
Saat ini Ivan sudah berada didalam ruang rawat inap disebuah rumah sakit besar diibukota.
Sesampai nya dikota Jonathan langsung membawa Ivan kerumah sakit, karena keadaan nya benar benar lemah, bahkan untuk berjalan pun dia begitu kesulitan.
Sementara Amelia berada disebelah ruangan Ivan. Dia sudah lebih baik, bahkan sore nanti dia sudah diperbolehkan pulang oleh dokter. Tapi Ivan dia harus menginap terlebih dahulu disana karena keadaan nya yang tidak memungkinkan.
Ivan masih tertidur karena pengaruh obat bius yang disuntikan ditubuh nya. Jonathan masih setia menjaga adik nya didalam ruangan itu, sedangkan Karina menemani Amelia diruangan sebelah.
Tidak lama kemudian pintu terlihat dibuka dari luar menampakan Delisha yang masuk bersama Roy dengan wajah cemas.
"apa yang terjadi nak, kenapa adik mu bisa seperti ini?" tanya Delisha langsung pada Jonathan. Dia memperhatikan seluruh wajah dan tubuh Ivan yang penuh luka sayatan, bahkan dipelipis nya terlihat lebam dan sedikit robek.
Delisha menyibakan selimut yang dikenakan Ivan dan betapa terkejut nya dia melihat betis hingga telapak kakinya juga terdapat luka sayatan.
"astaga" gumam nya tak percaya, bahkan air mata nya langsung menggenang dan menetes
"Ivan jatuh kedalam sungai ma, arus disana cukup deras, hingga membuat nya jadi seperti ini" ungkap Jonathan begitu menyesal, seharus nya dia membawa Ivan kerumah sakit sejak semalam agar keadaan nya bisa lebih baik dari sekarang, dan itulah perkataan dokter yang memeriksa adik nya tadi.
"maaf, ini salah Jo yang terlambat membawa nya kemari" lirih Jonathan begitu tertekan, apalagi ketika melihat air mata diwajah Ibu nya.
"bagaimana bisa dia jatuh kesungai, bukan kah dia bisa berenang" gumam Delisha
Jonathan tertegun sejenak, apa yang harus dikatakan nya, pasal nya jika dia bilang karena Ivan yang berusaha menolong Amelia pasti Delisha bisa marah, apalagi Maxwel. Mereka kurang menyukai Amelia, apalagi karena gadis itu adalah anak dari orang yang telah membuat keluarga mereka hancur dulu nya.
"Sebenar nya Ivan berusaha menolong teman kami yang jatuh kesungai ma" jawab Jonathan ragu, dia juga tidak bisa membohongi ibu nya
"ya Tuhan, lalu apa kata dokter nak. Apa Ivan tidak apa apa, apa ada yang serius?" tanya Delisha cepat.
Jonathan langsung menggeleng dan mengusap pundak Delisha yang masih menatap sedih Ivan
"tidak ma, tidak terjadi hal yang serius pada Ivan, hanya luka luar yang infeksi karena lambat dibawa kemari dan itu yang menyebabkan nya demam semalam" ungkap Jonathan
"kejadian nya semalam Jo?" tanya Delisha terkejut dan kini menatap Jonathan yang mengangguk ragu
"kejadian nya semalam, dan kamu baru membawa nya kemari sekarang, astaga Jonathan" ucap Delisha frustasi membuat Jonathan tertunduk dalam
"maaf ma" jawab nya begitu pelan
Dan tiba tiba pintu terbuka kembali menampakan Maxwel bersama Rico yang datang kesana dengan wajah tak kalah cemas, membuat rasa bersalah Jonathan semakin bertambah
"apa yang terjadi pada Jovankha Jo?" tanya Maxwel yang kini sudah mendekat dan melihat kondisi Ivan yang masih terpejam diatas ranjang nya, sementara Rico berdiri disisi Jonathan
"Ivan berusaha menolong teman kami yang jatuh kesungai pa, arus sungai cukup deras, sehingga membuat nya ikut terbawa arus" ungkap Jonathan
"astaga, lalu bagaimana keadaan nya?" tanya Maxwel sama seperti pertanyaan Delisha tadi
__ADS_1
"tidak apa apa pa, dia hanya butuh istirahat, tidak ada yang serius, hanya luka luar. dokter sudah memeriksa nya tadi" jawab Jonathan membuat Maxwel dapat bernafas dengan lega
"syukurlah" gumam nya sembari mengusap lembut bahu Delisha yang masih terlihat bersedih
"dia tidak apa apa, jangan khawatir" kata Maxwel pada Delisha yang mengangguk
Mereka masih memperhatikan Ivan yang masih tertidur sedangkan Jonathan menarik nafas nya perlahan menahan kegugupan nya
Untung saja orangtua nya tidak bertanya lebih mengenai teman mereka, jika tidak sudah pasti lebih banyak pertanyaan yang keluar dari mulut mereka.
