
Sebelumnya Cao Ling An mendapat kabar bahwa Zhang San sedang membuat sebuah rumah di puncak gunung dan ingin memberi kejutan.
Diapun segera melesat ke tempat tujuan sembari mengajak Yue Ao Zisi untuk mengikuti.
Ketika mereka merasakan aura suami mereka sudah dekat membawa Aura yang terasa asik. Segera mereka menunggu dipintu masuk.
Yue Ao Zisi yang tidak tau siapa wanita disamping Zhang San. terlihat tidak senang. 'Beginikah yang dirasakan oleh saudari Ling An ketika tau aku merebut suaminya' matanya nanar memandang suaminya membawa seorang wanita yang cantik. dalam hati ada tangis. Namun, Matanya tetap tidak meneteskan air.
Dia membalik badan dan melihat Cao Ling An sedang tersenyum menatapnya "Maafkan aku Kak Ling An!" serunya langsung menghamburkan diri dalam pelukan Cao Ling An.
"Ada apa denganmu adik Zi?" Tanya Cao Ling An masih dengan senyumannya. Dia berpura-pura tidak mengerti.
"Aku baru tau rasanya, Ketika melihat suami bersama wanita baru, Sakit tapi tak berdarah!" lirih Ao Zisi.
"Kau salah faham, Adik Zi! dia itu nomor dua, dan kau nomor tiga. Jadi seharusnya dia yang begini, Bukan kamu!" Ucap Cao Ling An sambil terkekeh menutup mulutnya.
Cao Ling An segera menyambut Madunya itu dengan suka cita, dia sudah melapangkan hatinya dan tidak ada lagi kecemburuan.
"Selamat datang di rumah baru kita Adik Ruyue!" Cao Ling An langsung merentangkan kedua tangannya.
Zhou Ruyue melirik ke arah Zhang San sebentar. setelah mendapat anggukan, Segera dia menghamburkan dirinya kedalam pelukan Cao Ling An.
"Maafkan aku Kak Ling atas semua kesalahanku dimasa lalu" ucapnya pelan.
"Jangan dipikirkan lagi! Apa kau tau? sekarang suami kita itu bukan hanya memiliki aku dan kamu, Tapi juga dia" Tunjuk Cao Ling An kepada Ao Zisi yang masih tidak menyangka, Bahwa orang yang sering diceritakan oleh Cao Ling an adalah wanita dihadapannya ini. Wanita yang juga sama dengan dirinya. memainkan kesempatan untuk memiliki Kak Zhang.
Ini seperti cerita drama dimana dua pelakor akhirnya berkumpul dengan istri sah dan saling berbagi kehangatan ranjang.
'Alur cerita hidup yang tidak pernah ku sangka'
Ao Zisi berjalan ke arah dua wanita yang masih berpelukan, Dia mendapat panggilan dari Cao Ling An untuk segera memeluk dan saling mengenal satu sama lain.
__ADS_1
"Kita lupakan masa kelam, Tapi ingat aku adalah yang pertama!" Ucap Cao Ling An menegaskan. "Dan jatahku harus tiga hari"
"Oke Kak, Aku memilih dua saja, Karna aku hanya nomor tiga" ucap Ao Zisi.
"Eh... kenapa kamu yang memilih? Seharusnya kamu sisa hari kan? hahaha" Cao Ling An tergelak dengan tawa melihat Ao Zisi dengan wajah bersalahnya.
"Tidak apa! Tapi untuk dua hari pertama, Biarkan aku bersama Kak Zhang dulu. Karna sudah sangat lama sekali kami tidak melakukannya" ucap Zhou Ruyue sedikit malu dan jari telunjuknya dia adu dengan telunjuk satunya.
"Baiklah, Sekarang kau mandi dulu dan memakai wangi-wangian!" Ucap Cao Ling An sambil menarik tangan Zhou Ruyue untuk masuk kedalam rumah. lalu dia memandang ke arah Ao Zisi dan segera berkata "Adik Zi, Kau siapkan kamar untuk Adik ruyue"
"Baik, Kak Ling!" Sahutnya dengan cepat. Lalu meninggalkan mereka pada belokan yang ada didalam rumah itu.
Zhang San yang merasa diabaikan sedari tadi kini mengikuti Yue Ao Zisi dan masuk kedalam kamar yang hendak di beri seprei oleh Ao Zisi.
Dia memeluk wanita cantik itu dari belakang "Bagaimana perasaanmu? apakah tidak apa?" Tanya Zhang San tak mengendurkan dekapannya pada perut rata Ao Zisi.
