ZHANG SAN

ZHANG SAN
Mendekati Akhir


__ADS_3

Zhang Yimin memperhatikan apa yang dikerjakan oleh Zhang San, Dia tidak mengganggu meskipun dia ingin bertanya, Dia tetap diam saat Zhang San melempar semua bahan ke udara, Lalu menyelimutinya dengan energi jiwa dan membakar semua bahan dengan Qi api miliknya.


Zhang San terus menyuntikan Api ungu miliknya ke semua bahan yang masih melayang, Sudah terlihat inti dari semua bahan yang akan dibuat, Mulai mencair dan dia langsung berkata "Padatkan" Dengan menangkupkan kedua tangannya. terlihat bulir keringat menetes menandakan proses itu cukup melelahkan jiwa.


Sebuah Pil berwarna hitam gelap tercipta dan Zhang San menariknya dan langsung menyambut dengan telapak tangan terbuka.


"Minumlah Tetua, Aku harap dengan ini, Kau bisa segera sembuh, setidaknya jika orang itu merusuh, Kita tidak terlalu keteteran" Ucap Zhang San lalu dia berdiri dengan sedikit keletihan pada tubuhnya.


"Terima kasih banyak, Aku tidak akan melupakan budi baikmu" Ucap Zhang Yimin lalu menelan Pil itu segera.


Zhang San hanya tersenyum simpul lalu berjalan keluar dari Goa dan menuju kediamannya.


.............


Wush Wush!!


Tikaman pedang dari Feng Yaya yang sembari tersenyum mengaburkan Fokus yang dimiliki oleh Qiong Cha, Hingga dia terkena tebasan pada bahu kirinya, Dia tak terlalu cepat gerakannya dari pedang yang menusuk ke bahunya.


"Akh..! Sial aku terpana" ucapnya kesal, Kesal pada dirinya sendiri.


"Qiong Cha, tetap Fokus, Jangan terlena dengan pesona yang dia beri" Teriak Qiong Lin, Wanita yang berada dibelakangnya yang juga menyukai Qiong Cha dia juga kesal melihat wajah Feng Yaya yang lebih bersih dan putih daripada dirinya.


Bahkan dia harus memakai bedak agar terlihat cantik, Hal itu sangat membuatnya iri, Jika bukan pertandingan persahabatan, ingin rasanya dia menggores wajah Feng Yaya yang memang dia akui cantik.


Qiong Cha bangkit dari ubin setelah luka di bahunya tidak lagi mengeluarkan darah.

__ADS_1


Tiga orang dari kelompok Sekte Pedang Kebajikan sudah tidak bisa bertarung. sedangkan dari Klompok Qiong Cha hanya dua yang terluka dan sudah dikeluarkan dari pembatas Formasi oleh Dong Hu karna pingsan dan tak ingin mengganggu jalannya pertarungan


Zhang San muncul kembali dikursinya sebelumnya dan hal itu mengagetkan semua orang yang ada dibangunan tinggi itu yang juga masih tegang menonton pertandingan.


"Patriak, Kau muncul dengan tiba-tiba. itu mengejutkan kami, coba kau lihat wajah mereka" Ucap Long Zhong sambil terkekeh melihat wajah-wajah yang ada disana.


Zhang San melihat wajah yang kesal terpasang dari satu persatu orang yang ada ditempat itu, Lalu dia pun berkata "Maaf semuanya aku muncul dengan cara seperti ini" Ucapnya sambil tersenyum.


Semua orang kembali memperhatikan pertandingan setelah mendengar maaf dari patriak Sekte pedang kebajikan itu.


"Cantik dan berbakat, dua kata itu cocok untuk gadis muda yang bertarung disana" Tunjuk Tetua Qiong Ling, Dia satu-satunya tetua wanita yang ada disana. dengan tampilan cantik meski tidak muda, Dia dapat menggoda kaum adam, Bahkan sudah banyak yang ingin mengikatnya namun masih belum ada yang bisa, Dengan alasan dia masih ingin sendiri.


Tidak di Klannya saja, Bahkan diluar Klan dia cukup terkenal dengan keindahan yang sangat matang.


"Dia adalah murid Pribadiku yang kini di angkat menjadi murid pribadi istriku" Ucap Zhang San tersenyum kepada Qiong Ling.


