ZHANG SAN

ZHANG SAN
Utusan Raja


__ADS_3

Zhang San merebahkan tubuh nya di kasur sebentar, setelah itu dia duduk untuk berkultivasi menyerap Aura Langit dan Bumi. Terlihat semua unsur alam menyatu kedalam energi yang berbentuk bola pada telapak tangan nya. Kemudian dia sebarkan keseluruh tubuh nya.


Malam datang dengan cepat, Zhang San mengabari Fu Zingmin agar tak mencari nya. Tanpa penjelasan yang lebih lanjut, Fu Zingmin sudah mengerti dan tak bertanya lagi.


Suara ketukan pada pintu terdengar tiga kali, Setelah itu pintu berderit terbuka karna di dorong oleh tangan mungin Putri Cantik.


Di bawah cahaya bulan dan remang lampu wajah nya sangat berseri, Sepintas terlihat bayangan sang istri yang sudah sangat di rindui.


Gadis itu tanpa malu duduk di samping Zhang San yang masih dalam kultivasinya. Menaruh makanan dan minuman di meja yang ada di samping tempat tidur.


Zhang San tau siapa yang datang karna dia sempat membuka matanya dan melihat wajah itu, Namun dia memejamkan lagi mata nya tanpa sepengetahuan Yue Ao Zisi.


'Kau begitu tampan, Dan juga gagah, kenapa aku selalu memikirkan mu? Apa kau sengaja membuat ku sekarat?' dia menatap pemuda itu hampir tidak berkedip sepanjang menit. Ingin rasa nya membelai wajah itu, Tapi selalu dia tahan tangan nya yang terangkat.


Setelah cukup lama menatap nya, Dia akhir nya bangkit dan keluar kemudian menutup pelan pintu hingga tertutup rapat..


Zhang San membuka mata nya. Dan mencium bau di makanan nya, Dia tak ingin ada hal yang terjadi tanpa dia sadari.


Entah mengapa dia tak bisa berbaik sangka, mungkin karena soal pura pura, itu yang membuat nya terus waspada.


Zhang San memanggil Lang Ming, Dan dia Keluar dari dunia jiwa atas ijin nya.


"Salam tuan muda!" Sapa nya dengan menangkupkan kedua tangan nya.


"Duduk lah, Aku ingin meminta bantuan mu, Cari tau informasi sebanyak banyak nya. Penting atau tidak di rumah besar ini"

__ADS_1


"Baik tuan muda" Sahut Lang Ming keluar dari kamar itu dan merubah wujud nya menjadi Srigala kecil lalu berlari dengan cepat 'Pertama tama aku harus ke dapur, Karna disana akan ada banyak wanita menggosip' otak nya berpikir sambil terus berlari.


Zhang San memakan makanan itu karna dia sudah yakin tidak ada racun atau pun obat perangsang yang tercampur dimakanan nya.


Lalu dia tertidur dan malam tidak ada yang menganggu nya..


Siang kembali datang, Dan Pagi sekali sebelum matahari terbit, Putri Yue Ao Zisi datang kembali dengan cepat dia membuka pintu sebelum para pelayan melihat nya, kemudian dia membuka jendela untuk mengubah udara yang pengap menjadi sejuk.


Lalu duduk di tepi ranjang dan menaruh makanan yang ada di tangan nya ke atas meja. Dia seperti istri yang perhatian dan tak ingin membangunkan suami yang tertidur.


Dengan wajah merah mengiringi mentari yang perlahan muncul ke permukaan, Dia membuka bibir kecil nya dan mencium Zhang San sebentar, lalu bergegas pergi dan lupa menutup pintu.


'Haih, apakah aku harus mengecewakan wanita lain lagi, Atau kah aku harus merangkul nya sebagai milik ku?' Batin nya bergejolak dia mengusap bibir nya, Ada jejak kelembutan disana dan Zhang San tersenyum lalu bangkit dan membersihkan diri. Kemudian memakai pakaian terbaik nya. Lalu keluar dari kamar nya.


