Story Of The Twins

Story Of The Twins
Bermain Lumpur


__ADS_3

Angin disore hari itu berhembus dengan lembut, selembut pemandangan alam yang begitu menyejukkan mata.


Seluas mata memandang hanya hamparan padi yang menghijau sempurna, dikelilingi oleh pegunungan yang menjulang menembus awan.


Aliran sungai sungai yang mengalir bergemerisik menjadi backsound pemandangan alam disore hari itu dikampung Ivan.


Amelia berlari kecil mengitari area persawahan yang menghijau. Sesekali dia melompat kecil untuk melangkahi parit parit yang membelah petakan sawah.


Sungguh senang hati nya berada dikampung itu. Setelah penat nya bekerja selama lebih tiga tahun ini, baru sekarang dia bisa menikmati hidup nya.


Sepatu kets nya sedikit berlumpur karena beberapa kali menginjak becek. Namun tidak mengurangi semangat dan kesenangan nya mengitari area persawahan itu.


Ivan yang mengejar nya sedikit kewalahan, tapi dia begitu bahagia melihat tawa ceria gadis itu. Gadis yang kini memang telah memiliki seluruh hati nya, berbeda dengan beberapa tahun silam, saat terakhir mereka berada dikampung ini, Ivan belum mengetahui bagaimana perasaan nya. Tapi sekarang, semua nya berubah dan terasa begitu indah, saat semua sesuai harapan nya.


"sayang pelan pelan, kalau jatuh kamu bisa kotor" teriak Ivan.


Amelia terhenti sejenak dan menoleh kebelakang dimana Ivan berdada


"bisa mandi di sungai" sahut Amelia dengan tawa nya


"aku gak mau ya berakhir disungai seperti beberapa tahun kemarin" kata Ivan sembari menjulurkan tangan nya kearah Amelia yang tertawa


"kalau gak ada kejadian itu, aku gak tahu sampai sekarang hubungan kita gimana" jelas Amelia yang kini berjalan dengan bergandengan tangan pada Ivan


"hahaha, kamu ini. Ada atau gak ada nya kejadian itu, perasaan aku kan memang udah sama kamu" ungkap Ivan sembari menarik gemas hidung mungil Amelia yang mendengus dan mengerucutkan bibir nya sekilas


"gombal banget" dengus nya membuat Ivan tertawa


"dih emang kenyataan nya sayang" kata Ivan mengacak sekilas kepala Amelia


Setelah acara lamaran Jonathan selesai, mereka memutuskan untuk berjalan jalan berdua diarea persawahan. Maxwel dan yang lain nya telah kembali Kekota. Dirga pergi berkeliling kampung bersama Faiz. Sedangkan Jonathan masih berada dirumah Karina saat ini.


Mereka akan kembali Kekota esok hari, karena saat ini mereka ingin menikmati hari libur mereka sejenak.


Amelia menarik nafas nya dalam dalam dengan bibir yang terus tersenyum dengan indah.


"aaahhh, rasa nya seperti hidup kembali" kata Amelia dengan wajah berbinar. Sebelah tangan nya masih berada dalam genggaman Ivan


"maka nya jangan sibuk kerja terus" sahut Ivan sembari mengecup singkat punggung tangan Amelia


"kemarin aku memang harus bener bener kerja keras yank, supaya butik aku maju dan dikenal banyak orang" jawab Amelia


"dan sekarang, kamu berhasil meraih itu" kata Ivan


Amelia langsung mengangguk dan mengikuti langkah kaki Ivan yang membawa nya menuju pondok diujung pematang sawah


"ya, semua nya karena kamu" jawab Amelia membuat Ivan berhenti, dan menoleh kebelakang, menatap Amelia dengan penuh cinta. Tatapan yang sangat disenangi oleh gadis itu


"bukan karena aku. Tapi karena perjuangan kamu. Kamu memang hebat, dan aku bangga memiliki kamu" balas Ivan membuat Amelia merona wajah nya


"aku lebih bangga bisa mendapatkan hati kamu" kata Amelia lagi


Ivan langsung tertawa dan mengecup singkat kening gadis itu


"I love you somuch" ucap Ivan


"I love you too" balas Amelia


Ah, rasa nya sore hari itu benar benar terasa sempurna untuk mereka. Serasa dunia hanya milik mereka, dan orang orang yang tengah bertani diarea persawahan itu hanya dianggap angin lalu oleh mereka.


