
Feng YingYu berhenti melompat di dahan pohon yang paling besar. Lalu dia menunjuk kearah dimana markas Kalajengking Merah berada. "Di balik bukit itu. Ada sebuah pemukiman yang terlihat seperti pemukiman biasa pada umum nya. Namun para kultivator kuat berada di bawah tanah dan para sandra juga berada di sana. Kita harus punya rencana agar kita bisa memasuki tanpa perkelahian di awal. Takut nya kedua orang tua ku akan di bunuh oleh mereka" ucap nya.
"Aku akan menjadi target yang tertangkap. Bawalah aku bersama kalian berdua" ucap Zhang San.
"Jangan tuan muda, itu berbahaya untuk mu, biar aku saja" Lang Ming menyela dan menawarkan diri nya.
"Itu tidak perlu. Aku punya teknik khusus yang bisa mengelabui mereka" Lalu Zhang San menggunakan teknik penekan kultivasi yang langsung menghilangkan tingkat kultivasi nya seperti makhluk Fana. "Apa kau melihat nya" kata Zhang San lagi. Lalu mengalihkan pandangan mata nya kearah dua wanita bersaudara itu.
"Ayo kita berangkat..." ucap nya kepada Feng YingYu dan Feng Yaya sambil mengulurkan tangan nya untuk di ikat.
Setelah Feng Yaya mengikat nya, Merekapun melesat terbang dengan kecepatan cahaya. Sekejap mendarat di depan pintu masuk desa dengan Zhang San yang pura- pura pingsan.
Para penjaga desa itu langsung mendekati tiga orang yang terlihat mendekat. "Bantu kami membawa nya ke penjara" ucap Feng YingYu sambil berlalu dengan menarik Feng Yaya dan melesat kekediaman ketua Kalakengking Merah.
Zhang San di tarik seperti sampah yang hendak di buang. Untung saja mereka menarik tangan bukan kaki. Jika tidak pasti kepala Zhang San akan benjol terhantam bebatuan.
Zhang San di lempar kedalam penjara yang ada dalam goa bawah tanah, lalu di kunci dan di tinggalkan. Setelah penjaga menghilang, Zhang San langsung membuka mata nya dan melihat sekeliling nya.
Terlihat ada banyak orang di dalam sana. "Siapa yang bernama Feng Xiao" Tanya Zhang San. Namun tidak ada yang bersuara kemudian dia bertanya kembali. "Siapa yang bernama Feng Xiao" ucap nya mengulang. "Aku membawa pesan dari Feng Yaya" setelah kalimat itu berakhir. Seseorang keluar dari kerumunan itu.
"Aku Feng Xiao" sosok itu masih gagah tapi tubuh nya terlihat di penuhi dengan luka cambukan. "Apa pesan nya" tanya nya sambil menelisik Kultivasi Zhang San yang tidak terlihat. Namun mempunyai fisik yang kuat.
"Mana istri mu tetua Feng?" Zhang San tak menjawab melainkan melayangkan pertanyaan kembali.
__ADS_1
Xi Luyao berdiri disamping Suami nya Feng Xiao lalu bertanya "katakan lah apa pesan nya"
Zhang San tersenyum lalu mengerak kan tangan nya dan menghisap mereka berdua kedalam Dunia Jiwa.
Kepanikan langsung terjadi kala semua mata melihat Feng Xiao dan istri nya langsung menghilang dan menatap tajam pemuda itu. Tapi Zhang San hanya tersenyum saja.
Lalu dia berkata setelah melihat salah satu dari ratusan orang itu mengeluarkan energi Qi "Tak perlu panik. Jika kalian ingin selamat ikut lah dengan ku!" Tanpa perlu mendengar jawaban dari mereka. Zhang San langsung mengeluarkan energi nya.
"Teknik Telapak Dunia, Tapak Penghakiman"
Wooooosh.... energi besar terkumpul membentuk sebuah telapak tangan yang besar yang langsung menghancurkan pagar besi yang mengurung mereka.
