
Tahun terakhir .....
Amelia benar benar disibukan dengan pekerjaan nya karena seminggu lagi dia akan mengikuti ajang penghargaan desainer bergengsi tahun ini.
Sejak dua bulan lalu dia berusaha keras untuk mengikuti ajang penghargaan ini, karena jika dia berhasil menang, nama nya akan langsung melejit sukses dan dikenal banyak orang dinegara ini.
Berbagai kompetisi dan tahap tahap yang diselenggarakan berhasil dia capai dengan susah payah. Setiap malam dia selalu lembur untuk merancang desain terbaik nya. Dan saat ini, rancangan nya sudah selesai dan tinggal sentuhan akhir maka sempurna lah hasil karya nya.
Begitu pula dengan Karina, kerja keras nya selama setahun ini membuahkan hasil, dia berhasil diangkat menjadi kepala staf divisi pemasaran diperusahaan cabang Maxwel. Meskipun terbilang muda dan dalam jangka waktu singkat, dia mampu membuktikan dan menunjukan hasil kerja keras nya.
Setiap hari harus berkutat dengan ribuan angka didepan monitor membuat nya benar benar lelah, namun semua berhasil dia raih, dan target nya adalah manajer setelah ini. Dan dia harus bisa menarik investor lebih banyak lagi setelah ini. Meski dia tahu sebentar lagi Jonathan akan kembali, tapi ambisi nya masih terus melambung tinggi. Dia benar benar menjadi wanita karir yang sangat sibuk sekarang.
Bahkan untuk sekedar refreshing sama sekali belum pernah dirasakan nya.
Saat ini Karina sedang duduk dikursi nya. Jemari tangan nya terlihat begitu lihai didepan komputer nya, bahkan mata nya sesekali menyipit menatap monitor itu.
drrt drrt ddrrt
suara ponsel yang bergetar menghentikan pekerjaan nya sejenak, dia melirik siapa yang menelpon nya, dan ternyata Amelia.
Karina langsung meraih ponsel nya dan menyapa Amelia dengan hangat
"ya kak!"
"nanti malem dinner yuk. Malem Minggu gak lembur kan?" tanya Amelia dari seberang sana
"oke, ditempat biasa kan?" tanya Karina pula
"iya"
setelah percakapan singkat itu Karina kembali meletakan ponsel nya. Dia melirik jam yang ternyata sudah pukul lima sore.
"cepet banget sih" gumam nya sembari menghela nafas lelah
Dia pun segera mematikan komputer nya dan merapikan barang barang.
Setelah itu Karina keluar dari ruangan nya untuk pulang. Hari sudah sore dan dia harus istirahat sejenak sebelum malam, fikir nya
"mau pulang buk!" sapa karyawan nya
"iya nih, yuk" balas Karina
"iya, ini juga saya mau pulang. Kirain ibu lembur lagi malam ini" ucap karyawan itu lagi sembari menyamai langkah nya dengan Karina
__ADS_1
"enggak lah, malem Minggu, saya ada janji sama temen" jawab Karina
"pacar ibu ya" tanya karyawan itu lagi dan Karina hanya menggeleng singkat
"teman" jawab nya
"kirain pacar nya, hehe. Ibu kerja terus sih, kapan coba cari pacar" goda Karyawan itu lagi, namun Karina hanya tersenyum dan menggeleng
Pacar, bahkan karena sibuk nya dia, dia hampir lupa jika sebentar lagi Jonathan akan kembali. Dan seketika saja senyum langsung mengembang sempurna diwajah cantik itu, wajah yang semakin hari semakin terlihat sangat cantik dan anggun, karena dia dituntut untuk bersikap lebih dewasa dan profesional, dia bukan lagi Karina si gadis desa yang kemayu dan manis, kini dia telah menjadi wanita karir yang memiliki segudang ambisi dan cita cita.
..
Tidak terasa waktu telah beranjak malam. Amelia telah duduk disebuah cafe tempat biasa dia dan Karina bertemu.
Dia sedang mengecek ponsel nya saat ini, mengecek beberapa email yang masuk dari para pelanggan dan karyawan nya.
Gadis berambut pirang itu tidak mengindahkan pandangan kagum dari para muda mudi yang menatap nya. Gadis imut yang malam ini terlihat begitu anggun, meski kesan girly tak pernah hilang dari diri nya membuat nya memiliki aura dan pesona sendiri.
Hingga pandangan pemuda semakin bertambah kagum ketika melihat Karina yang telah datang dan langsung duduk didepan Amel. Dan cukup sudah, para tamu disana semakin dibuat terkesima dengan dua gadis cantik berbeda karakter itu.
