Story Of The Twins

Story Of The Twins
Karina Hamil


__ADS_3

Jonathan berjalan mondar mandir didepan ruang perawatan Karina. Wajah nya sudah tidak terbaca lagi bagaimana ekspresi nya. Jonathan benar benar cemas melihat Karina yang pingsan dan kesakitan seperti itu. Padahal siang tadi dia baik baik saja, tapi kenapa sekarang malah begini. Apa telah terjadi sesuatu? atau kenapa. Sungguh Jonathan tidak bisa berfikir dengan jernih.


Tidak lama kemudian, terlihat Delisha dan Maxwel baru tiba disana, mereka juga datang bersama ibu Karina. Wajah mereka benar benar cemas, apalagi ibu Karina dan Delisha.


Jonathan baru sempat mengabari mereka setelah tiba dirumah sakit, dia bahkan langsung membawa Karina sendiri kerumah sakit karena orang orang masih ada dihotel tempat pernikahan Faiz.


"Nak, ada apa? kenapa Karina bisa pingsan?" tanya Delisha langsung


"Gak tahu ma. Dia ngeluh perut nya sakit, dan langsung pingsan" jawab Jonathan


"Ya Allah, jadi sekarang gimana nak?" tanya Ibu Karina pula


"Masih diperiksa Bu" jawab Jonathan


Maxwel hanya diam dan menepuk pundak Jonathan, dapat dia lihat wajah Jonathan yang tampak begitu cemas.


Dan tidak lama kemudian, dokter yang memeriksa keadaan Karina keluar bersama seorang suster yang langsung pergi meninggalkan mereka.


"Dokter bagaimana?" tanya Jonathan langsung


"Tidak ada yang serius tuan, hanya saja, apa nona hamil?" tanya dokter itu


Jonathan dan yang lain nya langsung mengernyit bingung.


"Tidak " jawab Jonathan langsung


"Memang ada apa dokter?" tanya Delisha pula.


"Menurut prediksi saya nona Karina sedang hamil, dan dia pingsan karena kram diperut nya. Untuk lebih jelas nya kami akan membawa nona Karina kebagian obgyn untuk diperiksa" ujar dokter itu


"Iya, dokter. Tidak masalah. Lebih cepat lebih baik" sahut Delisha pula. Dia benar benar berharap jika Karina memang hamil, maka dia akan memiliki cucu sekaligus dua dari anak nya masing masing


"Baiklah, kami akan menyiapkan semuanya" jawab dokter itu


"Terimakasih dokter" ucap Delisha


Jonathan hanya terdiam, tidak tahu harus berkata apa. Apa sekarang dia boleh berharap?..


..


Lima belas menit kemudian, mereka semua sudah berada didalam ruang pemeriksaan kandungan. Dokter yang bertugas sudah pulang, jadi Karina hanya diperiksa oleh asisten nya saja.


Karina juga sudah sadar, dan dia masih pucat. Namun wajah nya juga masih bingung kenapa dia dibawa kesini?


"Kak, ibu, mama" gumam Karina memandang semua orang yang ada disana. Sedangkan Maxwel menunggu diluar.


"Iya nak,.kita periksa ya" ujar mama


"Mudah mudahan aja kamu hamil nak" sahut ibu pula


Karina terdiam, dia langsung memandang Jonathan yang berdiri disebelah nya


"Nona sudah telat berapa bulan?" tanya perawat itu seraya mengoleskan gel diperut Karina


"Tiga bulan menikah, baru sekali menstruasi sus" jawab Karina

__ADS_1


"Tapi memang sering begitu, jadi saya gak merasa kalau hamil" tambah nya lagi


Perawat itu mengangguk dan langsung meletakkan sebuah alat diperut nya.


Semua orang yang ada disana langsung berdebar tidak menentu. Mereka sangat berharap Karina juga bisa hamil seperti Amelia.


Dan ternyata


"Lihat, kantung bayi nya sudah ada. Bahkan dua sekaligus" ungkap perawat itu


Deg


Jonathan langsung mematung ketika memandang kelayar monitor yang memang terdapat dua kantung disana yang juga berisi sebuah biji dimasing masing kantung.


Mama dan ibu bahkan langsung saling berpelukan sangking bahagia nya. Jika Amel hanya hamil tunggal, maka kini Karina hamil anak kembar. Sungguh kebahagiaan yang tiada terkira.


"Suster Anda serius?" tanya Jonathan masih tidak menyangka


"Benar tuan, lihat diperkirakan janin nya sudah memasuki Minggu ketujuh. Apa kalian tidak merasa jika perut nona Karina juga sudah mengencang dan mengeras dibagian bawah?" tanya suster itu


Karina dan Jonathan langsung menoleh kearah perut yang masih terbuka itu. Bahkan Karina langsung mengusap perutnya. Dia fikir jika berat badan nya yang naik, atau juga karena pengaruh dia yang tidak ada menstruasi sehingga perut nya mengeras dan sedikit berbentuk


"Karin... kita punya anak" Jonathan langsung meriah tangan Karina dan menggenggam nya dengan lembut. Bahkan matanya kini berkaca kaca


Karina tersenyum dan langsung menangis terharu. Dia tidak menyangka jika dia juga akan hamil.


"Karin sudah hamil, kita juga punya bayi" kata Karina begitu senang


Perawat itu langsung memundurkan tubuhnya, membiarkan Jonathan dan Karina saling berpelukan meluahkan perasaan bahagia mereka.


