
Ivan turun dari anak tangga dengan buru buru dan setengah berlari sembari memasang jaket nya, membuat suara gaduh terdengar hingga kearah ruang keluarga dimana Maxwel, Delisha dan juga Jonathan tengah bersantai menikmati hari libur mereka.
"Van, hati hati" seru Delisha sedikit meringis melihat kelakuan anak nya yang satu ini, sudah dewasa tetapi masih saja berkelakuan absurd
"Ivan buru buru ma" jawab Ivan sembari mendekat kearah Delisha dan mencium pipi nya sejenak
"kan ada lift, kenapa lewat tangga" tanya Jonathan pula
"astaga, lupa" jawab Ivan sembari menepuk dahi nya membuat Maxwel tertawa dan geleng geleng kepala
"kamu mau kemana ?" tanya Maxwel saat Ivan mencium punggung tangan nya, kebiasaan yang membuat Maxwel dan Delisha tertegun melihat Ivan, karena Jonathan jarang sekali berpamitan seperti itu.
"mau cari menantu, pergi dulu pa ma!!!" jawab Ivan yang langsung berlari keluar rumah meninggalkan kedua orang tuanya yang terperanga mendengar jawaban nya, namun mereka kembali heran melihat Ivan yang berlari lagi masuk kedalam rumah
"ada apa lagi nak?" tanya Delisha heran
"ada yang lupa ma" jawab Ivan
"bang, pinjam mobil" pinta Ivan sembari menyodorkan tangan nya pada Jonathan yang mendengus kesal
"mencari pacar tapi tidak bermodal" ejek Jonathan sembari menyerahkan kunci mobil nya
"ck, berisik" jawab Ivan melengos dan kembali berlari keluar rumah.
Dia sudah terlambat untuk menjemput Amel untuk memenuhi janji nya pada gadis itu untuk menemani nya konser disalah satu stasiun tv swasta hari ini
"hati hati" seru Maxwel
"siap pa" sahut Ivan yang sudah menjauh
"apa dia juga sudah punya pacar?" tanya Maxwel pada Jonathan yang tengah menikmati teh hijau nya
"belum, masih mau" jawab Jonathan singkat membuat Maxwel menghela nafas pelan sementara Delisha menahan senyum nya, karena jika sudah berbicara dengan Jonathan sama seperti menjadi wartawan, jika tidak ditanya maka tidak akan dijawab.
"kenapa papa tidak membelikan mobil baru saja pada Jovankha?" tanya Delisha membuat Maxwel menatap nya
"sayang, kau tahu anak kita yang satu itu begitu susah disuruh memilih. Bahkan belajar mobil saja baru beberapa bulan ini, itupun jika tidak ada kepentingan tidak akan mau memakai mobil kemana mana, aku sudah berkali kali menawari nya, namun dia selalu menolak, alasan nya sudah banyak mobil dirumah," jawab Maxwel membuat Delisha dan Jonathan terkekeh pelan
"tidak apa ma, kami juga tidak akan lama lagi berada disini, mungkin hanya tinggal dua bulan ini. Mobil Jo sudah cukup untuk kami" kata Jonathan pula
"baiklah, padahal mama hanya ingin melihat nya hidup dengan cukup seperti mu" lirih Delisha
"sayang, Jonathan dan Jovankha memang memiliki wajah yang sama, tapi jangan disamakan juga keinginan dan sifat mereka. Biarkan Ivan memilih apa yang membuat nya nyaman, begitu pula dengan Jonathan" jawab Maxwel sembari mengusap lembut punggung Delisha
__ADS_1
"mama tenang saja, nanti diNewyork aku akan mengajari nya cara hidup mewah" kata Jonathan bangga membuat Maxwel terkekeh
"ya, asal kan jangan kau buat papa bangkrut ya" sahut Maxwel membuat mereka semua terbahak bersama
...
Ivan kini telah tiba didepan rumah Amelia, dia disambut oleh satpam dirumah itu karena memang mereka telah mengenal nya karena sering mengantar Amelia pulang.
"hai Mel, sorry telat, kesiangan aku" kata Ivan tertawa sembari menatap Amelia yang terlihat manis dengan setelan sederhana nya, celana jeans dipadukan dengan kemeja bercorak merah, serta rambut yang diikat tinggi menampilkan leher putih nya
"gak papa, baru juga nunggu setengah jam" jawab Amel yang juga tertawa
"hehe, kamu ini, yauda ,yuk langsung aja" ajak Ivan seraya membukakan pintu mobil untuk gadis itu
"makasi kak" jawab Amelia yang langsung masuk kedalam mobil
Ivan langsung berlari dan masuk kedalam mobil dan mulai melajukan mobil nya dengan kecepatan lumayan tinggi.
"kok tumben bawa mobil kak?" tanya Amelia menatap Ivan yang mengemudikan mobil sport milik Jonathan, terlihat begitu keren dan bertambah tampan, membuat nya menarik nafas dalam dalam karena rasa nya begitu sesak mengingat cinta nya yang bertepuk sebelah tangan.
"takut kamu malu kalau bawa motor, lagian ini hari nya juga udah mulai panas" jawab Ivan masih fokus pada kemudi nya, sebenar nya dia memang lebih nyaman memakai motor, tapi karena situasi dan kondisi nya membuat nya membawa mobil.
