
Hari itu diperusahaan pusat Agueno, seluruh karyawan bekerja sembari membicarakan tentang dua orang penerus Maxwel yang tidak disangka sangka ternyata begitu tampan, berwibawa dan penuh pesona.
Seluruh karyawan berdecak kagum, apalagi saat Jonathan dan Ivan berkeliling gedung bersama Maxwel dan para asisten mereka.
Tidak ada yang bisa berpaling dari pesona dua kembar itu. Bahkan mereka sulit membedakan yang mana Jonathan dan yang mana Jovankha.
ceklek
Pintu terbuka diruangan Karina, membuat gadis itu menoleh pada seseorang yang baru masuk kedalam ruangan nya membawa beberapa berkas yang harus diperiksa nya.
"gila ya Bu, ganteng ganteng banget anak tuan Maxwel, sampai gemeter lutut aku ngeliat nya" ungkap Nadia teman Karina
Karina hanya mendengus gerah, karena dia benar benar kesal saat ini, kesal karena semua karyawan membicarakan tentang Jonathan nya bahkan mereka begitu memuji makhluk es pemilik hati Karina itu. Dan bukan hanya kesal, tapi juga sedih dan kecewa, sebab dari pagi hingga sore ini Jonathan sama sekali tidak ada menemui nya.
"lebay kamu" kata Karina
"dih kamu sih didalem mulu. Karyawan yang lain tu pada banyak yang alasan untuk bisa keluar demi ngeliat dua pemuda tampan itu. Ganteng, penuh pesona, gila banget deh" ucap Nadia lagi sembari duduk didepan meja Karina dengan wajah berbinar nya
"emang mereka belum pulang?" tanya Karina
"baru aja selesai keliling gedung" jawab Nadia
Karina kembali menghela nafas berat dan menyangga dagu dengan tangan nya
"makin semangat aku kerja, biasa cuma pak Daniel yang bikin seger, nah ini anak tuan Maxwel lebih cetar dan menggoda, mana seksi banget lagi. Apalagi tuan Jonathan yang dieman itu, cool banget, seksi lagi" kata Nadia begitu antusias, dan Karina langsung kesal mendengar nya
"hei, jangan gatel deh" ketus Karina sembari menampar pelan lengan Nadia yang ada diatas meja
"dih, kok sewot. kamu kan udah ada pak Daniel" ucap Nadia tertawa membuat Karina kembali melengos
"sembarangan, kata siapa aku sama dia" jawab Karina kesal
"lah, emang gak kamu terima terima juga, kasian tahu" sahut Nadia
"aku gak suka,.lagian aku udah punya pilihan sendiri" balas Karina membuat Nadia menatap Karina dengan wajah jelek nya
"heh, gak percaya aku. Siang malem kerjaan mu itu kerja, kerja, kerja, dan kerja. Gimana mau punya pacar. Lagian terima aja sih pak Danil yang ganteng dan penuh senyuman itu, dia suka banget lagi sama kamu, kurang apa coba dia" kata Nadia lagi membuat Karina langsung melengos
"kurang ganteng" jawab Karina cepat membuat Nadia terbahak mendengar nya
"mana ada yang lebih ganteng dari dia selain para tuan muda Alexander. Lagian mimpi deh kita kalau bisa sama mereka." balas Nadia
"ya kalau gak dapetin salah satu dari mereka aku gak akan menikah" jawab Karina yakin, namun Nadia malah menganggap nya bercanda
"diihh, jadi doa tahu perkataan kamu nanti. Lagian kalau jomblo tuh jangan sampai stress amat deh Rin, pesona mereka memang gak ada tandingan nya, tapi plis jangan bermimpi ketinggian" ejek Nadia membuat Karina semakin kesal
"sialan kamu Nad, pergi deh sana. Ngapain juga disini terus." gerutu Karina membuat Nadia kembali tertawa
"udah udah, bentar lagi waktu nya. Jangan lembur lagi. Kamu kelelahan kerja sampai bermimpi terlalu tinggi. Tuh, pak Danil udah nungguin" goda Nadia lagi membuat Karina memutar bola mata nya dengan jengah
"Nadia!" seru Karina kesal. Mood nya benar benar berantakan sekarang.
