ZHANG SAN

ZHANG SAN
Hong Houcun


__ADS_3

Memasuki sebuah kota, yg paling pertama ingin di nikmati adalah makanan nya. Baru keindahan kota nya.


Seperti pemikiran mereka berdua. Mereka melangkah mencari tempat makan. Sambil mencari informasi di jalan.


Rumah makan Anggrek Putih. Seperti itulah orang menyebut nya. Kata nya sih makanan terbaik di sana ada lah daging monster level raja yg bisa menaikan kultivasi bagi ranah prajurit kebawah.


Zhang San dan Cao Ling An melangkah ke arah tempat makan itu.


"Benar - benar ramai gege..!"


"Mungkin karna hanya tempat ini yg menyediakan daging monster. Maka nya penuh sekali, semoga masih ada tempat" ucap zhang san sambil melangkah bersama Cao Ling An yg memakai cadar agak tebal.


"Apakah masih ada tempat pak?" Tanya Zhang San kepada pelayan yg berdiri di depan.


"Masih ada. Tapi seperti nya hanya tempat Khusus saja yg tersisa." Ucap nya. Namun terlihat ragu melihat pakaian biasa yg di kenakan mereka berdua.


"Antar kami kesana" ucap Zhang San singkat.


"Ada apa?" Tanya Zhang San lagi yg melihat pelayan itu masih terdiam.


"Anu tuan. Tempat nya agak mahal" sahut pelayan tersebut. Membuat kerutan dikening Zhang San. 


"Apa kau menganggap aku tak mampu?" Tanya nya dengan nada mulai tidak ramah.


"Pelayan antarkan aku ketempat vip" Tiga orang datang, salah satu nya langsung bersuara.


"Ini pengunjung berduit, aku harus melayani nya dengan sungguh" batin pelayan itu.


Ketika pelayan hendak berucap. Zhang San lebih dulu bersuara "Hei Pelayan....! Aku lebih dulu datang. Budidayakan lah antri"


Namun seorang pemuda menyahut. "Dia tak perlu di layani. Dari penampilan saja sudah bisa di tebak kalau dia miskin. Apa kau ingin di pecat, gara- gara orang yg kau bawa tak bisa membayar makanan yg di pesan nya"


Pelayan berkeringat dingin. Hati nya bimbang. Namun dia harus memutus kan. "Baik lah tuan muda. Silahkan ikut saya" ucap nya kepada tiga orang itu.


Zhang San mengernyit. Dia diabaikan oleh seorang pelayan. Seandai nya pelayan itu tau harta yg menggunung di cincin dimensi Zhang San. Dapat dipastikan dia akan mati terkejut. Karna mengabaikan sultan.


"Hahaha itu lah kekuasa'an, bisa dengan mudah mengatasi masalah tanpa masalah" ucap pemuda yg paling ahir berjalan sambil menyenggol bahu Zhang San. Dan mereka menghilang dari pandangan


"Kita cari tempat lain saja gege, Disini sangat tidak manusiawi. Pelayan saja sombong nya minta ampun"

__ADS_1


"Baik lah" Sahut Zhang San sambil berbalik melangkah kan kaki nya.


Namun tiba- tiba ada orang yg menghentikan nya. "Tunggu. Kenapa kau berkata begitu" Tanya orang itu dengan selidik.


"Memang kenyata'an nya, apa kau tak melihat kejadian tadi. Kami di abaikan hanya karna penampilan.. bahkan jika tempat makan ini di jual kami bisa membeli nya" Sahut Cao Ling An dengan Ketus.


"Aku memang tak melihat nya, karna aku baru tiba, Perkenalkan namaku, Hong Haocun," sambil mengulur tangan ke arah Zhang San.


"Aku anak dari pemilik tempat makan ini, jadi jika aku mendengar ada orang yg menjelek jelekan bisnis kami. Itu sangat merugikan. Mohon saudara menjelaskan duduk perkara nya" sambung nya lagi


"Aku Zhang San dan ini Istri ku" sambil menjabat tangan Hong Haocun.


Lalu Zhang San menjelaskan detail kisah nya..


"Kalau begitu ikut aku dulu keruangan ku" ucap nya sambil melangkah mendahului.


