Story Of The Twins

Story Of The Twins
Delisha DiCulik


__ADS_3

Malam hari dikediaman Rico, Dirga dan juga Ivan kini sedang berada dikamar Dirga.  Mereka tampak tengah mengerjakan tugas kuliah mereka masing masing.


Drrtt drrtt


Ponsel Ivan tampak bergetar menandakan pesan masuk.  Ivan pun segera membuka pesan itu dengan bibir tersenyum.


Amel : kak Andrean sudah setuju untuk menjadi saksi atas kejahatan ayah kak.


Ivan : terimakasih.  Besok kakak hubungi lagi


Amel : iya kak


"kenapa lo senyum senyum gitu,  kayak orang jatuh cinta aja lo" sindir Dirga


"Andrean setuju untuk jadi saksi kejahatan ayah nya" ungkap Ivan menatap Dirga yang terkesiap sekilas


"wah,  serius lo. Dasar anak durhaka si Andrean" ucap Dirga terkekeh


"sialan lo,  durhaka sama orang tua kayak gitu gak mempan " balas Ivan pula


"yauda kita kasi tau bokap gue yuk" ajak Dirgayang langsung bangun dari kursi dan diikuti oleh Ivan yang juga meninggalkan pekerjaan nya.


Mereka pun pergi menemui Rico yang tengah berada diruang keluarga bersama istri nya dan juga Delisha.


Ivan dan Dirga langsung menceritakan semua nya pada Rico dan juga menjelaskan alasan Amelia dan juga Andrean untuk menyerahkan ayah mereka.


Awalnya rRico dan juga Delisha sempat terkejut mengetahui bahwa mereka adalah anak Darwin.  Karena selama ini mereka tidak pernah tau tentang itu karena Darwin menyembunyikan status anak nya.


"baiklah,  besok pagi kita kerumah mereka dan langsung kekantor polisi" kata Rico pada dua anak itu


..


Keesokan pagi nya


Setelah semalam membuat janji pada Amelia bahwa mereka akan menjemput Amelia dan juga Andrean untuk kekantor polisi bersama.  Pagi ini Ivan,  Dirga dan juga Rico ditemani oleh Roy dan juga banyak pengawal lain nya pergi kerumah yang diberitahu Amelia.


Sesampai nya disana terlihat rumah itu sepi seperti tidak ada penghuni nya.


"lo gak salah Van ini rumah nya.  Kok gak ada orang nya" tanya Dirga setelah beberapa kali mengetuk rumah itu tapi tak ada jawaban


"bener kok,  liat ni alamat nya gak salah" kata Ivan sembari menyodorkan ponsel nya yang berisi pesan Amelia tentang alamat rumah nya.


"seperti nya ada yang tidak beres" gumam Rico datar membuat Ivan dan dirga menoleh dan melihat Rico dengan wajah bingung.


"maksud papa? " tanya Dirga heran


"ada dua kemungkinan,  yang pertama mereka ditangkap ayah nya dan kemungkinan kedua mereka berkhianat" jawab Rico yakin

__ADS_1


Ivan dan dirga nampak mulai panik dan saling pandang cemas. Hingga ponsel Rico berdering tanda panggilan masuk membuyarkan lamunan mereka.


"apa,  sialan" kata Rico tiba tiba dan mulai menampakan emosi nya.


"ada apa om" tanya Ivan panik dan cemas


"nyonya Delisha diculik tuan,  sebaik nya kita kembali" jawab Rico frustasi, dia pun langsung berlari kearah mobil dimana Roy dan yang lain nya berada.


"astaga mama,  bagaimana bisa,  kurang ajar mereka menipu ku" kata Ivan geram


Mereka pun kembali kemobil dan langsung kembali kerumah Rico.


Diperjalanan Rico menelpon semua anggota nya untuk mencari keberadaan Delisha.  Dan memerintahkan beberata detektif ahli untuk melacak keberadaan istri Maxwel itu.


Jangan samai terjadi sesuatu dengan istri tuan nya, jika tidak dia tidak akan memaafkan diri nya sendiri.


Ivan begitu cemas disepanjang perjalanan menuju rumah Rico, bagaimana tidak, dia baru saja berjumpa dengan ibu kandung nya dan dia tidak ingin mereka berpisah lagi dengan cara seperti ini.


