Story Of The Twins

Story Of The Twins
Bercanda Bersama Ivan


__ADS_3

Jonathan keluar dari ruang ganti dengan setelan jas pernikahan yang begitu pas ditubuh nya. Jas bewarna silver metalik itu begitu serasi dengan tubuh gagah nan kekar milik Jonathan. Delisha langsung tersenyum puas dengan hasil nya, tidak salah memang memilih Amelia untuk pakaian pengantin mereka. Tinggal menunggu Karina yang sedang memakai gaun pengantin nya ditempat sebelah.


Jonathan mendekat kearah Delisha yang tampak memandang takjub dirinya saat ini.


"Bagaimana ma?" tanya Jonathan


"Perfect, kamu semakin tampan" jawab Delisha sembari membenarkan dasi kupu kupu dileher Jonathan


Jonathan langsung tersenyum tipis mendengar pujian mama nya, hati nya sudah tenang saat ini, setelah tadi harus melalui drama panjang dan godaan dari Ivan yang sekarang sedang berada disofa, adik nya itu sedang menerima telepon dari seseorang. Jika tidak dia pasti sudah mengeluarkan kata kata yang membuat telinga nya panas.


"Ingat kurangi marah marah nya, udah mau nikah, nanti ketampanan anak mama berkurang" ucap Delisha dan Jonathan langsung mendengus pasrah


"Mama jadi seperti Ivan sekarang" sahut Jonathan dan Delisha langsung tertawa mendengar nya.


"Iya, kelamaan bareng Ivan mama jadi ketularan dia. Habis nya kamu pakek buat drama segala, jadi bahan sama adik kamu kan" ucap Delisha


"Ivan memang begitu, ada gak ada drama dia tetap aja suka buat orang kesal" sahut Jonathan, tangan nya terlihat memperbaiki ujung lengan kemeja nya, hingga sebuah suara membuat Jonathan membalikan tubuh nya


"Gimana ma" tanya Karina yang sudah keluar dari dalam ruang ganti, dibelakang nya terlihat Amelia yang memegangi ekor gaun Karina yang memang mengembang dan penuh


"Wow, kamu cantik banget Rin, pas banget sama gaun nya. Mama jadi pangling, padahal belum dimake up" jawab Delisha, calon mama mertua nya itu terlihat mengitari tubuh Karina membuat gadis itu terlihat canggung dan tersipu malu.


"Ini karena gaun rancangan kak Amel yang memang bagus ma" ucap Karina malu, dia melirik kearah Jonathan yang masih memandang nya dengan lekat


"Kamu memang cantik, jadi pakaian apapaun yang kamu pakai pasti bagus" jawab Amelia dan Delisha langsung mengangguk setuju


Delisha menoleh pada Jonathan yang masih tampak terperangah memandang Karina


"Gimana Jo, cocok tidak?" tanya Delisha, namun Jonathan masih terdiam menatap Karina, membuat ketiga wanita berbeda usia itu terlihat bingung


"Jo!" seru Delisha lagi, Jonathan langsung terkesiap kaget dan berdehem sekilas. Dia langsung mengangguk dan tersenyum memandang Karina


"Iya ma, cocok" jawab Jonathan


"Cantik tidak?" tanya Delisha lagi


"Sangat cantik" gumam Jonathan dengan pandangan yang tidak lepas dari Karina yang memang sangat cantik dan terlihat berbeda dengan gaun pengantin bewarna putih silver itu. Ball Gown yang dikenakan Karina membuat dirinya terlihat berbeda, apalagi gaun dengan bahu yang terbuka membuat penampilan nya terlihat sempurna.


Ball Gown yang dirancang Amelia memakai ribuan payet dan mutiara asli yang menambah kesan glamour dan elegan. Hiasan yang terdapat disetiap sisi gaun itu tampak berkilap kilap jika terkena cahaya, dan itulah gaun yang diinginkan Karina, bertema princess yang dipenuhi oleh kemewahan sesuai keinginan Jonathan.


Karina tampak tersipu malu mendengar pujian Jonathan, bahkan hingga saat ini Jonathan tidak lepas lepas nya memandang setiap lekuk tubuh Karina yang rasa nya dia menjadi tidak sabar untuk segera menikahi gadis itu.