Karina datang dengan penampilan nya yang terlihat anggun, dress ketat yang dipadukan dengan blazer dan rambut nya yang tergerai lurus, sedangkan Amelia memakai dress mini tanpa lengan yang menampilkan kulit putih bening nya, rambut nya diikat asal hingga membuat nya terlihat sangat segar dengan wajah imut nya.
"udah lama kak?" tanya Karina
"belum, sepuluh menitan, pesen langsung ya, laper banget ni" ucap Amelia langsung dan Karina pun dengan cepat mengiyakan
"makin cantik aja kamu semenjak jadi bos" puji Amelia pada Karina
"haha, bisa aja. Masih kalah lah sama kakak. Cantik kakak tu gak ngebosenin, liat deh, cowok cowok itu pada liatin kakak terus dari semenjak aku Dateng" ungkap Karina membuat Amelia langsung tertawa
"mereka liatin kamu lagi" sahut Amelia
"enggak tuh" jawab Karin
"Sebenar nya udah biasa ya ngadepin yang kayak mereka. Tapi kamu pasti ngerasain sendiri kan, gak ada laki laki lain dibumi ini selain dua kembar itu" ucap Amelia membuat Karina langsung mengangguk
"bener, menejer aku aja udah hampir setahun ini coba deketin aku. Tapi ya gitu, aku ngerasa dia bukan laki laki, kadang bosen aku" ucap Karina
"bukan laki laki?" tanya Amelia
"ya, aku cuma ngeliat kak Jo sebagai laki laki dibumi ini, jadi ketika ngeliat yang lain, aku bener bener gak selera" jawab Karina membuat Amelia terbahak
"hahah, bener. Aku rasa pesona mereka gak ada yang bisa nandingi kan" ucap Amelia
__ADS_1
"ya, tampan, cool, pengertian, kaya pula, uuuhhh perfect" ungkap Karina dengan mata berbinar
"kangen banget deh" ucap Amelia sembari kedua tangan nya bertekan dagu
"hu'um. Eh, kalau gak salah hitung, ini udah tiga tahun kan kak, bahkan udah lebih dua bulan. Seharus nya mereka udah pulang kan?" tanya Karina tiba tiba membuat Amelia tersentak dan langsung duduk dengan tegak
"beneran udah lewat dua bulan?" tanya Amel dengan wajah tak percaya
"iya, aku selalu ngitung kok" jawab Karina, tiba tiba wajah mereka menjadi resah
"janji nya tiga tahun kan. Kenapa mereka belum ada kabar ya" gumam Amelia
"apa tuan Maxwel gak ada menghubungi kakak?" tanya Karina dan Amelia langsung menggeleng
"gak ada Rin, terakhir ketemu dua bulan yang lalu, tuan Maxwel Dateng ke butik bareng nyonya Delisha, itu juga gak ada ngebahas mereka, aku juga gak berani nanyak apa apa" jawab Amelia sendu
"sama, aku juga ketemu tuan Maxwel dua bulan yang lalu waktu rapat koordinasi diperusahaan" ungkap Karina pula
"apa kita tanya aja ya?" tanya Amelia ragu
"aku gak berani kak" lirih Karina
"apalagi aku" kata Amelia pula.
Wajah mereka yang tadi nya berseri indah, kini kembali meredup sendu.
Mereka terdiam ketika para pelayan datang membawa pesanan mereka.
"apa mereka lupa dengan janji mereka" gumam Karina sembari menarik enggan makanan nya
"udah sejauh ini, gak mungkin mereka lupa" ucap Amelia namun terlihat ragu
"tiga tahun bukan waktu yang sebentar kak, aku kok jadi takut begini ya, apa perjuangan kita bakalan sia sia" tanya Karina menatap Amelia yang juga menatap nya dengan getir
"semoga aja enggak Rin, kita berdoa sama sama ya. Mudah mudahan mereka datang dan nepati janji yang udah mereka buat" jawab Amelia dan Karina hanya mengangguk lesu
"mungkin mereka memang belum selesai, kalau mereka kembali pasti ada berita nya" kata Amelia lagi
"iya kak, semoga ya. Rasa nya aku benar benar risau" sahut Karina
"apalagi aku, kamu tahu sendiri gimana rumit nya hubungan kami" balas Amelia pula
Kedua gadis cantik itu kembali makan, namun sungguh sangat tidak berselera mengingat belahan jiwa mereka yang entah ada dimana.
__ADS_1
Dan tanpa mereka tahu, ternyata saat ini Ivan dan Jonathan baru saja mendarat dibandara. Mereka telah selesai menyelesaikan studi mereka.
Mereka pulang dengan membawa hasil yang memuaskan serta jangan lupakan harapan mereka yang masih terpaut dalam hati mereka masing masing.