Story Of The Twins

Story Of The Twins
Tentang Masa Lalu


__ADS_3

Dua hari berlalu...


Pagi ini Ivan sudah rapi dan ingin pergi kerumah sakit untuk menjemput Amelia. Hari ini Amel sudah diperbolehkan pulang oleh dokter, karena keadaan nya yang sudah membaik.


Dia menuruni anak tangga dengan sedikit berlari sembari memasang jaket ditubuh nya.


Saat tiba diujung anak tangga dia berpapasan dengan Jonathan yang juga baru keluar bersama Karina dari lift.


"Selamat pagi pengantin baru" sapa Ivan


"Pagi kak Ivan" balas Karina


"Masih kakak aja, tebalik kali Rin" sahut Ivan membuat Karina langsung tertawa kecil.


"Gak papa deh, udah kebiasaan" jawab Karin


Mereka berjalan beriringan menuju meja makan dimana Delisha dan Maxwel sudah menunggu disana. Pak Tarman dan Bu Sari sudah kembali kekampung semalam dan akan kembali lagi disaat pernikahan Ivan Minggu besok.


"Selamat pagi pa ma" sapa Ivan disusul oleh Karina yang menyapa mereka


"Selamat pagi anak anak mama, ayo sarapan" ajak Delisha langsung. Wajah nya sudah jauh lebih segar, bahkan senyum teduh nya sudah kembali.


Dia benar benar terlihat bahagia karena mereka bisa berkumpul kembali. Jonathan sangat bersyukur untuk itu, berita kematian Ivan benar benar membuat suasana rumah menjadi mati.


Delisha langsung menyiapkan sarapan untuk suami nya, begitu pula dengan Karina yang melayani Jonathan. Membuat Ivan yang duduk sendiri tampak menghela nafas kesal dan iri melihat pemandangan ini, padahal bukan yang pertama kali nya.


"Sudah gak usah lesu gitu, bentar lagi juga nikah" ucap Maxwel tiba tiba


"Sekarang biar mama dulu yang nyediain" sahut Delisha pula, dia meraih piring Ivan dan mengisi sarapan nya disana


Ivan tertawa malu seraya meminum air putih nya


"Iya iya. Nama nya juga iri. Apalagi liat pengantin baru ini, seger terus wajah nya tiap pagi" goda Ivan pada Abang nya


"Kamu diajakin nikah bareng gak mau,.ya salah sendiri" jawab Jonathan


"Males ah, gak sesuai konsep kita." balas Ivan


"Lagi pula kalau kalian nikah bareng entar dikira orang papa yang pelit" kata Maxwel pula


Ivan langsung tertawa sedangkan Jonathan hanya mendengus senyum saja


"Nah itu bener, Ivan juga pasti dibilang gak modal numpang dinikahan Abang" balas Ivan pula


"Memang kamu gak modal" ucap Jonathan


"Enak aja, aku udah hampir bangkrut kok, apalagi nanti mau honeymoon sebulan. Gak modal dari mana coba" sahut Ivan sewot


"Enak banget sebulan, jatahnya cuma dua Minggu" kata Jonathan pada Ivan yang hanya mendengus

__ADS_1


"Mana bisa, aku udah runding sama papa kok, Faiz juga bisa jaga perusahaan" jawab Ivan dengan angkuh nya


"Yang penting kamu pulang, jangan lagi buat heboh seperti kemarin" sahut Maxwel


Ivan langsung tertawa mendengar nya


"Iya iya, Ivan kan masih punya banyak mimpi pa. Mau punya anak banyak biar papa sama Mama gak kesepian" kata Ivan dengan bangga nya


"Hmm, harus itu" jawab Maxwel


"Tapi nanti kalau dana nya kurang ditambahin" pinta Ivan


Jonathan langsung mendengus mendengar nya. Seperti nya adiknya ini memang tidak tahu malu


"Iya, aman" jawab Maxwel


Delisha dan Karina hanya tertawa saja melihat ketiga lelaki ini


"Kalian gak boleh iri, salah sendiri kenapa cepet pulang kemarin" kini Ivan beralih pada Jonathan dan Karina yang memandang jengah pada nya. Mereka pulang cepat juga karena dia, memang menyebalkan.


"Kalau bukan karena mama, sudah aku gantung kamu dipuncak Monas" sahut Jonathan terlihat begitu kesal.


"wiih jangan dong, nanti Monas jadi makin ramai kalau aku disana" jawab Ivan dengan wajah menyebalkan nya


Delisha dan Maxwel sungguh tidak bisa menahan tawa mereka pagi ini. Jonathan yang pendiam memang tidak bisa untuk tidak menyahuti Ivan yang selalu saja bisa membuat nya kesal


"Kamu gak papa kan Rin, Ivan memang begini, jangan diambil hati" kini Delisha beralih pada menantu pertama nya ini. Karina tersenyum dan menggeleng


"Udah dia duluan yang tahu gimana Ivan" sahut Ivan yang juga ikut tertawa


"Iya ya, kalian dari kecil memang udah saling kenal" kata Delisha pula. Ivan dan Karina langsung mengangguk dan saling pandang lucu


"Gak nyangka bisa jadi saudaraan sekarang" kata Ivan.


Delisha dan Karina langsung tertawa mendengar nya, sedangkan Jonathan hanya diam saja dan bergumam dalam hati, 'jika tidak jadi saudara, sudah pasti jadi istri' . Batin nya.