Amelia tiba tiba berhenti dan sedikit terlonjat saat tiba tiba mata nya melihat sesuatu yang bergerak didalam lumpur.


"sayang, ada yang gerak gerak" kata Amelia pada Ivan yang langsung melihat kearah tunjuk Amelia


"palingan juga binatang sawah yang" sahut Ivan


"iih bukan, itu ular!!!" teriak Amelia panik , dia langsung melompat kebelakang Ivan membuat Ivan terkesiap kaget namun tetap memegang pinggang gadis itu

__ADS_1


"mana sih" tanya Ivan melihat kebawah dimana memang ada yang bergerak gerak dan berkulit licin


"itu, lihat yang bener" tunjuk Amelia kebawah


Ivan terlihat berjongkok dan meraba beberapa rumpun padi yang menutupi hewan itu. Dia langsung tertawa saat mengetahui bahwa hewan itu bukan ular melainkan ikan lele.


"bukan ular sayang, ini ikan. Dia nyangkut nih" ungkap Ivan sembari mencoba menangkap ikan lele itu


"ikan, kenapa begitu bentuk nya, kayak ular yang" kata Amelia masih ngeri, namun dia juga ikut berjongkok disamping Ivan


"ini nama nya ikan lele sayang" jelas Ivan


Ivan memasukan kedua tangan nya kedalam air, dan tidak lama dia berhasil menangkap ikan lele yang lumayan besar itu, membuat Amelia terpekik kaget


"aaahhh, besar banget" teriak nya sedikit beranjak kebelakang karena ikan ditangan Ivan menggelepar berontak


"waahh ini dibakar enak, sayang nya cuma satu" kata Ivan


"emang nya bisa dimakan" tanya Amelia heran dengan wajah geli nya, namun tangan nya juga mencoba menyentuh ikan ditangan Ivan


"bisa dong, enak malah. Dulu sewaktu aku disini, kami sering banget nangkepin ikan ini, terus dibakar, makan ramai ramai dipondok itu" ungkap Ivan mengenang masa remaja nya dahulu


"yauda dicari lagi, aku juga pengen tahu rasa nya" kata Amelia membuat Ivan langsung menoleh kearah nya


"beneran?" tanya Ivan dan Amelia langsung mengangguk dengan wajah antusias membuat Ivan langsung tersenyum melihat nya


"oke, bentar ya, kamu tolong telponin Faiz dong yang. Suruh kesini, kita buat acara makan makan, biar dia nyiapin semua nya" ungkap Ivan sembari melirik kesekeliling nya mencari akar tumbuhan yang bisa untuk mengait ikan nya


"nih ponsel aku tolong" kata Ivan lagi sembari mengarahkan tubuh nya kesamping, dimana ponsel nya berada disaku celana nya


"oke" jawab Amelia yang langsung meraih ponsel Ivan dicelanya nya


Selagi Ivan mengikat ikan nya, Amelia menelpon Faiz dan juga Karina. setelah itu dia melihat kearah Ivan yang sudah membuka sepatu nya, dan untung nya Ivan hanya mengenakan celana pendek saat itu, sehingga memudahkan nya untuk turun kesawah.


