Story Of The Twins

Story Of The Twins
Malam Dirumah Sakit


__ADS_3

Selesai makan malam tadi Ivan langsung pergi kerumah sakit, karena Amelia masih betah menemani Diana disana.


Padahal Diana adalah teman Karina, tapi gadis nya itu memang sungguh baik hati untuk menggantikan Karina yang menemani Diana.


Ivan berjalan dengan senyum ramah dan teduh nya seperti biasa. Kedua tangan nya dipenuhi oleh kresek belanjaan yang berisi makanan ringan, dia sempat singgah dimini market tadi. Padahal niat untuk diet, tapi malah belanja makanan sebanyak itu.


Seperi biasa, Ivan mengetuk pintu sejenak dengan tangan yang penuh. Dan tidak lama pintu terbuka, namun mata Ivan langsung mengernyit melihat siapa yang membuka pintu.


"Lo kok disini Iz?" tanya Ivan pada Faiz. Dia menatap heran sahabat dan asisten nya ini, padahal tidak diminta datang, tapi dia sudah ada saja disini


"Aku yang minta kak Faiz kemari kak, kasian Diana gak ada temen nya" sahut Amelia dari dalam


Ivan hanya melengos dan berlalu melewati Faiz yang tersenyum canggung. Seperti ada udang dibalik bakwan ini fikirnya.


Ivan langsung menyerahkan belanjaan nya pada Amelia yang dengan sigap menerima nya.


"Kapan kamu minta tuh anak Dateng?" tanya Ivan sembari beranjak dan duduk disofa diikuti oleh Amelia, sedangkan Faiz duduk dikursi disamping ranjang Diana.


"Pagi tadi, cuma iseng sih. Tapi kak Faiz malah beneran Dateng" jawab Amel dengan tawa kecil nya


Ivan menatap Faiz dengan curiga, membuat yang ditatap langsung salah tingkah dan meraba tengkuk nya sejenak. Mata Ivan kini menoleh pada Diana yang duduk diatas ranjang nya juga tampak tersipu malu, membuat Ivan langsung tersenyum sinis melihat nya.


"Heh, modus Lo Iz" ucap Ivan dengan senyum tengilnya


"Modus apaan, orang diminta kemari, ya saya kemari. Lagian kasian Diana liatin kalian yang berduaan mulu." jawab Faiz sembari menoleh pada Diana yang tersenyum canggung


"Yauda sih yang, kan enak kalau ada kak Faiz. Diana jadi ada temen nya" ucap Amelia pula


"Kamu gak risih Di, nanti perut kamu tambah sakit lagi dideketin tuh anak" ejek Ivan pada Faiz yang melengos


"Enggak apa apa tuan, kak Faiz juga asik kok" jawab Diana malu malu


"Tuh liat, Diana aja gak masalah, lu aja yang sirik bos" balas Faiz dengan wajah sombong nya. Ivan langsung mendengus dan memasang wajah jelek nya. Seperti nya sahabat nya ini memang sedang menjalankan misi, tidak pernah nya Faiz dekat dengan seorang gadis selama ini. Tapi ini, wow sekali rasanya.


"Heh, yasudah lah lanjutkan. Bukan gue sirik. Lu aja yang iri. Maka nya modusin anak orang biar cepat nyusul" kata Ivan.


Faiz langsung menoleh pada Diana yang terlihat terkejut, namun segera memalingkan wajah nya.


"Tuan kalau ngomong suka bener deh" gumam Faiz


"Udah sih, ribut Mulu. Ini kenapa banyak banget bawain jajan?" tanya Amelia sembari membuka sebungkus Snack yang dibawa Ivan tadi


"Stock untuk bergadang yang" jawab Ivan yang langsung merebahkan diri dibahu Amel. Dia lelah sebenar nya, tapi ada Amelia semua terasa terobati.


"Kamu mau buat baju pengantin kita gak muat ya" tanya Amel namun Ivan malah terkekeh lucu mendengar nya


"Makan sedikit juga kok. Lagian kalau gendut, kita kan menggendut bersama" jawab Ivan yang memeluk pinggang Amel dengan manja

__ADS_1


"Lihat tuh, manja banget emang" sindir Faiz


"Sirik aja Lo jones" sahut Ivan yang semakin memeluk erat pinggang Amel yang tertawa kecil


"Jangan salfok sama bayi besar aku ya Di. Kelakuan nya emang gak tahu tempat ini" kata Amelia sembari mencubit gemas hidung mancung Ivan


"Udah biasa nona" jawab Diana dengan tawa kecil nya hingga menular ke Amel dan Faiz


"Udah ah, dari pada ngeliatin mereka lebih baik makan ini, biar ceper kuat kamu" kata Faiz yang menyerahkan sepiring buah apel yang sudah dikupas nya tadi


"Makasih" kata Diana


Ivan dan Amelia membiarkan saja dua orang itu yang tampak masih malu malu. Ivan masih betah bergelayut manja dibahu Amel. Menikmati aroma vanila yang menguar ditubuh Amel membuat otak nya rileks dan begitu tenang.


