
Sudah hampir satu jam Jovankha dan Jonathan diruang operasi, namun belum juga ada seorang dokter pun yang keluar.
Terlihat telah ada Rico dan istri nya beserta Dirga disana, mereka masih setia menemani tuan mereka. Mereka tampak duduk terdiam dengan wajah cemas dan perasaan khawatir.
"bagaimana dengan orang orang itu Rico, apa sudah ditangani? " tanya Maxwel memecah kesunyian
"sudah tuan, Roy yang mengurus mereka dengan Andrean sebagai saksi mata, sekarang mereka sudah ditetapkan sebagai tersangka tetap, namun hasil keputusan hukuman dibicarakan pada sidang besok" jelas Rico pada Maxwel
"aku sungguh berterima kasih padamu Rico sudah menjaga keluarga ku selama aku tidak ada" ucap Maxwel tulus
"jangan begitu tuan, itu sudah tugas saya. Apa yang saya lakukan belum sebanding dengan pengorbanan tuan" kata Rico memandang wajah Maxwel yang sudah lama tak dilihat nya itu.
"ya aku bersyukur dapat kembali lagi, dan berkumpul bersama keluargaku lagi. Anakku yang hilang pun kini sudah kembali. Sungguh Tuhan masih sangat sayang padaku, " ungkap Maxwel dengan mata yang berkaca kaca. Dia memeluk erat istri nya yang sangat dirindukan nya itu. Hampir dua tahun lama nya mereka berpisah. Sungguh takdir tuhan mempertemukan mereka kembali dengan cara nya sendiri.
"tuan, bagaimana ingatan mu bisa kembali apa karena kau melihat tuan muda Jonathan? " tanya Rico yang membuat semua orang disitu menatap kearah nya seolah ingin mengetahui juga bagaimana keadaan Maxwel ketika ia menghilang.
"ya, mungkin karena itu. Dan juga karena kebaikan hati wanita tua yang sudah berbaik hati mau menolong dan merawat ku selama ini"
Ungkap Maxwel. Dia mengenang kembali bagaimana memprihatinkan nya keadaan nya waktu itu.
~Flash back~
Maxwel pov
Sungguh waktu itu adalah suasana yang paling menegangkan dalam hidup ku. Setelah pulang dari rumah paman Darwin dipertengahan jalan didekat lereng gunung saat aku hendak menginjak rem untuk memelankan laju mobilku aku merasa ada sesuatu yang tidak beres.
Aku berusaha tenang untuk mengatasi ini. Namun keadaan nya semakin memburuk ketika jalanan mulai menurun.
"ada apa tuan, ?" tanya Rico padaku, seperti nya dia juga merasa panik
"rem kita blong Rico, seperti nya ada yang menyabotase mobil ini" ucap ku masih dengan fokus pada jalanan
"astaga, lalu bagaimana tuan? " tanya Rico yang sudah benar benar panik
Aku pun juga sudah hampir frustasi. Untung saja jalanan sepi jadi tidak akan membahayakan orang lain. Saat itu difikiranku hanya satu, yaitu istri dan anakku, aku harus memilih jika aku selamat maka Darwin akan mengganggu keluarga ku, dan jika aku mati maka dia akan senang dan tidak akan menganggu lagi, itu fikirku. Ketika sudah tidak ada lagi cara aku memerintahkan Rico untuk lompat keluar, berharap dia akan selamat.
"lepaskan sabuk mu Rico, lompat lah keluar" teriakku pada Rico. Dia pun nampak nya terkejut dan semakin kalut
"tapi tuan" ucap nya bingung
Aku pun langsung membantu nya melepas sabuk pengaman dengan tangan satuku masih fokus pada setir mobil yang sudah mulai hilang kendali
"cepat lah, salah satu dari kita harus selamat. Turun lah, lindungi keluarga ku" teriak ku dan langsung mendorong kuat tubuh nya.
Dia pun terpelanting keluar dan aku tidak tau lagi apa yang terjadi pada nya.
Aku pun langsung membuka sabuk pengamanku sendiri dan langsung lompat keluar saat mobilku sudah meluncur kedalam jurang.
Dan
Duarrr
Samar samar aku mendengar ledakan mobilku sebelum aku kehilangan kesadaran ku karena jatuh terperosok kedalam jurang itu dan terhempas kesebuah batu besar.
