
Keesokan pagi nya..
Jonathan telah bersiap siap untuk berangkat kuliah.
Ia tengah menikmati sarapan nya bersama Delisha yang kebetulan sedang berada dirumah setelah semalam pergi mengurus perusahaan diluar kota.
" mama dengar dikelas mu ada anak baru nak? " kata Delisha membuka percakapan
"iya ma" jawab Jonathan singkat
"pindahan dari mana? " tanya Delisha lagi
"dari universitas xx"
"bagaimana orang nya? "
"biasa saja " jawab Jonathan datar.
"ah anaku yang satu ini dingin sekali, persis seperti papa nya dulu" lirih Delisha dalam hati, teringat akan suami nya yang sudah tiada.
"yasudah, baik baik dikampus mu ya, mama berangkat duluan" kata Delisha sambil mencium kening Jonathan dan langsung berangkat kekantor nya bersama supir dan juga pengawal nya.
Jonathan hanya mengangguk dan tersenyum singkat.
Sesudah sarapan dia pun juga berangkat kekampus nya.
Sesampai nya dikampus Jonathan disambut oleh Dirga dan juga Erika.
"hai Jo" sapa Erika ramah
Dan Jonathan hanya tersenyum seperti biasa.
"huh, walaupun lo sedingin ini, tapi tetep bisa bikin jantung gue berasa mau loncat Jo, apalagi liat senyum lo itu" lirih erika dalam hati.
"woy, ngapa lo ngelamun gitu ngeliatin muka si Jo, ada yang aneh? " tanya Dirga mengejutkan lamunan Erika.
"eh, hehe. Enggak kok" kata Erika terkejut dan langsung merapikan rambut nya yang memang sudah rapi.
"yauda yuk masuk" ajak Dirga dan langsung diangguki Erika dan Jonathan.
Sesampainya dikelas mereka pun duduk dan mengobrol seperti biasa.
Nampak Andrean yang langsung ikut bergabung dengan mereka.
Melihat itu Dirga langsung diam dan sesekali melirik Andrean yang juga tengah memperhatikan Jonathan
Setelah kelas dimulai mereka pun kembali ke tempat duduk mereka masing masing.
Mereka belajar seperti biasa hingga jam pelajaran usai.
"kantin yuk" ajak Erika pada yang lain nya
"ayok" ucap Alex dan Samuel berbarengan.
"kalian saja ya. aku mau keperpustakaan sebentar. " kata Jonathan sembari menyusun beberapa buku dimeja nya
"oke deh, yuk guys" kata Erika menarik tangan Alex dan juga Samuel
"eh, Dir. Ayo donk. Lelet lo" ajak Samuel.
"iya, duluan gih. Nanti gue nyusul" ucap Dirga.
Melihat Andrean yang tak mengikuti ketiga teman nya tadi kekantin membuat Dirga merasa heran.
__ADS_1
Akhirnya Dirga pun pamit pada Jonathan untuk menyusul ketiga teman nya. Namun bukan untuk kekantin, tapi ke perpustakaan terlebih dahulu.
Dia yakin jika Andrean akan pergi bersama Jonathan.
Dan benar saja dugaan nya Jonathan keperpustakaan diikuti oleh Andrean. Mereka berdua tengah memilih milih buku.
Terlihat Dirga tengah berada dibalik rak buku memperhatikan mereka.
Namun beberapa saat kemudian ponsel Dirga bergetar, nampak ada pesan masuk dari Rico.
"dugaan mu benar nak. Dia adalah mata mata dari musuh ayah Jonathan. Awasi terus Jonathan, jangan sampai dia mengatakan apapun pada anak itu"
Begitulah isi pesan Rico pada Dirga.
"sialan, benar dugaan ku kan" kata Dirga kemudian.
Dia pun segera menuju ketempat dimana Jonathan dan Andrean duduk. Terlihat mereka tengah membaca buku dengan Andrean yang terus berceloteh.
"hai bro, " kata Dirga tiba tiba mengejutkan Andrean dan juga Jonathan
"loh gak kekantin lo Dir? " tanya Andrean terkejut
"udah tadi, beli minum doank gue. Lagi gak laper. Hehe" jawab Dirga cengengesan.
Andrean hanya mengangguk sedangkan Jonathan tetap fokus pada buku nya mengabaikan dua orang itu.
"sialan ni anak, ganggu aja" kata Andrean dalam hati dan melanjutkan membaca buku yang entah apa dia pun tak mengerti.
"gak akan gue biarin lo mencelakai temen gue" kata Dirga dalam hati
..
