
Malam itu pesawat yang ditumpangi Ivan dan Amelia sudah mendarat dibandara. Ketika keluar dari bandara mereka langsung disambut oleh Dirga dan Faiz yang menjemput bersama dengan Roy dan Jhon.
"Sebulan gak ketemu makin sukses ya tuan muda" goda Faiz seraya menjabat tangan Ivan
Ivan tertawa dan memukul pundak Faiz dengan gemas
"Iya dong, makan tidur aja gue" jawab Ivan
"Ini banyak banget bawaan, kalian bawa semua barang yang ada di Swiss ya" sahut Dirga yang kini bergantian menjabat tangan Ivan. Dia benar benar heran melihat banyak nya koper yang dibawa oleh Ivan dan Amel
"Oleh oleh kak. Bingung mau bawain apa. Gak tahu juga kenapa jadi banyak begini" ucap Amel yang tertawa melihat orang orang mertua nya masing masing memegang satu koper. Koper yang lumayan besar pula
"Iya, kalap mau beli semua. Cuma inget uang yang udah menipis" kata Ivan yang langsung meraih tangan Amel dan berjalan menuju lobi bandara
Faiz dan Dirga langsung geleng geleng kepala melihat pasangan pengantin baru ini. Sebulan tidak bertemu aura mereka terlihat berbeda. Lebih segar dan tentunya penuh binar bahagia.
Mereka langsung pulang kerumah utama keluarga Alexander dimana semua orang sudah menunggu mereka disana.
Hari sudah cukup larut saat Ivan dan Amelia tiba dirumah. Dan mereka langsung disambut oleh Maxwel, Delisha dan juga Jonathan bersama Karina.
"Selamat datang dirumah" sapa Karina
"Akhirnya kalian pulang juga" kata Delisha yang langsung memeluk Amel saat Amel mendekati nya
"Kami kelamaan liburan ya ma" ucap Amel. Delisha dan Karina langsung tertawa mendengar nya
"Enggak apa apa. Yang penting kalian senang" kata Delisha yang mengusap pipi Amel yang semakin chubby
"Sebulan disana kamu kenapa jadi bulat ha" tanya Maxwel seraya memeluk sekilas pada Ivan
Ivan tertawa kecil begitu pula yang lain nya
"Mungkin karena terlalu bahagia pa" sahut Jonathan
"Ya gimana gak bahagia, gak ada beban yang difikirin. Kerjaan nya cuma makan tidur doang" jawab Ivan
"Iya, kak Amel juga makin gemoy" bisik Karina pada Amelia yang tersenyum malu. Dia mencubit gemas pinggang Karina yang tertawa meledek nya
"Kamu ih, ini karena dia yang ngajakin aku makan terus" jawab Amel
"Udah udah, gak papa gemuk. Berarti kalian senang. Ayo masuk. Kalian harus istirahat, pasti capek kan jalan jauh" ucap Delisha yang langsung membawa masuk Amel dan juga Karina. Tampak nya dia begitu senang Ivan telah kembali. Sekarang rumah nya sudah ramai kembali. Biasanya dia hanya bersama Karina namun sekarang sudah ada Amelia.
Sementara Ivan bergabung bersama papa dan Abang nya. Dirga dan Faiz sudah pamit pulang karena memang hari sudah begitu larut, bahkan hampir dini hari.
"Ma, Amel bawa tas Bagus banget. Tapi gak tahu deh mama suka atau enggak. Tapi model nya limited edition, baru keluar" ungkap Amelia saat mereka sudah duduk diruang keluarga
"Waah suka dong. Apalagi dari sana" jawab Delisha
"Iya, tapi lupa Amel letak dikoper yang mana" ucap Amel dengan senyum getir nya
__ADS_1
"Besok aja dibuka. Kalian banyak banget bawa barang nya." kata Delisha
"Iya kan ma. Pergi bawa satu koper pulang sampai satu mobil. Udah kayak mau jualan aja" sahut Karina pula membuat Amel dan Delisha langsung tertawa
"Oleh oleh semua kok. Besok kita bagi bagi. Kalap mau belanja semua" kata Amel
"Iya, yaudah, sekarang kalian istirahat. Udah malam" ujar Delisha
"Oke ma" jawab Karina dan Amelia
Setelah berbincang sebentar mereka akhirnya naik kelantai atas dimana kamar mereka berada.
