
Tidak terasa waktu kian cepat berlalu. Dari hari menjadi minggu, dari minggu menjadi bulan dan kini telah berganti tahun.
Kini Ivan dan Jonathan sudah menjadi mahasiswa tingkat akhir. Mereka hanya tinggal menunggu sidang skripsi sambil tengah memikirkan bagaimana kelanjutan pendidikan mereka.
Hubungan Jonathan dan juga Karina masih baik baik saja. Terkadang sesekali Karina dibawa Jonathan kerumah nya.
Maxwel dan Delisha dengan senang hati menerima kehadiran gadis itu menjadi kekasih Jonathan.
Bahkan Jonathan juga beberapa kali kekampung Karina dan bertemu dengan bapak dan abang nya yang terkenal galak dimata Ivan dulu.
Namun sekarang seperti nya setelah tau siapa Jonathan, baik abang maupun bapak Karina sudah menyetujui hubungan mereka berdua.
Dikampus mereka juga sudah terbiasa melihat kedekatan Jonathan dan Karina. Pasangan fenomenal yang sangat serasi dan sedap dipandang mata.
Meski terlihat cuek dan kaku namun sesekali juga Jonathan bisa bersikap manis pada Karina.
Seperti hari ini ketika mereka sedang sibuk menyiapkan acara konser amal mereka.
"apa kamu lelah? " tanya Jonathan ketika melihat gadis nya terduduk lemas disebuah kursi
"iya kak, lemes banget. Badan aku juga kayak nya gak enak" lirih Karina lemas
Jonathan langsung memegang dahi Karina yang sudah basah dengan peluh itu. Terasa hangat dan benar saja ternyata gadis nya sedang kurang sehat.
"kamu demam. aku antar pulang saja ya. " ajak Jonathan yang sudah khawatir
"eh jangan, gak enak sama temen yang lain. Aku gak papa kok" jawab Karina merasa tak enak dengan para senior nya
"jangan bandel, kalau kamu pingsan disini gimana, sudah lah, mari aku antar" ajak Jonathan yang sudah menarik tangan Karina namun ditahan oleh sipemilik nya
"kak, aku gak papa. Bentar lagi kan udah selesai" balas nya memelas
"sayang, liat wajah mu udah pucat. Apa mau aku gendong, iya? " kata Jonathan yang sontak membuat pipi Karina langsung merah
Karina langsung menggeleng dan Jonathan pun segera menarik lembut tangan karina. Mereka beranjak dari tempat itu setelah berpamitan pada teman teman yang lain.
..
Bagaimana dengan Ivan? Sekarang ia sudah terbiasa dengan kemesraan Jonathan dan juga Karina. Dia juga merasa senang karena sifat Jonathan juga sudah mulai berubah hangat semenjak dekat dengan gadis itu.
Sekarang Ivan juga sering konser bersama dengan Amelia. Pergi ketempat tempat yang menyenangkan bersama gadis itu.
Semenjak merasa patah hati, hanya Amelia lah yang bisa membuat nya merasa sedikit melupakan Karina.
Sedangkan Erika dia sekarang sudah resmi berpacaran dengan Alex. Entah bagaimana jalan kisah nya namun takdir mengubah mereka dari sahabat menjadi cinta.
Samuel jangan tanyakan, si playboy cap gayung itu semakin menjadi jadi sekarang. Dia hobi mengoleksi mantan seperti nya.
Hanya Faiz dan juga Dirga yang seperti nya masih enggan dekat dengan wanita.
..
__ADS_1
"kak ivan! " seru seorang gadis memanggil Ivan yang hendak melajukan motor nya
"eh, mel. Dari mana? " tanya Ivan pada Amelia yang sedang membawa paper bag ditangan kanan nya
"abis belanja tuh disitu. Kakak dari mana? Toko buku kah? " tanya Amelia sambil menunjuk toko toko dibelakang mereka
"iya, cari buat bahan skripsi. Kamu naik apa kesini? " tanya Ivan sambil menoleh kesana kemari
"aku naik taksi tadi kak. Ini lagi nunggu taksi juga, hehe" jawab Amelia memamerkan deretan gigi putih nya
"yauda yuk bareng aja kalau udah mau pulang" tawar Ivan sambil menepuk tempat duduk motor nya
"bener, gak ngerepotin nih" tanya Amel lagi
"ish, kayak gak biasa aja kamu. Udah ayuk" kata Ivan lagi
Amelia dengan senang hati naik keatas motor Ivan.
Sudah menjadi hal yang paling istimewa dalam hidup nya bisa berboncengan diatas motor bersama Ivan. Meski tak bisa memiliki hati nya, dekat dengan nya pun sudah lebih dari cukup. Itulah fikiran gadis itu.
Motor melaju membelah jalanan ibukota dengan suasana langit hitam yang sudah mau menumpahkan air nya.
"pegangan mel, kakak ngebut dikit ya, mau hujan ini kayak nya" kata Ivan agak keras sambil melirik Amel dibelakang nya
"iya kak, tapi hati hati" balas Amelia memegang erat pinggang Ivan. Dengan senyum yang mengembang gadis itu pun bersorak bahagia dalam hati.
