
Siang ini, Ivan dan Amelia kembali kerumah utama. Setelah mengantar kepulangan Bambang dan Dian, mereka berdua juga kembali kerumah bersama Jonathan dan Karina. Sedangkan Faiz dan Diana juga kembali kerumah mereka masing masing.
Pesta telah usai, hari yang melelahkan juga telah terlewati. Sekarang waktunya kembali ke kehidupan yang sesungguhnya, namun kembali dengan status yang sudah berubah.
Kini Amelia akan mengikuti kemana pun Ivan pergi. Dia sudah tidak lagi pulang kerumah nya, ataupun tidur dibutiknya lagi. Sekarang dia sudah punya rumah untuk dia tinggali, rumah yang akan menjadi tempat nya bernaung untuk seumur hidup.
Ivan membantu Amelia turun dari mobil, sedangkan barang barang mereka, Roy dengan penjaga yang lain yang membawanya.
Ivan dan Amelia langsung disambut oleh Delisha dan juga Indah yang sudah ada disana.
Siang ini mereka akan makan siang bersama, seraya mengantarkan Amel kerumah mertua nya.
"Mama kirain kalian masih tidur" goda Delisha seraya merangkul Amelia untuk masuk kedalam rumah bersama Indah. Amel langsung tersenyum malu sedangkan Ivan malah tertawa mendengar nya
"Nama nya juga pengantin baru ma. Begadang tadi malem" jawab Ivan
"Iya, tahu kok. Itu untung masih inget pulang" sahut Delisha lagi
"Maaf ma" jawab Amel malu malu
"Gak apa apa sayang, yuk semua udah nunggu kalian" ajak Delisha. Ivan dan Amelia langsung mengangguk dan mengikuti langkah kaki mama dan kakak nya keruang makan. Dimana disana sudah ada pak Tarman dan istri nya, ibu Karina dan juga ibu Faiz yang memang sengaja diundang untuk makan siang bersama.
Maxwel dan Andrean juga tampak sedang berbicara sesuatu, hingga kedatangan Ivan membuat pembicaraan mereka terhenti dan langsung menoleh kearah nya.
"Siang pa, bang" sapa Ivan pada kedua orang itu
"Papa kira kalian lupa pulang" sindir Maxwel pada Ivan dan Amelia yang kini duduk dikursi mereka masing masing
"Ya enggak dong. Nanti kalau gak pulang langsung dipecat lagi jadi anak" jawab Ivan membuat semua orang yang ada disana langsung tertawa mendengar nya
"Toni gak ikut kemari pak?" kini Ivan beralih pada pak Tarman. Pria tua yang sudah nampak begitu renta itu tersenyum dan menggeleng
"Enggak nak. Tadi katanya mau kerumah temennya. Bapak lupa dimana" jawab pak Tarman
"Oh, yauda biarin aja. Gak lama dia juga nyusul Ivan nanti" ucap Ivan
"Biar Faiz dulu lah Van, Toni masih suka main gitu" sahut Sari yang menoleh pada ibu Faiz
Ibu Faiz tampak tertawa mendengar nya
__ADS_1
"Iya, ibu juga udah gak sabar pengen punya menantu" jawab nya
"Iya Bu, kalau udah punya menantu,.rumah makin ramai. Gak sabar pengen punya cucu" kini Delisha yang menyahut dengan begitu antusias
"Iya, apalagi dapet nya sekali dua ya dik" sahut Ibu Karina membuat mereka semua langsung tertawa
"Iya mbak, seneng banget saya" jawab Delisha
"Loh, ini nak Karin nya kemana?" tanya ibu Faiz
"Tadi ada kok" jawab Amelia dan benar saja tidak lama kemudian, Karina dan Jonathan muncul diambang pintu dan berjalan mendekat kearah mereka.
