
Di tengah malam yang sunyi. Dikaki bukit perbatasan. Berteman api unggun beberapa orang terlihat berjaga di luar tenda untuk menghangat kan udara yang terasa menusuk tulang.
"Mata ku terasa sangat berat. Apa yang terjadi?" Ucap salah satu dari mereka yang terus menguap.
"Kau benar. Aku juga tak bisa menahan mataku lagi" Kata terakhir sebelum tidur. Lalu satu persatu tertidur dalam lelap mereka tak tau apakah akan bangun lagi atau tidak.
Setelang wewangian lavender menyebar terbawa arus angin perbukitan. Pasukan Klan Wu semua nya tertidur.
Seratus orang mengintai dengan penutup hidung agar tak mencium wewangian lavender yang mereka sebar.
Seorang pemuda berdiri di atas batu lalu menggerak kan tangan nya memberi kode untuk bergerak. Pembunuhan tanpa perlawanan pun terjadi tanpa memakan banyak waktu
Bukit itu akan dikenang sebagai sejarah Terjadi nya peristiwa berdarah. Yang mana ribuan anggota Klan Wu musnah dalam satu malam.
Lalu mereka mengambil seluruh persediaan dan perlengkapan yang di tinggal mati dan tak lupa mengumpulkan cincin dimensi pasukan klan Wu.
Lalu Zhang San mempimpin pasukan terbang ke arah Yu Tai Buki untuk membantu yang di sana.
°°°°°
Pasukan Jia seratus mil berada di perbatasan wilayah utara. Mereka terus bergerak untuk menguasai Klan kecil lebih dulu. Untuk memudahkan mereka membangun pertahanan disana.
Mereka membentuk beberapa kelompok agar tak di curigai pergerakan mereka. Namun satu hal yang tak mereka tau. Mereka sudah di tunggu oleh Harimau yang siap di kandang nya.
__ADS_1
Satu pasukan yang berisi lima ratus orang mendarat di tanah yang berlapis es, di pimpin oleh satu orang yang berada di tingkat Kaisar tahap puncak Dan sisa nya berada di tingkat kaisar tahap awal hingga hingga menengah...
Klan Su yang di pimpin oleh Patriak Su Han yang berada di tingkat kaisar tahap Menengah, telah mendapat kabar dari Klan Pusat yaitu Yu Tai Buki. Bahwa pasukan Klan Jia akan menyerang daerah mereka. Lalu dia mengumpulkan semua orang yang bisa bertarung. Untuk menjaga desa mereka dari kepungan pasukan Klan Jia. "Kita hanya perlu mengulur waktu hingga bantuan dari Klan Yu datang" ucap nya menegaskan perintah.
"Baik patriak Su" ucap mereka siap membela tanah kelahiran...
Yu Tai Buki sedang menunggu momen pasukan klan Jia lebih dekat sebelum menyerang dengan panah dari atas bukit salju. Setelah melihat setengah pasukan musuh sudah memasuki jarak tembak panah. Dia langsung memberi kode dengan tangan nya.
Swoooosh..!! Swoooosh..!! Ratusan anak panah langsung dilepaskan secara bersamaan. Teriakan kematian terdengar bagai senandung nada yang memilukan.
"Jangan panik" ucap sang pemimpin Klan Jia. Lalu dia memandang kearah Panah datang. "Kalian kesana Dan kalian kesana, kepung mereka" kata nya lagi memerintahkan sambil mengarahkan tangan nya kesisi kanan dan kiri bukit salju.
"Seeeeerang...." Yu Tai Buki menyerukan suara nya dari atas bukit Salju.
Dan Patriak Su juga menyerukan suara nya di dari dalam desa.
Pertempuran masih berlanjut antar pasukan. Jejak kematian pun tersebar hingga beberapa ratus meter.
Dan Yu Tai Buki kini melawan pemimpin pasukan Klan Jia, dengan belati kecil di tangan nya dia mudah saja menumbangkan musuh nya. Karna perbedaan ranah yang jauh.