Kapan lagi bisa gini. Batin nya senang, bahkan dia terkadang senyum senyum sendiri dibelakang tubuh Ivan karena senang nya jika selalu berboncengan seperti ini.
Mereka berteduh dengan baju yang sudah basah kuyup.
Ivan melihat Amelia yang nampak nya sudah mulai kedinginan.
Ia memeluk diri nya sendiri yang mulai menggigil.
Ivan langsung membuka jaket nya dan memasangkan nya pada gadis itu.
"dingin ya, maaf ya. Harus nya tadi kakak biarin aja kamu naik taksi, jadi gak akan kenak hujan begini" kata Ivan menyesal
"eh, iya gak papa kok kak. Makasi kak, kakak dong yang dingin kalau jaket nya dikasi ke Amel" kata Amelia tak enak namun hati nya menghangat mendapat perhatian kecil dari Ivan.
"gak papa, kakak mah udah biasa" balas Ivan sembari memandang wajah imut gadis itu
Amelia pun hanya tersenyum kikuk dipandangi Ivan.
Dia memilih duduk disebuah kursi usang disudut pinggir ruko.
Sedangkan Ivan berdiri disamping nya.
"kak minggu depan amel ditawarin manggung disalah satu stasiun tv, kakak mau gak jadi partner Amel? " tanya Amel ragu ragu
"wow, benarkah. Ah tapi kakak gak PD mel. " kata Ivan merendah
__ADS_1
"kok gak PD, suara kakak bagus, tampang kakak keren. Apa yang buat gak PD coba? " tanya Amel heran
"gak PD kakak konser sama gadis cantik dan imut kayak kamu" jawab Ivan terkekeh dan jelas saja itu membuat wajah pucat Amelia merona
"ih kakak, gombalan nya receh. Amel serius tau" kata Amelia mengerucutkan bibir nya cemberut
Dan entah kenapa itu membuat Ivan semakin suka menggoda nya
"hehe, boleh boleh, nanti kabari aja" kata Ivan masih asyik menatap wajah merah Amelia
"oke. Kak kita sampek kapan nunggu disini. Udah mulai gelap. Amel takut" ucap Amel yang makin memeluk erat tubuh nya sendiri.
Ivan pun mengadahkan tangan nya keluar. Merasakan titik air hujan yang masih ada.
"iya ya, tapi apa kamu tahan dingin mel, masih gerimis ini" kata Ivan lagi
"tahan kok. Kan kakak yang bawa motor nya. Dari pada kita disini terus. " jawab Amel ngeri
"yauda ayok" ajak Ivan dan mulai naik kemotor besar nya
"ni kakak aja yang makek jaket nya, " kata Amel seraya melepaskan jaket Ivan tadi
"eh gak usah, biar kamu aja. Nanti kamu demam" jawab Ivan menolak
"enggak, angin malam gak bagus buat kakak, amel gak papa, kan ada kakak yang bentengi Amel dari depan. Angin nya gak bakal berani deketin Amel. Hehe. Nih pakek" ucap Amel sambil memakai kan jaket ketubuh Ivan
Ivan hanya tersenyum mengikuti perkataan gadis itu. Entah mengapa ada perasaan hangat menjalar kehati nya melihat wajah imut yang sudah selalu menemani hari hari nya itu
Ivan memandang lekat wajah yang sedang memandang nya juga.
"cantik" kata Ivan spontan yang membuat Amelia menjadi salah tingkah
"udah deh kak gombal nya. Ayok jalan" kata Amelia memalingkan muka nya karena malu membuat Ivan langsung tertawa pelan
Setelah Amelia naik Ivan langsung melajukan motor nya dengan kecepatan sedang.
Ia merasa tubuh Amelia mulai menggigil menahan dingin.
Dan tanpa pamit Ivan langsung menarik tangan gadis itu agar memeluk pinggang nya.
"sini pegangan, nanti jatuh" kata Ivan menarik tangan Amel hingga tubuh mereka tidak ada jarak penghalang lagi.
Deg
Seketika jantung Amelia berpacu lebih cepat. Pipi nya pun sudah merona bagai tomat masak. Senyum terus mengembang dibalik punggung Ivan.
Jika dilihat mereka seperti sepasang kekasih yang sangat romantis. Bermesraan dibawah rintik hujan yang membasahi tubuh hangat mereka.
Ivan yang merasa detak jantung Amel menari nari pun hanya bisa tersenyum miris.
"maafkan aku, aku tau kamu menyukaiku. Tapi sungguh sampai saat ini aku belum mengetahui seperti apa perasaan ku. Jika suatu saat aku ditakdirkan mencintai lagi, aku selalu meminta pada tuhan bahwa gadis itu adalah kamu Amelia kasyafani" batin Ivan dalam hati.
__ADS_1
"aku tau aku tidak ada dihatimu, tapi untuk sekarang aku sudah cukup bersyukur tuhan mau berbaik hati dengan masih mendekatkan kita kak " batin Amelia yang kini merebahkan kepala nya dipunggung kekar Ivan dan mengeratkan pelukan nya.