
Keesokan hari nya
Tok tok tok
Tidak ada sahutan dari dalam kamar Jonathan. Dan hal itu membuat Delisha langsung membuka pintu dan langsung menggeleng gelengkan kepala nya melihat dua putera kesayangan nya masih tertidur pulas.
"Astaga kenapa sekarang Jonathan jadi ikut ikutan Ivan ya, bangun sering kesiangan. Memang kompak sekali mereka. " gumam Delisha dengan senyum yang mengembang diwajah nya
"hei, anak anak mama, ayo bangun. Sudah siang ini" Kata Delisha membangunkan Ivan dan juga Jonathan dengan menepuk pundak mereka masing masing
Namun belum juga ada yang bergerak
"ya ampun, apa mereka begadang semalam" batin Delisha lagi
"jo, van, ayo bangun." teriak Delisha sambil menggoyang goyang kan badan Ivan dan juga Jonathan
Jonathan pun membuka mata nya dan mulai menggerak kan tubuh nya. Dilihat nya sang mama sudah berdiri sambil menggeleng gelengkan kepala.
"emh, pagi ma" sapa Jonathan dengan suara serak khas bangun tidur, dia langsung bergerak untuk duduk sembari mengusap wajah nya yang sembab
"anak perjaka tidak baik bangun siang, ayo bangun. Banguni tu adik kamu, langsung mandi ya. Papa sudah menunggu dibawah untuk sarapan" kata Delisha sembari membuka gorden besar dikamar Jonathan
Setelah Delisha keluar kamar, Jonathan pun membangunkan Ivan. Namun yang dibangunkan masih sulit untuk membuka mata nya.
"astaga anak ini, tidur seperti orang mati saja" gumam Jonathan mulai kesal
"hei van bangun" teriak Jonathan ditelinga Ivan
"apaan sih bang, masih pagi juga" kata Ivan langsung menutup telinga nya dengan bantal
"kalo kamu gak bangun jangan harap kamu bisa ngeliat motor kesayangan kamu hari ini" ucap Jonathan dan langsung masuk kekamar mandi.
Mendengar itu Ivan pun langsung bangun dengan mata yang masih tertutup
"ish, gak asik lo bang, ngancem nya bawa bawa motor kesayangan gue" sewot Ivan.
"bodoh amat" teriak Jonathan dari dalam kamar mandi
Ivan pun langsung berjalan keluar pergi kekamar nya. Jonathan tidak pernah main main dengan ucapan nya. Itu yang membuat ia takut pada Jonathan melebihi pada mama dan papanya sendiri.
Pernah beberapa kali ketika Ivan membuat Jonathan kesal jonathan mengancam akan membuang motor kesayangan Ivan kedalam kolam dibelakang rumah nya. Ivan kira itu hanya gurauan namun Jonathan benar benar melakukan nya.
Flash back on
"kamu dari mana Van, kenapa sampai malem begini baru pulang? " tanya Delisha pada Ivan yang baru masuk kedalam rumah mewah nya
"main sama Faiz dan Toni ma" jawab Ivan sambil menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal merasa bersalah pada mama nya
"iya, tapi jangan sering sering donk, bahaya, apalagi papa kan lagi keluar kota sekarang. Besok kamu juga kuliah nak" kata Delisha lagi
"iya ma, maaf" jawab Ivan menyesal
"awas kalo kamu ulangi lagi" ancam Jonathan tegas yang sedari tadi hanya diam memperhatikan adik nya itu,
"iya bang iya" kata Ivan mulai takut
Saat itu Ivan sedang nongkrong dicafe biasa tempat Karina bekerja. Karena obsesi nya mengejar cinta gadis itu ia pun sampai lupa waktu.
Beberapa hari setelah nya Ivan mengulangi kesalahan nya lagi. Sontak saja itu membuat Jonathan murka.
Pagi pagi sekali ketika hendak buru buru kekampus karena kesiangan Ivan langsung dihadang Jonathan didepan pintu.
"mau kemana? " tanya Jonathan dengan wajah datar cenderung dingin membuat Ivan seketika bergidik ngerih, meskipun rupa mereka sama namun Jonathan lebih memiliki aura yang kuat yang tidak bisa dibantahkan
Delisha hanya diam saja saat melihat Jonathan yang mulai emosi itu
__ADS_1
"mau kekampus lah bang, hehe" jawab Ivan cengengesan. Ia sudah tau apa yang akan terjadi melihat wajah Jonathan yang sudah berubah menakutkan dipenglihatan nya itu
"jam berapa tadi malam kamu pulang" tanya Jonathan lagi
Ivan pun hanya diam saja, kalau sudah begini menjawab apapun pasti salah fikir nya
"jawab !!!" bentak Jonathan membuat Ivan terkesiap kaget
"jam satu bang. Maaf" lirih Ivan tertunduk tidak lagi berani memandang wajah Jonathan
Delisha pun hanya menahan senyum nya melihat Ivan yang mulai menciut menghadapi Jonathan. Meski dia tidak tega saat Ivan mendapat bentakan dari Jonathan, namun dia tidak bisa berbuat banyak, karena dia tahu Ivan juga salah tidak mengindahkan perkataan mereka.
