
Ugh...!! Gigi yang rontok di ludahkan oleh Xia Lan. dan mulutnya kini penuh dengan darah berwarna merah.
Segera dia berpaling dan Menatap tajam Pemuda itu, "Teknik Pedang Bayangan, Auman Raja Singa!" Gumamnya lalu dia menghentakkan kakinya ketanah, Kabut hitam yang semula terberai kini membentuk kepala Singa yang segera mengaum dengan ganas, Gelombang energi yang dihasilkan oleh auman itu sangat-sangat luar biasa.
Tapi Zhang San dengan santainya melambaikan tangannya membentuk Formasi untuk melindungi dirinya dan juga ibu mertuanya. dan dia juga melemparkan Sebuah Formasi kepada semua orang-orangnya selain istrinya. dengan darah naga yang bisa dikendalikan dia bisa melakukan hal yang tak mungkin dilakukan.
Roaaaaar~~~ Auman itu terdengar hingga ribuan mil jauhnya. bahkan para penonton yang bersembunyi harus menutup telinga mereka agar gendang telinga mereka tidak pecah. namun sebagian yang lainnya yang tidak tau akan hal itu harus menerima konsekuensi dengan pecahnya gendang telinga, Dan darah langsung keluar dari sana. mereka pun mati seketika.
Setelah auman itu berhenti, Zhang San bergerak lagi dengan Pedang Bintang yang berpijar dengan warna ungu pada bilahnya menambah kesan indah pada ukirannya.
Set sat Set Ah. Xia Lan mundur karna bahunya terkena sedikit tebasan, meski hanya sedikit namun rasa membakar yang didapatnya tidak berkurang sedikitpun. dan malah dia merasa ada api yang masih membakar bahunya.
Dia mencoba meredam dengan energi Qi miliknya. lalu mengambil dengan cepat sebutir pil dingin untuk menghentikan pedih yang terasa dibahu.
Kemudian, Dia bergerak menjadi asap menyatu dengan kabut. dan kembali menghilang. Namun setelah bertukar serang, Zhang San sedikit banyak sudah memahami pola serangan yang dilakukan oleh Xia Lan. dia akan melakukan hal yang sama ketika sekali melepaskan serangan. dan dia terus menunggu waktu yang pas untuk menyerang balik. Api hitam yang bisa membakar apapun itu dia keluarkan dari telapak tangannya yang dia simpan dibelakang.
Ketika Xia Lan menyerang dengan pedangnya Zhang San langsung menusuk dengan pedang Bintang yang panas. namun sekali lagi hal yang merepotkan kembali terjadi. Tapi Zhang San sudah memperkirakan dimana dia akan muncul.
"Segel Kandang langit dan Bumi, Aktifkan!" Gumamnya setelah itu dia melambaikan tangannya pada kabut asap yang menggumpal, Sebuah kandang muncul dari langit dan juga dari bumi dan mereka menyatu diudara mengurung kabut hitam itu.
Xia Lan yang sudah terkurung dalam segel itu mencoba untuk lepas dengan mengerahkan segala kekuatannya mendorong kandang yang mulai menyusutkan gumpalan kabut hitam yang melindungi tubuhnya.
Zhang San melesat terbang ke arah Xia Lan dan langsung menggunakan tekniknya "Tapak Pengguncang Semesta!"
__ADS_1
Baaam!! Xia Lan tak bisa menghindari pukulan anak muda itu, Karna memang dia masih dalam kurungan.
Tubuhnya dikirim terbang, dan Zhang San menyusulnya lagi, Lalu memberikan pukulan kebawah.
Baaam!! Tanah rekah bumi bergetar.
'Tuan, Tolong aku!' Dia mengirim Pesan kepada seseorang yang sedari tadi sudah hadir disana, Namun masih tidak bergerak untuk membantu.
Dibalik awan orang itu tersenyum melihat perkembangan pertarungan. dia bahkan tidak menyangka dapat menemukan seorang pemuda yang memiliki bakat langka.
Bakat ini jika dibawa benua tempatnya berasal akan dapat bersaing dengan para jenius yang ada disana.
