Story Of The Twins

Story Of The Twins
Malam Terindah Ditepi Pantai


__ADS_3

Malam ini suasana masih sama seperti sore tadi. Sangat cerah dan penuh dengan kebahagiaan. Ribuan bintang menghiasi langit malam diatas laut yang bergelombang dengan begitu tenang.


Ratusan cahaya lilin telah dihidupkan disepanjang jalan menuju tempat persinggahan pengantin baru yang kini berjalan dengan begitu anggun dan penuh pesona.


Gaun malam berwarna keemasan dengan ratusan Payet yang mengelilingi nya membuat sinar keindahan Amelia semakin terpancar.


Dia menggandeng mesra lengan Ivan yang juga tampak begitu gagah.


Pesta masih berlanjut malam ini. Sebuah kue dengan bentuk yang sempurna setinggi satu meter itu sudah tertata rapi dibawah Kilauan cahaya lampu yang bersinar cerah.


Banyak orang yang sudah menunggu acara pemotongan kue dan juga lempar bunga malam itu.


Dan juga tentunya acara dansa yang akan digelar oleh muda mudinya.


Sedangkan para orang tua, duduk dan berkumpul disebuah aula yang dikhususkan untuk mereka seraya memandangi dan menikmati acara malam Ivan dan Amelia.


"Kamu menggoda banget pakai gaun ini" bisik Ivan disela sela langkah kaki nya


Amel melirik nya dan tersenyum malu. Sejak tadi hanya itu yang selalu dibahas Ivan. Tidak tahu bagaimana jadinya nanti setelah acara selesai. Sepertinya dia memang harus menyiapkan mentalnya mulai dari sekarang. Sungguh mengerihkan membayangkan jurus ular masuk terowongan dengan sayap seperti yang Ivan bilang pagi tadi.


"Biar kamu makin greget nanti" bisik Amel pula


Ivan tertawa kecil dan menggeleng pelan. Amel memang selalu bisa membuat nya gemas dan tidak sabar. Tidak tahu kenapa, setelah sah menjadi istrinya, Ivan sudah tidak lagi bisa mengendalikan hasratnya. Apa karena sudah menunggu terlalu lama? Atau otak nya yang memang sudah terkontaminasi oleh Vidio yang dia tonton? Atau juga karena selalu melihat Jonathan dan Karina yang semakin lama semakin mesra? Entah lah, terkadang semua membuat Ivan ingin cepat acara ini segera berakhir.


Saat ini mereka telah tiba ditempat dimana mereka akan mengadakan acara potong kue. Semua orang sudah berkumpul.


Suara MC acara juga sudah mulai membuka acara malam itu. Lantunan musik romantis sudah sejak tadi diperdengarkan


Setelah MC berbasa-basi sejenak. Amelia dan Ivan langsung mendekat kearah kue mereka. Kue pengantin yang sangat indah dan tentu nya mewah.


"Make a wish dulu dong" pinta orang orang disana


Ivan dan Amelia saling pandang dan tersenyum. Mereka memejamkan mata mereka dan saling berdoa dan berharap. Harapan mereka sama, yaitu mereka hanya ingin hubungan mereka tidak akan pernah berakhir hingga batas waktu mereka didunia ini habis. Cinta mereka semakin kuat dan bertambah setiap harinya. Hanya itu , dan tidak ada yang lain nya.


Setelah selesai berdoa, mereka memulai memotong kue nya dengan sebuah pisau panjang dengan pita bewarna pink yang sangat manis. Memotong kue itu bersama sama, hingga tepuk tangan riuh penonton tampak terdengar menggema .


Ivan dan Amelia saling menyuapkan kue masing masing. Tertawa bahagia dengan senyum semua orang yang juga ikut meramaikan kebahagiaan mereka.


Dan kini adalah acara yang ditunggu tunggu. Yaitu acara pelemparan bunga pengantin. Dimana itu akan menjadi sebuah keberuntungan bagi orang yang mendapatkan nya.


Semua teman teman Ivan dan Amelia langsung berkerumun dan berdesakan dengan antusias. Hanya Jonathan dan Karina saja yang tidak ikut, juga Bambang. Karena mereka sudah menikah jadi untuk apa lagi.


Diana langsung menarik lengan Faiz karena dia juga begitu berharap bisa mendapatkan bunga itu. Meski pernikahan nya mendesak, namun tetap saja, mendapatkan bunga pengantin adalah suatu keberuntungan tersendiri.


"Siap ya" teriak Ivan pada teman teman nya


"Siap dong, lempar cepetan" seru mereka semua


Ivan dan Amelia langsung tertawa. Mereka membalikkan badan dan saling menggenggam bunga pengantin itu dengan kompak. Suara MC kembali memberikan aba aba dan pada hitungan ketiga, mereka langsung melemparkan bunga nya kebelakang dengan kuat


Teriakan bergemuruh langsung terdengar, membuat Ivan dan Amelia langsung membalikkan tubuh mereka. Melihat siapa yang mendapatkan bunga itu. Dan ternyata, benar saja. Faiz yang berhasil menangkap nya. Padahal dia terlihat malas malasan ikut berkumpul disana


"Aaaahhh tahu aja siapa yang bakal nyusul" seru Karina dari tempat nya


"Aaahh curang tuan muda. Asisten nya yang dikasih" teriak teman teman Ivan yang lain


Ivan tertawa lucu melihat wajah kesal mereka. Mana dia tahu jika Faiz yang akan mendapatkan nya


Faiz tertawa menggelengkan kepala nya. Dia langsung menyerahkan bunga itu pada Diana. Membuat tepuk tangan langsung menggema disana.


