
Pagi menjelang siang dihari itu Dirga dan Kasih sudah berada diperjalanan menuju kota Malang. Dirga melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Mereka akan pergi untuk mengusut kembali kasus yang sedang diselidiki oleh orang orang suruhan Dirga.
Malam tadi adalah malam dimana Dirga dan Kasih sama sama meyakinkan hati mereka. Saling menguatkan dan saling mengungkapkan perasaan yang selama ini terpatri dan terpaut satu sama lain, Ya, Dirga berhasil meyakinkan Kasih jika dia akan membantu Kasih untuk menghadapi segala masalah nya. Dan tentu saja Kasih begitu terharu dengan itu. Karena tanpa sadar, seiring berjalan nya waktu, perasaan nya juga semakin lama semakin dalam pada Dirga. Bukan hanya sekedar mengagumi karena Dirga yang begitu baik padanya karena sudah mau membantunya dalam segala masalah yang dia hadapi, namun juga hatinya yang sudah jatuh pada sosok Dirga yang seperti malaikat dalam hidupnya.
Tanpa Dirga, dia tidak yakin akan bisa menghadapi semua ini.
Kasih sempat kembali merasa malu dan rendah diri mengingat jika dia adalah musuh keluarga Aguenno sedangkan Dirga adalah orang kepercayaan mereka. Namun lagi lagi, Dirga berhasil meyakinkan nya. Dengan syarat, jika Kasih harus mau berjuang untuk mendapatkan restu orang tua Dirga dan juga keluarga Alexander. Meski sulit, namun Kasih akan mencoba nya. Dia tidak ingin membuat Dirga kecewa. Apa salah nya mencoba sekali lagi.
Pagi itu cuaca cukup mendung bahkan hujan gerimis juga sudah turun sejak tadi. Dirga masih fokus pada kemudinya. Namun sesekali dia melirik pada Kasih yang membenarkan jaket ditubuhnya
"Kamu kedinginan?" tanya Dirga
Kasih menoleh pada Dirga dan mengangguk pelan
"Iya, mungkin karena gerimis ini" jawab Kasih
"Sebentar lagi sampai. Kamu masih bisa tahan kan?" tanya Dirga lagi
Kasih mengangguk dan tersenyum tipis. Dia kembali menoleh pada Dirga yang sedang mengemudi. Lelaki itu terlihat tampan saat sedang serius seperti ini. Meski Dirga tidak setampan Jonathan, namun pesona nya juga tidak bisa diremehkan. Bahkan dia adalah orang kedua yang ditakuti diperusahaan Aguenno setelah presdir muda itu
"Hei" Dirga langsung membuat lamunan Kasih memudar dan dia sedikit terkesiap
"Kenapa suka sekali melamun. Kamu masih tahan dingin kan?" tanya Dirga sekali lagi
"Ah iya, masih tuan" jawab Kasih segera
"Kenapa masih panggil tuan juga sih" Dirga terlihat kesal mendengar itu
Kasih tersenyum canggung dan menunduk. Dia begitu malu untuk memanggil Dirga dengan sebutan lain. Rasanya benar benar canggung
"I...Iya maaf..... Di..Dirga" ucap nya begitu pelan
Dirga tersenyum senang, apalagi saat melihat wajah memerah Kasih yang malu malu. Sungguh menggemaskan. Tidak perduli bagaimana mereka akan menghadapi kehidupan nanti, saat ini Dirga hanya ingin melihat senyum bahagia diwajah gadis malang itu. Dia percaya jika mereka ditakdirkan saling memiliki maka akan selalu ada jalan untuk bersama. Layaknya kisah cinta Ivan dan Amelia dulunya.
Mobil yang dikendarai Dirga sudah tiba didepan sebuah pabrik roti yang begitu besar. Mereka masih duduk didalam mobil seraya memperhatikan banyak nya karyawan yang berlalu lalang disana.
Namun ada yang aneh, ada beberapa orang berjas yang tampak berlalu lalang disana. Itu tentu saja membuat Dirga dan Kasih menjadi bingung. Siapa mereka, apa mereka orang orang paman Kasih, atau jangan jangan......???