"sudah berapa kali mama bilang, jangan sering pulang malam. Apa kamu tidak mendengar nya. Kamu tau kalau papa tau kamu sering membangkang begini pasti dia akan menghukum mu nak" ucap delisha lembut yang membuat Ivan semakin gugup
"maaf ma maaf" jawab Ivan pelan
"biar Jo saja yang menghukum nya ma, anak ini dibiarkan semakin menjadi" kata Jonathan dingin
Delisha dan Ivan pun hanya bisa pasrah melihat Jonathan yang sama persis seperti Maxwel, sama sama tegas dan tidak bisa dibantah
"kemarikan kunci motormu" kata Jonathan menjulurkan tangan nya
Ivan yang heran dan takut pun langsung menyerahkan kunci motor nya
"jangan harap kamu bisa menggunakan motor kesayangan mu itu sampai papa pulang nanti" kata Jonathan meninggalkan Ivan dan juga Delisha
Ivan menelan saliva nya yang terasa nyangkut ditenggorokan nya
Diapun mengikuti kemana langkah Jonathan. Dilihat nya Jonathan naik kemotor nya
"abang mau kekampus naik motor ku bang? " tanya Ivan heran
"siapa bilang. Motor sialan ini mau aku buang" jawab Jonathan santai sambil menghidupkan motor kesayangan Ivan
"ha, jangan becanda bang" kata Ivan tak percaya
Dan itu tentu saja membuat Ivan langsung membelalakan mata nya dengan lebar, dia pun langsung mengejar Jonathan yang sudah berada didekat kolam itu. Dan betapa terkejut nya dia setelah tiba disana melihat motor kesayangan nya sudah berenang bersama ikan ikan yang ada dikolam itu.
Ivan pun hanya menatap iba motor kesayangan nya itu dengan wajah frustasi
"motor ku" lirih Ivan melongo melihat Jonathan tak bercanda dengan ucapan nya
"itu akibat nya jika kamu tidak mau mendengarkan perkataan mama. Itu baru motor mu yang aku masukan kedalam kolam, besok jika kamu masih membangkang kamu yang aku lempar ke kutub utara" Kata jonathan dengan nada mengancam membuat Ivan hanya mampu terdiam seribu bahasa.
Setelah memberi pelajaran pada Ivan, Jonathan pun berangkat kekampus dengan mobil nya dan meninggalkan Ivan yang masih terduduk lemas memandangi nasib motor nya.
"sudah, biarkan saja. Lain kali jangan dibuat lagi ya. Abang mu seperti ini karena tidak ingin kamu nakal nak, dia ingin kamu disiplin.
Jonathan itu seperti papa kalau sudah marah, apapun yang dikatakan nya pasti akan terjadi" ucap Delisha lembut, dia juga mengikuti Ivan kebelakang demi melihat apa yang dilakukan oleh anak anak nya, dan dia juga begitu terkejut saat tahu motor Ivan sudah tenggelam disana
"maafin Ivan ya ma, tapi Ivan berani sumpah deh, gak macem macem diluar san" ucap Ivan memelas
"iya, mama percaya. Tapi sebagai pelajar kan tidak pantas kamu sering pulang sampai larut malam. Kecuali malam minggu tidak apa apa. Abang mu juga sudah sering bilang itukan" kata Delisha sambil mengusap lembut kepala Ivan
"iya ma, Ivan salah. Gak lagi deh. Takut dibuang kekutub utara sama bang Jo" jawab Ivan polos membuat Delisha terkekeh pelan
"yasudah pergilah kuliah, nanti kamu telat" kata Delisha
"memang udah telat ma, tapi itu motor Ivan gimana? " tanya Ivan bingung menunjuk motor nya yang sudah dikelilingi ikan ikan peliharaan Jonathan
"udah biar aja, jangan diangkat, nanti abang mu tambah marah. Selama seminggu ini kamu naik taksi aja ya, itu sebagai hukuman dari Jonathan kan, supaya kamu gak ngulangi lagi" kata Delisha
"iya ma" jawab Ivan lesu. Dia pun berangkat kekampus dengan lesu mengenang motor kesayangan nya.