Kemenangan di dapatkan oleh pasukan Yu Tai Buki. Sorak sorai pasukan menggema. Lalu mereka menumpuk mayat dan membakar nya. Setelah itu Yu Tai Buki mengabari pasukan Yu Ming Lan yang sedang menghadapi pasukan Klan Jiang yang hanya sedikit saja. Karna Klan Jiang hanya klan yang di berada di bawah Naungan Klan Jia, namun mereka cukup besar hingga bisa mempunyai pasukan yang lumayan kuat.
Dan disana kemenangan juga di dapat kan...
__ADS_1
Beberapa hari kemudian Patriak Jiang Bohui dan Jia Lou mengunjungi Patriak Yu Tai Ba secara langsung. Tak lupa membawakan hadiah sebagai kompensasi serta bersumpah untuk tunduk di bawah naungan Kepemimpinan Klan Yu.
Dan pada Akhir nya patriak Yu Tai Ba di Nobat kan sebagai Kaisar Pertama di benua itu dan ibukota kekaisaran berada di Kota CangYu. Kekaisaran kini menguasai beberapa wilayah yang akan di jadikan propinsi. Seperti wilayah selatan Klan Yan, wilayah tengah Klan Duan, Wilayah Timur Klan Wu, Wilayah tenggara Klan Jia dan terakhir Klan Jiang...
°°°°°
Sebulan kemudian pembangunan struktur istana kekaisaran masih berjalan. di depan gerbang beberapa orang berdiri mengantar kepegian dua orang pahlawan.
"Patriak, kami akan pergi melanjutkan perjalanan kami. Semoga kelak kita bisa bertemu kembali. Jangan tahan kami lagi." Ucap Zhang San sambil menangkupkan tinju nya di Hadapan Kaisar Yu Tai Ba. Dan tetua yang lain nya,
Yu Qin Chang melaimbai kan tangan nya. Dia sudah bisa berdiri namun masih perlu latihan untuk berjalan. "Aku akan berusaha lebih kuat. Agar aku bisa berlatih tanding dengan mu" ucap nya sambil tersenyum.
"Kami sangat berterima kasih atas semua bantuan yang kalian berdua berikan. Aku tak kan pernah bisa menyatukan wilayah besar ini tanpa kalian, dan aku tak pernah bermimpi suatu hari akan membangun kekaisaran disini, padahal kami hanyalah pendatang di benua Tianwu ini. Nama kalian berdua akan tercatat dalam buku sejarah terbentuk nya kekaisaran Yu ini" ucap Yu Tai Ba sambil memberikan Cincin dimensi.
Melihat sebuah Cincin di tangan kaisar Yu, Zhang San hendak menolak, namun mendapat gelengan dari sang kaisar "Jangan menolak nya. Sungguh tak ada yang dapat aku berikan lagim hanya ini" ucap nya sambil memeluk pemuda itu.
"Selamat tinggal" ucap Zhang San dan Tetua Dong Hu hanya melambaikan tangan nya. Lalu mereka berdua berangkat ke arah barat menuju Kota Cangtian..
"Seperti nya kita akan memasuki hutan lebat Patriak" ucap Dong Hu yang melihat dari kejauhan.
"Tetap panggil aku Tuan Muda. Jika kita tidak di sekte" Zhang San mengingatkan lagi tentang panggilan nya. "Kita turun dan aku ingin berburu monster jika ada" lalu mereka berdua medarat di pinggiran sungai yang air nya mengalir deras. "Disini saja" kata Zhang San lagi.
Tetua Dong mengangguk saja. Lalu dia mengumpulkan kayu bakar sambil mencari ikan. "Sudah kama tak makan ikan segar" gumam nya. Setelah melihat ikan dan menombak nya dengan ranting kayu kecil. Tiga ikan pun di bersih kan dan siap untuk di bakar.
__ADS_1
"Biar aku yang memberikan bumbu" Zhang San mengambil ikan yang sudah di tusuk dengan kayu oleh Dong Hu. Lalu dia mengeluarkan bawang merah, bawang putih, kunyit, dan asam dia potong kecil- kecil, lalu melumuri nya diatas badan ikan...
Semoga semua nya Puas untuk hari ini... Terima Kasih banyak telah membaca, mendukung dan menyukai karya ini. 🙏🙏🙏 masih banyak kekurangan dalam kata atau kalimat.