Story Of The Twins

Story Of The Twins
Hari Pertama Ivan DiKampus


__ADS_3

Keesokan pagi nya


Tok tok tok


Beberapa kali pintu diketuk namun tidak ada jawaban membuat Delisha langsung masuk kekamar Jonathan.  Dia begitu terkejut melihat Ivan yang disangka Jonathan itu masih terlelap tidur dengan gaya yang sangat berbeda dengan Jonathan biasa nya.  Kaki yang terjuntai kebawah dan selimut yang berserakan.


Sungguh sangat jauh dengan kebiasaan Jonathan.


"astaga,  kenapa dengan anak ini.  Tidak seperti biasa" gumam Delisha heran


"Jo,  bangun sayang,  Jo" panggil Delisha sembari menepuk nepuk pelan pipi Ivan.


Setelah beberapa kali memanggil akhir nya Ivan pun terbangun. Ia menggeliat sembari mengerjapkan mata nya perlahan, Ivan membuka mata dan setelah kesadaran nya pulih ia begitu terkejut melihat Delisha tengah memandang nya dengan wajah ambigu.


"eh,  maaf ma, kesiangan. " kata Ivan langsung duduk dipinggir ranjang sembari mengucek mata nya.


"kamu begadang sayang,  gak biasa nya bangun sampai jam segini.  Udah jam 7 lo,  buruan mandi.  Nanti kamu telat" ucap Delisha sambil mengambil selimut yang berserakan dilantai.


"astaga ya ampun, gue lupa.  Maaf ma" kata Ivan cepat dan langsung berlari kedalam kamar mandi


"aneh sekali anak itu.  Tidak biasa nya" kata Delisha terheran heran melihat tingkah anak nya.


Setelah selesai mandi dan memakai pakaian yang cocok Ivan langsung bergegas turun kebawah dan menuju keruang makan yang untung nya tidak jauh dari tangga sehingga dia tidak kebingungan mencari keberadaan Delisha.


"ma, Iv, eh Jo berangkat langsung ya" kata Ivan yang hampir salah menyebutkan nama


"sarapan dulu nak" balas Delisha sembari menyerahkan sepotong sandwich dan segelas susu dihadapan Ivan.


Ivan langsung meminum susu itu dengan cepat dan meraih sandwich nya


"sudah ma, sudah terlambat. Jo pergi dulu" kata Ivan langsung menyambar tangan Delisha dan mencium nya setelah itu langsung berlari keluar


"Jo tunggu" teriak Delisha


Seketika Ivan menghentikan langkah nya dan berbalik menuju Delisha


"mama akan keluar kota selama beberapa hari, kamu baik baik dirumah dan jangan kemana mana, tetap bersama Roy , oke" kata Delisha membuat Ivan mengangguk cepat


"oke" jawab Ivan


Delisha mengusap pelan pucuk kepala Ivan membuat pemuda itu tertegun sesaat


"pergilah, hati hati " kata Delisha lembut dan Ivan hanya mengangguk lalu bergegas keluar rumah dimana Roy sudah menunggu nya disamping mobil bersama seorang supir


'apa begini rasa nya kasih sayang seorang ibu, kenapa hati ku selalu bergetar jika didekat mama bang Jo' batin Ivan melamun


"tuan muda, mari" ucap Roy membukakan pintu untuk Ivan


"oh iya, terima kasih" jawab Ivan dan langsung masuk kedalam mobil meninggalkan Roy yang menatap nya heran .


'terimakasih, biasa kan tidak ternah' batin Roy


..


sementara didalam rumah


"kenapa dengan anak itu ya?" gumam Delisha membuat bibi May yang memperhatikan nya pun


ikut bingung

__ADS_1


..


Sesampai nya dikampus Ivan turun dari mobil. Ia melihat sekitaran kampus dengan mata berbinar. Ya cita cita nya yang belum kesampaian. Dan hari ini dia dapat menginjakan kaki nya di universitas bergengsi di negeri itu. Bahkan tidak pernah dibayangkan nya untuk bisa masuk ke universitas itu.


"wah,  kampus nya gede bener,  gak nyangka gue bisa nginjak kaki di universitas ternama ini" kata Ivan dalam hati.


"walaupun cuma sesaat, tapi gue bakalan nikmati saat ini, kapan lagi kan bisa ngerasain kuliah ditempat orang kaya" batin Ivan lagi


Diapun melihat kesana kemari mencari dimana fakultas ekonomi tempat Jonathan belajar.  Dilirik nya Roy dan pengawal yang lain mengikuti nya dari belakang dan beberapa orang nampak berpencar.


"gila ni pengawal,  kenapa ngikutin sampek masuk kampus juga sih.  Berasa kayak anak presiden gue" batin Ivan heran


"hai jo, baru dateng lo" sapa Erika yang mengejutkan Ivan.


"eh hai, iya ni" kata ivan tersenyum sambil mengingat ingat siapa kira nya cewe ini, sebab semalam dia sempat membuka galeri ponsel Jonathan yang berisikan foto foto teman nya.


"yuk ah,  kekelas" ajak Erika


Ivan pun hanya mengangguk mengikuti langkah kaki erika.


"Untung ada ni cewe" batin Ivan


Hingga tak lama kemudian mereka tiba dikelas dan langsung disambut oleh Dirga,  Alex dan Samuel.


