ZHANG SAN

ZHANG SAN
Extra Masih di Klan Zhang


__ADS_3

"Aku ingin bertemu Patriak Zhang Bufan" ucap Zhang Yimin kepada penjaga Gerbang kediaman utama.


"Aku akan mengabari Patriak dulu senior" Sahut penjaga ramah mengeluarkan Slip Giok.


Di Klan ini untuk menghubungi satu sama lain harus menggunakan Slip giok. Bukan dengan Telepati. Karna memang peraturannya seperti itu. Ada sebuah Formasi yang menjadi pembatas telepati di Klan ini. Slip giok berpungsi untuk mengirim dan menerima suara. tapi juga sebagai rekaman percakapan yang bisa dipublikasikan jika ada sesuatu kesalahan ataupun pelanggaran dalam menggunakannya.


"Silahkan senior masuk!" ucap Penjaga setelah mendapat konfirmasi.


Tidak beberapa jauh berjalan. merekamenemukan sebuah pintu besar yang menjadi pintu masuk utama. Seorang lalaki yang cukup tua dengan kisaran umur ratusan tahun duduk sendirian menyeduh teh yang harumnya begitu menggoda selera.


Dengan rambut putih dan juga janggut yang putih. namun masih memiliki wajah yang sedikit awet muda, dia tersenyum kepada Zhang Yimin dan juga memandang lekat kepada Zhang San. Mungkin dia ingin mengukur seberapa berbakat Pemuda yang dibawa Zhang Yimin. "Hem pemuda yang sangat berbakat" Gumamnya.


"Duduklah kalian berdua!" Pintanya, menunjuk tempat duduk dihadapannya.


"Terima kasih Patriak!" Ucap Zhang Yimin. Zhang San hanya diam dan menganggukan kepala.


"Bagaimana perjalananmu kesini anak muda?" Tatap Zhang Bufan, sembari menyodorkan gelas yang berisi teh seduhannya sendiri.


Zhang San membalasa tatapan Zhang Bufan yang begitu teduh dalam menatapnya dan menjawab "Hanya ada beberapa insiden kecil yang bisa diatasi, Patriak!"


"Emmm. Aku akan mentes darahmu, Jika memang kau berhubungan dengan Klan Zhang leluhur maka warna darah merahmu akan berubah menjadi lebih kental. jika tidak ada hubungannya, Darahmu akan memecah, Tetes kan pada bola ini" Zhang Bufan mengeluarkan sebuah bola berukuran seperti kepala bayi dengan warna putih transparan.


Zhang san menggigit ujung jarinya dan meneteskannya kedalam Bola itu. Namun tidak ada perubaham tidak kental dan juga tidak mencair.


"Ada apa Patriak? mengapa tidak berfungsi?" Zhang Yimin yang penasaran segera bertanya.


"Aku juga tidak tau" sahutnya dengan bingung "Ini tidak pernah terjadi sebelumnya. tidak pecah juga tidak mengental.. Haih" desah sembari menggelengkan kepala.


"Lantas bagaimana patriak jika ingin mengikutkan anak muda ini?" Tanya Zhang Yimin lagi.


"Harus menunggu hingga bola ini bisa memberikan bukti. Jika kita langsung mengajukannya. maka akan terjadi badai yang akan merusak rencana" Sahut Zhang Bufan. "Biarkan dia tinggal bersamaku dulu" katanya lagi.

__ADS_1


"Tentu patriak... Aku akan pergi lebih dulu" Ucap Zhang Yimin, Lalu mundur perlahan.


"Silahkan" Sahut Zhang Bufan, Setelah itu dia memandang Zhang San dan bertanya lagi. "Katanya kau terlahir dialam rendah? apa tujuanmu ke alam dewa?"


"Benar, Aku memang dilahirkan disana! Kalau tujuan, Aku hanya ingin menjadi dewa penguasa alam" ucapnya dengan wajah serius.


"Entah dari garis keturunan yang mana kau berasal. itu masih belum dapat dipastikan. Dan meskipun kau berada pada garis utama Klan Zhang, Misalnya!. kau tetap tidak bisa menjadi Patriak, jika kau tidak memenangkan seluruh pertandingan itu." katanya dengan tersenyum, Lalu menambahkan lagi "Untuk menjadi Dewa Penguasa Alam kau harus melampaui semua kekuatan yang ada di alam dewa ini. Bukan mengalahkan semua orang. Tapi, dengan meningkatkan seluruh kekuatan dan potensi yang ada didalam diri lah! baru kau bisa mencapainya. Minimal harus berada ditingkat dewa Emas tahap puncak. dan entah apa lagi. Aku belum menemukan metode untuk kearah situ" Ucapnya dengan mengangkat bahu.


