
Hari itu Ivan dan Amelia melakukan sesi foto prewedding mereka sampai sore hari. Beberapa take foto diambil dengan gaya dan pose yang begitu menarik. Bertema alam yang menyatu dengan gaya mereka berdua.
Berdua diatas sampan dengan Ivan yang mendayung sampan membuat gambar terasa begitu epik, apalagi ditambah dengan efek kamera yang bagus dan sangat mendukung.
Amelia dan Ivan juga mengambil gambar ditengah tengah kebun bunga mawar dan bunga bunga lain nya yang ditanam begitu rapi dan cantik.
Karakter Amelia yang girly dan imut sangat cocok berada disana, bahkan dia dan dress mini nya begitu serasi menyatu dengan suasana.
Tidak hanya itu saja, mereka juga berfoto ala piknik romantis, dimana duduk berdua diatas sebuah tikar sembari memandang danau hijau yang membentang didepan mata. Saling bermanja dan bercanda diwaktu sore hari dimana cuaca sudah mulai meredup.
Lelah, tentu saja tidak. Karena mereka begitu menikmatinya. Bahkan Petro dan Bento yang mengambil gambar mereka tampak begitu semangat, begitu pula dengan cru yang lain. Senyum lepas dari Amelia dan Ivan begitu terasa membuat siapapun yang melihat begitu terpesona. Kali ini mereka mengambil gambar tanpa merasa ragu ataupun segan, berbeda dengan sesi foto Jonathan kemarin. Ivan dan Amelia yang ramah dan humble membuat mereka semua seperti bekerja dengan teman sendiri.
Saat ini Ivan dan Amelia masih berada ditaman itu. Hari sudah mulai senja dan semua cru sudah pulang dan pergi dari sana.
Ivan dan Amelia masih ingin menikmati waktu mereka berdua, yang besok hari mereka sudah tidak akan bertemu lagi
"Kamu lelah?" tanya Ivan pada Amelia yang sedang menyandar dibahu nya. Mereka masih duduk beralaskan tikar ditepi danau
"Enggak, cuma pengen gini aja" jawab Amel begitu manja. Dia bersandar didada Ivan yang dengan lembut membelai bahu dan lengan nya
"Waktu cepet banget berlalu ya yang, gak terasa aja bentar lagi kita udah mau nikah" ucap Amelia
Ivan tersenyum, mengecup sekilas pucuk kepala Amelia.
"Iya, gak sabar banget aku bisa hidup berdua bareng kamu, punya anak yang banyak, dan jadi ayah" jawab Ivan.
Amelia tertawa dan beranjak duduk dengan tegak menghadap ke Ivan
"Mau punya anak berapa?" tanya Amelia.
Ivan tampak bergumam dan memutar bola matanya sekilas
"Lima deh" jawab Ivan
"Banyak banget" protes Amelia dengan wajah yang cemberut.