"Wow, udah dong ngeliatin nya, copot entar tu mata" ucap Ivan yang ternyata sudah berada diantara mereka, dia selalu bisa membuyarkan fantasi indah Jonathan.


"Cantik banget emang, apalagi kalau dipakai saat resepsi nanti, pasti kayak princess beneran kamu Rin" kata Amelia pula. Dia terlihat melebarkan bagian bawah gaun Karina sehingga membuat gaun itu melebar sempurna dan sangat indah


"Iya, lihat mata bang Jo sampai gak bisa berenti mandang nya" goda Ivan membuat Jonathan langsung mendengus kesal


"Wajar lah aku mandang, dia calon istriku" sahut Jonathan kesal namun Ivan hanya tertawa saja menanggapi nya


"Udah, udah, ayo sekarang foto dulu, mama mau kirim ke ibu kamu Rin" kata mama yang sudah menyiapkan ponsel nya dan menyerahkan nya pada Ivan

__ADS_1


"Iya ma" jawab Karin yang sudah tampak bersiap siap, Jonathan juga langsung mendekat kearah Karina dan berdiri disebelah calon istri nya itu


"Deket lagi bang, jangan kayak orang ldr gitu lah" seru Ivan yang mengambil alih ponsel Delisha untuk memfoto mereka


"Begini?" tanya Jonathan


"Miring sedikit kepala nya" kata Ivan lagi, dan Jonathan segera mengikuti arahan Ivan


"Aih, sedikit aja miring nya bang" kata Ivan lagi


"Peluk dong pinggang Karina nya"


"Senyum sedikit"


"Jangan tegang"


"Relaks"


"Kanan dikit bang!!" seru Ivan untuk yang kesekian kali


"Jovankha!!! kamu aku lempar kepalung Mariana setelah ini" ucap Jonathan begitu kesal. Bisa bisa nya Ivan selalu membuat nya kesal, apa dia kira tidak lelah


"Ivan" kata Delisha menatap tajam Ivan yang tengah terkekeh geli saat ini


"Hehe iya ma iya, kapan lagi coba godain calon pengantin begini" jawab Ivan


"Masih banyak lagi lo Van yang harus dicoba, takut keburu malem" sahut Delisha


Amelia terlihat mengarahkan gaya dan postur tubuh Jonathan dan juga Karina yang terlihat menurut saja


"Oke siap" seru Amelia mengangkat jempol tangan nya, dan Ivan langsung mengambil beberapa gambar untuk menjadi kenang kenangan sekaligus untuk dikirim kepada orang tua Karina dikampung.


Sore itu mereka terlihat begitu sibuk membantu Karina mencoba beberapa gaun yang akan dikenakan nya untuk acara pernikahan nya nanti. Tidak ada yang protes, baik Jonathan maupun Karina cukup puas dengan hasil tangan Amelia. Bahkan untuk pakaian khusus keluarga, semua Amelia juga yang menyiapkan nya. Bahkan sampai malam hari mereka masih juga menjajal pakaian yang akan mereka gunakan satu persatu.


Meski lelah, namun mereka tampak begitu bersemangat menyambut hari bahagia mereka nanti nya. Apalagi Jonathan dan Karina, mereka sama sama sudah tidak sabar untuk bisa saling mengikat janji suci mereka. Bersatu dan saling memiliki, berbagi suka dan duka bersama.


...


Hari sudah malam, dan mereka baru selesai melakukan fitting baju. Delisha sudah pulang terlebih dahulu bersama Roy, seperti nya mama mereka sudah begitu kelelahan. Sedangkan Jonathan dan Karina kini sudah berada disebuah restauran untuk makan malam bersama Ivan dan Amelia.


Wajah mereka semua tampak kelelahan, bekerja dari pagi dan malam ini baru bisa duduk untuk makan. Ivan bahkan sudah menghabiskan dua piring nasi dan bebek panggang nya karena begitu kelaparan.


"Laper banget yang?" tanya Amelia, dan Ivan langsung mengangguk


"Iya, untung aja gak sampai minum obat magh" sahut Ivan sembari meminum jus jeruk nya


"Kerjaan kamu cuma makan dan ngemil sejak dibutik tadi, bisa bisa nya makan sebanyak itu" ucap Jonathan, Karina dan Amelia hanya tertawa saja melihat pasangan mereka, yang entah kenapa semakin hari semakin sudah akur, ada saja yang diperdebatkan.