Dan ya, Ivan juga tidak menyangka untuk apa yang telah terjadi sekarang. Dulu dia benar benar menyukai Karina. Bahkan Karina adalah cinta pertama nya. Dia masih begitu ingat bagaimana dia yang selalu dihina bapak Karina, dibully Aldo bahkan tidak jarang dihajar oleh Abang Karina itu karena beberapa kali ketahuan mendekati adiknya. Cinta diam diam yang bahkan satu kampung juga tahu jika Ivan memang menyukai Karina.


Tapi dia hanya bisa sebatas menyukai, bukan memiliki, karena ternyata Karina adalah jodoh untuk Abang nya sendiri. Dan sekarang menjadi kakak iparnya, sungguh lucu bukan.


Tapi, jika dia tidak pernah merasakan patah hati, dia tidak akan pernah merasakan jika ada seseorang yang begitu mencintainya. Dia tidak akan pernah merasakan kasih sayang dan cinta yang begitu besar dari gadis lain. Gadis yang bisa mengobati luka hati nya, dan gadis yang mampu merebut seluruh hati nya sekarang. Gadis cantik dan mungil, yang berhasil membuat Ivan merasakan cinta yang sesungguhnya. Cinta yang benar benar cinta. Bukan lagi cinta masa remaja yang hanya untuk bersenang senang saja. Ya Amelia Kasyafani, gadis pemilik hati Ivan saat ini.


"Kalian mau keperusahaan nak?" pertanyaan Delisha memecahkan lamunan Ivan.


"Iya ma" jawab Karin


"Kok masih kerja sih, kata nya mau resign" tanya Delisha menatap Jonathan dan Karina bergantian


"Hari ini ada rapat pengangkatan ketua divisi yang baru gantiin Karina, jadi Karin harus Dateng juga ma" jawab Karina

__ADS_1


"Ooh gitu, iya deh, mama kira kamu masih kerja" ucap Delisha namun Karina langsung menggeleng dan tersenyum tipis, dia memang masih ingin kerja, tapi Jonathan tidak memperbolehkan nya lagi.


"Siapa calon nya Jo" tanya Maxwel pula


"Diana pa" jawab Jonathan


"Diana temen kalian itu?" tanya Ivan pula dan Karina langsung mengangguk


"Dia cukup bagus diperusahaan, Jo sudah memeriksa tentang kinerja nya selama ini. Dan sebagai balas Budi, mungkin jabatan itu cocok untuk dia" jawab Jonathan pula


Maxwel langsung mengangguk


"Ok,.gak masalah, mana yang menurut kamu bagus aja. Papa kira kamu belum mau masuk perusahaan hari ini" kata Maxwel


"Dirga hari ini izin untuk tidak masuk, jadi harus Jo yang pergi" jawab Jonathan


"Tumben banget" gumam Ivan


"Enggak tahu. Ada yang mau dia urus katanya" jawab Jonathan dan Ivan hanya mengangguk saja dan terus melanjutkan sarapan nya


"Apa Kasih sudah bebas dari penjara?" tanya Maxwel lagi


"Sudah pa, semalam dia sudah dibebaskan" jawab Jonathan lagi


"Apa dia juga kalian pecat?" tanya Delisha


"Iya ma, perusahaan tidak bisa menerima mantan napi. Sudah begitu peraturan nya sejak dulu" jawab Jonathan


"Ya, lagi pula karena berbagai pertimbangan, masa hukuman nya juga sudah ditangguhkan. Semoga dia tidak terjebak dalam masalah lagi" sahut Maxwel


"Iya ya, Ivan hampir lupa tentang dia" gumam Ivan


...


Sementara orang yang sedang mereka bicarakan kini sedang berada didalam mobil.


Kasih sesekali melirik Dirga yang sedang menyetir dan hanya diam saja. Dia sebenar nya tidak enak, tapi Dirga tampak memaksa.


"Tuan, maafkan saya, saya sudah merepotkan tuan berkali kali" ucap Kasih yang duduk disamping Dirga.


Dirga melirik nya sekilas dan kembali fokus pada jalanan didepan nya.


"Tidak masalah, saya hanya ingin membantu. Lagi pula saya juga penasaran dengan pabrik itu" jawab Dirga


"Penasaran atau takut saya berbohong" tanya Kasih. Dirga tampak mendengus senyum


"Terserah kamu mau berfikir yang mana" jawab Dirga acuh.


Kasih kembali terdiam dan memandang jalanan didepan mereka. Mereka tidak banyak berbicara disepanjang perjalanan. Hari ini Dirga akan mengantar Kasih kembali kerumah orang tua nya yang sudah tidak lagi ditempati. Dia juga berniat mencari tahu semua tentang kehidupan Kasih. Sebenar nya apa yang dikatakan Kasih memang ada benar nya, dia juga ingin mencari tahu apa memang benar semua yang telah diucapkan oleh gadis ini, karena bagaimana pun dia sudah pernah ingin berbuat jahat pada keluarga Alexander, ya meskipun Dirga tahu jika Kasih melakukan nya karena terpaksa.

__ADS_1


Tapi dia juga penasaran, apa benar Kasih adalah anak dari pemilik pabrik roti yang terkenal itu. Dirga hanya penasaran, dan ingin mencari tahu nya.Dan jika memang semua yang dikatakan Kasih tempo lalu adalah benar, maka Dirga akan membantunya mengungkap kasus yang masih menjadi misteri ini.


__ADS_2