Ivan masih asik berbincang dengan papa dan kakak nya. Jadi Amel dan Karina yang naik lebih dulu
"Hei... aku bawa sesuatu loh buat kamu" kata Amelia yang kini berjalan beriringan bersama Karina
"Apa?" tanya Karina menoleh sekilas pada Amel
"Baju haram" bisik Amel membuat mata Karina langsung membesar
"Baju haram" tanya nya lagi dan Amel langsung mengangguk dengan senyum smirk nya
"Kak baju yang hari itu kamu beliin aja belum habis Lo" ucap Karina
"Emang gak kamu pakek apa?" tanya Amel
"Ya aku pakai. Cuma kan gak tiap malem. Kalau lagi pengen aja" jawab Karina
"Harusnya dipakai aja. Suami makin suka tahu kalau kita pakai itu. Kelihatan seksi. Biar semakin enak main nya" ungkap Amel
"Kadang aku agak geli tahu kak" jawab Karina
"Kamu ini, kak Jo udah kaku, kalau kamu malu gimana bisa asik" dengus Amel. Sepertinya dia mau meracuni lagi otak polos Karina
"Jadi aku harus gimana dong?" tanya Karina
"Ya harus lebih agresif lah" sahut Amel. Mereka kini sudah berada dianak tangga yang terakhir
"Agresif, maksud nya?" tanya Karina
"Ya ampun, berarti kamu gak pernah mulai duluan?" tanya Amel dan Karina langsung menggeleng
"Enggak, selalu dia." jawab Karina
Amel langsung menarik tangan Karina agar lebih mendekat kearah nya
"Nanti kamu harus coba rayu duluan. Pakai pakaian yang aku kasih. Dijamin dia makin cinta dan ketagihan. Jangan dia terus yang mulai, kamu juga harus bisa ngimbangi" ujar Amelia yang sepertinya sudah sangat berpengalaman. Padahal Karina duluan yang merasakan nya
"Emang kakak juga begitu?" tanya Karina
__ADS_1
"Iya dong, besok aku kasih tahu caranya. Biar pakaian haram itu gak sia sia sama kamu" kata Amelia dengan senyum menggoda nya
"Sebulan disana kayak nya udah berpengalaman banget ya kak" ucap Karina membuat Amel langsung tertawa lucu
"Gimana gak pengamalan. Cuma itu doang yang dilakuin" jawab
"Astaga" gumam Karina
"Yaudah deh, aku mau istirahat dulu. Besok kita lanjutin lagi" ucap Amelia
"Oke, bye" balas Karina.
....
Keesokan pagi nya setelah selesai sarapan mereka semua telah berkumpul diruang keluarga. Kebetulan hari ini adalah hari Minggu. Jadi Jonathan dan Maxwel ada dirumah karena tidak bekerja. Ivan juga mulai besok sudah harus masuk kantor begitu pula dengan Amelia yang sudah harus meninjau butik yang dia tinggalkan selama sebulan ini.
Mereka membongkar oleh oleh yang dibawa oleh Ivan dan Amel. Sangat banyak, dari mulai pakaian, tas, aksesoris dan juga makanan.
"Waah cokelat" gumam Karina saat membuka kotak cokelat yang begitu menggiurkan.
"Cobain deh, enak banget tahu. Aku Sampek gak bisa berhenti makan nya" kata Amel.
Karina mengangguk antusias dan langsung mencoba nya. Mata nya langsung berbinar saat merasakan cokelat itu yang langsung lumer dimulut nya
"Uummhh enak banget" gumam Karina yang terus menerus memakan cokelat itu. Bahkan dia tidak lagi melihat barang barang mewah lain nya. Delisha begitu senang mendapatkan pakaian dan tas bermerk, namun tidak dengan Karina. Dia malah senang mendapatkan cokelat itu
"Gigi kamu Karin" ujar Jonathan yang melihat Karina begitu menikmati cokelat nya
"Dikit doang" jawab Karina dengan senyum canggung nya
"Banyak loh, aku beli varian rasa. Nanti kita berbagi sama teman yang lain" kata Amel dan Karina langsung mengangguk
"Pa lihat, bagus kan. Ini buat papa, dan ini buat Abang" kata Ivan yang menyerahkan sebuah kotak kecil berisi dasi untuk Maxwel dan Jonathan
"Mahal loh ini" kata Ivan dengan senyum tengil nya
"Ya, awas saja kamu minta ganti rugi" sahut Jonathan membuat Ivan dan Maxwel langsung tertawa
"Enggak kok. Aku gak sekejam itu ya. Cuma kalau nanti aku kehabisan uang kalian harus minjami" ucap Ivan
"Kenapa,.udah jatuh miskin karena libur sebulan kan" kata Jonathan seraya mengeluarkan dasi dari dalam kotak nya. Lumayan, cukup elegan dan sesuai selera nya. Ivan memang tahu bagaimana selera Abang nya itu
"Jatuh miskin sih enggak. Cuma agak nyeret aja" jawab nya dengan wajah yang menyebalkan
"Ya paling kalau sudah tidak punya uang kamu harus lembur. Papa punya pekerjaan yang cukup banyak buat kamu. Apalagi sebulan kamu sudah tidak bekerja" ungkap Maxwel.
"Yah asal jangan lupa saja dia caranya membuka komputer" goda Jonathan
"Oh tidak, meskipun yang dibuka lain, tapi aku masih tahu caranya bekerja. Harapan hidup itu" sahut Ivan
__ADS_1
Pagi itu mereka tertawa bersama setelah sekian lama tidak berjumpa. Menikmati hari libur dirumah dengan saling bercengkrama.