"Sakit sebelum aku tau siapa dia!" Sahut Ao Zisi sambil memutar badannya dan kini mereka saling berhadapan. tangan jail Zhang San meremas pantat montok Ao Zisi hingga wajahnya memerah.
Zhang San tak menghiraukan apa yang dikatakan oleh Ao Zisi. Dengan lembut dia mengambil bibir Ao Zisi dan menyesapnya. Mendapat perlakuan seperti itu, Yue Ao Zisi memiliki bahu yang bergetar. dia memang selalu tidak tahan dengan perlakuan yang seperti ini. Tubuhnya akan bereaksi meski mulutnya mengatakan tidak. Mungkin dia belum bisa mengendalikan nafsunya.
Setelah cukup lama berciuman dan membuat panas tubuh Ao Zisi. Mereka pun berhenti karna mendengar langkah kaki yang menuju ke arah mereka. Ada semacam tekanan bathin yang tersisa dihati Ao Zisi karna belum melampiaskannya.
Tak perlu didandani, Zhou Ruyue sudah sangat terlihat cantik secara alami. Apa lagi jika di dandani pasti lebih kelihatan mentereng
"Kak Ling, Adik Zi! bagaimana kalau kita tidur berempat saja?" Ucap Zhou Ruyue memecah keheningan dihati mereka.
Cao Ling An menggeleng "Masih ada waktu lain, Sekarang adalah waktumu!" Selesai bicara. Cao Ling An langsung menarik tangan Ao Zisi yang wajahnya masih memerah dan pergi meninggalkan ruangan itu.
Sekarang mereka hanya berdua saja dalam kamar. Saling memandang dan saling terlihat gugup.
Zhang San menutup pintu, kemudian mendekat kearah Zhou Ruyue dan dengan perlahan mengecup bibir merah muda tanpa polesan itu. mereka lagi-lagi bertukar air liur hingga tanpa sadar satu persatu potongan pakaian yang mereka kenakan terlepas.
__ADS_1
Zhang San mengangakat tubuh Zhou Ruyue seperti Putri lalu menurunkannya di ranjang. dan mereka pun melakukan hal yang sudah lama tidak mereka lakukan.
Dua jam berlalu, "Aku sudah hampir tidak tahan lagi Kak! Ugh...." Zhou Ruyue melepaskan kesenangannya, Dan Zhang San juga melepaskan kesenangannya. Mereka saling berpelukan dan tertidur.
Malam pun tiba dengan cepat. Zhang San terbangun dan melihat Zhou Ruyue sudah berpakaian lengkap dan juga sudah mandi.
"Kak, Ayo temui Kakek!" Ajaknya.
Zhang San mengangguk lalu mandi setelah itu dia berpakaian dan mereka keluar dari dunia jiwa.
Di dunia luar pun sudah malam, karna Zhang San mengatur waktu yang sama. Mereka berjalan bergandengan tangan. Kecantikan dan ketampanan jadi satu dan tak diragukan lagi.
Banyak yang iri melihat mereka berjalan bersama.
Dibawah redup cahaya Bulan sinar ke elokan mereka tetap dapat terlihat jelas.
Sebuah serangan tak terduga berbentuk pisau kecil mengarah ke tubuh Zhang San.
Swing~~ Suara itu mendesing terdengar jelas ditelinga Zhang San, Segera dia memeluk Zhou Ruyue dan melompat
Blaar..!!
Serangan itu lepas dan menghantam pohon hingga tumbang. Dia segera berpaling dan menatap arah datangnya serangan dan mendapati sepuluh orang tingkat Dewa Biru tahap puncak dan satu orang Dewa Merah tahap Awal. dan wajah itu sangat dia ingat. Orang yang mengejeknya ketika dia menjadi peserta.
"Kau lumayan hebat bisa lepas dari serangan menyelinap milikku" ucapnya maju
"Sayang! rupanya ada yang tidak suka aku mendapatkanmu! Bagaimana menurutmu? Apakah aku harus membunuhnya" Zhang San Malah bertanya kepada Zhou Ruyue dan tak menghiraukan perkataan orang itu.
"Kau mengabaikanku?" Teriak orang itu lagi.
"Jika sayang yakin bisa mengalahkan mereka, Hajar saja!" Ucap Zhou Ruyue tersenyum.
__ADS_1
"Berlindunglah dibelakangku" Ucapnya, Lalu dia pun segera menatap orang yang lebih tua darinya itu dan menyapu pandangan ke arah sepuluh orang dibelakangnya dengan tatapan tajam penuh ancaman.