"kok gitu mikir nya, Amel gak papa lagi pakek motor pergi nya. Sama aja kok, lagian Amel tahu kakak gak nyaman pakek mobil kan, ngapain dipaksain coba" kata Amel membuat Ivan menoleh kearah nya sekilas
"sesuatu yang dipaksain itu gak akan berakhir baik kak. mungkin akan terbiasa, tapi gak akan berasa apalagi nyaman." kata Amel menatap nanar jalanan didepan nya, dan perkataan Amel membuat Ivan sedikit tertegun
"lakuin sesuatu yang buat kakak nyaman, gak perlu memaksakan suatu hal yang bikin kakak pusing apalagi sampai terbebani." kata Amel lagi membuat Ivan mendengus senyum
"walaupun itu membuat orang lain terluka?" tanya Ivan menatap Amelia yang juga menatap kearah nya
"iya, kalau kakak memaksakan sesuatu mungkin akan lebih membuat orang itu terluka" jawab Amelia dan lagi lagi membuat Ivan terdiam
"hahaha, kita ini ngomong apa sih sebenar nya" kata Amelia mengalihkan pembicaraan namun mata nya terlihat sedikit berair, dia mengalihkan pandangan nya kedepan menghindari tatapan Ivan
"entah lah, kakak juga bingung" jawab Ivan
Mereka sama sama tertawa canggung, meski sebenar nya mereka tahu kemana arah pembicaraan itu selanjut nya.
Dan hampir empat puluh menit kemudian mereka tiba disebuah gedung stasiun tv swasta yang ada dikota itu. Hari ini Amelia akan menyanyi disebuah acara diiringi oleh Ivan yang memainkan gitar.
Mereka masuk kedalam gedung dimana acara itu akan berlangsung. Amel dan Ivan masuk keruangan yang telah disediakan untuk mengganti pakaian dan merias diri mereka.
Ivan tidak perlu berganti pakaian lagi, hanya jaket saja yang dilepas nya dan meninggalkan kaos panjang yang melekat sempurna ditubuh gagah nya, sementara Amelia berganti dengan dres pendek bewarna hijau botol tanpa lengan yang membalut tubuh mungil nya, serasi dengan kaus yang dikenakan oleh Ivan. Rambut nya disanggul keatas menyisakan sedikit anak rambut dengan polesan natural, membuat kesan girly dan imut nya semakin memancar.
__ADS_1
Ivan sedikit tertegun melihat penampilan Amelia yang terlihat manis dan begitu memukau.
"wow, seperti tingkerbell" kata Ivan membuat Amel dan beberapa cru disana tertawa renyah
"iya ya kan bang, makin imut dia, aku aja gemes lihat nya" jawab penata rias Amel
"apaan sih mbak" jawab Amel malu
"kalian bener bener pasangan serasi" kata salah seorang cru yang berdecak kagum melihat Ivan dan Amelia yang kini saling pandang canggung
Dan tidak berapa lama kemudian, tiba lah giliran Amel dan Ivan yang akan menampilkan bakat mereka. Awal nya Ivan sedikit gugup karena ini kali pertama nya dia tampil on air dan disiarkan langsung ditv, biasa nya dia hanya menemani Amel manggung disaat acara off air saja.
Mereka naik keatas panggung yang terlihat megah, pesona Ivan dan Amel benar benar serasi.
Ivan duduk dikursi yang telah disediakan untuk nya begitu juga Amel yang duduk dibantu oleh Ivan karena memang kursi nya begitu tinggi.
Mereka membawakan beberapa lagu romantis yang bisa membuat para penonton ikut hanyut dalam lantunan merdu mereka.
Dilagu kedua Ivan juga ikut menyanyi, dan sungguh ini merupakan kolaborasi yang memukau, apalagi dikalangan para muda mudi. Terutama yang mengenal Ivan
...
"loh, itukan Ivan, dia mau beralih profesi jadi artis apa ya" kata teman teman Ivan yang memang tengah menonton TV dirumah mereka masing masing
...
"mas, coba lihat" seru Delisha yang tanpa sengaja mengalihkan Chanel TV nya dan mendapati wajah anak nya disana
"ada apa?" tanya Maxwel yang sedang serius dengan laptop nya ditempat tidur
"kesini sebentar" panggil Delisha lagi
Maxwel pun membuka kaca mata nya dan berjalan mendekat kearah Delisha
"lihat siapa yang ada disana?" ucap Delisha menunjuk layar tv nya
"Jovankha, itu Jovankha?" tanya Maxwel heran, masih memastikan penglihatan nya
"iya, dia Jovankha kita. astaga, jadi ini yang kata nya mencarikan menantu" jawab Delisha sembari tertawa lucu sementara Maxwel geleng geleng kepala melihat kelakuan anak nya itu
"astaga, memang ada saja ulah nya. setelah ini dia akan benar benar menjadi artis" gumam nya sembari duduk disebelah Delisha yang masih menonton takjub aksi Ivan dan Amel
"ya , dan kamu pun akan semakin terkenal karena dia. Anak Maxwel Alexander ternyata mempunya bakat terpendam dan beralih menjadi penyanyi" jawab Delisha tertawa lucu begitu pula dengan Maxwel
__ADS_1
....