seru Dian


... Sayang


Opo koe krungu


Jerite hatiku


Mengharap engkau kembali


Sayaang nganti memutih rambutku


Ra bakal luntur tresnoku...

__ADS_1


Nyanyi teman teman Ivan lantang.  Yang sontak membuat Ivan tertunduk malu dan salah tingkah.  Begitu juga Karina yang sudah senyum senyum malu dan melanjutkan langkah nya.


"cieee,,  yang udah dapet vitamin malam" ejek Bambang


"apaan sih bang" timpal Ivan


"hahaha,  awas lo jangan deket deket,  bonyok lagi ntar muka lo! " timpal Dian


"hahaha,  iya iya tau gue,  " kata Ivan cengengesan.


"miris amat hidup lo Van,  sedih gue liat nya,  hhaa" ejek Faiz pula dan langsung mendapat tepukan dipundak nya oleh Ivan.


"sialan lo" kata Ivan sewot.


"Hahhaha" tawa teman teman Ivan


Hingga tak terasa malam kian larut.  Ivan pun langsung pamit untuk pulang kerumah nya mengingat besok subuh dia akan pergi kekota.


...


Keesokan pagi nya


Ivan sudah bangun dan sudah bersiap siap.  Nampak kang Tejo sudah menunggu,  dan barang barang yang akan dibawa juga sudah ada diatas mobil semua.


"wes siap Van? " tanya kang Tejo


"udah kang,  yok " ajak Ivan langsung


Setelah berpamitan pada pak Tarman Ivan dan kang Tejo pun langsung naik kemobil dan memulai perjalanan mereka.


Diperjalanan Ivan banyak menghabiskan waktu nya dengan mengobrol bersama kang Tejo. Mereka mengobrol hingga tak terasa mobil yang mereka kendarai sudah tiba dikota.


Untuk yang ketiga kali nya Ivan memandang takjub suasana kota dan gedung gedung yang menjulang tinggi.


Ia melihat kesana kemari sembari membayangkan betapa enak nya jika jadi orang kaya,  mau apa apa tinggal enak.  Kemana mana naik mobil.


"betapa enak nya jadi mereka,  bisa kuliah dan hidup enak! " lirih Ivan dalam hati sambil melihat anak seumuran nya tengah berkumpul didepan sebuah gedung universitas.


"mandangin opo koe Van? " tanya kang Tejo memecah lamunan Ivan.


Ivan yang terkejut langsung melihat kearah kang Tejo.


"eh,  kang,  enggak kok.  Cuma lagi menikmati suasana aja.  Hehe" jawab Ivan cengengesan.


"ada lah kang,  in sha Allah taun ini kalau udah cukup duit nya aku bakalan kuliah" jelas Ivan.


"iya bagus itu,  aku denger dari bapak mu kalau koe itu pinter.  Jadi sayang kalau gak kuliah" ucap kang Tejo.


"hehe,  iya kang" jawab Ivan.


Hingga beberapa saat kemudian mobil mereka pun tiba dipasar kota.


Ivan bergegas turun dan membantu kang Tejo menurunkan barang bawaan mereka satu persatu.  Hingga semua barang sudah ada di agen masing masing.


Setelah beberapa jam melakukan transaksi mereka pun kembali kemobil.


"kita cari makan dulu Van,  udah bunyi cacing diperut ni" jelas kang Tejo sambil memegang perut nya.


"iya kang,  sama.  Hehe" jawab Ivan tertawa


Mereka pun mencari warung makan didekat pasar itu.


Setelah menyantap makan siang nya mereka pun kembali kemobil dan mulai melakukan perjalanan pulang.


Seperti biasa,  kang Tejo singgah diSPBU kota untuk melakukan pengisian BBM mobil nya.


Setelah mobil berhenti,  Ivan melihat antrian yang masih panjang.


"kang aku ketoilet bentar ya,  kebelet.  Hehe" ucap Ivan sambil membuka pintu mobil


"yowes,  jangan lama" kata kang Tejo memberi peringatan.


"siap!" jawab Ivan cengengesan.


..


Sementara ditempat lain


Jonathan yang baru pulang dari kampus nya juga singgah ke SPBU tempat yang sama dimana Ivan berada.


Mobil yang dikendarai nya terlihat sedang mengantri menunggu giliran.  Begitu pula dengan mobil kang Tejo dan juga Ivan.


