
Malam ini disebuah cafe yang cukup besar, dua orang pemuda dan pasangan nya masing masing sedang memperbincangkan sesuatu sembari meminum kopi dan juga memakan cemilan mereka.
"Jadi kamu berhasil kan bujuk kak Dirga buat datang besok malam?" tanya Karina pada Diana yang duduk didepan nya.
Diana mengangguk seraya mengusap tangan nya
"Aman nona. Tuan Dirga sudah setuju untuk datang malam besok. Mudah mudahan dia gak berubah fikiran" jawab Diana
"Dirga gak akan berubah fikiran, tapi kalau Kasih gak mau datang ya dia gak akan mungkin datang juga" sahut Faiz pula
Karina langsung mengangguk seraya memikirkan sesuatu. Begitu pula dengan Diana yang menghela nafas nya dengan berat. Saat ini mereka sedang membahas bagaimana cara untuk mendekatkan kembali hubungan Jonathan dan Dirga. Sungguh, akhir akhir ini hubungan persahabatan mereka mulai merenggang. Dan tentu saja itu tidak enak untuk dilihat. Mereka tidak lagi lengkap. Sudah susah payah Karina membujuk Jonathan untuk mendukung apapun yang akan dilakukan oleh Dirga, termasuk menerima Kasih yang mereka duga jika Dirga memang menyukai gadis itu.
"Kak" panggil Karina pada Jonathan yang sejak tadi hanya diam dan memainkan ponsel nya
Jonathan menoleh dan memandang Karina yang menatap nya dengan lekat
"Hasil penyelidikan kakak gimana?" tanya Karina
"Kasih adalah anak dari seorang pemilik pabrik roti dikota Malang, Alan Bakrey. Dan dari orang yang menyelidiki Dirga selama ini, dia membantu gadis itu untuk mengusut kasus kecelakaan orang tuanya dan surat pengalihan pabrik roti itu. Ada banyak kecurangan disana" ungkap Jonathan pada Karina dan juga Faiz
"Anak pemilik Alan Bakery? Bukan nya pabrik roti itu adalah pabrik roti yang cukup besar? Seharusnya dia anak orang kaya kan. Tapi kenapa dia bisa bekerja diperusahaan pusat dan terlibat kasus itu?" tanya Faiz heran. Karina dan Diana langsung mengangguk setuju mendengar pernyataan Faiz
"Ya, orang tua nya meninggal dalam kecelakaan satu tahun yang lalu. Dan seluruh aset keluarga nya direbut oleh paman dan bibinya, begitu juga dengan pabrik roti itu. Kasih pergi ke kota ini karena takut ancaman dari paman dan bibinya" jawab Jonathan
"Astaga, berarti dia memang sedang terlibat masalah. Kasian banget, dia berniat kabur, tapi sampai disini malah adik nya yang hampir dijual" gumam Karina begitu iba
"Iya, kalau ceritanya begitu, berarti dia kan memang orang baik baik" tambah Diana pula
"Dan Dirga yang membantu dia menyelidiki kasus itu. Berarti hubungan nya udah dekat kan" sahut Faiz lagi
"Bener kak. Udah kelihatan kok dari cara dia memperlakukan Kasih. Bahkan dia lebih memilih untuk menemani Kasih dari pada gabung dan seneng seneng bareng kita" ucap Karina
Jonathan langsung menghela nafas nya dengan berat, dia terlihat memikirkan sesuatu dan sedikit bingung. Dia baru saja mengetahui tentang hal ini. Dan dia cukup terkejut mendengar nya. Ternyata Kasih memang bukan orang biasa, dan Dirga, Dirga malah jatuh hati pada gadis yang memiliki banyak masalah itu
"Jadi kakak gak niat bantuin?" tanya Karina sedikit ragu. Diana dan Faiz langsung menoleh pada Jonathan. Lelaki dingin itu terlihat kembali menghela nafas nya. Dia kembali melihat ponsel nya sejenak
"Besok pagi Dirga kesana untuk membantu pengacara Kasih" ucap nya
"Lalu, apa perlu saya yang ikut membantu?" tanya Faiz langsung. Dia benar benar tidak nyaman jika jarak mereka merenggang seperti ini hanya karena Dirga yang tidak mau terbuka pada mereka
"Tidak" jawab Jonathan langsung membuat ketiga orang itu langsung mengernyit bingung. Apa Jonathan memang sama sekali tidak ingin membantu Dirga, sahabatnya sendiri???
