
Seminggu setelah penampilan Ivan yang disiarkan di televisi, kini dia menjadi trending topic didunia Maya maupun didunia nyata.
Banyak akun media sosial yang menyiarkan berita nya bahkan banyak pula berbagai stasiun tv yang mengundang nya untuk acara mereka, namun dengan tegas dia menolak nya.
Bukan tidak ingin mendapat uang sendiri, namun dia lebih memikirkan keluarga nya, ayah nya seorang yang terpandang, dia takut dia terlibat berita miring yang mengakibatkan nama ayah nya menjadi buruk.
Dan juga saat ini pun Jonathan menjadi bulan bulanan akun media yang juga menyorot tentang kehidupan nya, bahkan akun media sosial mereka kini juga sudah membludak followers nya.
Sejak beberapa hari yang lalu Ivan sudah pusing akibat ocehan Jonathan yang terlihat begitu kesal karena Ivan, dia juga ikut ikutan menjadi pusing, apalagi saat keluar rumah atau berjalan ketempat ramai.
Saat ini Ivan sedang duduk dikamar nya dengan wajah sedikit gerah karena Jonathan lagi lagi mendatangi nya , entah sejak kapan saudara kembar nya itu menjadi cerewet seperti ini
"lihat lah, aku sudah seperti artis sekarang. ini benar benar menyebalkan" gerutu Jonathan
"CK, ya gak papa sih bang, biar dikenal orang se Indonesia" jawab Ivan santai, dia sedang mengerjakan tugas nya saat ini
"hei, dengan tidak masuk tv pun kita ini sudah terkenal dan selalu dikerubuti orang orang, dan sekarang kamu malah mengacaukan semua nya, supaya apa coba kamu ikut ikutan tampil ditelevisi seperti itu" kesal nya lagi, membuat Ivan mendesah nafas berat sembari meletakan pena nya dan beralih menatap Jonathan yang kini duduk dipinggir tempat tidur nya
"ya aku juga gak tahu bang kalo kayak gini jadi nya. aku kan cuma niat nemeni Amel doang, eh malah tahu nya jadi viral" jawab Ivan membuat Jonathan mendengus
"ya jelas lah jadi viral, semua orang kenal siapa kita, dan dengan kamu yang tiba tiba ada ditv jelas semua orang mengejar berita tentang kamu" sahut Jonathan
"ya kan aku yang dicari, kenapa Abang yang susah sih" tanya Ivan membuat Jonathan semakin kesal, dia melempar bantal kewajah Ivan dengan kesal namun dengan tanggap Ivan langsung menangkap nya sembari menatap ngeri wajah Jonathan yang sudah emosi tingkat tinggi
"kamu tanya kenapa aku yang susah, ya jelas aku juga susah Jovankha Alexander. Wajah kita sama, kau ingat, wajah kita sama" pekik Jonathan sembari menunjuk wajah nya sendiri dengan kesal membuat Ivan langsung cengengesan dan menggaruk kepala nya canggung
"hehe, iya iya maaf, aku juga gak tahu kalau bakalan kayak gini jadi nya bang. Janji deh gak lagi" sahut Ivan dengan senyum getir nya. Jonathan langsung menarik nafas nya dalam dalam, sungguh punya saudara satu saja sudah membuat dia pusing begini.
"maaf, maaf. gara gara berita sialan itu aku jadi susah kemana mana, sudah seperti artis saja." dengus nya kesal
__ADS_1
"iya udah lah bang, jangan marah marah terus, cepat tua entar lo" kata Ivan sembari merebahkan tubuh nya dibelakang Jonathan yang memijat pelipis nya menahan kesal, kenapa Ivan bisa sesantai itu sedangkan dia begitu kesal sekarang
"kamu benar benar ya" gumam Jonathan menampar bahu Ivan dengan keras membuat pemuda itu langsung meringis sakit
"ish apa sih bang, lagi PMS apa?" ringis Ivan sembari mengusap bahu
"iya, dan aku ingin menghajar mu sekarang" kata Jonathan dengan naik keatas tempat tidur nya dan meraih leher Ivan yang langsung terkesiap kaget namun dia langsung tertawa setelah bisa menghindari serangan Jonathan
"kejam Lo bang, kdrt Lo" teriak Ivan disudut tempat tidur
Jonathan langsung memukul kan bantal guling kearah Ivan, namun Ivan juga meraih bantal dan memukul nya kembali pada Jonathan
"bisa bisa nya kamu santai disaat keadaan seperti ini" geram nya lagi
"lah, terus aku harus apa. ya kan memang gini resiko punya wajah tampan" jawab Ivan tertawa lucu melihat wajah emosi Jonathan, dia tahu jika saudara nya itu begitu frustasi dikerubuti oleh banyak orang ketika keluar rumah, karena mereka mengira Jonathan adalah Ivan.
