
Pada awal nya Yan Li-Mau dan Yan Mubai merencanakan mengirim lima pembunuh bayaran untuk melemahkan pihak musuh. Meski itu tidak lah terlalu berpengaruh.
Lalu dia menghubungi patriak Duan Jing dan meminta untuk menyerang dari perbatasan wilayah nya untuk mengurung mereka.
Dan Klan Yan sendiri membawa semua anggota yang berada di tingkat prajurit hingga tingkat kaisar tahap puncak. Untuk tingkat prajurit mereka memerintahkan untuk berjalan kaki saja. (Karna tak bisa terbang 😁)
Lalu untuk tingkat Kaisar tahap awal dan menengah di biarkan juga jalan kaki. Hanya tingkat kaisar tahap puncak yang terbang bersama mereka..
Namun mereka tidak mengira ada nya jebakan yang tertanam dalam tanah. Hingga menghancur kan hampir tujuh ratus orang yang di bawanya melalui jalur kaki.
Rencana nya lagi. Mereka akan membuat tenda dan bermalam di perbatasan. Sambil menunggu patriak Yan Shuilong menyelesaikan latihan tertutup nya, baru lah mereka akan bergerak cepat. Untuk meratakan Klan Yu dan mengambil wilayah nya. Karna wilayah Klan Yu kaya akan sumberdaya.
Setelah kematian banyak nya pasukan musuh. Yu Tai Ba melayang di udara lalu memperhatikan sekitar nya. Dia lalu mengunci pandangan nya kepada Yan Li-Mau dan Yan Mubai.
Dia terbang mendekat bersama empat orang lain nya lalu berkata. "Berani datang, berani mati" teriak nya lantang kepada dua orang itu.
Yan Li-Mau memerintahkan sepuluh orang maju dari pihak nya. Dan mereka langsung melesat ke arah lima orang dari pihak Klan Yu..
Hanya beberapa gerakan dari Patraik Yu Tai Ba mereka bersepuluh meledak seperti kembang api. "Siapa lagi yang akan berani maju?, Apakah kau tidak berani maju sendiri, hingga hanya kroco yang kau suruh" ejek nya sambil mengacung kan ibu jari nya kebawah menatap Yan Li-Mau.
Emosi Yan Li-Mau langsung tersulut namun Yan Mubai menahan dengan tangan nya. Lalu dia maju kedepan.
"Biarkan aku yang akan menjadi lawan mu" Sambil menatap Yu Tai Ba, dia mengeluarkan tombak panjang dengan dua mata. Satu seperti pedang. Dan satu lancip semesti nya tombak.
Rasakan tombak ku. Dengan kecepatan cahaya dia menghujam kan tombak nya.
__ADS_1
Terlihat oleh mata. Patriak Yu masih tak bergeming dari tempat nya. Lalu sekejap saja dia menghilang menjadi butiran es yang tersisa di tempat nya. Lalu dengan Pedang putih nya. Dia menebas sisi kiri pinggang Yan Mubai.
Yan Mubai membentangkan Tombak nya di sisi kiri secara vertikal terdengar bunyi.
BEEEENG.. dia memegang erat tombak nya. Lalu mengayun kan kaki kanan nya ke arah pingang kanan patriak Yu.
Melihat itu. Patriak Yu memutar tubuh nya di udara beberapa kali. Kemudian mengirim serangkum energi dingin dari pedang nya. Yan Mubai tak sempat menghindar karna kejadian itu begitu cepat membuat nya termundur. dan mengalir darah di sela bibir nya. Sambil mengalirkan energi ke dada nya untuk mengurangi rasa sakit nya.
"Kau pantas menyandang gelar orang terkuat di wilayah utara, dengan kultivasi tingkat suci tahap menengah, kau memang dapat di andal kan" ucap Yan Mubai memuji.
Yan Mubai sebenar nya adalah orang yang baik. Namun karna dia berada di pihak yang berlawanan maka dia harus melawan Patriak Yu.
