Story Of The Twins

Story Of The Twins
Antara Sedih Dan Bahagia


__ADS_3

Amelia duduk bersama peserta lain nya ditempat yang sudah dipersiapkan panitia. Dia terlihat begitu cantik dan manis.


Meski tubuh nya kecil, namun pesona nya benar benar menarik perhatian orang orang disana.


Amelia mengenakan sebuah gaun malam hasil rancangan nya. Gaun malam sebatas lutut, namun sedikit mengembang, bewarna soft pink ditaburi dengan mutiara Swarovski yang membuat gaun itu terlihat lebih hidup.


Rambut nya disanggul keatas dengan menyisakan sedikit anak rambut hingga membuat penampilan nya semakin menarik. Apalagi ditambah dengan Hells nya yang melekat indah menghiasi kaki mulus nya, benar benar sempurna.


Amelia duduk dengan gugup saat menantikan penampilan model yang membawakan gaun rancangan nya. Dia berharap di bisa mendapatkan reward malam ini, setidak nya penghargaan agar nama nya bisa lebih terkenal lagi.


Dia benar benar ingin membuktikan pada tuan Maxwel, jika dia layak bersanding dengan anak nya, ya meskipun Amelia belum mengetahui jika Ivan telah ada ditempat ini dan sedang memperhatikan nya dari jauh.


"hei, gugup banget deh kelihatan nya" kata Diana mengejutkan Amelia. Diana salah satu desainer pesaing Amelia yang berasal dari ibukota, namun dia terlihat akrab dibanding peserta lain nya.


"iya nih kak, gila ya, hasil rancangan mereka bagus bagus banget" ungkap Amelia


"iya lah, isi nya desainer ternama se Asia. Aku sebenar nya udah insecure sedari tadi, tapi bisa ikut ajang bergengsi ini aja udah suatu kebanggan buat aku" kata Diana dengan tawa nya. Gadis yang lebih tua lima tahun dari Amelia.


Amelia juga ikut tersenyum mendengar nya


"iya sih, tapi kalau salah satu dari kita gak ada yang masuk nominasi kan malu banget, masak tuan rumah gak ada yang menang" kata Amelia membuat Diana tertawa


"aku doain semoga kamu menang, aku yakin rancangan kamu bagus dan berkualitas" sahut Diana membuat Amelia mengernyit bingung


"kok doain aku, seharus nya kakak berdoa untuk diri kakak sendiri kan, aneh deh" kata Amelia tertawa membuat wajah nya semakin terlihat manis dan imut


"haha, aku gak yakin Mel, aku sudah bilang kan, aku bisa ikut ajang ini aja udah suatu penghargaan buat aku. aku yakin rancangan kamu pasti yang terbaik" ungkap Diana lagi


"dih tahu dari mana, kakak juga belum lihat hasil punya ku, mana dipakai buat penutup lagi" kesal Amelia membuat Diana kembali tertawa


"udah deh jangan cemberut begitu. Gak lihat pun aku yakin, karena kamu orang nya ambisius, pasti kamu menampilkan yang terbaik juga" kata Diana


"ya semoga, semoga kakak juga menang" balas Amelia dan Diana langsung mengangguk


"Amin. Oh iya, keluarga kamu hadir juga kan disini?" tanya Diana dan Amel langsung mengangguk


"ya, kakak aku sama istri nya ada disana" jawab Amelia menunjuk Andrean dan istri nya yang sedang hamil duduk dikursi tamu tengah memandang model yang berlenggak lenggok di atas catwalk.


"pacar kamu?" tanya Diana lagi


"gak ada" jawab Amelia lesu, seketika hati nya kembali sendu mengingat Ivan yang tidak hadir disana


"kamu gak punya pacar?" tanya Diana heran dan tidak percaya


"ya" jawab Alena singkat. Memang Ivan bukan pacar nya, kenapa harus diakui


"masak sih, cantik, imut, manis begini gak punya pacar" kata Diana lagi membuat Amelia tersenyum getir


"emang gak ada kak. Ada Deket sama orang, tapi dia gak bisa hadir" jawab Amelia lesu


"kenapa ?" tanya Diana lagi


"dia lagi kuliah diAmerika" jawab Amelia membuat Diana langsung menganggukan kepala nya


"dan kamu masih menunggu dia?" tanya Diana dan kini Amelia yang menganggukan kepala nya.

