
Beberapa hari setelah itu. Kehidupan baru Ivan yang sebenar nya pun telah dimulai. Kini dia sudah memiliki semua yang tak pernah ia bayangkan sebelum nya.
Orang tua yang sangat menyayangi dan memanjakan nya, kemewahan yang sudah didapatkan nya, dan semua hal yang tidak pernah dia rasakan sebelum nya. Dan juga saudara yang menjadi panutan nya waktu itu walaupun terkadang menyebalkan karena sifat dingin nya.
Sedangkan Jonathan juga telah mendapatkan apa yang dia mau sekarang. Kebebasan. Sekarang kemana pun dia pergi sudah tidak ada lagi yang melarang. Tidak ada yang perlu dia takuti lagi, dan bahagia nya bertambah ketika sekarang sudah mendapat saudara yang walaupun terkadang juga menyebalkan karena sifat jahil yang suka mengganggu nya.
Maxwel juga sudah kembali kekantor lagi. Kembali bekerja dan mengelola perusahaan yang telah lama dia tinggalkan bersama asisten kesayangan nya, Rico. Dia bisa bekerja dengan tenang sekarang. Karena sudah tidak ada lagi yang perlu dikhawatirkan.
Delisha sekarang sudah benar benar menjadi ibu rumah tangga yang sesungguh nya. Ia tidak lagi pergi keperusahaan seperti biasa. Kini dia hanya melayani dan menunggu suami tercinta nya dirumah dan juga mengurus dua buah hati tersayang nya. Sungguh impian yang sejak dulu sangat diidamkan nya.
Dirga tentu saja dia bahagia sekarang, teman gila nya bertambah satu lagi. Sekarang juga dia sudah bisa pergi bersama dengan Jonathan kemanapun mereka mau.
Faiz, sebuah keberuntungan mengenal Ivan. Dia dapat kuliah gratis dan rumah yang ditempati nya juga gratis. Bisa merasakan kuliah ditempat elit dan berkualitas serta bakalan mendapat teman baru.
Darwin, sudah jelas dia terpuruk sekarang, dijatuhi hukuman seumur hidup. Tentu saja itu sudah cukup untuk membalas semua kejahatan nya.
Andrean dan Amelia mereka kini kembali kerumah besar Darwin. Andrean mengurus perusahaan Darwin dan juga usaha kecil kecilan nya. Sebagai info sebenar nya dia sudah lulus strata satu, namun karena ditugaskan untuk memata matai Jonathan dia pun menyamar sebagai mahasiswa baru pada waktu itu.
....
Malam ini terlihat Maxwel, Delisha, Jonathan dan juga Ivan tengah makan malam bersama.
Sungguh momen yang paling membahagiakan dihidup mereka. Akhir nya bisa berkumpul dan bersama kembali.
Terlihat senyum selalu terpancar diwajah mereka masing masing. Jonathan yang biasa nya berwajah datar kini bisa dengan mudah mengeluarkan senyum manis nya.
"sungguh papa sangat bersyukur kita akhirnya bisa bersama kembali" kata Maxwel saat sudah selesai dengan makan nya
"iya mas, berkumpul dengan anak anak, tidak terasa mereka cepat sekali tumbuh besar" balas Delisha menatap haru kebahagiaan ini
"Ivan juga sangat bersyukur pa, ma, bisa bertemu lagi dengan kalian" jawab Ivan
Dan seperti biasa si makhluk es Jonathan hanya tersenyum
"iya nak, sekarang kita sudah berkumpul, semoga selalu seperti ini ya" kata Maxwel menatap kedua anak kembar nya
Ivan dan Jonathan pun hanya mengangguk dan tersenyum
Mereka pun memilih berbincang bincang diruang keluarga dengan sesekali diselingi dengan canda dan tawa dari Ivan.
"bang, dari tadi kita ngomong lo diem aja. Ngomong ngapa sih" sewot Ivan mulai menjahili abang nya lagi
__ADS_1
"Jo itu seperti papa kamu nak, dulu papa juga begitu, tidak banyak bicara, dingin sekali sikap nya. Persis seperti Abang mu, Jonathan" kata Delisha dengan suara lembut nya membuat Ivan langsung melirik papa nya yang tersenyum sembari menggelengkan kepala nya, karena memang benar sifat Jonathan menurun pada nya, bahkan lebih dingin lagi.