"Makasih" gumam Diana begitu bahagia. Dia bahkan sampai memeluk bunga itu dengan erat, seperti barang berharga yang akan dia abadikan nanti.


"Waaah jangan aja kalian ngeduluanin kami ya" ucap Alex pada Faiz


"Haha, tergantung lah. Kalian kelamaan" jawab Faiz


Dan kini Ivan dan Amelia akan membawakan sebuah lagu romantis untuk menghibur tamu tamu mereka. Juga untuk mengisi acara malam itu sebelum acara dansa yang akan menutup acara pernikahan mereka malam ini.

__ADS_1


Lagu cinta yang akan dinyanyikan oleh mereka berdua, yang memang sudah sangat lama tidak bernyanyi bersama.


Mikrofon sudah diserahkan oleh panitia, musik juga sudah mulai melantun merdu. Ivan dan Amelia saling berhadapan dan mulai mengeluarkan suara mereka.


Suara yang memang merdu dan sangat enak untuk didengar


Tepuk tangan kembali terdengar menggemuruh. Semua orang begitu menikmati suara mereka. Apalagi mereka bernyanyi dengan begitu menghayati. Lantunan suara yang saling menyambut penuh dengan tatapan cinta membuat mereka terhanyut dalam suasana yang romantis.


Ditepi pantai, disuasana yang meriah. Semua orang begitu menikmati nya


"Akhirnya setelah sekian lama. Ingat sewaktu dulu mereka nyanyi bareng kalau ada konser, sekarang mereka nyanyi bareng diacara nikahan mereka sendiri" gumam Erika yang berada disebelah Karina


"Iya kak. Kalau diinget inget itu lucu ya. Gak nyangka ternyata mereka jodoh, padahal dulu cuma sahabatan" balas Karina pula


"Iya Rin. Waktu cepet banget berlalu" ucap Erika dan Karina langsung mengangguk setuju


Dua buah lagu dibawakan Ivan dan Amelia malam itu. Mereka begitu menikmati acara mereka. Bahkan semua orang juga begitu. Meski udara semakin lama semakin dingin, namun itu tidak membuat semangat mereka surut. Malah semakin malam semakin membuat suasana bertambah panas dan tentunya bagi yang mempunyai pasangan.


Beberapa api unggun sudah dipasang mengelilingi area pesta. Membuat panas nya sedikit bisa menghangatkan.


Dan diacara yang terakhir ini adalah acara berdansa bersama.


Ivan dan Amelia sudah berdiri ditengah tengah tempat untuk berdansa.


Lantunan musik romantis sudah sejak tadi diperdengarkan.


Ivan meraih pinggang Amel dan merapatkan tubuh nya. Sedangkan tangan Amel langsung berada dibahu dan didada Ivan.


Saling memandang penuh cinta dan rasa kasih sayang yang besar


"Dingin ?" tanya Ivan memandang wajah Amel yang begitu cantik dan menggoda


"Dingin juga. Tapi kalau ada kamu dingin nya jadi gak terasa" jawab Amel


Ivan langsung tertawa dan semakin merapatkan tubuh nya pada Amel, hingga tidak ada lagi jarak yang mengikis mereka berdua.


Amel tersenyum dan merebahkan kepala nya didada Ivan. Tubuh mereka mulai bergerak seirama dengan musik yang mengalun dengan merdu


"Aku kan bicara bener" gumam Amelia


Ivan tersenyum dan mencium sekilas pucuk kepala gadis yang sudah menjadi istrinya itu.


"Kamu memang selalu benar dan gak pernah salah sayang" jawab Ivan


Dan memang begitu kenyataan nya, ada didekat Ivan memang membuat tubuhnya begitu nyaman. Hawa dingin yang terasa menggigit tidak lagi dirasakan nya. Karena tempat ternyaman nya adalah Ivan sendiri.


Mereka memejamkan mata dan menikmati lantunan musik yang terdengar. Bergerak seirama dengan penuh penghayatan dan senyum yang tidak pernah lepas.


Sungguh tidak ada kebahagiaan yang paling indah ketika apa yang mereka harapkan telah tercapai. Malam puncak dimana ikatan suci mereka telah tersemai.


Tidak pernah terbayangkan jika perjalanan cinta mereka akan sepanjang ini.


Dari yang hanya mengagumi dari jauh, namun akhirnya bisa memiliki.


Dan dari yang hanya menganggap sebagai teman, kini berubah menjadi orang yang paling berarti.


"Kamu bahagia?" tanya Ivan


Amelia kembali berdiri tegak dan mendongak memandang Ivan.


