
Saat ini Ivan baru tiba diperusahaan nya, seperti biasa, meskipun datang terlambat namun dia tetap saja santai. Setelah menggoda abang dan kakak ipar nya tadi, dia mengantar Amelia terlebih dulu pulang kerumah nya barulah sesudah itu pergi keperusahaan.
Ivan berjalan masuk dengan langkah pasti namun tetap dengan wajah yang ramah dan teduh, menjadi seorang pemimpin dan bos besar tidak pernah dibayangkan nya jika mengingat kehidupan yang dulu seperti apa. Anak kampung yang hanya bekerja sebagai pemerah susu dan mengamen bisa berubah drastis seperti ini. Jika dibayangkan memang sangat aneh.
"Selamat pagi tuan" sapa seluruh karyawan yang dia temui, mereka menyapa Ivan dengan begitu ramah namun tetap membungkukkan tubuh nya dengan sopan
"Selamat pagi" balas Ivan dengan senyum ramah nya. Entah kenapa meskipun dia dan Jonathan adalah saudara kembar, namun sifat mereka tidak sama. Ivan tidak bisa untuk tidak menjawab sapaan seluruh karyawan nya seperti Jonathan. Maka dari itu dia begitu disukai oleh seluruh karyawan perusahaan cabang Agueenno yang dia pimpin.
Setiap hari seluruh karyawan nya selalu bersemangat untuk datang dan bekerja, apalagi jika Ivan sudah berkeliling perusahaan disaat saat tertentu untuk mengamati pekerjaan mereka, membuat semangat untuk bekerja semakin bertambah.
Ivan masuk kedalam lift menuju lantai atas dimana ruangan nya berada. Dia melihat jam dipergelangan tangan nya ternyata sudah pukul sembilan pagi. Tidak terasa waktu cepat berlalu. Waktu nya bekerja hanya tinggal tiga minggu lagi, dan setelah itu dia akan sibuk mengurus pernikahan nya, ya meskipun saat ini mama nya dan Amelia juga sudah sangat sibuk. Ah, rasa nya Ivan benar benar sudah tidak sabar untuk mengucapkan Ijab kabul seperti Jonathan, mempersunting Amelia dan menjadikan nya sebagai istri, hidup serumah dan bahagia selama nya.
Ivan keluar dari lift dengan binar senyum yang indah membayangkan hal itu, dan tentu saja itu membuat Lily sekretaris nya menahan senyum lucu melihat tuan muda itu senyum senyum sendiri.
"Selamat pagi tuan muda" sapa Lily yang telah berdiri dari duduk nya dan membungkukkan tubuh dihadapan Ivan. Ivan tampak terkesiap sedikit karena terkejut, dia sampai tidak menyadari jika ada orang disini.
"Oh, selamat pagi bunga" balas Ivan
"Lily tuan" ralat Lily, Ivan memang suka sekali mengubah nama nya
"Saya lebih suka memanggil kamu bunga" jawab Ivan yang langsung masuk kedalam ruangan nya. Meninggalkan Lily yang mengerucut kesal.
"Untung bos" gumam Lily yang kembali duduk dikursi nya
"Ly, tuan udah datang?" tanya Faiz tiba tiba dan tentu saja itu kembali mengejutkan Lily
"Eh, udah tuan, baru aja" jawab Lily sembari meraba dada nya yang terkejut, sementara Faiz langsung masuk kedalam ruangan dengan tergesa gesa
Brak
Ivan sedikit terlonjak dari duduk nya saat mendengar suara pintu terbuka dengan paksa. Dia mengernyit menatap Faiz yang datang dengan terburu buru membawa beberapa berkas dan ipad ditangan nya.
"Ada apa sih, loe mau menghancurkan pintu gue" kata Ivan namun Faiz hanya mendengus dan meletakkan semua yang dibawa nya keatas meja Ivan
__ADS_1
"Ck, kalau rusak juga bisa diganti. Sekarang yang lebih penting kita harus cepat pergi, udah telat ini, tuan muda gimana sih malah baru dateng, ditelfonin juga gak diangkat angkat" gerutu Faiz
"Memang ada apa?" tanya Ivan masih begitu tenang membuat Faiz langsung tepuk jidat sangking kesal nya
"Meeting tuan, meeting!!! Lima belas menit lagi dimulai, astaga, Dirga udah nelponin aja dari tadi" ungkap Faiz lagi, dia sudah panik namun Ivan malah tertawa lucu dan mengangguk singkat
"Iya ya, lupa gue ada meeting. Yaudah yuk, ngapain lo masih disini"ajak Ivan yang langsung berlalu keluar meninggalkan Faiz yang tampak terperangah dan memicingkan mata nya, jika asap bisa keluar, mungkin sudah keluar dari telinga dan hidung nya karena menahan kesal saat ini.
Untung tuan muda, jika status mereka masih sama seperti dulu mungkin sudah dia getok kepala Ivan dengan ipad ini. Bisa bisa nya sesantai itu dengan wajah tenang dan tanpa merasa bersalah, apa dia tidak takut tuan Maxwel akan memberikan ultimatum nanti nya. Memang aneh, apa orang yang mau menikah akan begitu, melupakan semua hal hal penting dan hanya menantikan hari bahagia saja.