"Perusahaan cabang membutuhkan mu. Kamu tidak bisa meninggalkan nya, apalagi Ivan yang tidak ada" ujar Jonathan lagi. Faiz langsung terdiam dan mengangguk pasrah. Memang benar yang dikatakan oleh Jonathan, perusahaan adalah tanggung jawab nya untuk sebulan ini. Dan tentu dia tidak bisa pergi begitu saja
"Biar aku yang pergi bersama Roy dan Jhon" ucap Jonathan. Faiz dan dua gadis yang lain sedikit terkesiap melihat itu
"Yang benar kak?" tanya Karina tak percaya
Jonathan mengangguk dan tersenyum tipis
"Ya, bukankah ini yang kalian inginkan. Lagi pula aku tidak ingin bekerja sendirian diperusahaan sedangkan dia malah sibuk dengan gadis itu. Jika masalah nya cepat selesai, maka semua nya sudah akan kembali seperti biasa" jawab Jonathan
Karina langsung tersenyum dan mengusap bahu suami nya itu dengan lembut. Meski ketus dan begitu dingin, namun Jonathan juga masih memiliki hati. Dia tidak akan membiarkan sahabatnya berjalan sendirian apalagi Jonathan sudah mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.
"Ini baru sahabat yang baik" ucap Karina
"Lalu bagaimana dengan om Rico tuan, bukan nya dia juga tidak menyukai Kasih" pertanyaan Faiz membuat mereka semua langsung menoleh kearah nya
"Saya takut jika om Rico dan juga tuan besar melarang anda untuk membantu mereka" kata Faiz lagi
__ADS_1
Jonathan menghela nafasnya dan menggeleng pelan
"Aku yang akan mengurusnya nanti" jawab Jonathan
"Aku juga pasti akan bantu buat yakinin mama kak Dirga dan mama" sahut Karina
"Oke, dan untuk malam nanti biar saya yang atur. Semoga semua sesuai rencana" sahut Diana pula
Faiz mendengus gerah melihat Diana
"Dan namaku yang dibawa bawa. Bukan nya ngasih kejutan beneran, malah cuma untuk modus" dengus Faiz. Diana dan Karina langsung tertawa lucu melihat wajah kesal Faiz
"Kalau ngasih kejutan makin ribet sayang. Yang penting kan kita ngerayain acara kakak bersama sama" ucap Diana
"Iya kak, gak papa ya. Yang penting kita ngumpul semua" sahut Karina pula
Faiz menghela nafas dan mengangguk pasrah, dia ikut saja rencana kedua gadis ini. Begitu pula dengan Jonathan. Tidak tahu apa yang akan Diana dan Karina rencakan. Faiz dan Jonathan hanya pasrah saja
...
Sementara ditempat lain....
Didepan teras sebuah rumah sewa Dirga dan Kasih sedang duduk berdua. Wajah Kasih terlihat keberatan dan tidak enak. Sedangkan Dirga memandang nya dengan lekat.
"Tidak apa apa, kamu tidak salah, kenapa harus malu?" tanya Dirga lagi. Dia berusaha membujuk Kasih untuk datang ke acara ulang tahun Faiz besok malam. Namun sayang nya Kasih malah menolak nya
"Tuan, sudah cukup saya membuat acara mereka rusak. Sungguh saya tidak pantas berada diantara kalian" sahut Kasih begitu sendu. Bagaimana tidak menolak, jika dia sungguh merasa malu dan merasa bersalah dengan keluarga Jonathan. Kesalahan nya sudah cukup besar, dan masih untung dia tidak dihukum mati saat ini.