"Biar rame yang, aku pengen kamu gak kesepian dirumah. Banyak anak kan banyak rezeky" jawab Ivan mencubit gemas hidung Amel
"Nanti kalau aku jadi jelek gimana?" tanya Amel negrih membayangkan jika dia yang tidak lagi bisa merawat diri karena sibuk mengurus anak yang begitu banyak
"Aku gak akan biarin kamu jelek. Aku kan kerja, punya uang, kita bisa sewa orang buat jaga anak bantuin kamu. Kamu juga masih bisa perawatan senengin diri kamu kayak biasa. Aku gak akan biarin kamu lelah sendirian." ungkap Ivan
Amelia langsung tersenyum dan tertawa kecil mendengar nya
"Uuhh manis banget, awas aja kalau lupa sama kata kata nya" ucap Amelia
"Enggak dong, aku udah mikirin ini dari lama. Maka nya aku berhemat supaya kamu dan anak anak kita nanti bisa hidup senang" jawab Ivan
"Aaaaahh makin sayang deh sama kamu" Amel langsung merangkul lengan Ivan dan bergelayut manja disana
"Harus dong, kamu harus tetap selalu sayang sama aku" pinta Ivan
"Dari dulu juga sayang, kamu aja yang terlambat sayang sama aku" kata Amelia dengan cemberut
Ivan tersenyum dan memeluk Amelia dengan erat
"Maaf, dulu aku bodoh. Masih gak tahu cinta yang sebenar nya itu gimana. Tapi kamu, kamu yang udah buat aku ngerti, kalau gak ada cinta lain yang lebih baik dan lebih besar dari cinta yang kamu beri. I'm so lucky to have you baby" ucap Ivan memandang Amelia dengan penuh cinta
"Meskipun nanti ketemu yang lebih baik dan lebih cantik dari aku, apa kamu akan tetap seperti ini?" tanya Amel
__ADS_1
Ivan mengangguk pasti, mengecup sekilas bibir manis yang selalu menjadi candu untuk nya
"Hanya kamu dan cuma kamu" jawab Ivan
"Janji?" tanya Amelia
"Janji,aku gak tahu bagaimana hidup aku tanpa kamu. Pasti kayak sayur tanpa garam" jawab Ivan
Amelia langsung tertawa dan memukul gemas dada Ivan
"Terimakasih sudah mau menerima gadis yang banyak kurang nya ini" kata Amelia
"Hei, kata kata itu cocok nya dari aku buat kamu sayang" kata Ivan
Amelia hanya tersenyum dan kembali memeluk Ivan. Aroma tubuh yang selalu membuat nya nyaman dan tenang
"Ah, pengen banget nikah besok" gumam Ivan
"Yauda, Ayuk" ajak Amelia
Ivan tertawa dan mengeratkan pelukan nya sembari bergerak gemas mendekap Amel
"Udah gak sabar juga ya" goda Ivan
"Iya, gak tahu kenapa, padahal kamu udah disini, tapi setiap hari rindu terus. Apalagi kalau gak ketemu nanti" kata Amelia
"Bang Jo sama Karina juga gak boleh ketemu kemarin seminggu mau nikah. Anggap aja kita gitu" kata Ivan
"Beda lah yang, mereka gak ketemu tapi mereka dikurung dirumah. Nah kamu pergi jauh, aku kan risau" ucap Amelia sembari melepaskan pelukan Ivan dan menatap wajah tampan itu dengan sendu
"Kamu takut aku gak pulang hm?" tanya Ivan dan Amelia langsung mengangguk
"Kamu harus cepat kelarin kerjaan kamu ya" pinta Amelia
Ivan mengangguk dan tersenyum
"Iya sayang, masih banyak yang belum aku lakuin, aku pasti cepat pulang" jawab Ivan
"Bahkan kita belum fitting baju pengantin" gumam Amelia sedih
"Kamu yang paling tahu aku, dan aku percaya sama kamu. Baju nya pasti cocok. Maafin aku, waktu nya gak keburu lagi" kata Ivan
"Iya, gak apa apa. Yang penting kamu pulang" sahut Amelia
"Aku pasti pulang" jawab Ivan
Senja itu, dipinggir danau hijau. Mereka menghabiskan waktu berdua sampai matahari tenggelam. Menikmati waktu yang tidak akan terulang kembali.
Melepas rindu untuk hari esok yang memaksa mereka harus berpisah sebentar.
Meski risau dan tidak tenang, tapi mereka yakin dan percaya, jika takdir pasti berpihak pada mereka. Bukan kah selama ini juga begitu, perjalanan cinta mereka yang tidak mudah. Sejak dulu banyak sekali cobaan yang mereka lalui. Dari yang orang tua mereka saling bertikai, cinta yang lama baru bersemi hingga timbul rasa penyesalan, cinta yang tidak direstui dan yang terakhir, mereka harus rela berpisah bertahun tahun demi untuk mencapai cita cita dan pembuktian bagi orang tua untuk bisa saling bersama.
