
Ditempat lain
Siang ini Jonathan tengah berada dikebun pak Tarman bersama Toni. Ia dan Toni diperintah oleh pak Tarman untuk melihat dan membantu petani yang sedang memanen hasil kebun nya.
Dengan keringat yang sudah mengucur deras diseluruh tubuh nya, dia membantu petani yang lain mencabut umbi umbian, seperti ubi jalar dan juga daun bawang.
Meski terlihat kepayahan hingga wajah nya memerah namun Jonathan terlihat menikmati pekerjaan yang belum pernah dirasakan nya seumur hidup nya itu.
Apalagi melihat petani yang lain begitu semangat bekerja sembari sesekali diselingi dengan candaan.
Anak anak yang berlarian kesana kemari ditengah Padang kebun sayuran itu, serta beberapa orang ibu ibu yang tengah membakar ubi jalar serta makanan yang bisa diolah langsung disana.
"wes Van, sini istirahat dulu, muka mu itu wes merah padam" kata seorang wanita paruh baya
"Ton, ajak Abang mu makan sini, udah lama gak jumpa cah ganteng ini" kata ibu yang lain
Jonathan hanya tersenyum tipis dan mengikuti langkah Toni untuk bergabung dengan yang lain nya didekat pondok yang ada.
Dia melihat Toni yang begitu lahap memakan singkong rebus, ubi bakar bahkan pisang rebus yang bau nya sungguh menggoda.
Jonathan nampak kelelahan karena udara yang sangat panas. Ia duduk disebuah pondok kecil ditengah kebun sembari memperhatikan orang orang yang juga tengah beristirahat.
"woi bang, baru juga manen sebentar udah teler aja lo. Udah lebih seminggu lo gak kesini bantuin gue," kata Toni sewot
"ya maaf, disini sungguh panas" lirih Jonathan sembari mengipas ngipas badan nya dengan topi yang dipakai nya
"aish lemah lo, biasa nya juga gak gini" kata Toni heran
Jonathan hanya diam saja
"nak Ivan, ini dimakan , biasa nya paling doyan" kata seorang ibu menyerahkan sepiring pisang rebus dan ubi jalar yang sudah dibakar
"iya Bu, terimakasih" jawab Jonathan sembari tersenyum tipis.
Dia memperhatikan makanan dipiring itu, asap masih terlihat mengepul, seperti nya dia mulai penasaran dengan rasa nya. Ini adalah kali pertama dia memakan itu, bahkan sebelum nya dia tidak pernah tahu bentuk ubi jalar seperti apa.
Jonathan mengambil sebuah ubi jalar yang kulit nya nampak gosong, namun begitu dia sungguh penasaran bagaimana rasa nya, apalagi para petani dan Toni adik Ivan sangat menikmati nya.
Dengan pelan dia mengupas kulit ubi itu dan mencoba nya sedikit demi sedikit membuat Toni menatap nya dengan heran.
'ini orang kenapa sebenar nya' batin Toni yang sungguh aneh melihat Jonathan
Jonatha makan dengan lahap, apalagi perut nya yang memang sudah lapar
'lumayan juga' batin Jonathan
Untuk pertama kali nya, Jonathan yang hidup nya dipenuhi kemewahan harus merasakan menjadi orang biasa dalam hidup yang sangat sederhana. Pengalaman yang tidak akan pernah dilupakan nya. Dia harus berterima kasih pada Ivan setelah ini, karena dari dia Jonathan dapat belajar untuk bisa bersyukur dalam keadaan apapun.
..
Sudah hampir dua minggu dia menjalani kehidupan Ivan yang dinilai nya sangat berat itu. Setiap pagi ia pergi kepeternakan sapi dengan Bambang, meski tidak kuat dia masih tetap melakukan nya.
__ADS_1
Lepas tengah hari dia mengamen bersama Faiz, hanya kegiatan itu yang membuat ia merasa senang. Selain itu juga karena Faiz yang memang ramah dan lucu.
Seperti kini Faiz menjemput Jonathan kerumah Ivan untuk mengajak mengamen seperti biasa.
Mereka pun pergi dengan berjalan kaki seperti biasa sampai kepinggir jalan besar.
Hingga tak sengaja berpapasan dengan Karina yang baru pulang dari sekolah nya. Karina melambaikan tangan nya dan tersenyum manis pada Jonathan.
Jonathan pun juga melambaikan tangan nya sambil tersenyum manis menatap gadis itu yang telah berlalu jauh
"woi Van, jangan diliatin aja deh, nanti bonyok lagi muka lo yang tamvan itu" ejek Faiz
Sementara Jonathan hanya mengernyitkan dahi nya tak mengerti apa yang diucapkan oleh Faiz
Mereka pun mengamen seperti biasa dari satu bis ke bis lain nya.