"Kasih, kamu harus membuktikan jika kamu bukan gadis yang seburuk itu. Dan ini juga mereka yang meminta kamu datang" kata Dirga lagi. Namun Kasih tetap menggeleng
"Tuan, tolong jangan paksa saya. Tuan tidak tahu bagaimana rasanya jadi saya. Ditatap penuh kebencian oleh mereka membuat saya merasa tidak punya muka. Saya harus bisa sadar diri tuan" jawab Kasih
"Tuan, saya mohon. Saya sudah sangat berterimakasih karena anda yang mau membantu saya menyelesaikan masalah saya. Tapi setelah semua selesai, saya...saya juga tidak akan mengganggu anda lagi" ucap Kasih dengan wajah yang langsung tertunduk dengan mata yang berkaca kaca
Dirga mematung. Memandang kasih dengan tatapan tidak percaya. Jantung nya terasa berhenti sejenak dan kembali berdetak dengan cepat
"Kamu...kamu akan pergi?" tanya Dirga dengan suara yang terasa mencekat ditenggorokan nya. Entah kenapa hatinya menjadi tidak menentu dengan perkataan Kasih ini
Kasih hanya terdiam seraya mengusap cepat wajahnya. Air mata tidak lagi bisa dia bendung. Dia tahu dia kejam, tapi sungguh, dia tidak bisa menyusahkan Dirga lebih banyak lagi. Dirga adalah orang kepercayaan keluarga Agueno, tentu saja Kasih tidak ingin Dirga terlibat masalah hanya karena berhubungan dengan dia. Dirga sangat baik, Kasih sungguh tidak bisa membuat Dirga kecewa.
"Kasih, jawab aku" sentak Dirga membuat Kasih sedikit terkesiap
"Maaf tuan, tapi sungguh saya tidak bisa membuat anda terlibat masalah karena saya" jawab Kasih menahan isak tangis nya
Dirga menarik nafasnya dalam dalam dan memandang Kasih dengan lekat
"Hanya segitu kamu menganggap keberadaan saya?" tanya Dirga dengan nada yang terdengar datar dan dingin
Kasih mendongak dan memandang Dirga yang tampak begitu kecewa
"Apa kamu tidak bisa mengartikan semua yang saya lakukan?" tanya Dirga lagi
"Tuan..." lirih Kasih
"Kamu kira saya melakukan ini karena apa??" tanya Dirga lagi membuat Kasih kembali tertegun
"Saya menyukai kamu" ucap Dirga
deg
__ADS_1
Jantung Kasih serasa berhenti berdetak sejenak
"Tu....tuan" lirih Kasih tak percaya
"Saya menyukai kamu sejak awal kita bertemu. Saya menyukai semua tentang kamu Kasih. Semuanya" kata Dirga begitu yakin. Kasih terperangah mendengar itu. Air mata seketika mengalir diwajahnya
"Saya menyukai kamu. Saya ingin mengembalikan nama baik kamu. Saya ingin semua orang melihat kamu adalah gadis yang baik. Tapi kenapa kamu tidak bisa melihat nya" ucap Dirga dengan nada yang sedikit ditekan
"Tuan... anda yakin dengan apa yang anda katakan?" tanya Kasih tidak percaya
"Saya tidak pernah seyakin ini sebelum nya" jawab Dirga
"Tuan, anda tahu saya adalah musuh keluarga Agueno. Dan anda malah semudah nya berkata jika anda menyukai saya. Apa anda waras" seru Kasih begitu menggebu. Air mata terus mengalir diwajahnya dan menatap Dirga dengan perasaan tidak menentu
"Saya waras, dan saya sadar. Maka dari itu saya ingin membawa kamu dan menunjukkan pada mereka jika kamu tidak seburuk itu" sahut Dirga
Kasih mengusap wajahnya dengan kasar. Dia langsung beranjak dan berdiri memandang Dirga dengan lekat
"Tuan....saya hanya gadis malang yang punya masa lalu yang kelam. Saya mantan narapidana. Tolong jangan berikan saya harapan dengan kata kata anda itu" ucap Kasih dan kali ini Dirga yang berdiri dan membalas tatapan sendu itu