Amel masih memperhatikan Ivan yang sudah turun kesawah, melihat nya yang mulai menyibak kan rumput rumput yang menutupi lumpur itu. Antara geli dan takut, tapi saat dia melihat Ivan dapat menangkap ikan lagi, membuat nya ingin juga ikut kedalam sana


"sayang lihat!!" seru Ivan sembari mengangkat ikan ditangan nya, tidak sebesar yang tadi namun mampu membuat Amelia berlonjak dan bertepuk tangan


"jangan lah, kotor ini, nanti kaki kamu gatal gatal" kata Ivan menatap wajah cemberut Amelia


"tapi aku kepengen, aku pengen coba main dilumpur yang" rengek Amelia dengan wajah nya yang benar benar menggemaskan Dimata Ivan


"didalam sini juga banyak binatang binatang melata nya Lo" kata Ivan lagi namun Amelia malah tidak perduli


"kan ada kamu, ayolah, boleh dong, jarang jarang juga kesini" ucap nya kesal membuat Ivan langsung tertawa


"iya iya, yauda sini, buka dulu sepatu kamu" kata Ivan , Amelia begitu senang mendengar nya. Dia segera membuka sepatu dan jaket nya. Dan kini hanya menyisakan celana pendek diatas lutut dan juga kaos ketat nya


"awas hati hati , licin" kata Ivan sembari mengulurkan tangan nya meraih tubuh Amelia yang mulai menurunkan sebelah kaki nya kedalam lumpur itu


Awal nya begitu ragu, geli dan takut, hingga wajah geli nya membuat Ivan tertawa gemas melihat gadis nya ini


"geli kan" kata Ivan terbahak melihat wajah Amelia yang meringis geli saat semua kaki nya sudah berada didalam lumpur


"ini kenapa dalem banget" gumam nya sembari menggerak gerakan sedikit kaki nya didalam lumpur itu, begitu berat dan lengket, bahkan lumpur nya telah menutupi seluruh betis nya


"bukan dalam, tapi kamu aja yang pendek" ejek Ivan membuat Amelia kesal bukan main


"sayang!!!" teriak nya kesal membuat Ivan tertawa kembali namun tetap memegangi tangan Amelia yang mencengkram kuat lengan nya


"berat banget, ini ada yang jalan jalan di kaki aku" ungkap Amelia dengan wajah takut nya


"kan udah aku bilang, banyak binatang nya didalem sini, tapi gak perlu khawatir, palingan juga anak anak ikan, sama belut, gak ada yang bahaya kok" jelas Ivan menenangkan Amelia yang mencoba bergerak.


Meski susah, namun dia seakan menikmati pengalaman baru nya ini


"gimana cara nyari nya" tanya Amelia

__ADS_1


"disana, dia ada dibawah bawah rumput, kita singkirkan dulu rumput nya lalu diraba raba sedikit" jawab Ivan dan Amelia langsung mengangguk


Amelia mengikuti langkah kaki Ivan yang mulai mencari kembali, geli sekali rasa nya berada didalam lumpur ini. Namun ketika melihat Ivan yang bersemangat, dia pun melupakan ketakutan nya, karena memang Amelia adalah gadis yang suka mencari pengamalan baru.


Amelia juga ikut menyingkirkan rumput rumput disana, seperti Ivan


"sayang ada yang gerak disini!!" teriak Amelia membuat Ivan mendekat kearah nya dan ikut memasukan tangan nya kedalam air


"wah, iya ini, ayo cepat bantu tangkap" seru Ivan pula


Amelia langsung memasukan kembali tangan nya, mencari cari didalam air bersama Ivan


Ivan tertawa melihat wajah Amelia yang memerah


"aaahh dikit lagi!!" teriak nya begitu bersemangat dan akhir nya mereka bisa menangkap seekor ikan yang lumayan besar


"yeee, bisaaaa!!!!" teriak nya begitu senang karena bisa mendapatkan ikan nya, rasa takut dan geli nya seketika sirna


Ivan memegang bagian badan ikan itu dengan kuat bersama dengan Amelia yang memegang bagian ekor nya. Ivan tertawa melihat wajah Amelia yang berlumpur karena ikan itu yang memberontak dan memercikan air nya kewajah nya