Ditempat lain
"masuk" kata Delisha
Nampak Rico dari balik pintu melangkah kearah meja kebesaran Delisha.
"nyonya, ada sesuatu yang penting yang ingin saya bicarakan" kata Rico
"ada apa Rico" tanya Delisha menatap Rico dan meletakan pena dan dokumen nya diatas meja .
"mahasiswa yang Roy bilang disekolah tuan muda adalah mata mata dari tuan Darwin nyonya" ucap Rico membuat Delisha terkesiap.
"apa, keterlaluan" kata Delisha terkejut
"dia adalah orang suruhan tuan Darwin untuk melacak apakah benar tuan muda putra nyonya atau bukan" ungkap Rico lagi
"lalu apa yang harus kita lakukan sekarang Rico? " lirih Delisha
"kita ikuti saja dulu permainan nya nyonya, saya yakin dia akan sulit mengetahui siapa sebenar nya tuan muda" ujar Rico
"tapi apakah itu tidak berbahaya untuk Jonathan? " tanya Delisha cemas
"saya rasa tidak nyonya. Disana sudah ada Roy dan anak buah nya, Dirga juga akan membantu kita untuk menghalangi niat jahat orang itu" ungkap Rico menenangkan Delisha
"Dirga?? " tanya Delisha
"ya Dirga anak saya nyonya. Saya tahu bahwa siswa baru itu mencurigakan, Dirga yang menyuruh saya untuk menyelidiki orang itu" jelas Rico.
"oh tuhan, ternyata anakmu mengikuti jejak mu Rico" kata Delisha tersenyum
"maka dari itu nyonya tidak perlu khawatir, bersikap biasa saja pada tuan muda agar dia tak merasa lebih tertekan" kata Rico memberi nasehat
__ADS_1
"baiklah, aku percaya padamu" lirih Delisha, meski dalam hati nya dia sungguh merasa khawatir.
.
Malam hari nya
Jonathan dan Delisha tengah menyantap makan malam nya.
Setelah selesai makan Delisha mulai membuka pembicaraan.
"nak, apakah disekolah mu baik baik saja? " tanya Delisha pelan
"baik ma, seperti biasa" jawab Jonathan singkat
"apa tidak ada lagi yang mengganggumu? " tanya Delisha lagi
Jonathan pun hanya menggeleng.
Delisha terdiam, Jonathan yang melihat itu pun langsung bertanya.
"kenapa ma? "
"emm, bagaimana kalau kamu homeschooling saja nak" kata Delisha berhati hati
Jonathan pun langsung terkejut mendengar penuturan ibu nya.
"apa maksud mama! " tanya Jonathan dengan suara yang mulai meninggi dan menatap tajam ibu nya.
"mama tak ingin terjadi sesuatu padamu nak" lirih Delisha tak berani lagi menatap Jonathan.
"ma, aku sudah besar. Aku juga bisa menjaga diriku sendiri, cukup lah aku tak boleh kemana mana, ini apa lagi, sekolah pun harus dirumah juga. "
Kata Jonathan marah.
Ia langsung bangkit dari duduk nya dan berjalan cepat menuju kamar nya.
Delisha yang melihat itu langsung mengejar Jonathan.
Namun saat akan tiba didepan kamar Jonathan, pintu kamar nya sudah tertutup.
"Jo, buka nak, mama belum selesai biacara" kata Delisha mengetuk pintu.
Namun tak ada jawaban dari Jonathan.
"Jo, mama tau kamu marah, mama minta maaf" lirih Delisha
"pergilah ma, aku ingin istirahat, kalau mama cuma ingin mengatakan hal itu lagi, maka lebih baik aku tidak usah bersekolah lagi" kata Jonathan mengancam membuat Delisha terhenyak
"Jo, jangan seperti itu nak. Baiklah baiklah, kau boleh tetap kuliah seperti biasa nya. Asalkan kau bisa menjaga dirimu dengan baik" ucap Delisha yang mengalah.
Dan Jonathan hanya terdiam.
Melihat tidak ada jawaban Delisha pun kembali kekamar nya.
'apa apaan ini, kenapa hidupku harus seperti ini' batin Jonathan kesal dan emosi
arrgghhh...
semua buku buku yang ada dimeja belajar bahkan laptop nya pun ikut berhamburan karena luapan emosi Jonathan.
Bukan hal yang mudah untuk nya menjalani kehidupan yang selalu diatur dan dibatasi.
Namun untuk membantah ibu nya pun dia sungguh tidak sanggup mengingat kini hanya Delisha yang dia punya.
__ADS_1