Dan lagi, untung saja Ivan bisa selamat dalam kejadian itu, jika tidak, dia tidak tahu apa yang terjadi setelah ini.
Kejadian itu begitu mengerihkan, bahkan saat itu rasa nya Jonathan seperti merasa kesulitan untuk bernafas, apalagi ketika melihat Ivan terombang ambing terbawa arus sungai yang begitu deras dimana batu batu besar siap menghantam tubuh nya.
Ah, membayangkan nya saja sudah membuat tubuh nya lemas, untung saja Aldo membantu Ivan tepat waktu.
Ya, Aldo. Pria itu yang menolong Ivan, dan Jonathan juga mengingat pertemuan mereka pagi tadi saat mengantar Karina kerumah nya.
flashback
Jonathan duduk didepan rumah Karina sembari menunggu gadis itu berpamitan pada orang tua nya didalam. Jonathan hanya mengantar dan setelah menyalami punggung tangan bapak dan ibu Karina dia langsung keluar, dia bukan seseorang yang mudah basa basi, apalagi kepada orang seperti pak RT.
Dia terkesiap saat tiba tiba Aldo duduk disamping nya, mereka hanya dipisahkan oleh sebuah meja kecil disana.
Jonathan hanya memandang Aldo sekilas dengan wajah datar nya, membuat Aldo menarik nafas dalam dalam karena pembawaan Jonathan terlalu dingin, bahkan dia sendiri takut jika berlama lama dengan kekasih adik nya itu.
Sebenar nya Jonathan malas berbicara dengan Abang Karina ini, apalagi mengingat bagaimana perlakuan nya dulu apalagi pada Ivan, tapi berkat pertolongan nya malam tadi, Ivan berhasil diselamatkan, dan dia berhutang nyawa pada lelaki menyebalkan ini
"anggap aja itu sebagai permintaan maaf gue" jawab Aldo membuat Jonathan mengernyit kan alis nya dan langsung menatap Aldo
"ya, gue udah terlalu jahat sama Ivan dulu, gue sering ngeremehin dia dan selalu berbuat sesuka hati gue, dan gue nyesel sekarang" ungkap nya tertunduk
"menyesal karena tahu jika Ivan anak orang kaya" tanya Jonathan sinis
Aldo langsung menggeleng lemah
"awal nya gitu, tapi semakin kesini gue sadar kalo perlakuan gue dulu udah keterlaluan. gue udah lama mau minta maaf sama dia, tapi gue bener bener gak punya nyali" ungkap Aldo lagi, namun Jonathan hanya menatap nya dengan ekspresi datar dan dingin
"Lo tahu kenapa gue gak suka banget sama dia dulu, sebenar nya gue cuma iri, iri karena dia yang cuma anak petani miskin bisa disukai banyak orang, sekolah nya yang pinter ngelebihi gue, bahkan gue iri dengan semua kerja keras nya Sampek keluarga gue selalu banding bandingi gue sama dia." kata Aldo lagi
Dia menarik nafas nya sejenak
"Sebener nya jauh dihati gue, gue bangga sama tu anak, gue pengen jadi temen nya, tapi dia selalu takut dan ngejauhi gue, itu yang buat gue gengsi dan emosi" ungkap nya lagi
"dan dengan cara kalian menghina nya itu keterlaluan dan egois" jawab Jonathan
__ADS_1
"ya gue tahu. tapi satu yang harus Lo tahu Jo. Gue sama Bapak gue sayang banget sama Karin, kami pengen Karin dapat masa depan yang cerah, kami pengen hidup Karin lebih baik dari kehidupan kami dikampung ini, Lo tahu punya adik perempuan yang disukai sama orang gak punya kerjaan itu bukan hal yang enak, gue gak masalah Ivan suka adek gue, tapi gue cuma takut dia gak bisa ngebahagiain adek gue nanti nya" ungkap Aldo membuat Jonathan kembali menatap nya
Jonathan tertegun sesaat, ya, orang tua mana yang akan setuju jika anak nya berhubungan dengan seorang pemuda yang pengangguran, bahkan untuk memenuhi kebutuhan nya sendiri pun dia tidak mampu.