Ibu Karina bahkan sudah ikut menangis sangking bahagia nya.


"Iya, saya fikir Karina bakalan lama dapet anak. Ternyata cepat dan kembar pula" sahut Ibu Karina


Sungguh tiada kebahagiaan yang bisa menandingi kabar bahagia ini. Harapan yang mereka nantikan ternyata datang, dan diberi double oleh yang Kuasa. Karina dan Jonathan benar benar tidak menyangka.


Jonathan melepaskan pelukan nya seraya mengusap air mata bahagia yang tidak bisa dia bendung.


"Selamat ya nak, kalian akan jadi orang tua sekarang" kata Delisha seraya mengusap pundak kekar Jonathan


Bahkan Jonathan langsung memeluk mamanya karena dia sangat bahagia.


Karina benar benar bahagia melihat Jonathan yang sampai terharu seperti ini. Dia sudah sangat sedih karena dia fikir dia tidak bisa hamil dan membahagiakan suami nya.


Ibu Karina langsung mengusap lengan Karina yang masih memandangi Jonathan. Pria dingin itu ternyata begitu mellow hatinya.


"Selamat nak, kamu bakalan jadi ibu" ucap ibu Karin dan Karina langsung mengangguk haru


"Sudah jangan menangis, kenapa jadi cengeng hmm" kata Delisha yang masih menepuk nepuk pundak Jonathan


"Jo bener bener gak nyangka ma..Ini seperti mimpi" jawab Jonathan seraya melepaskan pelukan nya


"Kamu bahagia" tanya Delisha


"Tentu saja" jawab Jonathan

__ADS_1


Mereka kembali memandang perawat itu yang kini sedang memeriksa Karina kembali


"Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Nona hanya perlu menjaga agar tidak stress dan kelelahan" ujar perawat itu


"Tapi kenapa saya tidak mual dan muntah sus?" tanya Karina heran. Pasalnya Amelia saja sampai sering pingsan dan tidak bisa bangun karena morning sickness. Tapi kenapa dia tidak??


"Setiap kehamilan berbeda beda nona. Kehamilan nona kali ini cukup baik karena tidak mengalami itu. Tapi yang jelas, nona harus menjaga yang saya peringatkan tadi, agar bayi kembar anda tumbuh dengan baik dan sehat" ungkap perawat itu


"Tentu suster," jawab Karina


"Peran suami sangat dibutuhkan, semoga tuan lebih bersabar menghadapi sikap ibu hamil yang terkadang berubah ubah moodnya" kini perawat itu beralih pada Jonathan


Jonathan langsung mengangguk pelan, dan menoleh pada Karina yang tampak mendengus. Dia jadi merasa bersalah telah membentak Karina tadi karena tidak bisa menahan emosi.


Setelah selesai pemeriksaan, mereka semua langsung keluar. Jonathan mendorong kursi roda Karina karena dia tidak ingin Karina sakit perut lagi. Padahal Karina sudah merasa baik baik saja sekarang.


Setiba nya diluar, ternyata sudah ada Ivan dan Dirga. Mereka datang berdua karena mendengar jika Karin masuk rumah sakit. Amel tidak ikut karena dia mual lagi, dan Kasih yang menemani nya dirumah utama bersama Bu Sari yang belum pulang.


"Bagaimana?" tanya Maxwel langsung


"Kita punya cucu lagi pa" kata Delisha langsung


"Yang benar?" tanya Maxwel terperangah tidak percaya


"Iya pa" jawab Jonathan


"Wow... selamat bang" Ivan langsung memeluk Jonathan dengan senang. Akhirnya setelah sore tadi dia sedih melihat Karina yang menangis, sekarang kesedihan itu berubah menjadi kebahagiaan yang tiada terkira


"Terimakasih, aku tidak kalah lagi darimu, aku bahkan punya dua sekarang" adu Jonathan begitu bangga


"Dua?" tanya Maxwel dan Ivan bersamaan


"Ya, anak Jonathan dan Karina kembar" jawab Delisha


"Ya Tuhan, terimakasih. Selamat nak. Papa akan panen cucu nanti" kini Maxwell yang langsung memeluk Jonathan setelah Ivan. Dia benar benar tidak menyangka dengan ini


"Wah ini benar benar gak disangka" ungkap Ivan yang juga ikut bahagia


Mata Karina langsung berkaca kaca lagi melihat kebahagiaan mereka semua


"Selamat tuan muda, akhirnya berhasil" Dirga langsung menjabat tangan Jonathan


"Terimakasih" jawab Jonathan


"Berarti biji kacang nya ada dua ya bang?" tanya Ivan, membuat senyum orang orang yang ada disana langsung memudar


"Biji Kacang??" tanya Jonathan begitu heran. Kacang apa yang dimaksud Ivan.


Delisha dan Karina yang ingat waktu Amel memeriksakan kandungan nya hari itu langsung mendengus jengah


"Itu calon janin kak Ivan. Bukan biji kacang" seru Karina kesal, kali ini dia benar benar tidak terima dengan kepolosan Ivan


"Lah, salahku dimana. Kan memang kayak biji kacang" ucap Ivan dengan polos nya


Maxwel dan ibu Karina langsung tertawa. Delisha menggeleng nafas pasrah sedangkan Karina langsung menepuk dahinya.

__ADS_1


Dan Jonathan, dia kembali mengingat bentuk calon janin Karina tadi.


Apa memang seperti biji kacang????


__ADS_2