Sesampai nya dirumah Rico, disana terlihat Nina istri rico sedang duduk dikursi ruang keluarga tengah menangis.


"apa yang terjadi ma,  kenapa nyonya bisa sampai diculik?? " tanya Rico sambil memeluk istri nya


"aku juga tidak tau pa,  nyonya cuma bilang akan keluar sebentar setelah menerima telepon dari seseorang" jelas Nina dengan isak nya


Rico pun melepas pelukan nya.


"nyonya hanya pergi dengan supir,  John dari dini hari tadi pergi entah kemana" lirih Nina


"oh tuhan mama,  bagaimana ini om.  Aku takut mama kenapa kenapa" ucap Ivan yang semakin cemas


"tenang lah tuan muda,  saya sudah memerintahkan orang orang saya untuk melacak keberadaan nyonya" kata Rico sambil mengotak ngatik ponsel nya


"kurang ajar mereka,  ternyata gadis polos itu menipuku,  arrgghh.. " teriak Ivan frustasi


"tenanglah Van,  kita tidak tau apa yang sedang terjadi sebenarnya" ucap Dirga menenangkan Ivan.


Hingga tak lama ponsel Rico berdering menandakan panggilan masuk


Rico pun mengangkat nya dan tanpa bicara langsung menyimpan kembali dalam saku nya.


"nyonya berada di daerah xx di vila dDarwin, aku akan segera kesana,  kau tenanglah dirumah" ucap Rico pada istri nya


"aku ikut om"


"aku juga pa"


Kata Ivan dan Dirga

__ADS_1


"jangan,  sebaik nya kalian dirumah saja,  ini terlalu berbahaya" kata Rico pada dua pemuda itu


"tidak,  aku akan tetap ikut.  Takkan ku biarkan mereka menyakiti mama,  sudah cukup selama ini aku berpisah dari nya " kata Ivan tegas membuat Rico sedikit terhenyak


"baiklah ayo,  kau tetap dirumah nak,  temani mamamu" titah Rico pada Dirga


Dirga pun hanya mengangguk pasrah.


"baik lah,  hati hati.  Kembalilah dengan selamat pa,  Van" kata Dirga pada Rico dan juga Ivan


Ivan dan juga Rico pun segera bergegas pergi kearah yang diberitahukan oleh orang suruhan Rico.


Mereka satu mobil bersama dengan Roy sedangkan beberapa mobil dibelakang adalah para pengawal dan orang orang Rico.


Setelah lebih dari satu jam perjalanan mereka pun tiba disebuah vila mewah didaerah xx itu. Tepat hampir dipinggir hutan sehingga tidak ada satupun rumah atau bangunan lain dikawasan itu.


Rico dan Roy mengamati dan mengawasi sekitar mereka.


Terlihat beberapa penjaga disana dengan senjata mereka.


Ivan yang melihat itu hanya bergidik ngeri namun dia harus mengalahkan rasa takut nya demi sang mama.


Rico dan Roy terlihat saling menghubungi beberapa pengawal mereka untuk mengatur strategi dan rencana.


Setelah itu mereka tampak mengeluarkan senjata api masing masing.


Rico menyerahkan satu buah pistol berukuran kecil namun memiliki daya tembak besar dan cepat.


Ivan langsung mengambil nya dengan tangan bergetar.


"ambilah tuan,  untuk berjaga jaga,  ingat tunggu arahan dari saya baru bertindak.  Jangan takut,  mama anda menunggu didalam" kata Rico menenangkan Ivan


Ivan pun mengangguk pasti


"gila seumur umur baru ini gue megang senjata" batin Ivan memperhatikan senjata api ditangan nya.


Terlihat diluar sana anak buah Rico sudah mulai menyerang.  Terdengar baku tembak yang cukup memekakan telinga Ivan.


Meski gemetar namun Ivan tetap mencoba menenangkan diri nya.


"tunggu aku ma,  aku datang" kata Ivan dalam hati


..


Jangan lupa tinggalin jejak ya guys.


like dan komen kalian begitu berarti 🙏

__ADS_1


__ADS_2