Tidak sedikit memang orang yang berada ditingkat dewa Hijau menengah di benua tempatnya. tapi itu karna disana penuh dengan sumberdaya dan juga Energi Qi yang kental sedangkan di benua ini yang Energi Qi sangat rendah tapi dapat memiliki tingkatan itu, Itu bisa dianggap monster.
"Ke-kenapa tu-tuan?" Ucap Xia Lan sebelum kematiannya.
Sosok itu hanya tersenyum tidak ada rasa bersalah dihatinya. "Sekarang tinggal kita berdua, aku ingin mengangkatmu menjadi muridku, Apakah kau bersedia?" Tanyanya
"Maaf, Aku tidak memerlukan seorang guru untuk saat ini!" Sahut Zhang San dengan sedikit kerutan didahinya , Dia bingung dengan orang dihadapannya ini, apakah dia lawan atau kawan.
"Hoho..... seharusnya kau menerimaku menjadi gurumu, karna aku tak pernah menerima penolakan, Dan aku bisa membawamu ke Benua Selatan disana banyak orang sepertimu, Masih muda tapi sudah berada ditingkat Dewa Hijau menengah" Ucapnya.
"Suatu hari aku juga akan kesana, tapi tidak sebagai muridmu" Ucap Zhang San, Karna Patriak Klan Bayangan dan leluhurnya sudah mati, Dia pun tidak menghiraukan ocehan orang itu lagi, segera dia berpaling "Aku ada urusan yang harus aku selesaikan" Ucapnya lagi sebelum benar-benar pergi.
__ADS_1
Wush~~ Sekejap saja ketika Zhang San berpaling sosok itu sudah berada di hadapannya. Sangat cepat pergerakannya. hingga Zhang San saja hampir tidak menyadari kemunculannya.
"Jika kau tidak mau, Terpaksa aku harus menggunakan kekerasan" Ucapnya lalu mengayunkan tangannya untuk memukul Zhang San.
Wuush~~ Bugh! Pukulan itu ditahan oleh Zhang San dengan menyilangkan kedua tangannya didepan dadanya. Akan tetapi, pukulan itu sangat keras hingga membuat Zhang San termundur beberapa langkah kebelakang.
'Dia sangat kuat, Bahkan aku tak bisa melihat tingkatannya, berarti dia memang berada diatasku'
Sosok itu bergerak lagi dengan senyuman yang menyungging diwajahnya lalu menggencar Zhang San dengan berbagai gaya pukulan.
Zhang San tidak melawan karna dia merasa tidak ada pernusuhan diantara mereka.
"Berhentilah tetua, bukankah kita tidak ada permusuhan, kenapa kau melakukan ini, Apa untungnya?"
"Aku hanya ingin kau menjadi muridku, Itu saja, jika menerimaku, Maka aku akan membawamu ke Benua Selatan dan kau akan mendapatkan sumberdaya yang banyak yang akan menguntungkanmu untuk masa depan kultivasimu" Ucapnya lagi masih mengajukan penawarannya.
"Maaf tetua, Aku benar-benar tidak bisa" Sahut Zhang San lalu pergi ke arah lain. Namun, Lagi-lagi sosok itu menghadang Zhang San dan memberikan pukulan.
Akan tetapi, Kali ini Zhang San tidak menghindar atau pun menghadang saja, Dia sudah muak mengahadapi orang itu jadi dia pun menggunakan tinjunya yang dibalut dengan api merah menyala.
Beng..!! Dua pukulan itu beradu, Dua orang sama-sama termudur kebelakang, Namun mereka kembali saling bertukar pukulan, bedanya Zhang San menggunakan Energi Qi sedangkan lawan masih menggunakan tenaga fisik.
"Haha kau tak mungkin mengungguliku yang sudah berada ditingkat Dewa Merah tahap menengah" Ejeknya sambil menatap Zhang San dengan remeh
__ADS_1
"Meskipun kita berada didua tingkatan yang berbeda, Aku akan melampaui batas kekuatanku"