__ADS_1


"pasti dia pria yang hebat ya, sampai kamu tahan buat nunggu dia. Padahal aku yakin kamu pasti banyak yang deketin" kata Diana


"ya gimana, cinta nya sama dia, ngeliat yang lain gak ada yang nyangkut dihati" jawab Amelia , membuat Diana langsung tertawa


"kalau jodoh, pasti kalian bersatu. Jangan khawatir. Aku sama suami ku dulu juga begitu, kamu tahu, dulu aku yang ngejer ngejer dia, dia gak pernah peka, padahal segala cara aku lakuin, tapi tetap aja dia gak perduli. Akhir nya ketika aku lelah dan mau nyerah, eh malah dia yang datengin aku. Dan akhir nya, kami nikah dan punya anak sekarang" ungkap Diana membuat Amelia tertegun, kenapa sama, batin nya.


"kok bisa gitu ya" gumam Amelia


"kenapa?" tanya Diana bingung


"ya, cerita nya sama kayak aku. Aku juga yang selalu ngejer ngejer dia waktu itu, bahkan sampai sekarang" jawab Amelia dengan senyum getir nya


"eh, beneran?" tanya Diana tidak percaya


"iya kak, murahan banget aku kan" jawab Amelia


"enggak kok. Aku tahu rasa nya. Kalau dia sadar dia pasti ngerti dan tahu kalau gak ada perempuan yang lebih baik dari kamu didunia ini" ucap Diana


"ya, semoga" balas Amelia sembari meminum air mineral yang tersedia diatas meja mereka


"tapi aku penasaran, gimana rupa nya lelaki yang kamu sukai itu, sehingga belum bisa lihat kamu yang udah sesempurna ini, aku rasa dia harus setara dengan penerus perusahaan Agueno grup lah, baru bisa mengabaikan kamu mel" kata Diana dan mampu membuat Amelia langsung tersedak minum nya


"hei pelan pelan" ucap Diana sembari mengusap lembut punggung Amel dan menyerahkan tisu pada gadis itu.


Wajah Amel sedikit memerah


"kakak kenal mereka?" tanya Amel takjub sembari mengusap perlahan bibir nya


"siapa yang gak kenal dua kembar tampan itu. Meski gak pernah go publik, tapi profil mereka udah ada yang menyebar luaskan. Dan kata nya mereka udah balik dari Amerika" ungkap Diana membuat Amelia terperangah


"iya lah, kamu sih gak update" jawab Diana


"eh, kenapa sih, jangan bilang dia orang nya?" tanya Diana


namun belum sempat Amelia menjawab, suara microvon MC acara menyampaikan jika saat ini adalah penampilan terakhir dari para model yang membawakan gaun hasil rancangan desainer mereka.


Dan perhatian Amel serta Diana teralihkan keatas podium dimana tirai terbuka perlahan dan menampakan seorang model yang sangat cantik mulai melangkah kan kaki nya diatas sana.


Jantung Amelia berdegup kencang seirama dengan langkah kaki model yang tengah berlenggak lenggok diatas podium itu.


"gila, luar biasa mel. Model nya juga cocok banget bawain gaun itu" gumam Diana sementara Amelia masih tertegun ditempat nya.


Dia sendiri tidak menyangka jika model nya bisa membawakan hasil rancangan nya dengan begitu indah dan sangat epik.


Tidak lama, namun mampu membuat pengunjung terkesima takjub melihat hasil nya.


Amelia terduduk kembali ditempat nya, dia cukup puas dengan hasil rancangan nya kali ini. Tidak sia sia dia bekerja siang malam demi untuk menyempurnakan karya nya.


Para juri terlihat saling berdiskusi, menentukan siapa yang layak mendapatkan penghargaan desainer terbaik tahun ini, yang karya nya akan di pertunjukan hingga keluar mancanegara.


Amelia duduk dengan gelisah, bahkan jantung nya belum berhenti berdetak.


Dia mengalihkan pandangan mata nya kearah para tamu dan menatap Andrean yang juga menatap nya. Andrean memberikan senyum yang hangat untuk adik nya, seolah menjadi semangat tersendiri untuk Amelia yang tengah gugup.