"hahaha, oke oke, bye!!" balas Nadia yang langsung berlari keluar ruangan meninggalkan Karina yang mendesah nafas kesal sembari memijit dahi nya yang pusing.
__ADS_1
"kak Jo, kamu jahat banget sih, kamu gak kangen aku. apa kamu lupa aku" ungkap Karina menelungkupkan wajah nya dibalik lengan yang berada diatas meja.
Mata nya berkaca kaca menahan perasaan yang benar benar menyesakan dada nya. Rindu dan sangat rindu, hingga rasa nya dia ingin berlari menemui pemilik hati nya itu.
...
Jam pulang sudah tiba, seluruh karyawan diperusahaan itu terlihat berduyun duyun keluar untuk kembali kerumah mereka masing masing.
Termasuk pula Karina. Sedari dia berjalan menuju lobi, perhatian nya selalu tertuju pada jalan dan lift khusus Presdir mereka. Namun yang diharapkan nya malah tak kunjung terlihat. Membuat Karina semakin kecewa hati nya.
Dia berjalan dengan lesu untuk keluar dan menunggu taksi nya.
"Karina" panggil seseorang membuat Karina langsung menoleh pada seorang pria tampan yang tersenyum hangat menatap nya
"pak Daniel, ada apa?" tanya Karina heran, namun dia sudah tahu maksud dan tujuan pria itu.
"biar saya yang mengantar kamu. Kamu tidak membawa mobil kan" ucap Danil
"gak usah pak, terimakasih. Saya sudah memesan taksi" jawab Karina sembari tersenyum tipis
"kamu bisa cancel. Lagipula ada yang ingin saya bicarakan dengan kamu" kata Daniel lagi
Karina menatap lekat wajah tampan dan teduh milik Danil, pria yang hampir dua tahun ini selalu mengejar ngejar nya, segala perhatian dan sikap nya benar benar membuat Karina tersanjung, namun tetap saja, pesona seorang Jonathan Alexander tidak bisa tergantikan.
Karina tersenyum tipis dan menoleh kesekitar mereka yang sudah sepi.
"pak, jawaban saya masih sama. Sudah ada seorang pria yang mengisi hati saya. Maaf, bapak orang baik, pasti bisa menemukan yang lebih baik pula" ungkap Karina membuat Daniel terkekeh pelan
"bahkan kamu sudah bisa menebak maksud saya" balas Danil membuat Karina tersenyum mendengar nya
"tidak apa apa. Ini yang terakhir kali nya saya memintamu, dan apa kamu yakin dengan hati kamu, karena setelah ini saya akan benar benar melepaskan kamu" ungkap Daniel
Karina tersenyum dan langsung mengangguk
"seperti nya hubungan pertemanan lebih cocok untuk kita. Bapak sudah saya anggap seperti kakak saya sendiri yang sudah banyak membantu saya selama ini" ungkap Karina
Daniel mengangguk dan tersenyum menatap Karina, gadis yang sudah berhasil mencuri perhatian nya
"padahal saya sudah berusaha semanis dan setampan mungkin untuk mencuri hati kamu, tapi seperti nya pria itu benar benar hebat hingga membuat mu tidak goyah sedikit pun" ungkap Danil dan Karina hanya tertawa kecil mendengar nya
"tidak juga. Bahkan bapak lebih manis dari pada dia" jawab Karina
"benarkah?" tanya Daniel
"hmm" gumam Karina mengangguk, mereka berjalanan beriringan menuju lobi depan perusahaan dimana taksi Karina sudah menunggu disana
"wow, saya sangat tersanjung, jika boleh saya ingin bertemu dengan nya. Saya ingin lihat setampan apa wajah nya" ungkap Danil membuat Karina tertawa kembali mendengar nya
"kalau yang itu dia lebih tampan" jawab Karina dan kali ini Daniel yang tertawa
"ya ya, sudah jelas, karena jika tidak, kamu pasti sudah goyah" goda Daniel
"haha, bapak benar. Baiklah, kalau begitu saya duluan pak" ucap Karina saat mereka sudah tiba tepat didepan taksi yang dipesan Karina.