"Setiap orang perlu harapan Kasih. Setiap hari saya juga berharap kamu bisa menerima saya dan bangkit kembali bersama saya" balas Dirga
"Tuan tolong jangan permainkan saya" ucap Kasih seraya memalingkan wajahnya
"Mempermainkan apa maksud kamu?" tanya Dirga tidak mengerti
"Tuan, setelah ini tolong jangan dekati saya lagi" pinta Kasih dengan nada yang benar benar bergetar. Dia benar benar tidak menyangka dengan perkataan Dirga malam ini. Dia bahagia, tentu saja. Tapi dia sadar siapa dirinya
"Kasih....kamu" Dirga menggeleng tak percaya mendengar itu
"Saya tidak pantas untuk tuan sukai" jawab Kasih, dia ingin berlalu namun Dirga segera menarik lengan nya. Kasih memandang Dirga kembali. Wajah lelaki itu masih begitu datar dan dingin. Namun Kasih tahu jika Dirga benar benar kecewa
"Kamu mengusir saya dari kehidupan kamu?" tanya Dirga begitu serius. Kasih menahan tangis dan semakin tertunduk. Ini sangat sakit, Dirga seperti seorang malaikat yang hadir dalam kehidupan nya, dia datang disaat kasih tidak memiliki arah, dia datang disaat Kasih tidak memiliki pijakan. Dan membiarkan Dirga pergi, sungguh ini sangat berat untuk Kasih. Tapi, mau bagaimana lagi
"Kasih lihat aku" pinta Dirga. Kasih mendongak dan memandang wajah tampan itu
"Apa aku tidak ada artinya didalam hidupmu. Apa kehadiranku tidak bisa membuamu bahagia?" tanya Dirga
Kasih terisak, dan dia menggeleng pelan kemudian tertunduk. Dirga sangat berharga dalam hidupnya. Bahkan Dirga adalah hal yang paling berharga yang dia miliki sekarang. Dirga yang membuatnya tersenyum, Dirga yang membuatnya berani melihat dunia lagi setelah masalah besar yang dia hadapi. Bagaimana mungkin Dirga tidak ada artinya sama sekali?
Melihat Kasih yang terdiam dan menggeleng. Dirga langsung melepaskan cengkraman tangan nya dilengan Kasih. Dia memandang Kasih yang menunduk menahan isak tangis. Apa selama ini Kasih menganggap nya hanya seperti seorang petugas yang bekerja untuk menyelamatkan nya? Apa Kasih tidak memiliki sedikit saja rasa untuk nya setelah semua yang dia lakukan?
Dirga menggeleng dan tersenyum lemah penuh kecewa
"Aku sudah melakukan apapun yang aku bisa untuk membantu mu bangkit kembali. Perasaanku tulus, dan aku ingin melihat kamu bahagia. Tapi jika kehadiran ku hanya kamu anggap sebagai angin lalu. Maka aku akan pergi" ucapan Dirga sungguh membuat Kasih terasa tertohok. Air mata seketika langsung mengalir dengan deras kembali
"Aku pergi. Jika kamu tidak ingin lagi melihat ku. Maka besok orang orang ku yang akan membantumu" ucap Dirga lagi. Dan Kasih masih terdiam
"Berbahagialah, kamu pantas bahagia" Dirga mengusap sekilas pucuk kepala Kasih yang sungguh tidak bisa lagi menahan perasaan nya. Apalagi saat melihat Dirga yang berjalan dan keluar meninggalkannya
"Tuan..."lirih Kasih memandang punggung Dirga dengan tangisan yang begitu pilu
Begitu pula dengan Dirga yang berjalan dengan langkah lunglai. Dia masih mendengar isak tangis Kasih yang begitu pilu. Namun dia juga tidak bisa memaksa perasaan seseorang. Meski perasaan nya juga seperti terhempas jatuh sekarang. Rasanya benar benar sakit, sakit sekali.
Apa Kasih memang tidak pernah menganggapnya ada??
Namun tiba tiba langkah kaki nya langsung terhenti saat seseorang memeluk punggung nya dengan erat
"Jangan pergi.....
__ADS_1