"Kok lama sayang?" tanya Delisha pada Karina
"Maaf ma, kekamar dulu tadi" jawab Karina yang langsung duduk disebelah Amel
"Kami yang pengantin baru, kalian terus yang dikamar" sindir Ivan memandang Jonathan yang tampak mendengus gerah
"Kami juga masih baru" sahutnya acuh membuat Ivan langsung memasang wajah jeleknya
"Sudah, nanti lagi kalian lanjutkan. Kita makan siang dulu, kami sudah lapar menunggu kalian sejak tadi" ucap Maxwel langsung
"Udah gak iri lagi kan" sindir Maxwel. Sepertinya tuan besar ini sangat bahagia melihat kebahagiaan Ivan, sejak tadi dia selalu ingin menggoda Ivan yang tak henti hentinya memasang senyum bahagia
"Enggak dong pa. Sekarang Ivan juga udah bisa pamer istri. Udah bisa pamer rambut basah tiap pagi" jawab Ivan membuat semua orang tertawa mendengar nya. Berbeda dengan Jonathan yang hampir saja tersedak makanan nya. Adiknya ini benar benar absurd sekali. Bisa bisanya berbicara hal random dimeja makan seperti ini. Ingin sekali dia menjitak kepala nya itu
"Yang" Seru Amel pelan seraya mencubit gemas pinggang Ivan yang langsung tertawa lucu
"Awas aja kalau kamu kesiangan ngantor karena udah punya istri. Papa pisahkan kamar kalian nanti" ancam Maxwel
"Dih, ya enggak dong. Malah makin semangat kerja" sahut Ivan cepat
"Belum merasa" gumam Jonathan seraya menyantap makan siang nya
"Tuh udah pengalaman Abang kamu" tunjuk Maxwel pada Jonathan yang tersenyum tipis
"Maka nya Ivan minta sebulan cuti. Biar puasin dulu, jadi nanti kerja bisa fokus" sahut Ivan
"Memang nya bisa?" goda Maxwel lagi
__ADS_1
"Bisa dong, kenapa enggak. Udah distel" jawab Ivan dengan sombong nya. Semua orang yang ada disana hanya menggeleng dan tersenyum tipis. Ivan belum saja merasakan manis nya masa masa pengantin baru. Apalagi untuk setahun pertama, semua masih terasa begitu manis dan pastinya masih selalu ingin berdekatan dengan istri. Apalagi seperti mereka yang cintanya benar benar kuat. Sudah sangat lama mereka menantikan ini, dan tentunya, hari hari mereka akan selalu menginginkan kebersamaan satu sama lain nya.
Dihari itu, mereka menghabiskan waktu bersama sama. Berkumpul dengan canda dan tawa dengan suasana hangat dan kekeluargaan.
Bahkan Maxwel dan Andrean sudah tampak melupakan kejadian dimasa lalu, kejadian yang hampir membuat mereka semua terpisah. Kejadian yang tidak akan mungkin mereka lupakan untuk seumur hidup, namun tidak akan mereka kenang lagi. Karena sekarang kebahagiaan anak anak mereka adalah hal yang paling penting.
"Tuan, sekarang tugas saya menjaga Amelia sudah selesai. Saya berharap, kalian bisa menerima Amelia dengan baik disini. Jika dia melakukan kesalahan , tolong bimbing dia. Karena dia hanya seorang gadis yang tidak tahu apa apa" ungkapan Andrean pada Maxwel membuat semua orang terdiam. Apalagi Amel, dia merasa begitu terharu saat Andrean menyerahkan nya pada keluarga Ivan
"Tenang saja. Kami pasti memperlakukan nya sebaik mungkin. Dia menantu kami, dan tentunya dia juga anak kami" jawab Maxwel
"Jangan khawatir nak. Amelia adalah pilihan Ivan, sudah pasti kami juga akan menyayanginya seperti kami menyayangi anak kami sendiri" sahut Delisha pula
"Terima kasih nyonya, tuan." jawab Andrean dengan senyum nya. Kini dia menoleh pada Amel yang duduk disamping nya, mata Amel tampak berkaca kaca
"Jadi istri yang baik, dan jadi anak yang baik disini. Sekarang kamu sudah punya keluarga yang lengkap. Kamu harus bahagia" pinta Andrean mengusap kepala Amel dengan lembut
"Iya kak" jawab Amel seraya menahan Isak tangis nya
"Sering sering pulang, lihat kami dirumah" pinta Andrean lagi dan Amel kembali mengangguk, kini air mata sudah mengalir diwajah nya
Dia langsung memeluk Andrean dan menangis didalam dekapan kakak angkat yang sudah sangat berjasa dalam hidupnya. Selama ini, hanya Andrean yang baik pada nya. Hanya Andrean yang selalu menjaga dan mendukung setiap apapun yang dia lakukan.
"Jangan sedih, kok malah nangis" ucap Ivan mengusap bahu Amelia
Karina dan Indah juga tampak begitu terharu. Mereka tahu bagaimana hubungan kedua kakak beradik itu, dan bagaimana sulit nya kehidupan Amel yang hanya seorang anak angkat dikeluarga Andrean.
"Jangan bersedih nak, sekarang kami juga orang tua kamu. Karina dan Jonathan juga menjadi saudara kamu. Tidak ada perbedaan diantara kalian" ucap Delisha pula
Amelia melepaskan pelukan nya dari Andrean, dia tersenyum dan mengangguk seraya mengusap air mata nya, menahan Isak tangis yang lagi lagi tidak bisa dia tahan.
"Jangan cengeng, kan udah jadi istri" kata Andrean membantu Amelia mengusap air matanya
"Maaf" jawab Amelia dengan suara serak nya
"Harus bisa jadi istri yang baik ya" pinta Andrean lagi dan Amelia segera mengangguk
"Tuan Ivan, saya titip Amelia" kini Andrean beralih pada Ivan yang langsung mengangguk
"Siap bang, saya pasti akan jaga dan sayang sama Amel sepenuh hati saya" jawab Ivan dengan penuh keyakinan.
__ADS_1