Ini ada lah ruangan pribadi ku. "Silahkan masuk, dan Silah kan duduk. Aku akan kedepan sebentar"


lalu Hong Haocun keluar dan memanggil seorang pelayan. Untuk membawakan makanan terbaik mereka kedalam ruangan pribadi nya.


Lalu menyuruh bawahan nya untuk memanggil pelayan yg sudah berbuat tidak baik itu.


"Iya. Juga ruangan ini sangat besar. Banyak hiasan dinding dan benda- benda yg bernilai jual tinggi, ini menunjukkan kekaya'an seseorang" ucap Zhang San manyahuti


Selang beberapa waktu. Pelayan datang mengantarkan makanan. Mereka pun menata nya di atas meja.


Hong Houcun tiba membawa seorang wanita. "Perkenal kan ini adik ku. Dia menjadi menejer disini"


"Salam. Aku Hong Houyu. Ucap nya memperkenal kan diri. Dengan senyum yg sangat manis.


Setelah acara perkenalan. Mereka pun duduk dan makan bersama lalu berbincang santai setelah nya.


Kemudian pelayan datang membawa seseorang.


Lalu Hong Haocun bertanya "Pelayan, apakah benar kau mengabaikan tamu ini"


Pelayan itu menatap kearah Zhang San. Dan muka pucat pun nampak di wajah nya.


"Aah sial...! Rupa nya dia teman bos. Bisa mati aku" batin nya menangis

__ADS_1


"Ma- ma'af bos, aku tidak tau jika dia teman bos" Jawab nya.


"Jika dia tidak teman ku. Lalu kau boleh menghina cara berpakaian nya. Kau jangan pernah menilai isi buku dari sampul nya. Apa kau mengerti?"


"Mengerti bos" dengan peluh yg mengucur dia menjawab.


"Gajih mu akan di potong bulan ini' ini menjadi peringatan terahir untuk mu" timpal Hong Houyu.


"Syukur hanya di potong gajih, Hampir saja" batin nya.


"Pergilah" Hong Houcun menyuruh nya pergi.


"Bagaimana saudara ku. Apakah kamu puas" Tanya nya kepada Zhang San.


"Kadang manusia itu bisa berubah karna sebuah tekanan. Jadi aku mema'afkan nya. Siapa tau dia bisa berubah kalau di beri kesempatan."


"Kalau boleh tau. Kemana tujuan saudari?" Tanya Hong Houyun kepada Cao Ling An.


"Aku hanya mengikuti suami ku" Jawab nya singkat


"Aku ingin ke keluarga Lu, apakah kalian tau di mana wilayah mereka" zhang san menimpali dengan pertanya'an.


"Mereka klan kecil yg berada di selatan kota ini" jawab Hong Haocun


"Apakah perlu bantuan" tanya Hong Houcun lagi.


"Tidak perlu. Itu merepotkan tun muda Hong, aku hanya ingin meminta arah nya saja, kalau begitu kami pamit dulu" Ucap Zhang San yg tak ingin berlama- lama di sana.


"Jangan biasakan menerima kebaikan orang lain terlalu banyak"


"Semoga saudara selamat sampai tujuan" Ucap Hong Houcun dan Hong Houyu serempak.


Zhang San melangkah ketempat kuda. Lalu mereka berdua memacu kuda ke arah Klan Lu.


Sepeninggal mereka, "kenapa kaka begitu baik kepada mereka" Tanya Hong Houyu.


"Aku bisa menilai seseorang dengan cukup baik. Jadi aku tau kapan harus bertindak baik. Tidak salah nya berteman dengan nya. Dia adalah seorang jenius.


Aku dapat merasakan tekanan sa'at berada di dekat nya. Dan itu tidak kurang dari tekanan yg biasa ayah kita keluarkan"

__ADS_1


"Kalau begitu. Kita harus menyuruh orang kita untuk mengikuti nya. Kalau saja ada yg mengganggu nya. Kita akan membantu, yah meskipun itu tidak terlalu berpengaruh karna tingkatan nya yg tinggi. Setidak nya kita ada persiapan" ucap Hong Houyu


__ADS_2