"sialan memang" umpat Jonathan
"dasar bodoh, kau yang mengikuti wajah ku, aku yang lahir duluan" seru Jonathan, dia kembali memukul Ivan dan telak mengenai kepala nya membuat Ivan mendengus kesal sembari mengusap kepala nya
"aku juga gak mau ngikut wajah Abang, kurang ganteng" teriak Ivan yang juga membalas pukulan Jonathan namun malah meleset, membuat Jonathan tertawa melihat wajah kesal Ivan yang kusut karena pukulan nya
Jadilah mereka saling pukul dengan bantal dan saling umpat kesal tanpa ingat jika umur mereka telah dewasa. Dan tanpa mereka sadari juga sedari tadi Delisha dan Maxwel berada diambang pintu melihat tingkah konyol mereka berdua.
Karena pintu yang tidak tertutup rapat Delisha yang ingin memanggil anak anak nya untuk makan malam malah menyaksikan tingkah mereka. Awal nya Delisha terkejut melihat Jonathan yang terlihat begitu kesal pada Ivan, dia takut anak anak nya bertengkar, namun yang terjadi malah mereka bertingkah seperti anak anak yang tengah memperebutkan sesuatu.
Dan karena Delisha tidak turun, Maxwel datang menyusul nya, jadilah saat ini mereka terlihat menahan tawa dan geleng geleng kepala melihat kelakuan kedua anak nya yang tidak ingat umur itu. Apalagi Jonathan, Delisha dan Maxwel tidak begitu terkejut melihat Ivan, namun Jonathan, anak yang terkenal dingin dan pendiam bisa bertingkah seperti itu membuat mereka tidak habis fikir
"apa kalian akan menghancurkan tempat tidur itu?" tanya Maxwel , dan sontak saja Ivan dan Jonathan langsung menghentikan tangan mereka yang kembali ingin saling serang dengan wajah terperanga malu
__ADS_1
"papa, mama, sejak kapan disitu?" tanya Jonathan begitu terkejut. Maxwel dan Delisha hanya tertawa dan geleng geleng kepala melihat Jonathan yang langsung duduk dengan benar disisi tempat tidur dan Ivan yang membenarkan wajah nya yang sudah acak acakan
"kalian pasti melupakan sesuatu kan" kata Maxwel lagi sembari mendekat kearah anak anak nya
"apa pa?" tanya Ivan dan Jonathan serentak
"kalian melupakan umur kalian saat ini" jawab Maxwel, Ivan langsung menggaruk kepala nya dan Jonathan meraba tengkuk nya malu. Bagaimana mungkin dia melakukan hal konyol seperti ini, batin nya
"Abang yang mulai pa" adu Ivan membuat Jonathan mendengus kesal
"kenapa aku, kau yang menyebalkan" ketus Jonathan membuat Delisha kembali tertawa dan kini duduk disebelah Jonathan sedang Maxwel berdiri menyandar pada meja belajar Ivan dengan tangan yang terlipat didepan dada nya
Dia geleng geleng kepala melihat kelakuan anak nya itu. Apa masa kecil mereka kurang puas, batin nya
"sudah sudah. mama seperti mempunyai bayi lagi jika kalian seperti ini" kata Delisha
"anak mama ini yang menyebalkan, bisa bisa nya dia santai tapi aku yang susah" dengus Jonathan
"lah, aku kan gak ngapa ngapain" balas Ivan pula
"kamu masih menerima tawaran ditv lagi Van" tanya Maxwel
"enggak kok pa, udah kapok. lagian Ivan juga gak tahu kalau kayak gini jadi nya. cepet banget viral nya" jawab Ivan
"kamu kan tahu siapa papa, jelas saja apa yang kamu lakukan pasti akan selalu menjadi konsumsi publik. maka dari itu kamu harus berhati hati dalam melakukan sesuatu" jelas Maxwel membuat Ivan langsung mengangguk patuh
"iya pa, maaf" jawab Ivan tertunduk namun Delisha langsung mengusap bahu nya
"kalau wajah kita tidak sama, terserah mau kamu seterkenal apapun, tapi ini kita sama dan aku jadi ikut terlibat. kamu tahu aku tidak suka seperti itu" jelas Jonathan lagi
__ADS_1
"iya iya, ya tanya mama aja sih kenapa wajah kita sama. padahal jadi artis kan enak" jawab Ivan membuat Maxwel, Delisha dan Jonathan langsung menarik nafas dalam dalam mendengar pertanyaan Ivan
"kamu ini" geram Delisha mencubit hidung mancung Ivan