Mendengar kalimat pujian dari musuh nya. Dia pun lalu berkata. "Aku juga salut dengan kegigihan mu. Kau membela sesuatu yang kau yakini benar, dan aku membela sesuatu yang memang harus di bela"
"Kita serang berdua" ucap Yan Li-Mau dan itu di angguki oleh Yan Mubai.
"Kalian pergilah dan tunggu aku di titik pertemuan. Nak Zhang akan memberi kejutan untuk mereka."
Lalu mereka berempat pergi tanpa perlu bertanya.
Yan Li-Mau memerintahkan 300 orang di belakang nya untuk mengejar empat orang yang pergi. Serentak mereka terbang dengan cepat nya.
Tersisa kini tiga orang. Dua lawan satu.
"Aku akan membalas dendam anak ku. Dan ku pastikan kau dan semua anggota keluarga mu akan aku lenyapkan." Yan Li-Mau langsung menyerang dengan pedang panjang. Dan Yan Mubai dengan tombak menghujam.
__ADS_1
Trengg..! Dentang. Patriak Yu terlihat kewalahan juga menghadapi dua jenis senjata. Yang kapan saja bisa merenggut nyawa nya.
"Aku datang patriak" Dong Hu dengan pedang nya menahan Tombak Yan Mubai lalu menggerak kan tangan kiri nya dan menghantam rahang Yan Mubai. Membuat nya hampir jatuh.
Kini satu lawan satu.
Dong Hu yang masih sangat bugar sangat bersemangat. Dia menggumam kan teknik nya. "Teknik tingkat kedua, Pedang Kilat, pergerkan nya sungguh cepat. Membuat beberapa kali langkah kaki Yan Mubai termundur. Hingga suatu ketika kesempatan tiba terdengar.
Sreeeeet...! "Aaaaaaakh..!" Pedang kilat menanggalkan satu kaki dari Yan Mubai. Sa'at serangan yang di lesatkan nya dari bawah mengenai sasaran. Membuat Yan Mubai kehilangan keseimbangan dan jatuh dari ketinggian. BOOOM.!! Di tanah dengan tongkat di tangan kanan nya dia mencoba berdiri dengan satu kaki. Dan tongkat sebagai penyeimbang nya.
"Aku tak akan membunuh mu jika kau menyerah" tawar Dong Hu, dia melihat jejak kebaikan dari mata Yan Mubai.
Namun Yan Mubai menggelengkan kepala nya dua kali, "Berikan aku kematian yang layak" ucap nya lalu membentangkan kedua tangan nya siap untuk mati.
Dengan Hati yang bimbang Dong Hu tetap melaksanakan permintaan terakhir dari Yan Mubai. Secepat kilat. Seperti gelar nya di dunia tengah pedang kilat. Dia menusuk kejantung Yan Mubai yang tersenyum menjemput kematian nya.
Dong Hu melihat keatas, di mana pertarungan antara Patriak Yu dan Yan Li-Mau masih berlanjut.
Kemudian dia duduk dan mengambil pil pemulih energi. Karna dia tau musuh besar akan datang segera mungkin....
Sedang kan disisi Zhang San dia sudah menyamarkan celah dimensi dengan Segel ilusi. Dia ingin memasukkan semua pasukan Klan Yan kedalam dunia jiwa. Karna dia ingat ada segel budak yang belom di coba nya. Dia sudah menyiapkan sebelum nya di dunia jiwa, tempat yang akan di pilih untuk pendaratan semua pasukan Klan Yan itu.
Setelah melihat empat orang dari anggota klan Yu lewat. Dia pun bergerak maju dan
*Swoooosh.. Swoooosh..! Semua orang langsung menghilang masuk kedalam celah dimensi. Zhang San langsung menutup nya. Kemudia dia masuk kedalam dunia jiwa nya.
__ADS_1
Yu Qin Chang hanya menunggu di balik bukit titik pertemuan mereka. Karna melawan banyak orang di tingkatan yang sama memerlukan strategi yang kuat. Namun dia bingung melihat Zhang San terbang mendatangi musuh seorang diri.
"Apa yang sedang dia pikirkan" ucap nya lalu terbang mengejar Zhang San...