__ADS_1
Daniel mengangguk dan tersenyum sembari membukakan pintu taksi untuk Karina
"ya, hati hati. Saya harap kamu tidak menjauhi saya setelah ini" ucap Daniel
"tidak mungkin, saya masih butuh tanda tangan bapak selama bekerja disini" jawab Karina membuat Daniel tertawa begitu pula Karina, Danil mampu sedikit mencairkan kekecewaan nya pada Jonathan
"baiklah, kamu benar. hati hati" ucap Daniel sembari melambaikan tangan nya sekilas dan Karina hanya mengangguk sembari tersenyum menatap Daniel.
...
Taksi yang ditumpangi Karina melaju membelah jalanan ibukota sore itu.
Pandangan mata nya menatap nanar kearah luar jendela. Hati nya kembali gelisah dan kecewa. Karena sampai saat dia pulang pun, Jonathan sama sekali tidak ada menemui nya.
'apa kamu lupa' batin Karina begitu sedih
Dia meraih ponsel nya, dan membuka kontak atas nama Jonathan.
Mencoba memanggil nama itu, namun hasil nya kembali membuat Karina menghela nafas berat karena nomor nya masih sama seperti tiga tahun terakhir ini, tidak bisa dihubungi
Karina memasukan kembali ponsel nya kedalam tas, karena rumah nya sudah dekat.
Dia turun dari taksi, dan mulai berjalan menuju rumah nya yang terletak agak sedikit masuk kedalam blok.
Karina mengernyit saat dari jauh melihat sebuah mobil mewah terparkir rapi didepan rumah nya .
Jalan nya mulai meragu, seiring dengan jantung nya yang mulai bergemuruh.
Hati nya benar benar bergetar tidak menentu, semoga harapan nya memang benar.
Sesampai nya didepan mobil itu, seorang pria muda dengan gagah nya keluar dari dalam mobil dengan tatapan datar namun penuh dengan pesona. Menatap Karina yang terpaku dengan mata yang berkaca kaca.
Beberapa detik mereka saling pandang dengan perasaan yang sama sama tidak bisa dijelaskan. Rindu, cinta, bahagia, semua terasa bercampur menjadi satu.
"kamu tidak merindukan ku?" tanya pria yang tidak lain adalah Jonathan itu
"kakak" ungkap Karina dengan air mata yang mulai membasahi wajah nya
Jonathan langsung membuka tangan nya, membiarkan Karina melompat kedalam pelukan nya. Mereka saling memeluk dengan erat, bahkan Karina benar benar menangis tersedu dalam pelukan Jonathan. Rasa rindu nya selama ini benar benar tumpah
"Karin kangen.... huuu. kakak jahat" Isak nya lagi
Jonathan hanya tersenyum dan memeluk erat gadis pujaan hati nya sembari terus menciumi pucuk kepala Karina
"maaf sayang , maaf baru bisa datang sekarang" ucap Jonathan kembali menciumi pucuk kepala Karina
"jangan pergi lagi" rengek Karina menatap wajah tampan yang semakin menawan itu
Jonathan tersenyum sembari menghapus air mata gadis nya, membuat Karina semakin menangis haru, dia benar benar bahagia saat ini
"tidak akan sayang, aku merindukan kamu, sangat merindukan mu" ungkap Jonathan kembali memeluk Karina
Tidak perduli dimana mereka berada, yang mereka tahu mereka hanya ingin saling melepaskan rindu untuk saat ini, rindu yang selama lebih dari tiga tahun ini selalu mereka pendam dalam hati mereka masing masing, rindu yang menjadi ujian terberat dalam perjuangan hidup mereka.
__ADS_1
...