Dia berjalan di lorong yang cukup luas, dan dia bertemu dengan berbagai manusia, Dari yang pakaian nya mewah hingga yang biasa biasa saja..


"Itu lebih bagus" Gumam nya melihat orang cuek terhadap nya.


Fu Zingmin sedang duduk santai di lantai dasar penginapan, di temani secangkir teh dan juga kue, Tiba tiba sebuah suara masuk dalam pikiran nya.


'Paman Fu, Bagaimana keadaan mu, dan kapan pelelangan akan di langsung kan?' Tanya Zhang San


'Baik saja Nak! Sore hari, jika kau ingin kesana kabari aku!' Balas nya melalui telepati.


'Baiklah paman' Ucap Zhang San lagi lalu memutus komunikasi nya

__ADS_1


Dia berjalan menuju taman mencari suasana hati yang baik. Tapi kenyataan tidak seperti yang dia harap. Seseorang menabrak nya dan mereka berdua beradu bahu. Orang itu termundur karna kalah fisik dengan Zhang San.


Dia mendengus lalu berteriak "Mata mu di belakang ya, Jadi tidak melihat orang jalan?" Tidak ketinggalan tatapan tajam kepada Zhang San.


"Huh, masalah yang tak seharusnya terjadi, malah terjadi, aku tidak melihat batu kerikil ketika aku berjalan" Sahut Zhang San, menghadapi orang yang bertingkah sombong harus dengan kesombongan pula.


"Bangsat, Paman Wang! Hajar dia, dia tak menghormati utusan raja" perintah nya kepada orang yang berpakaian seperti panglima. Dengan jirah emas yang di pakainya.


'Utusan raja, ini menarik, Mungkin kah mereka yang akan membawa Yue Ao Zisi?' Zhang San diam karna larut dalam pikiran nya.


Wang Er Zhuge berjalan dua langkah dari tempat nya, karna sebelum nya dia berada di belakang utusan raja itu yang tidak lain bernama Ming Lau.


"Minta maaf lah Nak! Demi kebaikan hidup mu" Ucap Wang Er Zhuge yang masih memiliki hati dengan sopan berkata.


Zhang San terkejut, Dia mengira orang berjirah emas ini juga akan meneriaki nya. Ternyata dia salah menilai orang dari sampul nya.


"Seharus nya tidak ada yang minta maaf atau memaafkan paman, Toh yang salah kita berdua, Sama sama tidak melihat ada orang yang menghalangi jalan" Sahut nya juga dengan keseganan, Karna baginya. Orang sopan dia pun segan. Orang sombong dia akan lebih sombong untuk meruntuhkan keyakinan orang.


"Paman Wang cepat, Jika kita tidak mengambil tindakan kepada nya, itu sama saja orang lain meremehkan Kerajaan Langit, Paman pasti akan mendapat hukuman dari raja Ming Shao" Ancam nya.


"Haih!" Terdengar helaan nafas keluar dari mulut Wang Er Zhuge, dia terpaksa menyerang tapi dengan setengah kekuatan berharap saja anak muda itu tidak mati.


Wang Er Zhuge mengayun kan tangan nya dari bawah ke atas, ingin menghantam rahang milik Zhang San tapi Zhang San juga lincah dia melonjak kan tubuh nya lalu berjungkir balik dua kali guna melepaskan serangan itu.


"Berhenti.....!" Teriak Yue Ao Gu dari kejauhan setelah melihat War Er Zhuge menyerang Calon Suami pura pura putri nya.

__ADS_1


Wang Er Zhuge menghentikan serangan nya lalu menoleh ke arah suara. "Yue Ao Gu! Kau terlihat masih gagah!" Puji Wang Er Zhuge yang langsung memeluk teman lama nya itu.


Sedetik kemudian dia melepaskan pelukan nya dan kembali ke mode tugas nya mengawal utusan Raja..


__ADS_2