"Yang" panggil Ivan. Amelia yang sedang mengecek ponsel nya langsung beralih pada Ivan


"Kenapa?" tanya Amelia


"Besok kita prewedding ya" ucap Ivan. Amelia sedikit terkejut mendengar nya. Dia langsung meletakan ponsel nya dan menghadap kearah Ivan yang duduk dengan tegak kembali


"Kok mendadak, bukan nya seminggu lagi jadwal kita?" tanya Amelia begitu heran


"Besok lusa aku mau pergi ke Kalimantan, ada proyek yang harus diurus disana. Takut gak keburu" jawab Ivan


"Emangnya berapa hari?" tanya Amelia


"Loh kok lama banget, pernikahan kita gak Sampek sebulan lagi Lo yang, kamu malah pergi" kata Amelia dengan wajah yang berubah sedih


"Gak ada pilihan lain sayang. Bang Jo besok udah harus pergi bulan madu. Papa juga mau ke Amerika lusa ngurus proyek yang disana. Jadi mau gak mau harus aku yang pergi" ungkap Ivan


"Seminggu paling cepat, berarti ada kemungkinan lebih lama dong" lirih Amelia


"Aku usahain cepat pulang" Jawab Ivan sembari mengusap sekilas pucuk kepala Amelia


Amelia hanya diam dan tertunduk, dia keberatan. Tapi tidak mungkin dia melarang, ini penting untuk perusahaan yang tidak dia mengerti sebenarnya.


"Hei, jangan sedih gitu dong" kata Ivan merasa bersalah. Amelia mendongak dan menatap wajah tampan itu. Tersenyum tipis dan mengangguk kecil.


"Janji cepat pulang ya" pinta Amel


"Janji, aku gak akan tenang disana, apalagi jauh dari kamu. Dua hari gak ketemu aja udah rindu" jawab Ivan


"Dih gombal banget" dengus Amelia


Ivan tertawa kecil dan memeluk Amelia dengan gemas.


"Mana pernah gombal. Aku jujur kok. Belum pisah aja udah kangen" kata Ivan yang menggelayut manja dileher Amelia, membuat gadis itu langsung tertawa geli dan berusaha menghindar, namun Ivan malah semakin mengencang kan pelukan nya.

__ADS_1


"Sayang, malu tahu diliatin mereka" kata Amel melirik Faiz dan Diana disana


Ivan hanya acuh saja, dia masih menikmati kegiatan nya, anggap saja dunia milik dia seorang. Yang lain? terserah mau apa.


Faiz dan Diana saling pandang dan tersenyum canggung. Bukan hal yang aneh lagi memang melihat tuan muda yang satu ini.


"Padahal kembaran sama tuan Jo, tapi kenapa beda banget ya" gumam Diana


"Memang, kayak langit dan bumi. Aku yang udah lama sama dia aja masih suka heran" jawab Faiz dengan tawa kecilnya.


Ivan kalau sudah bucin, memang parah. Galau ya galau banget, cinta ya cinta mati. Dan begitulah jadinya.


"Tuan udah lama kenal tuan Ivan?" tanya Diana


"Panggil kakak aja Di, aku ngerasa tua banget dipanggil tuan" sahut Faiz membuat Diana tertawa kecil


"Kelupaan, kak" jawab Diana


"Aku sama tuan muda udah dari orok temenan nya" jawab Faiz lagi. Diana tampak mengernyitkan alis nya sekilas


"Dari orok, dari kecil dong berarti" kata Diana dan Faiz langsung mengangguk


"Wah, udah Deket banget. Berarti sampai tua nanti bakal sama dia terus" kata Diana


"Iya, hidup aku memang gak bisa dijauhkan dari dia." jawab Faiz dengan tawa kecilnya. Dia menoleh sejenak pada Ivan yang masih asik bercengkrama dengan Amel disofa. Jangan saja mereka melakukan adegan yang membuat mata ternodai, karena terkadang Ivan suka kelewat batas meskipun ada orang.


"Tadi aku denger tuan Ivan mau keluar kota. Berarti kakak pergi?" tanya Diana


"Iya, aku gak mungkin biarin dia pergi sendirian" jawab Faiz yang kini meraih sebuah minuman kaleng dan menenggak isi nya


"Lama ya?" tanya Diana


"Seminggu paling cepat. Kalau gak mungkin bisa sampai sepuluh harian" jawab Faiz


Diana hanya mengangguk dan kembali menatap perut nya yang sudah hampir membaik


"Sebenar nya berat mau pergi, tapi gak bisa ditunda lagi" gumam Faiz membuat Diana langsung menoleh kearah nya


"Apalagi udah dekat sama hari pernikahan nya" tambah Faiz


"Semoga gak ada apa apa kak. Yang terpenting hati hati aja disana" ucap Diana


"Iya, semoga" jawab Faiz pula


...


*cuma bisa up sedikit ya guys... kepala aku lagi pusing

__ADS_1


__ADS_2