"saya mau ketoilet sebentar Roy, " ucap Jonathan sambil membuka pintu.


"baik tuan" balas Roy dan langsung mengikuti Jonathan.

__ADS_1


"kamu mau ikut kedalam juga Roy? " tanya Jonathan yang risih diikuti pengawal nya.


"hehe,  tidak tuan,  saya tunggu disini" jawab Roy cepat.


Jonathan pun masuk kedalam toilet pria,  ia berjalan sambil memainkan hp nya yang bergetar menandakan pesan masuk dari teman nya,  hingga tanpa disengaja ia menabrak seseorang yang baru keluar dari toilet itu.


Bukk


Hp Jonathan terjatuh


Dia pun mengambil hp nya tanpa memperhatikan siapa yang menabrak nya.


"eh,  maaf bang,  maaf.  Saya gak sengaja! " kata orang itu yang belum melihat wajah Jonathan.


Hingga akhirnya kedua nya pun saling pandang.


"kamu?! " kata kedua nya terkejut dan langsung menjauh.


Lama mereka terdiam sembari saling menatap dan memperhatikan.


"astaga,  bagaimana bisa? " kata Jonathan membuka suara.  Ia masih belum percaya dengan apa yang dilihat nya.


Sementara Ivan hanya melongo sambil mengerjap ngerjapkan mata nya menatap Jonathan. Dia langsung meraba wajah nya dan menatap lekat wajah Jonathan.


Untung nya ditoilet itu sepi,  hingga tak ada orang yang melihat mereka.


"abang siapa,  gimana bisa muka kita mirip? " tanya Ivan terbata sambil terus meraba pipi nya


Jonathan menggeleng tak percaya.


Hingga akhirnya Ivan menyodorkan tangan nya,


"aku Ivan bang" kata Ivan ramah dan masih tetap memandang wajah bingung Jonathan.


"sa saya Jonathan" jawab Jonathan terbata.


"wah,  gak nyangka aku bang,  ternyata yang kulihat hari itu beneran abang" ucap Ivan sambil menggelengkan kepala nya. 


Sedangkan Jonathan hanya tersenyum takjub melihat Ivan.  Dia seperti melihat diri nya sendiri saat ini.


"yasudah bang,  a aku pergi dulu" kata Ivan terbata melihat Jonathan yang hanya terdiam


Jonathan mengangguk,  namun seketika dia ingat bahwa ada Roy didepan yang menunggu nya.


"eh,  tunggu" seru Jonathan cepat.


"ya bang,  kenapa? " tanya Ivan heran.


"pakai masker ini,  jangan sampai pengawal saya salah bawa orang nanti" jelas Jonathan sambil memberikan masker pada Ivan.


"oh,  hehe iya iya bang.  Terima kasih" jawab Ivan cengengesan dan memakai masker nya


"oh ya,  bolehkah saya minta nomor ponsel mu? " tanya Jonathan langsung


"wah,  maaf bang,  tapi aku tak punya ponsel.  Hehe" jawab ivan jujur sambil menggaruk kepala nya yang tidak gatal.


"benarkah? " tanya Jonathan tidak percaya


Dan Ivan hanya mengangguk


"tuan apakah anda sudah selesai? " tanya Roy dari luar.


"sebentar! " jawab Jonathan cepat


"baiklah,  senang berjumpa dengan mu" kata Jonathan pada Ivan


"sama sama bang" ucap Ivan pula


Ivan pun keluar terlebih dulu.  Dilihat nya pengawal yang diberitahukan Jonathan tadi tengah memandang nya.  Ivan pun melangkah dengan kepala yang tertunduk.


Setelah sampai didalam mobil Ivan melihat Jonathan yang juga tengah berjalan kearah mobil nya.


Dari dalam mobil mereka saling memandang dan saling melempar senyum.


Dan akhirnya mereka pulang kerumah dengan perasaan yang tak menentu.


"bagaimana bisa seseorang bisa semirip itu denganku,  ?!" pikir Jonathan dengan tatapan memandang keluar mobil hingga membuat Roy melirik nya berkali kali


"kok bisa mirip gitu ya, apa cuma kebetulan aja?" tanya Ivan dalam hati


..


*nah lo, udah jumpa mereka ya


dan dari sini mereka akan terus berjumpa lagi*

__ADS_1


__ADS_2