Sedangkan Amelia tertawa karena dia sangat senang bisa berhasil menangkap ikan nya


"lihat wajah kamu yang" kata Ivan menunjuk wajah Amelia yang kotor terkena percikan lumpur


"gak apa apa, nanti bisa dicuci, yang penting dapat ikan" seru nya tertawa, membuat Ivan juga ikut tertawa dan menggeleng lucu


Ivan mengikat ikan nya dan meletakan nya bersama ikan yang lain. Sedangkan Amelia kembali mencari didalam lumpur


"sayang, kamu gak lelah?" tanya Ivan melihat Amelia yang masih asik bermain lumpur


"enggak bentar lagi" jawab nya


"ya ampun Mel, kenapa masuk kedalam sawah!!" teriak Dian yang baru datang bersama Bambang dan Faiz. Mereka begitu terkejut melihat Amelia yang ikut masuk kedalam sawah bersama Ivan


Amelia hanya tertawa menanggapi nya, dia mengusap keringat didahi nya dengan bagian atas lengan nya


"seru kak" sahut nya


"naik aja lah, kulit kamu bisa rusak nanti. Memang gak ada akhlak nih tuan muda" gerutu Dian lagi membuat Ivan mendengus dan yang lain nya malah tertawa lucu


"aku yang mau kok" jawab Amelia


"udah, sini. Biar gantian, jangan lama lama disana, banyak ular nya" kata Dian lagi membuat Amelia terkesiap


"beneran, tapi kata kak Ivan gak ada kok" ucap Amelia dengan wajah yang kembali takut


"mau aja dikibulin Ivan Mel" kata Bambang tertawa . Amelia langsung menoleh kearah Ivan dengan kesal. Ivan hanya tertawa canggung melihat nya


"sayang!!!" teriak Amelia kesal


"hehe, enggak ada kok. Dari tadi kamu aman aman aja kan. Yauda yuk, kita naik, biar mereka yang cari" ajak Ivan sembari menarik tangan Amelia untuk naik keatas


Dian membantu Amelia naik, sedangkan Bambang menarik Ivan


"lihat, kalian jadi kotor banget. Ada angin apa coba malah nyebur kesawah" gerutu Faiz melihat Ivan dan Amelia yang dipenuhi oleh lumpur


"hehe, tadi gak sengaja jumpa ikan, eh kok malah kepangen makan ikan bakar disini, yauda sih, sekalian nunggu kalian Dateng, nyebur duluan aja" jawab Ivan


"terus Lo ajak si Amel masuk, ya ampun, jadi kotor kan kaki mulus kamu Mel" kata Dian sedih , Ivan langsung mendengus dan menarik tangan Amelia menjauhi Dian


"binik gue, jangan sentuh" kata Ivan cepat membuat Dian mendengus, sedangkan Faiz dan Dian langsung terbahak melihat kelakuan Ivan yang sangat jengkel jika Dian selalu mendekati Amelia. Bukan tanpa alasan, namun dari sejak pertama kali kedatangan Amelia, Dian memang sudah sangat mengagumi gadis itu, dia sangat cantik, seperti Barbie , kata Dian pada mereka.


"kalian cari lagi ya, kami mau kesungai dulu bersih bersih" kata Ivan sembari memungut jaket dan sepatu Amel dan juga sepatu nya.


Amel meraih jaket nya, sedangkan sepatu nya dibawakan oleh Ivan


"awas aja ya jangan mengulang tragedi kemarin" ingat Faiz membuat Ivan mendengus, Amelia dan yang lain malah terkekeh mendengar nya

__ADS_1


"enggak lah, trauma gue" jawab Ivan yang langsung pergi meninggalkan mereka bersama Amelia


"hah, males banget nyebur kedalam" gumam Dian menatap jengah sawah didepan nya.


__ADS_2