...
Ketika aku membuka mata ku aku merasakan seluruh tubuhku bagai dihantam ribuan besi. Sungguh sangat sakit. Aku mencoba menggerakan kakiku namun tidak bisa. Aku melihat ada beberapa orang dan ada seorang wanita tua memeriksa keadaan ku. Sungguh aku tidak mengerti apa yang tengah terjadi waktu itu. Bahkan siapa aku pun aku tidak tahu.
__ADS_1
Mereka berucap syukur atas kesadaran ku yang sudah lama mereka nantikan. Aku mendengar sudah beberapa bulan ini aku tertidur. Selama itukah fikirku.
Dan beberapa bulan berlalu aku mulai bisa menggerakkan kaki ku. Dibantu oleh wanita tua yang sangat telaten mengurusku. Setiap hari dia memberiku ramuan yang sungguh tidak bisa kujelaskan bagaimana rasa nya. Sungguh ramuan itu membuat lidah ku kelu bagai mati rasa.
Aku dibantu oleh anak bungsu nya belajar berjalan.
Hingga tak terasa aku mulai bisa berjalan sendiri.
Aku merasa senang karena tidak harus menyusahkan orang lain untuk bergerak terutama untuk bisa membersihkan diriku.
Hari hari kujalani sendiri. Meskipun wanita tua itu dan anak nya selalu menemaniku namun sungguh aku berasa hampa. Sampai saat itu aku masih belum mengingat apapun tentang diriku.
Setiap hari aku hanya duduk melamun disebuah kursi dibelakang rumah sambil memandang danau dan perbukitan yang cukup menenangkan hatiku.
Hingga suatu waktu datang lah dua orang pemuda yang dari cerita ku dengar dia adalah cucu wanita tua itu bersama teman nya.
Mereka menemuiku ditempat biasa aku menyendiri.
Saat aku melihat nya aku merasa ada sesuatu yang menjalar dihatiku. Aku menatap nya dalam dan dia juga hanya menatapku heran. Entahlah seperti nya dia juga tidak mengenaliku.
Aku mulai merasakan ada sekelabat bayangan samar yang terlintas dikepala ku, dan sungguh itu sangat menyakitkan bagiku. Aku memegangi kepalaku yang terasa sangat sakit hingga aku tidak merasakan apa apa lagi.
Setelah aku membuka mata, aku hanya melihat wanita tua itu duduk sambil meracik ramuan nya. Aku tak melihat lagi pemuda yang menemui ku tadi.
Setelah kejadian itu aku mulai merasakan ada sesuatu yang aneh yang terkadang muncul diotak ku. Terkadang bayangan samar tentang seorang wanita dan juga seorang pemuda terlintas dikepalaku. Namun tetap saja aku masih belum bisa mengingat apapun.
Beberapa minggu setelah kejadian itu aku berharap pemuda itu datang lagi menemuiku. Setiap hari aku menunggu dan terus menunggu. Berdoa pada tuhan kira nya ia dapat mengembalikan lagi ingatan ku.
Hingga suatu hari ketika aku duduk termenung ditempat ku. Ada seseorang yang menemui ku. Dan aneh nya dia memanggilku dengan sebutan
Papa
Dan betapa terkejut nya aku saat tiba tiba dia langsung memelukku.
Reflek aku pun membalas pelukan hangat nya.
Dan seketika itu seluruh taburan memori langsung mengalir dalam otakku. Hingga itu menimbulkan rasa sakit yang luar biasa. Akupun tak tahan lagi hingga aku lemas dan menutup mataku dalam dekapan pemuda itu.
Ketika aku membuka mataku, aku melihat pemuda itu duduk disamping ku sambil menggenggam erat tangan ku. Ia menatapku dengan raut bahagia.
Seketika itu pula aku mengingat semua yang aku lupakan.
Sungguh aku sangat berterima kasih pada tuhan.
Ya pemuda itu
Anakku
"Jonathan"
"iya pa, ini jo. Papa sudah ingat. Jo rindu pa" kata nya langsung memeluk ku erat. Aku pun membalas pelukan hangat putera ku itu.