.....
Ivan keluar dari mobil sembari terus menggerutu pada Faiz. Namun Faiz hanya diam dan tertawa dalam hati saja melihat nya.
Asisten Ivan ini memang gila, bisa bisa nya dia melajukan mobil seperti orang kesetanan. Untung saja Ivan tidak sampai kencing dicelana sangking takut nya. Seharus nya diperjalanan memakan waktu tiga puluh menit, namun Faiz melajukan mobil nya hanya dalam lima belas menit saja, bahkan dia mampu menyingkirkan semua pengendara yang menghalangi jalan nya, memang gila.
"Lo kayak ada dendam pribadi aja sama gue deh Iz" gumam Ivan
"Memang" jawab Faiz membuat Ivan langsung mendengus kesal
"Maaf kami terlambat" ucap Ivan menyapa para petinggi perusahaan yang sudah hadir semua disana. Mereka langsung berdiri dan menyapa Ivan dengan begitu ramah, yah damage tuan muda memang termaafkan meski sudah terlambat hampir sepuluh menit.
"Tidak apa apa tuan, kami juga baru datang" sahut salah seorang dari mereka.
Dirga hanya melirik Faiz yang memutar mata nya ke Ivan, dua asisten gila itu seolah sedang saling berbahasa tubuh untuk membicarakan tuan muda kedua itu
"Yasudah, mari kita mulai saja" kata Ivan yang langsung duduk dikursi nya
Dirga mulai membuka rapat pagi itu. Dan rapat pun dimulai dari bermulai nya masukan dan pendapat dari beberapa orang yang ada disana tentang proyek mereka. Semua berjalan lancar hingga satu jam setengah setelah nya. Dan di keputusan yang terakhir membuat mereka tampak bingung satu sama lain
"Apa tidak bisa diwakilkan oleh salah satu dari kalan? Atau sepaling tidak dari salah satu asisten kami?" tanya Ivan memandang klien nya bergantian
"Ini proyek besar tuan, dan semua memang atas nama perusahaan Agueenno baik pusat maupun cabang, jadi kami tidak bisa mewakilkan kesana. Mungkin kami bisa menemani, tapi disana kehadiran anda ataupun tuan Jonathan sangat diperlukan" jawab klien Ivan
__ADS_1
Ivan tampak bingung, sebentar lagi hari pernikahan nya, memang tidak lama dia mengurus proyek yang ada di Kalimantan, hanya seminggu saja atau paling lama sepuluh hari, namun bagaimana tentang persiapan nya nanti. Tapi meminta Jonathan yang pergi juga tidak mungkin, besok abang nya akan berbulan madu ke Perancis, jelas saja tidak bisa pergi, sedangkan Maxwel dia juga dua hari lagi sudah harus melihat proyek baru di Amerika. Dan mau tidak mau Ivan yang harus pergi.
"Yasudah, biar aku yang pergi besok lusa. Hanya seminggu bukan?" tanya Ivan lagi
"Benar tuan, maafkan kami yang tidak bisa mewakilkan, kami begitu menyesal pembangunan proyek ini begitu dekat dengan hari pernikahan anda" ucap mereka
"Tidak apa apa, semua masih bisa diatur" jawab Ivan dengan senyum simpul nya. Meski entah kenapa hati nya menjadi tidak enak mengenang kepergian nya nanti, apa karena akan berpisah dengan Amelia? Atau apa?
Faiz dan Dirga hanya mampu saling pandang, mereka tidak bisa ikut campur, karena mereka juga tahu jika hanya Ivan yang masih mempunyai waktu saat ini.
Setelah meeting selesai, Ivan bersama dua asisten nya duduk makan direstauran hotel, pekerjaan yang penting tidak ada lagi, namun karena hari juga sudah siang jadi mereka memutuskan untuk makan siang lebih awal.
"Anda yakin akan pergi tuan?" tanya Dirga pada Ivan
"Tidak lama lagi pernikahan anda diadakan, tidak sampai sebulan lagi" timpal Faiz pula.
Ivan langsung menghela nafas nya sejenak dan mengangguk dengan lemah
"Enggak ada pilihan lain, kalian kan tahu papa sama bang Jo udah ada jadwal nya masing masing. Jadi gak masalah lah, cuma seminggu doang. Lagian disini juga udah ada mama sama Amel yang ngurusi pernikahan" jawab Ivan
"Tapi saya ikut kan?" tanya Faiz
"Ya enggak lah, kalau kamu ikut siapa yang jaga perusahaan" jawab Ivan
"Lah jadi pergi sama siapa, bisa diamuk tuan besar saya kalau membiarkan tuan muda pergi sendirian, lagian perusahaan ada si Bunga yang ngehandle" sahut Faiz
"Bener, disana juga bukan gampang kerja sendirian, kalau berdua kan bisa selesai, cepat pulang" timpal Dirga lagi
"Bener juga sih, yauda atur aja deh, besok gue mau bikin prewedding dulu sama Amel. Lusa kita berangkat" ujar Ivan
"Cepat banget prewedding nya" tanya Dirga
"Takut gak sempat" jawab Ivan
__ADS_1
4