Semua orang yang berada di sana terkejut karna pemuda itu mampu menghancurkan pagar besi yang menahan mereka. Mereka sudah mencoba dengan berbagai macam percobaan namun tetap tak bisa menghancurkan nya. Karna di pagar besi itu ada semacam gaya penghisap yang mampu menghisap semua serangan..
Zhang San tak tau apa yang mereka pikirkan. Dia langsung keluar dari kurungan itu dan bergegas mengabari Lang Ming dan patriak Wei untuk segera menyerbu pemukiman warga yang sebenar nya semua penduduk adalah anggota Kalajengking Merah yang berkamuflase menjadi warga biasa.
Swooosh.....! Duaaaaar...! Pintu Goa langsung terkena serangan mendatar dari Zhang San dan menghancurkan penghalang itu batu itu.
Kemudian Dia langsung melesat di iringi oleh ratusan tahanan yang memang itu hanya jalan satu- satu nya.
Sedangkan diatas, tepat nya di pemukiman warga. Lang Ming bersama Patriak Wei Busy dan juga anak nya Wei Lang sudah mulai membuat kekacauan. Dan suara desiran angin yang tercipta dari serangan terdengar memburu bahkan suara dentuman terdengar di tiga tempat sekaligus.
Tetua Kalajengking Merah terkejut mendengar suara serangan. Lalu dia menatap tajam kearah Feng YingYu dan Feng Yaya yang sedang ada di hadapan nya. "Kalian ternyata berhianat" tunjuk nya yang langsung menarik pedang yang ada di samping nya. Dengan gerakan cepat dia langsung menebas arah kepala Feng YingYu. Namun Zhang San kini datang dengan cepat lalu menangkis nya dengan pedang bintang yang bersinar kemerahan. Yang langsung mematah kan pedang tetua itu.
__ADS_1
"Bangsat...! Tunggu saja jika ketua datang. Kalian akan mati tanpa pengampunan" ucap nya lalu mengambil senjata yang lain. Dia melambaikan tangan nya ke udara lalu muncul sebuah senjata tingkat menengah di antara dada nya. Tetua itu pun memegang nya dan langsung bergerak cepat sambil menggumamkan teknik nya.
"Teknik Tingkat Kedua, Pembunuh Naga "
"Menjauhlah kalian, Cari Ming dan Patriak Wei" ucap Zhang San yang tak ingin bertahan menjaga bukan menyerang. Itu bukan gaya nya.
Tanpa memikirkan dua orang itu Zhang San juga mengeluarkan Teknik nya.
"Teknik Pedang Petir, Tebasan Dua Gelombang" gumam nya dengan suara rendah dia mengirimkan serangan nya.
Dua larik cahaya mengejar satu cahaya yang terlihat kuat dan pertemuan pun harus terjadi menyebabkan goncangan di desa itu.
Duaar... Duaaaar...! Tetua itu mundur dengan darah yang keluar di sela bibir nya. Dia terluka dalam akibat Teknik nya di patahkan.
"Kau memang hebat anak muda, tapi aku belum kalah" ucap nya lalu melesat kearah Zhang San sambil menggenggam sesuatu.
"Pedang Dosa" ucap tetua itu langsung saja mereka beradu pedang lagin dan Zhang San yang tak tau dengan niat musuh.
Wussssh... tiba- tiba serbuk putih berhamburan terkena wajah Zhang San dan membuat nya tak bisa melihat untuk sementara.
Tetua itu berkata di sela pertarungan "hahaha mata mu akan buta. Dan aku akan membunuh mu dengan mudah" selesai berkata dia langsung menggunakan gerakan tercepat nya untuk menghabisi musuh. Tetua itu menghilang.
Dan Sluuuup..!! Bukan Zhang San yang kena, tapi tetua itu yang tertusuk. Karna Zhang San sudah banyak belajar dari pengalaman. Dan dia sudah menajamkan insting nya.
__ADS_1
"Kenapa kau bisa tau aku datang dari arah sini?" Ucap tetua itu terbata...