Story Of The Twins

Story Of The Twins
Bangunlah Sayang


__ADS_3

Jonathan langsung membawa Karina kerumah sakit terdekat. Jantung nya benar benar bergemuruh hebat melihat keadaan Karina yang sudah lemas dan tidak berdaya. Wajah nya begitu pucat seperti tidak dialiri darah.


Saat ini Karina sudah berada diruang ICU rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan pertama. Jonathan terlihat berjalan kesana dan kemari didepan pintu ruangan itu.


Dirga yang menemani nya hanya duduk diam dikursi tunggu. Dia juga mencemaskan keadaan Karina. Jangan sampai gadis itu kenapa kenapa, jika tidak dapat dia pastikan Jonathan akan mengamuk diperusahaan mereka. Tadi saja dia benar benar sudah takut melihat kemarahan Jonathan pada para mekanik dan orang orang yang bertanggung jawab atas kerusakan lift itu.


Masalah diperusahaan sudah diserahkan nya pada Rico, papa nya. Dia hanya ditugaskan tuan Maxwel untuk menemani Jonathan saat ini.


"Tuan, tenanglah, Karina pasti baik baik saja" ucap Dirga


"Bagaimana bisa tenang, kamu lihat tadi wajah nya pucat, bahkan denyut nadi nya melemah" sahut Jonathan dengan wajah memerah nya


Dirga langsung terdiam dan tertunduk. Sungguh, menghadapi Jonathan yang sedang marah bukan lah hal yang mudah. Hanya ada satu orang yang bisa mencairkan suasana.


Ya, Dirga langsung mengeluarkan ponsel nya dan mengetik sesuatu disana. Ivan, Ivan harus ada disini, dia sungguh tidak sanggup hanya berdua dengan Jonathan. Meski sudah berteman lama, tapi baru kali ini dia melihat Jonathan yang terlihat seperti monster.


Selama ini Jonathan hanya tidak banyak berbicara, dia dingin dan datar. Tapi kemarahan nya baru kali ini keluar, dan sial nya, orang yang bisa mencairkan hati nya adalah orang yang berada didalam sana.


Hampir satu jam mereka menunggu, dan akhir nya dokter yang menangani Karina keluar dari ruangan itu. Jonathan langsung mendekat kearah nya, begitu pula dengan Dirga.


"Bagaimana keadaan nya dokter?" tanya Jonathan langsung


Dokter wanita yang sudah berumur itu terlihat menundukan sedikit tubuh nya pada Jonathan, karena dia tahu jika Jonathan adalah anak dari pemilik rumah sakit itu.


"Nona Karina sudah bisa diatasi tuan muda. Dia sempat kehabisan nafas karena berada terlalu lama dalam ruangan tertutup, tapi sekarang keadaan nya sudah lebih baik" ungkap dokter itu membuat Dirga langsung dapat bernafas dengan lega, namun berbeda dengan Jonathan, wajah nya yang dingin masih terlihat begitu khawatir dan cemas.


"Apa saya sudah bisa melihat nya" pinta Jonathan


"Tunggu setelah kami memindahkan nya keruang perawatan" jawab dokter itu.


Jonathan hanya menghela nafas nya sejenak, dan dia langsung beralih menuju kursi tunggu.


"Jika begitu terimakasih dokter" ucap Dirga pada dokter itu


"Sudah tugas saya tuan. Saya permisi" kata dokter itu, dan Dirga hanya mengangguk dan tersenyum saja.


Tidak lama setelah kepergian dokter itu, Delisha tiba disana diikuti oleh Ivan dan Amelia dibelakang nya.


Wajah Delisha dan Amelia terlihat cemas, mereka langsung mendekat kearah Jonathan yang duduk dengan wajah yang tertunduk.

__ADS_1


"Apa yang sebenar nya terjadi nak. Kenapa Karina sampai bisa terjebak dilift?" tanya Delisha pada Dirga, dia duduk disebelah Jonathan dan mengusap lembut pundak kekar putera nya.


Amelia dan Ivan masih berdiri dan menatap Dirga dengan pandangan mendesak


"Lift tiba tiba saja mengalami kerusakan nyonya. Ada kesalahan yang dilakukan oleh mekanik kami, dan sayang nya nona Karina yang berada didalam saat lift mati" ungkap Dirga


"Ya Tuhan, lalu gimana keadaan Karin kak?" tanya Amelia pula


"Kata dokter keadaan nya sudah stabil, dia sempat kehabisan nafas karena terlalu lama berada didalam lift" ungkap Dirga


Ivan terlihat menarik nafas nya dalam dalam, dia menoleh pada Jonathan yang hanya diam dan tertunduk. Ivan berjalan dan duduk disebelah nya, dia menepuk sekilas bahu saudara nya itu.


"Karin pasti baik baik aja bang" ucap Ivan


"Tenang ya nak" ucap Delisha pula


Dirga menatap Ivan dengan gelengan kepala nya, dia berharap Ivan bisa menghibur Jonathan yang sudah seperti batu bernafas sekarang.