Hingga tak terasa hari sudah mulai sore mereka pun berjalan pulang.
Disebuah jembatan pembatas desa mereka duduk istirahat.
"Van, " panggil Faiz
"hmm" gumam Jonathan
"udah seminggu ini gue perhatiin lo beda banget deh, lo ada masalah" tanya Faiz
"tidak" jawab Jonathan singkat
Jonathan pun hanya tersenyum tipis. Ia tak tau harus berkata apa
"lo gak lagi kesambet kan Van, ngeri gue liat lo lama lama" timpal Faiz lagi
"tidak lah, ada ada saja kamu" jawab Jonathan tanpa mau menatap wajah Faiz yang terlihat bingung dan menghela nafas lelah
Faiz pun langsung diam. Ia sangat heran dengan sikap teman nya akhir akhir ini. Jonathan yang dikira Ivan itu berubah sangat drastis pikir nya. Tak lagi sehangat dulu.
Hingga saat Jonathan membuka topi nya dan melihat lihat kearah sawah Faiz langsung memperhatikan nya dengan wajah ambigu
"eh Van, tunggu deh" ucap Faiz tiba tiba membuat Jonathan terkesiap kaget. Dia langsung memeriksa bagian belakang telinga Jonathan yang merasa risih dengan ulah nya.
"lo bukan nya punya tanda lahir disini ya Van, ini kok gak ada? " tanya Faiz heran sambil menunjuk bagian telinga Jonathan.
Jonathan pun langsung gugup
"eh, emm kamu salah lihat mungkin. "
"gak mungkin lah, kita temenan udah dari kecil Van" jelas Faiz lagi sehingga membuat Jonathan semakin gugup.
"sudah lah, ayo pulang. Hari sudah semakin sore " Kilah Jonathan, dia langsung berjalan pergi meninggalkan Faiz yang masih menatap nya bingung
"gue yakin gue gak salah. Ivan punya tanda lahir kok. Tapi tadi kok gak ada ya, bersih" lirih Faiz dan mulai berjalan menyusul Jonathan.
__ADS_1
'kok gue jadi merinding beneran ini, dia bukan Ivan temen gue, dia beda' batin Faiz sembari meraba tengkuk nya
..
Malam hari...
Hari sudah larut kini Jonathan tengah berbaring diranjang dipan milik Ivan dimana hampir dua Minggu ini tempat itu menjadi tempat nya melepaskan penat dan lelah.
Tiba tiba ponsel nya bergetar. Dilihat nya nama Ivan disana mengirimkan pesan agar segera menghubungi nya
Jonathan pun segera bangkit dari tidur nya dan berjalan keluar rumah mencari tempat aman.
Ivan : bang, gimana kabar
Jonathan : baik Van, kamu bagaimana disana
Ivan : aku juga baik baik aja disini. Masih betah disana bang? Pasti capek kan bang jadi aku
Jonathan: lumayan , tapi saya masih betah disini. Apa kamu tidak keberatan?
Ivan: ya bang, gak papa. Yang penting tahan aja sama omelan ibu ya. Hehe
Jonathan: tak masalah, hanya terkadang aku tidak tahan mencium kotaran kotoran sapi itu
Ivan : hahaha, buat pengalaman lah bang.
Jonathan : kamu bagaimana disana, tidak ada yang berniat mencelakai mu kan?
Ivan : enggak bang, tenang aja. Aku aman. Kan ada bang Roy
Jonathan : maaf Van, saya menyusahkan mu. Saya hanya butuh beberapa hari lagi. Setelah itu saya akan kembali
Ivan : iya bang, oh ya bang. Ada berita penting yang harus aku sampein
Jonathan : berita apa
Ivan : papa abang masih hidup
Jonthan: apa maksud mu, jangan bercanda Van
Ivan : aku serius bang , coba besok abang ajak Faiz kerumah mbah nya dikampung sebelah, disana papa abang dirawat. Aku pernah melihat nya haritu bersama Faz, dan baru tahu semalam kalau itu papa abang
Jonathan : apa kamu tidak salah liat Van
Ivan : enggak bang, aku yakin. Papa abang mengalami amnesia. Siapa tau dengan kehadiran abang dia bisa ingat kembali
Jonathan : ya tuhan, papa. Baiklah besok saya akan melihat nya. Terima kasih banyak Van
..
jangan lupa like and coment juga vote nya ya guys
__ADS_1