
"Aku yg akan mengambil alih Klan Chang" ucap Chang Yang "Semua ini memang kesalahan kami. Dan kami akan memberikan kompensasi kepada Klan Xin" kata nya, sambil memandang ke arah patriak Xin.
"Bagaimana patriak menurut mu?" Tanya Penguasa Kota yg meminta pendapat.
Patriak Xin menghela nafas. "Semua sudah terjadi, aku akan menerima kompensasi, tapi aku tak ingin lagi tinggal di sini" ucap nya lalu menjelaskan alasan yg masuk akal kepada mereka.
"Semoga apa yg kau pilih. Itu yg terbaik untuk klan mu Qinmo" Ucap Penguasa Kota sambil memeluk patriak Xin.
Dulu nya mereka berdua adalah teman bermain di waktu kecil. "Aku akan undur duri lebih dulu" kata nya, lalu melangkah hingga menghilang dari pandangan
"Aku juga undur diri patriak Xin" Ucap Chang Yang "kami akan menyiapkan kompensasi untuk mu" kata nya lagi lalu mengangkat jasad patriak Chang Dalue kemudian melompat dan terbang kembali ke klan nya..
Sementara Xin Qian datang setelah tidak lagi mendengar ada nya pertempuran. Dia berlari kecil mendatangi ayah nya. "Ayah. Bagaimana keada'an mu?" Tanya nya langsung.
"Ayah tentu baik- baik saja. Karna ada menantu ayah yg menolong" Canda nya kepada Xin Qian sambil menutup mulut tertawa..
"Ayah, dia sudah punya istri" Bisik nya di telinga ayah nya. Agar tak mengharap kan lebih jauh.
"Tapi nak, kultivator kuat bisa mempunyai lebih dari satu istri, jadi tak salah jika kau mengejar nya" Jelas patriak Xin yg membuat Xin Qian semangat. Tapi sesa'at kemudian wajah nya lesu lagi.
"Kenapa wajah mu berubah begitu cepat?"
"Nanti saja membahas nya ayah. Kak Zhang di mana sekarang?".
"Dia sedang memulihkan energi nya disana" Tunjuk patriak Xin.
Mata Xin Qian mengikuti arah telunjuk ayah nya. Namun dia tak menemukan sosok yg di cari nya.
"Eeeh tadi dia disana" patriak Xin baru menoleh setelah Xin Qian menarik nya.
Lalu mereka mendekat ke tempat terakhir Zhang San duduk dan menemukan kalimat yg tertulis "SELAMAT TINGGAL"
__ADS_1
Sementara Zhang San. Setelah dia memulihkan energi nya. Dia mengontrol energi jiwa untuk mengambil cincin dimensi patriak Chang Dalue dari jari nya, setelah itu dia bergerak dengan Langkah Bayangan. Hingga mereka yg berdiri disana tak menyadari akan kepergian nya..
Zhang San terus saja terbang menuju arah kota Karang Putih. Hingga tiga hari lama nya dia akhir nya melihat gerbang besar kota.
Dia pun turun lalu memasuki antrian. Beberapa insiden terjadi di gerbang namun itu dapat dengan mudah di atasi oleh penjaga. Asal kan ada uang. Mereka akan senang.
Zhang San sudah mengetahui hal itu ketika pertama kali masuk ke kota ini.
Lama menunggu hingga antrian yg hampir ke seratus. Dia pun maju. Tanpa banyak basa basi. Zhang San langsung mengeluarkan lencana emas klan Hong. Hingga mereka langsung membuka kan pintu tanpa bertanya lagi.
"Hampir saja, aku menghancurkan diri sendiri" batin nya penjaga merutuk diri nya.
"Lanjut..!" Ucap nya kepada antrian.
Zhang San memasuki kota dan langsung ke arah klan Hong berada.
Setelah beberapa sa'at berjalan dia pun sampai di kediaman klan. Penjaga yg sudah kenal dengan nya langsung bergegas mendatangi. Lalu menghentikan teman nya yg hendak bersuara, dengan memegang bahu nya.