"Kamu sudah menghubungi keluarga nya nak?" tanya Delisha pada Jonathan


"Belum ma" jawab Jonathan singkat


"Yasudah, biar mama yang memberi tahu orang tua nya" kata Delisha dan Jonathan hanya mengangguk saja


Jonathan beberapa kali menatap kearah pintu dengan pandangan nanar nya. Tidak ada yang berani menegur nya, baik Ivan maupun Dirga, hanya Delisha yang sedari tadi menguatkan nya, karena hanya suara Delisha yang mampu menenangkan Jonathan saat ini.


Lama mereka menunggu, dan hampir dua jam kemudian baru lah Karina bisa dipindahkan keruang perawatan.


Jonathan dengan setia mengikuti nya, dan karena tidak boleh banyak yang mengunjungi, maka Ivan dan Amelia membiarkan Delisha dan Jonathan yang masuk melihat Karina.


Mereka duduk diruang tunggu didepan ruang perawatan nya.


"Semoga Karina gak kenapa kenapa" gumam Amelia yang juga sangat mencemaskan calon kakak ipar nya itu


"Dia pasti baik baik aja yang" sahut Ivan.


Kini Ivan menoleh pada Dirga yang duduk disebelah nya.


"Lo yakin gak ada kesalahan yang terjadi, atau sengaja terjadi. Soal nya baru seminggu yang lalu lift itu diperbaiki kan, gue inget waktu rapat diperusahaan pusat seminggu yang lalu, tepat saat lift itu diperbaiki" ungkap Ivan pada Dirga

__ADS_1


"Saya juga curiga tuan muda, selama ini mekanik kami selalu bagus kinerja mereka. Tidak pernah melakukan kesalahan apapun. Tapi hari ini entah kenapa bisa begitu. Kerusakan yang fatal tidak ada, hanya masalah sistem saja, dan itu yang sedang diselidiki" ungkap Dirga


"Kenapa Lo masih disini bukan nya mencari tahu" tanya Ivan dengan mata yang memicing


"Tuan besar meminta saya untuk menemani tuan muda Jonathan. Masalah perusahaan dia dan papa yang menghandle" jawab Dirga


"heh, gue yakin Lo pasti lebih milih diperusahaan dari pada ngadepi makhluk es itu" kata Ivan sinis membuat Dirga langsung tersenyum canggung seriring tangan nya yang menggaruk pelipis nya


"hehe, maka dari itu saya langsung menelpon tuan muda. Saya tidak sanggup menanggung amarah nya sendirian" ucap Dirga


"Lo kira gue sanggup. Lihat wajah nya aja udah takut gue" sahut Ivan


"Berisik deh kalian, orang lagi sedih, malah hibah disini" ucap Amelia menatap kesal Ivan dan Dirga yang saling pandang dan tertawa kecil.


Ivan langsung merangkul bahu Amelia dengan gemas.


"Maaf yang, keceplosan" sahut Ivan dengan santai nya membuat Amelia melengos kesal karena nya.


..


Didalam ruangan ...


Delisha keluar untuk menyambut calon besan nya yang sudah akan tiba sebentar lagi. Dia meninggalkan Jonathan dan Karina berdua didalam sana.


Jonathan tampak memandang sendu wajah pucat Karina yang masih dipasangkan alat bantu pernafasan, karena nafas nya yang masih belum stabil.


Tangan nya terlihat menggenggam tangan Karina dengan lembut. Hanya suara monitor pendeteksi detak jantung yang berbunyi sedari tadi menemani keheningan Jonathan.


"Sayang, bangunlah. Maafkan aku yang membiarkan mu seperti ini" ungkap Jonathan pada Karina yang masih terpejam dengan rapat. Dia benar benar menyesali ketidak perdulian nya pada Karina. Seharus nya dia tidak membiarkan Karina bekerja hari ini. Atau setidak nya dia yang menjemput Karina pagi tadi.


"Jangan buat aku cemas sayang" ucap Jonathan lagi. Dia mengecup lembut punggung tangan Karina yang sudah tidak sedingin sewaktu dibawa kerumah sakit tadi.


Hati nya benar benar pedih melihat Karina yang seperti ini. Sungguh selama bertahun tahun menjalin hubungan dengan Karina, baru kali ini dia merasakan ketakutan yang amat sangat mengganggu hati dan fikiran nya.


Baru malam tadi mereka bersenang senang, baru malam tadi dia melihat wajah Karina yang begitu bahagia karena bisa berdansa dengan nya. Tapi sekarang, Karina sudah terbaring tidak berdaya diatas ranjang rumah sakit dengan beberapa selang dan alat bantu pernafasan ditubuh nya.


"Sayang bangunlah. Aku berjanji, jika kamu bangun, aku akan menjadi lelaki yang lebih lembut, yang lebih memperhatikan mu. Yang bisa selalu membuat mu bahagia"


"bangunlah" pinta Jonathan lagi. Mata nya memerah menahan air mata kesedihan. Dia benar-benar tidak tega melihat Karina seperti ini.

__ADS_1


Kenapa sesakit ini, rasa nya dia ingin menggantikan posisi Karina sekarang. Meskipun dokter berkata Karina sudah baik baik saja, tapi melihat keadaan nya yang sekarang, Jonathan tetap tidak bisa menghilangkan rasa sedih dihati nya.


"Cepatlah bangun, aku mencintai kamu" bisik Jonathan, dia mencium sekilas dahi Karina dengan penuh perasaan.


__ADS_2