Amelia membalas senyum itu dan mengalihkan kembali pandangan nya kearah podium, namun dia kembali menatap kearah meja tamu, dimana Karina ada disana, dia baru saja tiba dan duduk dikursi yang disediakan untuk tamu istimewa itu, dan yang membuat nya seakan berhenti bernafas adalah seseorang yang bersama Karina.

__ADS_1


"kak Jo" gumam Amelia dengan wajah yang benar benar terperangah kaget.


Dia menatap lekat Karina yang sedang berbicara dengan Jonathan. Wajah gadis itu benar benar bahagia, hingga menambah kadar kecantikan nya. Dres malam bewarna hitam yang dikenakan Karina seolah begitu serasi dengan Jonathan yang sangat rapi dengan setelan jas nya.


Mata Amelia langsung berkaca kaca, hati nya benar benar bergemuruh hebat. Dia mengedarkan pandangan mata nya keseleruh sudut ruangan dimana dipenuhi oleh lautan manusia yang berkumpul.


Kilauan kamera yang saling bersambungan tidak mampu membuat nya berhenti mencari.


"kenapa gak ada" lirih nya begitu sedih, bahkan dia tengah menahan Isak tangis nya saat ini


"kak Jo udah disini, berarti kak Ivan seharus nya udah pulang juga, tapi kenapa" gumam Amelia masih terus mengedarkan pandangan mata nya kesegala arah hingga tepukan dibahu nya membuat nya terkesiap dan segera menghapus air mata nya yang hendak menetes


"hei, cari apa sih?" tanya Nadia yang baru datang dari toilet


"gak ada kak" jawab Amelia terdengar getir


"mata kamu merah, kenapa. Bawa tenang dong, jangan gugup begitu, jangan sampai nangis disini Lo" goda Diana membuat Amelia berusaha tersenyum dan sesekali melirik Jonathan dan Karina


"oh ya, kamu lihat mereka ya. Itukan salah satu pewaris perusahaan Agueno grup kan ya, tapi aku gak tahu siapa nama nya, gila ganteng banget ya dia" ungkap Diana begitu antusias melihat keberadaan Jonathan yang tengah diperebutkan gambar nya oleh beberapa fotografer.


"iya kak" jawab Amelia lesu. Hati nya benar benar tidak tenang sekarang, dia bukan lagi gugup karena hasil akhir ajang ini. Dia gelisah karena kenapa Ivan tidak ada sementara Jonathan ada. Ada apa sebenar nya, apa Ivan melupakan janji nya, apa Ivan sudah menemukan wanita lain disana.


Amelia langsung meringis pedih dan mencoba mengatur nafas nya yang benar benar sesak.


Dia menatap nanar keatas panggung, dimana pembawa acara mulai membuka suara untuk menentukan siapa pilihan juri.


Mulai dari yang terbaik, peringkat tiga yang didapatkan oleh peserta asal Thailand.


semua orang memberikan tepuk tangan saat desainer dan model nya maju keatas panggung.


Dan pengumuman runner-up yang jatuh pada peserta yang berasal dari negeri tetangga Malaysia.


Kembali tepuk tangan dan riuh penonton memenuhi aula. Namun Amelia sudah tidak lagi bersemangat. Bahkan dia tidak lagi berharap, harapan nya seperti hilang dan lenyap entah kemana, hilang seperti harapan nya yang mulai pupus karena ketidakhadiran Ivan.


Amelia menghela nafas berat, dia ingin beranjak tanpa mau mendengarkan lagi siapa pemenang desainer terbaik tahun ini.


"hei mau kemana?" tanya Diana bingung melihat Amelia yang sudah berdiri dan hendak pergi dengan wajah lesu nya


"mau kebelakang kak" jawab Amelia


"tapi kan belum selesai, siapa tahu" ucapan Diana terputus saat MC menyebutkan sebuah nama


"dan peraih penghargaan desainer terbaik tahun ini jatuh kepada..............." teriakan MC membuat seisi gedung benar benar terdiam dan tegang


Sedangkan Amelia sudah mulai melangkahkan kaki nya meninggalkan meja nya


"Amelia Kasyafani dari Indonesia!!!!!!"


deg


deg


deg


langkah kaki Amel terhenti, bersamaan dengan tepuk tangan dan sorak sorai penonton yang menyerukan nama nya, bahkan Karina sampai berdiri dan bertepuk tangan dengan begitu semangat

__ADS_1


"aku, aku pemenang nya" gumam Amelia


__ADS_2