Baginya sosok seperti itu sangat lah langka, Bukan hanya tampan dan gagah, dia juga memiliki sifat dan pembawaan yang tenang yang lebih utama dia kuat, Tidak ada wanita didunia ini yang tidak menyukai lelaki yang kuat yang bisa menjaga wanitanya dan semua yang dimilikinya. Dia menghela nafas sejenak untuk melegakan sesak didada


"Ada apa Tetua Ling?" Tanya tetua dari Sekte Bintang Hidup yang duduk tepat disamping Qiong Ling dan memandang wajah cantik itu tanpa berkedip.


"Hanya menghela nafas saja tetua Bing Ren" Sahutnya tanpa menoleh kearah Bing Ren yang tak berhenti memandangnya "Jika kau terus memandangku seperti itu, Nanti kamu akan kesusahan pulang, karna akan merindukan wajah ini terus" Ucapnya lagi tapi pandangannya tetap Fokus ke pertandingan yang masih berlangsung.


Hiyaaaat.. Hap.. Ha!! Qiong Lin menyerang Feng Yaya secara membabi buta. sedang kan Qiong Cha melawan seorang pemuda yang juga berasal dari Sekte Pedang Kebajikan, Dia Dong Fan anak Dong Fu saudaranya Dong Hu yang telah meninggal.


Meskipun di tidak menjadi murid dari Patriak Sekte namun kemampuannya mewarisi dari Dong Hu dengan pedang tipis yang diwariskan oleh Dong Hu dia bergerak sangat lincah.

__ADS_1


"Teknik Pedang Kilat, Bayangan Petir!" teriaknya, Gelombang petir segera terlihat dari gerakan pedangnya dan itu sangat mengagumkan.


"Tekni tingkat kedua, Seni Perubahan!" Gumam Qiong Cha, Ada sulur yang keluar dari ubin yang memanjang dan langsung menghantam tubuh Dong Fan.


Akan tetapi, Dengan Pedang tipis yang sangat lentur itu dia memotong sulur kayu yang ingin mengikat kaki dan tangannya dengan mudah.


Namun sesaat kemudian Braaak..! sebuah serangan menghantam punggung Dong Fan dan dia langsung terpelanting, Karna satu orang memberikan serangan menyelinap yang membuatnya tak bisa menghindar meski sadar ada serangan. Sulur yang terus datang itu begitu merepotkannya.


Dong Fan berusaha bangkit namun sebuah pedang langsung mengalung dilehernya. dia pun terpaksa mengalah.


"Menyerahlah kau, kini hanya tinggal kamu saja yang tersisa" Ucap Qiong Ling, Kini dia bisa sedikit sombong dihadapan gadis cantik didepannya. "Jika kau tidak menyerah sekarang, aku tidak yakin pedang ku akan dengan tidak sengaja menggores wajah mu yang manis itu"


Feng Yaya tersenyum lalu dia berkata sambil tertawa "Aku tak pernah menyerah sekalipun dalam hidupku" Tawa yang begitu lembut mengiang ditelinga penonton yang hadir. "Meskipun aku kalah, aku akan kalah dengan harga diri" Ucapnya lagi.


Setelah itu dia melemparkan pedang yang dia miliki ke atas langit, kemudian menggunakan sebuah gerakan tertentu "Jika kalian bertiga bisa menahan ini, aku akan mengaku kalah untuk yang pertama kali" Ucapnya lagi.


"Membaralah Pedang ku" Teriaknya lalu mengirim Energi Qi yang cukup besar kepedangnya.


Teknik itu dia pelajari dari Zhang San setelah Zhang San memberikanya sebuah pusaka berupa pedang yang kini dipakainya.


Zhang San memberikan Pedang Phoenix yang diberikan oleh Tian Zhu, tapi atas ijinnya juga pedang itu dilimpahkan kepada Feng Yaya.


"Pedang yang sangat indah! Seru semua penonton.


Siluit Phoenix kecil tercipta dari pedang itu dan membentangkan sayapnya kemudian dia menatap tajam tiga orang yang ada dibawahnya. dengan ke agungan itu, Qiong lin, dan Qiong Cha serta Qiong Ma merasa sangat kecil dihadapan.

__ADS_1



"Itu burung Phoenix, Lambang dari Klan Zhu di Benua selatan, Apakah dia bagian dari Klan Besar itu?" Bing Ren langsung ternganga melihatnya.


__ADS_2