"Salam tuan muda" ucap nya sambil membuka kan pintu.
"Terima kasih, semoga tuan muda panjang umur" kata nya tulus.
Lalu teman di samping nya bertanya "Siapa dia?. Kenapa kau begitu menaruh hormat pada nya!"
"Kau baru disini maka nya belom tau. Apa kau tau siapa yg membunuh patriak Gao Yuan"
"Mana aku tau. Aku kan baru disini" Sahut nya.
"Tuan muda itu lah yg telah membunuh patriak Gao Yuan yg kini wilayah nya di ambil alih Patriak Hong Yubai," Ucap nya.
"Seandai nya saja kau menghentikan nya. Aku tak tau apa yg akan terjadi padamu. Bisa saja dia meminta kepala mu" kata nya menakuti teman nya yg baru dua hari menjadi penjaga disana.
__ADS_1
Kita tinggal kan mereka yg tidak penting.
Beberapa murid menyapa Zhang San yg sedang berjalan seorang diri. Lalu salah satu nya bertanya. "Apakah tuan muda ingin bertemu patriak" tanya nya.
"Kau benar. Antar kan aku ketempat nya." Sambil memberikan satu keping emas kepada nya.
"Horeee aku bisa membeli sumber daya" batin nya kesenangan mendapat rezeki nomplok.
"Ikuti saya tuan muda" lalu dia berjalan di depan memimpin ke arah aula pertemuan. Di sana patriak sedang mengadakan rapat bulanan.
Mereka membicarakan soal perolehan hasil penjualan dan pemasukan barang- barang yg di beli. "Bagaimana dengan toko- toko kita yg berada dipasar" tanya patriak Hong Yubai.
Namun sebelum pertanya'an itu di jawab. Pintu besar aula terbuka, Seorang pemuda melangkah kan kaki nya, "Ma'af patriak. Tuan muda Zhang ingin bertemu" ucap murid itu dengan hormat.
Patriak langsung berdiri. "Suruh dia masuk" kata nya.
Lalu dia menghentikan rapat bulanan dan membubarkan sementara pertemuan.
Zhang San masuk dengan kaki kanan nya sambil tersenyum. Namun ketika melihat tangan kiri patriak Hong Yubai yg berbalut kain. Dia mengerutkan kening nya. Lalu bertanya. "Apa yg terjadi kepada mu patriak?"
"Duduk lah dulu, lalu kita bicarakan" dengan serius Hong Yubai mengarahkan tangan nya ke kursi lalu Mereka berdua duduk.
Hong Yubai mengambil teko dan menuangkan air ke gelas lalu memberikan nya kepada Zhang San.
"Aku hanya akan menceritakan garis besar nya saja. Tiga orang datang ke sini. Lalu kami bertarung. Aku kalah dan kehilangan tangan ku. Lalu Bai Long datang membawa istri mu kesini. Dan mereka membunuh nya. Dan menculik istrimu." Hong Yubai menghentikan sejenak perkata'an nya. "Ma'af kan aku tak bisa menjaga nya untuk mu" kata nya lagi bersedih.
Raut muka Zhang San merah padam mendengar penuturan Hong Yubai. Namun dia berusaha menahan amarah nya dengan menggertak kan gigi nya. Lalu dia bertanya "apa kah kau tau siapa mereka patriak?"
"Yg aku tau salah satu nama dari tiga orang itu adalah Yun Hai. Dia lah yg menculik istrimu. Dan salah seorang nya mempunyai luka bakar di tangan nya memanjang sampai kebahu. Hanya itu yg ku tau dari mereka"
"Baik lah Patriak, aku akan pergi dulu untuk menenangkan hati ku" lalu dia berdiri dan melangkah menjauh hingga menghilang dari pandangan.
__ADS_1
"Semoga kau berhasil menemukan nya" Ucap patriak Hong mendoakan.
Sesampai nya di luar kediaman klan Hong, Zhang san langsung melesat kearah hutan untuk melampiaskan kepedihan hati nya...