"jahat bener lu bang. Nasib nasib, gara gara demi cinta jadi begini" batin Ivan dalam hati
__ADS_1
Karena itu selama seminggu Ivan berangkat menggunakan taksi atau terkadang naik bus. Hal itu tentu saja membuat Faiz dan teman teman yang lain mentertawakan kesialan Ivan karena sudah berani melawan Jonathan.
Dari kejadian itu Ivan pun tidak berani lagi membantah Jonathan yang lebih menyeramkan dari papa nya ketika marah.
Flashback off
Jonathan, Ivan dan juga orang tua mereka kini sedang sarapan bersama dimeja makan. Hari ini hari libur sehingga mereka menghabiskan waktu bersantai bersama.
Selesai sarapan Ivan dan Jonathan beserta orang tua nya duduk santai diruang keluarga sambil bercerita dan bergurau bersama.
"hari ini kalian ada rencana kemana?" tanya Maxwel pada Ivan dan juga jonathan
"gak ada pa, palingan entar sore kerumah Faiz aja " jawab Ivan sambil menikmati kue buatan Delisha
"kamu jo? " tanya Maxwel pada Jonathan yang juga sedang menikmati cemilan nya
"siang nanti mau keluar sama teman pa" jawab Jonathan singkat
"siapa? " tanya maxwel
"cewe lah pa, papa kayak gak pernah muda " celetuk Ivan membuat Jonathan langsung menatap kearah nya dan Maxwel serta Delisha menoleh kearah Jonathan
"kamu sudah punya pacar nak? " tanya Delisha dan Maxwel terkejut
Jonathan pun seketika langsung gugup karena pertanyaan itu
"eh, tidak pa, cuma teman kok" jawab Jonathan gugup
"bener cuma temen" goda Maxwel
"wah, anak mama sudah besar rupa nya" timpal Delisha pula
"cuma teman pa, ma" elak Jonathan lagi
"bohong pa ma, tadi malam aja sampek pulang larut malam, pasti habis kencan tu " tambah Ivan pula yang langsung mendapatkan tatapan tajam Jonathan
"bener nak? " tanya Delisha lagi
"bener lah ma, sejak kapan bang jo pulang larut, baru tadi malem, ivan yakin deh pasti habis kencan" kata Ivan semakin menggoda membuat Jonathan mendengus kesal, adik nya satu ini memang suka sekali membuat nya kesal
"haha, bagus itu, ternyata bisa juga kamu punya pacar ya, lihat kalah kamu Van" timpal Maxwel
"haha, gak papa deh pa, ngalah sama abang sendiri. Kan kalau dia seneng gak jadi dia buang Ivan kekutub utara" kata Ivan yang semakin membuat Jonathan kesal sedangkan Maxwel dan Delisha langsung terbahak mendengar penuturan polos Ivan
"Jovankha, bener bener aku kirim kau kekutub utara " kata Jonathan geram
"mana bisa, tiket nya aja belum dipesan. Wkekwk" ejek Ivan sambil berlari kekamar nya
"Jovankha, sialan kamu ya. Motor kamu yang aku buang lagi" teriak Jonathan dan sontak saja itu membuat Ivan berbalik dan langsung memelas
"aaahh, jangan dong bang, jahat bener lu. Papa mama, tolongin motor Ivan" kata Ivan memelas pada Delisha dan Maxwel.
Sementara Delisha dan Maxwel hanya mampu menahan tawa mereka melihat kelakuan Ivan yang senang sekali menggoda Jonathan
"maka nya jangan suka mengggoda singa yang sedang tidur" kata Maxwel terkekeh
"mau apa, takkan ada yang bisa menolong motor jelek mu itu" kata Jonathan tersenyum licik
"gak asik lo bang, main bawa bawa motor gue. Mobil lo tu nanti yang gue buang" ancam Ivan lagi
"oh begitu. Coba saja kalau berani, bawa mobil saja kamu tidak bisa, sok sokan mau buang mobil ku." ejek Jonathan pula
"wah sepele lo bang, gue kan bisa mintak tolong pak ujang dorong mobil lo kekolam" jawab Ivan polos dan sontak saja perkataan nya membuat Delisha dan juga Maxwel tertawa terbahak bahak kembali
"aneh kamu ini van, konyol. Bagaimana mungkin kalian bisa mendorong mobil berdua, astaga Jovankha " kata Maxwel geleng geleng melihat kelakuan konyol Ivan yang kini sudah tertawa malu sembari menggaruk kepala nya.
__ADS_1
Mereka kembali tertawa dan bersenda gurau menghabiskan waktu libur bersama yang memang setiap Minggu pasti mereka sempatkan untuk berkumpul disela padat nya kegiatan .