"wah, papa juga begitu?" tanya Ivan takjub
"iya nak" jawab Delisha terkekeh lucu membuat Maxwel langsung mengusap kepala nya
"iya, sama persis. Sampai sampai tidak ada yang berani mendekati papa, cuma mama kalian lo yang mau sama papa" ungkap Maxwel terkekeh membuat Ivan dan Jonathan juga ikut tertawa
"haha, iya pa, Ivan yakin deh, bang Jo bakal jadi perjaka tua. Dikampus aja mana ada yang berani deketi dia" ungkap Ivan membuat Jonathan langsung menatap nya kesal
" satu kampus aja sampek julukin Abang makhluk es, heran deh. Gini amat punya abang. Pelit banget bicara. Gak takut kesambet lo bang" ejek ivan yang langsung menerima pelototan jonathan
"diem deh" kata Jonathan kesal, sementara Maxwel dan Delisha hanya tertawa lucu melihat tingkah Ivan
"lah emang iya kan, bukti nya aku baru berapa hari disana udah langsung dikerubungi cewe satu kampus, liat deh besok kalau gak percaya. " kata Ivan dengan sombong nya
"percaya diri sekali" sewot Jonathan sembari memutar malas bola mata nya
"memang, abang aja manusia es yang kayak tinggal dikutub ut... " lagi lagi perkataan Ivan langsung terhenti ketika ia melirik Jonathan yang tengah menatap nya tajam dan sudah memegang bantal sofa siap untuk dilayangkan kewajah nya
"wah, ampun bang, ampuuun" Ivan pun langsung berlari menuju kekamar nya diikuti oleh Jonathan yang langsung mengejar nya.
Maxwel dan Delisha yang melihat itu langsung geleng geleng kepala dan terkekeh bahagia melihat kelakuan putera putera mereka yang kelakuan nya bagai langit dan bumi itu.
"iya sayang, kehadiran Jovankha memang merubah segala nya dalam hidup kita" jawab Maxwel sembari mencium mesra pucuk kepala Delisha
Didalam kamar
"mau kemana kamu ha, sini kamu" teriak Jonathan sambil melempari bantal kearah Ivan
"haha, ampun bang ampuun. Liat gak kenak. Cemen lo" ejek Ivan lagi sembari terus berlari mengelilingi kamar nya.
Jonathan pun terus mengejar Ivan dan akhirnya mereka sama sama terjatuh diatas tempat tidur besar milik Ivan.
Jonathan pun langsung memiting leher Ivan dengan meletakan kepala Ivan diketiak nya membuat Ivan berteriak kesakitan
"rasain, ampun gak" ancam Jonathan dengan geram
"wah rusuh lo bang, ampun ampun," ucap Ivan yang mulai kelelahan namun Jonathan sengaja terus membuat Ivan berteriak kesakitan dengan wajah nya yang tertawa lucu karena berhasil membalas Ivan
Setelah puas mengerjai Ivan, Jonathan pun melepaskan lengan nya dari kepala Ivan.
__ADS_1
"wah, kdrt lo bang" kata Ivan langsung terbaring dan memegang kepala nya yang terasa pegal
"iya, sekalian sana lapor sama kak Seto" kata Jonathan yang juga ikut berbaring disebelah Ivan
"haha, kenapa jadi kak seto, lo kira gue anak anak" kata Ivan sambil terkekeh
"memang iya kan kamu masih anak anak, lihat sikap dan kelakuan mu itu" sewot Jonathan
"bodo amat, kalau gue kayak elo bang, bisa bisa papa sama mama pasti berasa tinggal dikutub utara, yang ada kita semua jadi beku" ejek Ivan
Dan langsung kena lemparan bantal oleh Jonathan
"haha, kurang ajar kamu" kata Jonathan langsung tertawa singkat
Ivan yang melihat itu merasa senang karena dapat melihat tawa Jonathan yang menurut nya langka itu.
Entah kenapa ada perasaan hangat tersendiri ketika dia menjahili saudara kembar nya itu.
"oiya bang, besok abang pergi duluan aja ya kekampus, aku belakangan aja sama Faiz" kata Ivan tiba tiba
"kenapa " tanya Jonathan heran
"ada deh, aku mau buat kejutan hehe" balas Ivan cengengesan
"terserah" kata Jonathan singkat. Dia tau kejahilan Ivan yang sudah mendarah daging itu. Pasti bakalan membahagiakan jika dia bisa mengerjai teman teman Jonathan.
Mereka pun berbincang bincang sambil sesekali Ivan menggoda Jonathan hingga akhirnya mereka tertidur diranjang yang sama.
Sudah beberapa kali Ivan dan Jonathan tidur bersama seperti ini. Jika tidak Ivan yang dikamar Jonathan pasti Jonathan yang dikamar Ivan seperti ini. Maxwel membuat kamar Ivan tepat disebelah kamar Jonathan, sehingga mereka bisa selalu terus bersama dan berbagi cerita dirumah yang besar itu.
Delisha dan Maxwel melihat pintu kamar Ivan yang terbuka langsung masuk kedalam dan betapa bahagia nya mereka langsung disuguhkan dengan pemandangan yang sangat membahagiakan hati mereka.
Mereka melihat anak anak tersayang mereka telah terlelap bersama dengan posisi yang menggemaskan. Badan telentang tapi kaki saling bertumpang tindih.
Delisha pun langsung menyelimuti mereka dan mencium kening mereka satu persatu. Menatap penuh haru kebahagiaan yang tidak pernah terbayangkan sebelum nya.
Delisha menatap suami nya yang juga menatap nya. Mereka saling pandang dan melempar senyum bahagia. Sungguh kebahagiaan yang selama ini selalu mereka nantikan. Melihat keceriaan Jonathan dan kembali nya Jovankha.
..
*udah mau tamat aja ini guys
__ADS_1
jangan lupa like and coment nya ya*