"maafkan papa nak, papa sudah meninggalkan kalian " lirih ku. Perasaan bersalah langsung menyergapi hatiku namun aku bersyukur masih diberi kesempatan hidup oleh Tuhan
"tidak apa apa pa, yang terpenting sekarang papa sehat dan sudah baik baik saja" ucap nya padaku
"tapi kenapa waktu itu kau seperti tidak mengenali papa nak? " tanya ku pada nya
__ADS_1
Dia pun nampak terdiam dan seolah olah sedang berfikir.
"itu bukan Jo pa, itu Ivan, wajah nya memang sangat mirip dengan Jo" jelas nya padaku.
Aku pun langsung terkejut mendengar itu.
Sontak fikiran ku langsung mengingat tentang kembaran Jonathan yang hilang sembilan belas tahun yang lalu.
"apa kau mengenal nya? " tanya ku
"aku mengenal nya pa, dari dia juga aku tau papa masih hidup. Maaf pa aku meminta nya untuk menggantikan posisi ku disana dan aku disini menggantikan nya. Sungguh aku hanya ingin merasa hidup selayak nya orang biasa. Tapi takdir mempertemukan kita, aku bisa melihat papa lagi sekarang" jelas nya padaku. Aku dapat melihat gurat kecewa dan bahagia diwajah tampan nya.
"maaf kan papa nak, gara gara masalah papa kamu merasa tertekang" lirih ku
Dia pun hanya membalas ku dengan senyuman nya. Sungguh benar benar putera ku
"nak, apa kamu tau bahwa kamu selama ini mempunyai kembaran" kata ku dan dapat ku lihat keterkejutan nya
"maksud papa, " tanya nya heran
"ya kamu memiliki kembaran, namun saat kalian baru berusia beberapa bulan kembaran mu itu hilang karena diculik seseorang. Papa sudah mencari nya kemana mana tapi tak juga papa temukan, dan papa rasa orang yang kau bilang mirip dengan mu itu adalah kembaran mu nak" jelas ku pada nya.
Dia pun nampak terdiam sambil mikirkan sesuatu.
"benarkah? " tanya nya lagi
Aku hanya menganggukan kepala ku sambil memperhatikan wajah nya. Entah senang ataupun sedih, entah lah puteraku yang satu ini memang sulit ditebak.
"Jo sungguh bahagia jika benar kami bersaudara. " ucap nya
Kami pun berbincang bincang mengenai kehidupan Jovankha dan juga kehidupan Jonathan setelah ku tinggalkan beberapa waktu.
Aku memilih untuk memulihkan tubuhku dulu dalam beberapa hari dan baru akan kembali kerumah untuk menemui istri ku tercinta dan juga Jovankha yang sangat aku rindukan.
Beberapa hari setelah itu, aku memutuskan untuk pulang kerumah. Aku menyuruh Jonathan untuk menghubungi salah satu pengawal setiaku untuk menjemput kami.
Jonathan pun menelpon Jhon salah satu pengawal yang ditugaskan untuk menjaga istriku.
Aku meminta nya untuk menjemputku secara diam diam karena aku ingin memberi kejutan pada mereka.
Setelah Jhon tiba aku meminta nya untuk membawa sejumlah uang cash dan juga bahan pangan untuk wanita tua yang sudah merawatku.
Aku juga memberikan dia modal usaha dan juga dana untuk membuka tempat praktek pengobatan nya.
Awal nya dia menolak namun aku tetap memaksa nya. Karena apa yang aku berikan pun ku rasa belum cukup untuk membalas semua jasa nya selama hampir dua tahun ini.
Setelah berpamitan pada nya dan juga orang orang dikampung itu kami pun pulang kerumah.
John membawa ku kerumah Rico karena kata nya istri dan anakku ada disana.
Setelah sampai disana bukan aku yang memberi kejutan tapi aku yang terkejut karena mendapat kabar bahwa istriku diculik oleh orang orang Darwin.
Kami pun pergi ketempat lokasi penyekapan istriku diantar oleh anak Rico.
Sepanjang jalan aku hanya bisa berdoa semoga mereka baik baik saja.
Sesampai nya disana kulihat Darwin dan orang orang nya sudah berhasil dilumpuhkan. Kulihat istri dan anaku baik baik saja, walaupun Jovankha ku terlihat terluka dilengan nya.
__ADS_1
Sungguh aku beruntung memiliki orang orang yang setia seperti Rico. Tidak salah aku memilih untuk menyelamatkan nya haritu. Fikirku.
Flash back off