"tapi cara kalian juga salah dengan menghina nya, dan kalian lihat nasib seseorang tidak ada yang tahu bukan. Jika aku jadi Ivan aku pasti sudah membeli harga diri kalian karena begitu sakit hati dengan perlakuan kalian pada nya. Tapi kau lihat, dia bahkan mengabaikan itu semua dan melupakan rasa sakit nya" kata Jonathan sedikit keras membuat Aldo tertunduk dalam
"maka dari itu gue nyesel" gumam nya
"sudah tidak guna nya juga kau menyesal, bahkan meminta maaf saja kau masih gengsi " kata Jonathan lagi
"sore kemarin gue memang berniat mau datengi dia diarea persawahan, karena gue denger kalian ada disana. tapi saat nyampek disana gue malah denger kabar dia tenggelam disungai" jawab Aldo
"tolong Jo, sampein maaf gue ke dia, gue bener bener minta maaf" kata Aldo lagi, begitu tulus bahkan Jonathan dapat merasakan nya
"ya baiklah, kami memang berhutang nyawa padamu. aku akan mengganti biaya pengobatan mu nanti" jawab Jonathan namun Aldo malah menggeleng cepat
"enggak Jo, jangan begitu. gue ikhlas, sumpah. gue gak ngarepin bayaran, gue memang tulus bantu dia" kata Aldo lagi
"gue cuma minta satu hal sama lo" kata Aldo membuat Jonathan menatap nya dengan lekat
"apa?" tanya Jonathan
"sebagai Abang Karina, gue mohon jangan permainkan dia, dia satu satu nya kebanggan kami, tolong banget, gue tahu dia cinta mati sama lo, jadi tolong jangan sekalipun permainkan dia dengan harta yang kalian punya, ini bukan tentang balas Budi atau apapun, tapi ini tentang permintaan kakak lelaki kepada kekasih adik nya" ungkap Aldo membuat Jonathan tertegun lantas tersenyum tipis
"aku bukan seorang pecundang. kau jangan khawatir" jawab Jonathan pasti
"gue titip Karina sama lo, gue pernah nyakitin adik Lo, dan gue harap Lo gak akan balas dendam keadik gue" kata Aldo lagi namun Jonathan malah mendengus kesal
"fikiran mu terlalu rendah kakak ipar. Jika aku mau keluarga mu pun bisa habis saat itu juga, bukan hanya adik mu" kata Jonathan tajam membuat Aldo langsung meneguk Saliva nya. Ya dia lupa, dia lupa jika Jonathan dan keluarga nya bukan hanya sekedar orang kaya, mereka bisa melakukan apapun yang mereka mau, bahkan untuk menghancurkan kampung ini saja bisa dilakukan dalam sekejap mata.
"ya aku tahu, kalian memang berkuasa. maka dari itu semoga adikku bisa menyeimbangi mu" sahut Aldo
"aku mencintai nya, tanpa mengharapkan apapun. kau tidak perlu risau, perbaiki saja dirimu agar layak menjadi kakak ipar ku" kata Jonathan pasti menatap lekat wajah Aldo yang juga terdapat beberapa luka disana.
Aldo langsung mengangguk cepat dan pasti. Jonathan benar benar menyeramkan, bagaimana mungkin adik nya bisa bertahan dengan pria dingin seperti ini, batin nya.
"kak, udah yuk" suara Karina tiba tiba datang dan memecahkan suasana dingin antara Jonathan dan Aldo
"loh, bang Aldo disini juga. aku cariin dari tadi" kata Karina yang langsung memeluk Abang nya membuat Jonathan memicingkan mata nya tak suka
"iya, kamu hati hati disana, jaga diri baik baik" kata Aldo sembari mengusap sayang kepala adik nya
"iya" jawab Karina
"hati hati Jo, titip adikku" kata Aldo pada Jonathan yang mulai melangkah kemobil nya.
__ADS_1
Jonathan hanya mengangguk dengan wajah datar nya, dan beruntung nya orang tua Karina sudah memahami sifat nya itu.