Bukan kah itu sudah cukup, dan hanya berpisah sebentar esok hari, itu tidak akan menjadi masalah.
Hanya harapan dan doa yang mereka panjatkan, semoga semua nya berjalan dengan lancar.
Niat baik yang akan membawa mereka kejenjang ikatan yang suci.
....
__ADS_1
Keesokan harinya .....
Ivan sudah berada di bandara untuk berangkat ke kota Kalimantan bersama Faiz.
Delisha dan Maxwel juga ada disana, karena pagi ini Maxwel juga akan berangkat ke Amerika. Kebetulan dia juga berangkat pagi sama seperti Ivan, hanya lebih dulu Ivan yang akan pergi.
"Hati hati ya nak, cepat pulang kalau sudah selesai" kata Delisha memeluk Ivan dengan hangat
"Iya ma, Ivan usahain cepat pulang" jawab Ivan
"Nanti papa nyusul kalau sudah selesai. Mungkin tidak sampai seminggu papa di Amerika" kini Ivan beralih memeluk Maxwel
"Gak usah buru buru pa. Ivan bisa nyelesain nya kok. Ada Faiz" tunjuk Ivan pada Faiz yang berdiri dibelakang nya
"Iz, jaga Ivan baik baik ya" kini Delisha beralih pada Faiz yang menyalami punggung tangan nya
"Siap nyonya" jawab Faiz langsung
"Mama. kayak Ivan anak kecil aja deh" protes Ivan. Membuat Delisha tertawa dan Maxwel tersenyum lucu mendengar nya
"Kamu masih selalu jadi anak kecil mama sayang" jawab Delisha
Ivan menggeleng dan tertawa kecil
"Jika ada apa apa kabari kami, atau om Rico. Dia tetap stay disini" kata Maxwel lagi
"Oke pa. aman" jawab Ivan. Tersenyum begitu teduh pada papa dan mama nya.
Kini dia beralih pada Amelia yang sejak tadi diam dan membiarkan dia berpamitan dengan orang tua nya.
"Aku berangkat ya" pamit Ivan
Amelia tersenyum dan mengangguk. Sebisa mungkin dia mencoba untuk tidak menangis. Dia hanya sedih, waktu yang seharus nya dipakai untuk mempersiapkan hari pernikahan, malah terundur karena kepergian Ivan. Tapi mau bagaimana lagi
"Hati hati, dan cepat pulang" pinta Amelia
"Iya, jangan nakal disini. Tunggu aku pulang" ucap Ivan
"Aku memang ditakdirkan untuk nunggu kamu dari dulu" kata Amelia membuat Ivan tertawa kecil dan mencubit gemas hidung Amel
Ivan merentangkan tangan nya, menyambut Amel yang langsung masuk kedalam pelukan hangat itu. Mana perduli mereka ada dimana dan siapa yang melihat mereka, yang terpenting mereka bahagia, ya begitulah moto hidup mereka
"Aku cinta kamu Mel" bisik Ivan
"Aku juga cinta kamu" balas Amel
Ivan melepaskan pelukan nya, mengecup sekilas dahi Amel.
"Aku pergi" pamit Ivan lagi.
Amel mengangguk dan tersenyum tipis. Melepaskan genggaman tangan itu dengan rasa berat.
Ivan melambaikan tangan nya pada mereka yang mengantar keberangkatan nya pagi itu. Menghilang dibalik pintu masuk menuju pesawat nya.
Amelia masih mematung ditempat nya, segala doa dan harapan dia ucapkan didalam hati. Semoga calon suami nya akan kembali dengan baik baik saja
"Ivan pasti cepat pulang" kata Delisha mengejutkan lamunan Amelia
Amelia tersenyum saat calon mama mertua nya itu mengusap lembut bahu nya, seolah sedang menenangkan hati dan perasaan Amel saat ini.
__ADS_1