"woi jo,  tumben lo siang dateng nya" tanya Alex yang langsung duduk disebelah Ivan. Untung nya hanya kursi itu yang kosong, jadi mungkin itulah kursi milik Jonathan fikir Ivan.


"hehe,  iya nih,  kesiangan gue" jawab Ivan cengengesan membuat semua teman teman nya saling pandang heran.


"mimpi apa lo semalem Jo? " tanya Samuel memperhatikan Ivan dari atas kebawah, seperti ada yang beda, tapi apa. Batin nya, begitu pula dengan yang lain.


"maksud nya? " tanya Ivan tak mengerti


"ya,  ceria banget nampak nya,  gak biasa nya" ujar Samuel lagi


"udah deh sam,  jangan diganggu,  es nya mulai cair mungkin" timpal Alex


Ivan hanya melongo melihat teman teman Jonathan.


"mungkin mereka ini yang dimaksud bang jo ya,  gimana ini,  gue udah gugup duluan.  Kalo sampek ketahuan mampus gue" lirih Ivan dalam hati


"woi, malah bengong,  tugas udah selesai belum? " tanya Dirga pula


"oh,  udah kok" jawab Ivan cepat.


Sementara Erika hanya diam mengamati Ivan.


Tak lama kemudian dosen pembimbing masuk kelas.  Ivan pun mulai pelajaran baru nya.  Beruntung nya dia malam tadi sempat belajar sedikit,  jadi tidak terlalu bingung mengikuti kelas nya.


Didalam kelas Ivan hanya fokus belajar sambil sesekali mata nya melirik kekanan dan kekiri mengamati teman teman yang lain.


Namun satu hal yang mengganjal hati nya,  ia melihat teman sekelas nya yang sedari awal ivan masuk terus saja memperhatikan nya.  Dan itu membuat Ivan sedikit curiga.


Dan saat jam istirahat, Ivan diajak teman teman Jonathan ke kantin kampus untuk makan siang


" Jo,  gimana tugas dari bu Sonia,  udah selesai lo? " tanya Dirga


"emm,  belum kayak nya.  Lupa gue.  Hehe" jawab Ivan


"kerjain bareng bareng yuk" ajak Erika

__ADS_1


"boleh" jawab Ivan,  Dirga,  Alex dan Samuel bersamaan


"wiih,  tumben kompak" ejek Erika


Ivan dan yang lain hanya tersenyum


"hai,  gue gabung ya,  gak enak banget makan sendiri" ucap Andrean tiba tiba


"oh yauda duduk aja. " kata Alex


"lo udah siap makan Jo? " tanya Andrean pada Ivan yang disangka nya Jonathan


"udah kok, udah habis ni" jawab Ivan ramah.


Erika,  Dirga,  Alex dan Samuel kembali saling pandang heran.


"oh iya Jo, nanti mau gak temenin gue ke perpus ,gue mau cari materi tentang tugas bu Sonia,  kurang ngerti gue.  Lu kan pinter jadi bisa la ya bantuin gue? " pinta Andrean memelas


Sementara Dirga menatap tajam Ivan dan Andrean.


"oh boleh kok,  yauda lanjutin aja makan lo,  nanti gue temenin" balas Ivan


Teman teman yang lain melongo terkejut melihat reaksi Ivan yang mereka anggap Jonathan itu.


"apa apaan ini anak,  kenapa sikap nya beda 180 derajat gini? " tanya Dirga dalam hati


"kali ini gue gak boleh gagal" batin Andrean dalam hati


"gue yakin ada niat terselubung dari cara pandang anak ini.  Kita liat aja" lirih Ivan dalam hati


Setelah Ivan dan Andrean pergi ke perpustakaan , Erika, Alex dan Samuel beserta Dirga terdiam dengan isi kepala mereka masing masing.


Mereka semua kembali kekelas, kecuali Dirga yang pergi mengikuti Ivan dan Andrean keperpustakaan.


Dikelas


"si Jo agak aneh gak sih menurut kalian,  gak kayak biasa nya" tanya Erika yang kini tengah duduk dimeja nya dikelilingi oleh Alex dan Samuel


"iya,  sikap nya tue beda,  biasa nya ngomong aja pelit,  ini malah kebalikan nya" ujar Alex


"iya kan, setelah seminggu dia dieman, sekali masuk kok jadi aneh begitu" jawab Erika lagi


"yauda lah,  kan malah bagus sih,  es nya udah cair kayak kata lo tadi.  Liat aja tadi dikantin anak anak yang negur dia pada disahutin semua.  Salut gue" timpal Samuel


"haha,  iya ya,  gak lama jadi artis kampus tue anak kalo sikap nya kayak gitu terus. " ujar Alex


"huh,  gue suka Jo yang kayak es" gumam Erika pelan namun masih bisa terdengar ditelinga Alex dan Samuel.


"ciiee ada yang jealous nii.  Haha" ejek Samuel


"apaan sih lo" kata Erika salah tingkah


"tenang Rik,  Jonathan gak akan berubah secepat itu kok" kata Alex sembari menepuk pundak Erika


..


*cerita hanya khayalan penulis ya guys


maafkan jika kurang menarik dan kurang greget

__ADS_1


jangan lupa tinggalin jejak


like , coment and vote kalian sungguh berarti*


__ADS_2