__ADS_1
"Mereka siapa?" gumam Kasih dengan wajah yang terlihat begitu khawatir. Pasalnya paman dan bibinya kemarin sudah mengancam nya jika mereka akan melawan Dirga dan orang orang nya, apalagi sampai saat ini Dirga belum menemukan dimana keberadaan asisten setia orang tua Kasih. Dan itu yang membuat Kasih begitu khawatir. Apa semua yang mereka lakukan akan sia sia?
"Kamu tunggu disini. Aku akan melihat siapa orang orang itu" jawab Dirga. Dia ingin turun dari dalam mobil, namun Kasih tampak menahan lengan nya dan menggeleng takut
"Jangan, aku takut mereka orang suruhan paman" kata Kasih
Dirga kembali memandang orang orang itu. Jika mereka orang orang suruhan paman Kasih, tidak mungkin mereka berbaur dengan beberapa orang orang Dirga.
"Aku rasa bukan, ada yang aneh disini. Aku malah berfikir jika mereka adalah orang orang Agueeno group" ungkap Dirga, dan mendengar itu Kasih sedikit terkesiap
"Apa tuan Jonathan yang memerintahkan mereka kemari?" tanya Kasih lagi. Dia benar benar semakin cemas sekarang. Bagaimana jika Jonathan akan menghalangi Dirga? Bagaimana jika Jonathan yang akan mengambil alih pabrik itu karena tidak terima jika Dirga membantunya
"Hei, tenang lah. Ada aku, mereka tidak akan bisa berbuat apapun" kata Dirga mengejutkan kekhawatiran Kasih
"Aku ikut turun" sahut Kasih
Dirga tersenyum tipis dan mengangguk. Meskipun sebenarnya dia juga ikut khawatir sekarang. Tapi walau Jonathan yang datang, atau orang orang suruhan papa nya. Dirga akan tetap membantu Kasih
Mereka turun dari dalam mobil dengan langkah ragu. Apalagi saat orang orang itu memandang mereka dengan lekat. Wajah Kasih bahkan sampai memucat karena takutnya.
Dirga meraih tangan Kasih dan menggenggam nya dengan lembut, dan dapat Dirga rasakan jika tangan itu dingin dan sedikit berkeringat. Apa sebegitu besar cemas yang dirasakan Kasih??
"Selamat siang tuan Dirga" sapa Jhon dan diikuti oleh anggota nya yang lain.
"Kalian, kenapa kalian bisa disini?" tanya Dirga dengan kernyitan didahi nya. Dan belum lagi rasa penasaran nya terjawab, tiba tiba seseorang juga muncul dari dalam gedung itu diikuti oleh beberapa orang berbadan besar.
Mata Dirga dan Kasih langsung melebar melihat lelaki berwajah dingin dan datar yang berjalan kearah mereka. Seketika lutut Dirga terasa bergetar lemas melihat atasan sekaligus sahabat nya itu. Kenapa dia bisa berada ditempat ini? Apa dia ingin menggagalkan semua rencana Dirga untuk menolong Kasih.
"Jonathan" gumam Dirga tanpa suara. Dia langsung mengeratkan genggaman tangan nya pada tangan Kasih. Apalagi tangan gadis itu yang semakin dingin dan bergetar.
Jonathan yang sejak pagi memang sudah berada disana hanya memandang Dirga dan Kasih dengan pandangan datar dan dingin nya. Matanya langsung menoleh kearah tangan mereka berdua. Kenapa Dirga dan Kasih terlihat ketakutan begitu? Apa sebegitu menyeramkan kedatangan dia disini??
"Tuan Jonathan, apa yang anda lakukan disini?" tanya Dirga yang mencoba memberanikan diri saat Jonathan sudah berdiri dihadapan nya.
Alis Jonathan terangkat sedikit memandang Kasih yang langsung ditarik kebelakang oleh Dirga. Apa Dirga fikir dia akan membawa Kasih pergi??
"Untuk apa kamu disini?" tanya Jonathan pula. Dia menatap Kasih dengan lekat membuat Dirga semakin tidak menentu hatinya
__ADS_1
"Apa begini seorang asisten yang bertanggung jawab?" tanya Jonathan lagi. Dan jantung Dirga langsung bergemuruh mendengar itu. Apalagi wajah Jonathan yang begitu dingin. Dia memang salah karena sudah terlalu sering meninggalkan perusahaan, tapi ketika dia pergi dia sudah menyelesaikan semua pekerjaan nya.