"Aku hanya memerlukan sumberdaya yang pas untuk menjadi Dewa Penguasa Alam.. aku yakin bisa mencapai puncak kekuatan itu" Ucapnya dengan yakin.


"Aku suka dengan ambisi dan cita-citamu. Aku akan memberikan cincin ini untukmu, semoga jika kau sudah menjadi Penguasa Alam nanti bisa ingat dengan Klan Zhang. Yang mana sama dengan Nama Klan-mu sendiri." Ucapnya, Sambil menyodorkan sebuah cincin dimensi. "Tapi satu hal yang ingin aku minta tolong kepadamu, Bisa kah kau membantu untuk mengawasi Panatua pertama! Aku merasa ada sesuatu yang dia rencanakan"


"Tentu patriak!" sahutnya dengan tangan terulur menyambut Cincin itu. dan menyimpannya segera. Dia tidak akan menolak jika diberi sumberdaya..


"Istirahatlah dulu! Besok kau akan mulai mengawasinya. Pergunakan waktu dengan baik" Ucap Zhang Bufan.


Mereka pun berpisah dengan Zhang San yang diantarkan oleh pelayan.


..............


Disisi yang berbeda.


Panatua pertama berada didepan gerbang dia menunggu seseorang karna sudah mendapatkan kabar bahwa orang itu akan datang untuk melihat pertandingan.


"Siapa yang ditunggu Panatua pertama?" bisik Penjaga ke penjaga yang lainnya.


"Mana aku tahu, Jika kau penasaran coba saja tanyakan padanya!!" Ucap sang kawan sambil terkekeh.


Panatua pertama menatap penjaga yang berbisik. "Jika kalian tidak diam. Aku akan merobek mulut kalian itu!!" Teriaknya.


Tentu para penjaga itu langsung ciut nyalinya dengan bentakan seperti itu. Karna mereka tau sedikit tentang sifat Panatua pertama.

__ADS_1


Dua siluit langsung mendarat sempurna dihadapan panatua pertama Zhang Yan. "Salam patriak Muda Bai" Ucap Zhang Yan menyapa.


"Bisakan aku masuk dengan ijinmu" Ucap Bai Li.


"Tentu Patriak. Selama ada aku, Tidak akan ada yang berani mengusikmu" Ucap Zhang Yan begitu menghormati.


Mereka bertiga masuk kedalam dengan berbincang santai..


..............


Sedikit informasi:


Pertama.. Zhang Yan adalah panatua pertama di Klan Zhang. Dia adalah orang yang ingin membunuh Zhang Yimin dengan bantuan Zhang Juan yang dibunuh oleh Zhang Yimin di buku pertama.


Alasannya Nanti diberi tahu...


Kedua.. Zhang Yan pernah bersinggungan dengan Bai Li dan dia dikalahkan, lalu dalam tubuhnya tertanam tanda budak. itu yang menyebabkan dia menjadi Penurut dengan Bai Li. Sekian informasinya.


.............


Disisi yang berbeda pula. Zhang Yimin mendapat kabar dari seorang mata-mata. Bahwa Panatua Pertama atau Zhang Yan membawa dua orang satu tua dan satu muda, menuju kediaman Zhang Yan sendiri..


"Terus awasi mereka! Aku ingin tau? apa yang direncanakan olehnya" Ucap Zhang Yimin. Mata-mata itu langsung menghilang dari hadapan Zhang Yimin. "Aku akan membalas perbuatanmu nanti Zhang Yan, Tunggu saja!" Gumamnya dengan mengepal erat. "Jika aku ada bukti kejahatanmu. pasti akan ku Bongkar. Tapi sayang tidak ada saksi saat itu"


Dia langsung menutup jendela kamarnya. dan duduk berkultivasi. namun hatinya masih tidak tenang.


.............


Sedang Patriak Zhang Bufan juga mendapat informasi itu. Bahwa ada orang luar yang dibawa oleh Zhang Yan. "Siapa yang dia bawa masuk kedalam Klan?"


Memang Klan tertutup untuk umum, Tapi jika yang mengundang adalah anggota Klan yang berpengaruh. maka bisa membawa orang masuk kedalam Klan..

__ADS_1


__ADS_2