Dia tersenyum dengan lembut dan langsung mengangguk pada Ivan. Memandang wajah tampan yang sudah sah menjadi suami nya


"Bahagia sekali. Terimakasih sayang" ucap Amel


"Bahagia kamu, adalah kebahagiaan buat aku" jawab Ivan yang langsung menyerang bibir Amel. Tidak perduli ada dimana, karena malam ini adalah malam mereka.


Apalagi semua orang juga masih menikmati dansa mereka masing masing, sehingga tidak akan ada yang perduli pada apa yang Ivan lakukan. Apalagi tidak ada orang tua yang menyaksikan karena mereka sudah masuk kedalam resort saat ini.

__ADS_1


Amelia meremas jas dibagian dada Ivan saat ciuman itu semakin lama semakin membuai. Membuatnya juga tidak bisa untuk mengabaikan nya.


Rasa cinta, sayang, dan hasrat, semua menyatu membuat mereka sama sama terbuai satu sama lain.


Meski mereka kira tidak ada orang yang melihat, namun nyatanya semua pandangan mata tertuju pada mereka


"Ya ampun, mata ku jadi ternodai lagi" gumam Diana yang langsung memalingkan wajahnya tidak lagi berani memandang kearah pengantin baru itu


Faiz hanya terkekeh lucu melihat Diana yang tampak malu. Ivan memang tidak bisa dikondisikan. Selalu lepas kontrol dimana pun dia berada. Tapi yah mau bagaimana lagi, malam ini adalah malam nya. Tidak akan ada yang bisa melarang nya


"Kayak nya mereka terlalu terbawa suasana" gumam Karina yang masih berdansa dengan Jonathan


"Setiap hari juga mereka selalu begitu" sahut Jonathan membuat Karina langsung tertawa dan kembali fokus pada wajah tampan suami nya


"Oh my God, tuan muda itu bikin gue cenat cenut" gumam Samuel


Sementara Bambang dan Dian yang tidak ikut berdansa memandang takjub pada Ivan dan Amelia. Mereka tidak menyangka jika Ivan akan sepanas dan seberani itu.


"Gila ya, apa pengaruh orang kota emang begitu?" gumam Dian begitu takjub


"Entahlah, tapi yang lain enggak tuh. Lo jangan lihat nanti Lo kepengen" sahut Bambang


"Kepengen tinggal minta kawin" sahut Dian


"Kawin sama siapa, sama sapi" ejek Bambang dengan tawa lucu nya membuat Dian langsung berdecak kesal


Duaarrrr


Duaarr


Duarrr


Ledakan kembang api yang begitu besar pecah diatas langit malam itu. Membuat semua orang terkesiap kaget dan langsung memandang keatas dengan pandangan takjub mereka masing masing.


Begitu pula dengan Ivan dan Amelia yang baru melepaskan ciuman mereka. Bahkan karena ada kembang api itu membuat mereka jadi tersadar jika sedang berada ditempat keramaian sekarang.


"Wow cantik banget" gumam Amelia


Ivan tertawa dan sedikit mengusap bibir Amelia yang basah dan sedikit membengkak


"Cantik kamu lagi" jawab Ivan


Amelia berdecak dan mengerucutkan bibirnya


"Udah ah, kamu buat aku lupa diri" gerutu Amelia


Ivan langsung tertawa dan mengusap wajah cantik nan menggemaskan itu


"Aku memang pengen buat kamu lupa diri nanti" jawab Ivan


"Kenapa kamu jadi mesum gini sih yang" tanya Amelia heran


"Apa salah nya mesum sama istri sendiri. Udah halal jadi bawaan nya pengen ajak kamu kekamar aja" jawab Ivan


"Sabar dulu dong. Aku kan masih mau nikmati malam ini. Lihat cantik banget lagi" ucap Amelia seraya memandang kembali keatas langit


Kilau pecahan kembang api yang meledak diatas sana benar benar begitu indah. Sinar nya yang menebar mampu menambah suasana semakin terlihat lebih indah dan romantis. Membuat mata semua orang begitu termanjakan


"Perasaan ini gak ada dilist acara kan" gumam Amelia yang masih asik memandangi keatas sana


"Iya, aku juga gak tahu siapa yang buat" balas Ivan


"Jadi inget waktu diatas kapal sewaktu foto prewedding Karin dan kak Jo" ucap Amelia


Ivan langsung menoleh pada Jonathan dan Karina yang berada tidak jauh dari mereka. Apa Jonathan yang merencanakan ini????


Namun yang dipandangi masih asik memandang kelangit bersama istri nya. Dan tentu nya yang pasti bukan Jonathan, karena pria kaku itu tidak akan pernah bisa berfikiran romantis seperti itu.

__ADS_1


Orang yang merencanakan ini sedang duduk berdua disisi pantai yang lain bersama seorang gadis yang dibawa nya dengan paksa tadi. Mereka duduk menikmati kembang api yang meledak diatas langit malam itu. Tanpa berbicara apapun karena diam membuat mereka sama sama nyaman ditengah perasaan yang tidak bisa diungkapkan.


__ADS_2