
Hampir menjelang petang barulah Ivan selesai mencari rumput untuk makanan ternak pak Rt. Dengan peluh yang sudah membasahi baju dan tubuh nya, dan sisa tenaga yang mulai hilang, Ivan terduduk dibawah pohon rindang untuk beristirahat sejenak.
Dia memperhatikan sekeliling nya , dimana hutan dan semak belukar tumbuh sembari mengipas wajah nya dengan topi yang selalu dipakai nya. Tangan nya nampak lecet bahkan sayatan sayatan kecil memenuhi telapak tangan nya.
Beruntung nya Ivan karena dia selalu memakai pakaian berlengan panjang setiap hari sehingga kulit nya masih tetap terjaga tanpa takut terkena sengatan serangga maupun panas terik.
Angin yang berhembus petang itu membuat tubuh nya dapat bernafas dengan baik setelah seharian berkutat dengan pekerjaan yang menguras tenaga.
Setelah cukup banyak rumput yang didapat Ivan pun memanggil karung berisi rumput dipundak nya dan kembali menuju rumah pak rt.
Dia berjalan menyelusuri jalan setapak dikampung itu sambil sesekali menyapa penduduk desa yang berpapasan dengan nya.
"Oalah cah ganteng, abis pulang ngerumput to?" tanya seorang ibu yang membawa keranjang belanjaan ditangan nya
"iya Bu" jawab Ivan dengan senyum ramah nya
Hingga tak lama berjalan dia pun tiba dibelakang rumah pak rt. Ivan langsung meletakkan rumput nya dikandang kambing itu.
"hai kak, udah selesai ngarit nya? " tanya Karina tiba tiba hingga membuat Ivan terkesiap kaget
"eh hai Rin, udah kok" balas Ivan tersenyum sembari memberi makan ternak milik ayah Karina
"kak mau gak temenin aku kekali mau ngambil cucian tadi ada yang ketinggalan" ajak Karina yang masih menatap fokus Ivan
"nanti kalau tau bapak sama abang mu mereka marah lo Rin" imbuh ivan sambil melirik kedalam rumah
"enggak lah, bapak sama bang Aldo pergi kekota, mungkin nanti malam baru pulang. Ayok lah kak, berat tu cucian, gakda yang ngangkat " kata Karina memohon.
"yaudah deh ayok" jawab Ivan senang, meski lelah namun ketika melihat senyum Karina seketika rasa itu lenyap entah kemana
Ivan dan Karina berjalan menyelusuri jalan setapak yang menuju ke kali yang tak jauh dari rumah.
Sesekali Ivan melirik kearah Karina yang berjalan didepan nya dengan senyum yang terus mengembang diwajah tampan nya
"kak, kakak kok gak lanjut kuliah lagi sih? " tanya Karina tiba tiba sembari membalikan tubuh nya menghadap keIvan yang terkesiap kaget
"belum ada biaya nya rRin, nanti kalau udah ada aku bakal lanjut kuliah kok. Kamu sendiri gimana, mau lanjut kuliah dimana nanti?" tanya Ivan pula
"ya dimana lagi kak, dikota lah, yang deket aja. " balas karina sembari mencabut bunga liar dipinggir jalan setapak itu
Ivan hanya manggut manggut menanggapi perkataan Karina.
"iya ya, taun depan kan ?" tanya Ivan
"hu'um" jawab Karina
Kini mereka telah tiba dipinggir kali . Dapat Ivan lihat ada sekeranjang pakaian yang telah dicuci teronggok dipinggir kali itu
"kak mandi yuk, biar sekalian, mumpung dikali nih, " ajak Karina pada Ivan.
Ivan berfikir sejenak namun belum sempat menjawab tubuh nya sudah ditarik Karina kedalam air
__ADS_1
Byuuuurrr
Mereka pun meloncat kedalam kali bersama.
Karina tertawa lucu melihat wajah Ivan yang terkejut karena ia ajak melompat kedalam air hingga membuat tubuh mereka hingga kepakaian mereka sudah basah terendam.
"hahaha, kakak bau kambing, jadi lebih baik mandi kan" ejek Karina sembari berenang menjauh dari Ivan yang masih mengusap wajah nya
"curang kamu ya, seharus nya pakek kode dulu dong" balas Ivan sembari pura pura kesal namun dengan senyum yang tak bisa disembunyikan nya.
Dingin air kali yang berasal dari pegunungan langsung mampu membuat tubuh nya segar kembali ditambah lagi dengan senyuman gadis pujaan nya membuat nya melupakan segala beban hidup nya.