"Sirik aja sih bang. Kerja ngurus perusahaan itu menguras tenaga dan fikiran, belum lagi ngurus Amelia yang menguras imun dan iman, jadi harus banyak makan" ungkap Ivan membuat Karina semakin terbahak mendengar nya. Sedangkan Amelia langsung memukul gemas pundak Ivan yang terkekeh


"Ada ada aja deh kamu. Emang nya aku ngapain sampai bisa nguras iman dan imun kamu" tanya Amelia

__ADS_1


"Kamu emang gak ngapa ngapain, tapi aku yang kenapa kenapa karena harus menunggu untuk ngapa ngapain kamu" jawab Ivan dengan senyum menggoda nya


Amelia langsung melebarkan mata nya dan kembali mencubit pinggang Ivan dengan kuat, membuat Ivan langsung menggelinjang geli dan tertawa melihat wajah kesal Amelia


"Dasar mesum" ucap Jonathan


"Mesum sama calon sendiri kok. Lagian gak usah munafik, abang juga pasti gitu, cuma gengsi aja buat ngungkapin nya" jawab Ivan sinis


"Tidak juga" sahut Jonathan yang terlihat memalingkan wajah nya


"Heh, hati hati aja kamu Rin, biasa nya yang diem diem gini yang bahaya" kata Ivan


"Bahaya?" gumam Karina dan Ivan langsung mengangguk


"Jangan nakut nakuti" sahut Amelia


"Siapa yang nakut nakuti sih yang, emang begitu kok. Liat aja kalau lagi marah, ngerih kan" tanya Ivan pada Karina yang langsung mengangguk


Karina menoleh pada Jonathan yang memandang Ivan dengan kesal, adik nya ini memang sangat menyebalkan.


"Gak papa, yang penting gak gigit" kata Karina pada Jonathan yang terlihat tersenyum mendengar nya, namun Ivan yang melengos sinis


"Lebih dari menggigit sih" gumam Ivan


"Jovankha" geram Jonathan, Ivan kembali tertawa mendengar nya


"Udah deh yang, suka banget gangguin orang. Laper lagi nanti baru tahu, kata nya mau hemat" ucap Amelia


"Oh iya, tapi tenang, kan ada tukang bayar" sahut Ivan melirik Jonathan yang mendengus gerah sedangkan Karina dan Amelia sudah cekikikan lucu


"Bisa tidak jiwa pelitmu itu dikurangi, makan sedikit begitu saja minta dibayari. Mau kamu timbun kemana harta kamu yang sebanyak itu" kata Jonathan


"Gak ada, mau disimpen aja untuk modal anak anak kita nanti ya yang" kata Ivan pada Amelia yang langsung mengangguk. Seperti nya gadis itu sudah mulai sefrekuensi dengan Ivan sekarang


"Cih, aku bayari makan malam ini, tapi jangan harap kau bisa ikut kami berkayar lusa" kata Jonathan dengan senyum devil nya


"Aiih pelit banget, numpang doang. Kapal nya juga gak bakal tenggelam kalau numpangi dua orang, apalagi kurus kurus kayak kita gini ya yang" ucap Ivan pada Amelia


"Jangan harap, naik perahu saja kalian, tidak pakai biaya" sahut Jonathan , sungguh Karina sejak tadi tidak bisa berhenti tertawa mendengar kelakuan dua orang berwajah sama namun berbeda sifat ini. Dan bodoh nya Jonathan malah mau saja menanggapi perkataan Ivan.


"Duh kak, aku gak ngebayangi kalian naik perahu berdua" kata Karina geli


"Iya, pulang pulang kami udah jadi ikan asin yang kering ditengah laut" jawab Amelia asal


"Hihii, kak Ivan mah gak modal" ucap Karina dan langsung diangguki oleh Jonathan


"Memang, mau nya gratis saja, padahal harta nya banyak melimpah. Kenapa kamu mau dengan orang pelit seperti ini?" tanya Jonathan pada Amelia yang tertawa melihat Ivan


"Gak tahu kak, mungkin khilaf" jawab Amelia membuat Ivan langsung melebarkan mata nya


"Sayang" seru Ivan tertahan membuat mereka bertiga yang melihat wajah kesal Ivan langsung tertawa lucu

__ADS_1


__ADS_2