"Sa...saya" Dirga langsung tidak bisa berkata apapun untuk menjelaskan ini
"Cepatlah kembali jika kamu tidak mau aku pecat" ancam Jonathan yang langsung berlalu bersama orang orang nya
"Tuan, saya tidak akan kembali jika saya belum menyelesaikan masalah ini" seru Dirga membuat langkah kaki Jonathan langsung terhenti.
"Tidak masalah. Aku bisa mencari asisten baru. Ternyata kamu sudah cukup puas hidup dengan hasil pabrik ini" jawab Jonathan tanpa beralih pada Kasih dan Dirga yang tampak bingung
Jonathan langsung berlalu dan masuk kedalam mobilnya, meninggalkan pabrik roti itu dimana Dirga dan Kasih masih ada. Mereka saling berpandangan bingung. Apalagi ketika melihat Jhon datang dan mendekat pada Dirga. Kasih segera melepaskan genggaman tangan Dirga dan melihat sesuatu yang diberikan oleh Jhon.
"Dokumen ayah" gumam Kasih yang mengenali map bewarna biru itu
Jhon langsung mengangguk dan menyerahkan map itu pada Kasih yang terperangah melihatnya.
"Bagaimana ini ada bersama anda tuan?" tanya Kasih dengan bingung
"Dan apa yang dilakukan Jonathan disini?" tanya Dirga pula
Jhon tersenyum dan menoleh kearah belakang Dirga dimana pintu keluar berada. Seorang pria paruh baya yang duduk diatas kursi rodanya mendekat kearah mereka dengan bantuan orang orang Jhon
"Paman Bagas" gumam Kasih tidak percaya saat melihat asisten kepercayaan ayahnya yang ada disini
"Saya diperintahkan oleh tuan Jonathan untuk membantu anda menyelidiki masalah yang menimpa nona Kasih. Dan dari beberapa hal yang kami selidiki kami berhasil menemukan keberadaan tuan Bagas yang ternyata disekap disebuah vila di kota Bandung oleh paman dan bibi nona Kasih" ungkap Jhon
Jantung Dirga terasa bergemuruh, bagaimana mungkin ini bisa terjadi? Jonathan yang membantunya?
"Kami juga sudah berhasil menangkap paman dan bibi anda, sekarang mereka ada dikantor polisi untuk mempertanggung jawabkan perbuatan mereka" tambah Jhon lagi
"Ya Tuhan, terima kasih tuan. Kalian begitu baik" ucap Kasih. Dia langsung menoleh pada tuan Bagas yang duduk diatas kursi roda ya. Pria itu tersenyum dengan begitu lembut dan merentangkan kedua tangan nya saat Kasih mendekat padanya
"Paman, paman baik baik saja, paman masih ada" kata Kasih yang menangis dalam dekapan tuan Bagas. Pria paruh baya yang sudah seperti ayah nya sendiri
"Paman baik baik saja nak, tuan Jonathan berhasil menemukan keberadaan paman" jawab tuan Bagas
Dirga semakin tidak menentu hatinya. Tadinya dia berfikir jika Jonathan akan menentang niat nya untuk membantu Kasih. Namun yang terjadi malah sebaliknya, dia mau membantu mereka dan akhirnya semua masalah Kasih bisa beres dan selesai.
__ADS_1
"Jadi tuan Jonathan tahu jika aku ingin membantu Kasih?" tanya Dirga pada Jhon. Jhon langsung mengangguk dan tersenyum
"Tentu saja, bukankah kalian sahabat. Meski tuan tidak ingin berbagi padanya, tapi dia tidak mungkin membiarkan tuan bekerja sendirian" jawab Jhon. Dan jawaban dari Jhon membuat Dirga tertegun. Sahabat?? Sebenar nya dialah yang telah membuat persahabatan mereka merenggang karena tidak ingin mengutarakan pendapat dan suaranya. Bukan nya Jonathan dan yang lain yang menjauh. Yah, Dirga benar benar malu dan canggung sekarang. Dia bahagia, tapi dia juga merasa bersalah.