" mana seru kalau pakek kode" ejek Karina sembari menciprati air kewajah Ivan
Ivan tertawa senang sembari membalas perbuatan Karina. Mereka bermain air hingga Ivan lupa betapa galak nya bapak Karina. Entah apa yang akan terjadi jika pak rt melihat mereka.
Beberapa orang yang mandi dikali itu memperhatikan mereka berdua sembari tersenyum dan menggelengkan kepala melihat tingkah dua orang itu, dimana Karina yang merupakan primadona desa sedangkan Ivan adalah pemuda yang paling tampan didesa itu, bahkan banyak anak gadis mereka yang mengagumi sosok Ivan.
"wah, seger banget kan kak" kata Karina sumringah
Ivan hanya mengangguk menatap dalam Karina, gadis pujaan hati nya.
Blussssss
Karina menciprati wajah Ivan dengan air dan dibalas juga oleh Ivan.
"hahahaha,,, ampun kak, ampun, haha" kata Karina dengan kuat
"hahaha" karina tertawa lantang
Ivan tersenyum bahagia melihat pujaan hati nya tertawa. Hingga tak terasa sudah lama mereka bermain air hingga sejuk pun menyapa.
"udah ayok naik, liat tuh bibir kamu udah biru kedinginan, " ujar Ivan sambil menunjuk bibir Karina.
"hehe ayok kak, hari pun udah senja" balas Karina. Yang kemudian mereka keluar dari air dan bergegas kembali kerumah Karina dengan pakaian basah ditubuh kedua nya
"kak, aku mau curhat nih, mau denger gak? " tanya Karina yang hanya diangguki oleh Ivan. Mereka berjalan beriringan dengan Ivan yang membawa keranjang pakaian
"aku suka sama seseorang, dia baik, ganteng, tapi sayang cuek banget sama aku" kata Karina dengan wajah menunduk
Deg....
Ivan terkejut dan menatap karina. Ada sedikit goresan dihati nya mendengar penuturan Karina.
"temen sekolah kamu? " tanya Ivan pelan pelan.
" hu'um" Karina hanya mengangguk
"apa dia tau kamu menyukai nya? " tanya Ivan lagi
Karina menggeleng
__ADS_1
"enggak tau, aku gak pernah bilang tapi temen temen aku pada nyomblangin aku sama dia, cuma ya gitu, dia tetep aja cuek sama aku"
Ivan hanya terdiam mendengar penuturan Karina.
"menurut kakak aku harus gimana? " tanya Karina
"menurut kakak ya kamu gak usah mikirin itu, nanti kalau jodoh kan gak kemana, lagian kamu juga masih SMA. Fokus aja sama belajar" ujar Ivan memandang Karina.
"ihhh kakak, masa jawaban nya gitu" Karina mengerucutkan bibir nya
Ivan yang gemas pun mencubit lembut pipi Karina
"kamu ni anak kecil, udah sok sokan bicarain tentang hati. Fokus sekolah aja dulu deh"
Karina melengos
"emang kakak gak pernah jatuh cinta apa? " tanya Karina
"enggak" jawab Ivan cepat
"pantes aja, kakak sih belum tau gimana rasa nya, kalau kakak tau pasti jadi bucin" ledek Karina
"aku tau rin, tau banget gimana rasanya, jatuh cinta sama kamu" kata Ivan dalam hati.
Karina memukul pundak Ivan
"hei, dibilangin kok malah bengong "
"hehe, maaf" jawab Ivan cengengesan.
Karina mengerucutkan bibirnya.
"udah, jangan gitu tu bibir, jelek tau. Dasar anak kecil" kata Ivan mengejek
"jangan ngeledek, nanti kakak jatuh cinta sama aku baru tau" kata Karina menggoda
"emang udah" jawab Ivan keceplosan
"hah? Apa? " tanya Karina
"eh, gak papa. Ini lo udah sampek, aku langsung pulang aja. Nanti liat bapak mu bisa disembelih aku" kata Ivan sambil menggaruk kepala nya. dia pun meletakan keranjang cucian milik Karina didekat pintu rumah nya
"iya deh iya, yauda, makasi banyak ya kak" kata karina tersenyum cantik dan melambaikan tangan nya
"iya sama sama" balas ivan tersenyum dan bergegas pulang kerumah nya.
Dia berjalan sambil memikirkan apa yang baru saja terjadi.
"gemes banget gue sama tu anak, hampir aja keceplosan tadi, huh" kata Ivan sambil menggaruk kepala nya yang tidak gatal
"lama lama liat senyum nya gak tahan gue, berasa makin banyak bunga cinta tumbuh dihati " Ivan senyum senyum sendiri sambil menggelengkan kepala nya.
__ADS_1
"gue harus sukses, gue harus kejar impian dan cinta gue. Iya harus" tekad Ivan dalam hati.