ZHANG SAN

ZHANG SAN
Kediaman Tian Zhu 2


__ADS_3

"Selamat datang di tempat ku bocah! Sudah berapa lama kita berpisah? Aku tidak menyangka akan bertemu disaat seperti ini" Terlihat kesedihan di mata Tian Zhu meski bibir nya tersenyum, Dia tak ingin menampilkan kelemahan nya di hadapan Zhang San "Duduklah..!" Ucap nya lagi


Dan Zhang San yang sudah sebagian tau permasalahan mereka tak ingin bertanya lebih jauh, Itu adalah privasi mereka, Jika Tian Zhu ingin bercerita, Tak perlu bertanya, Cerita itu akan mengalir dengan sendirinya, Setidak nya itu lah yang dia tau.


"Saya juga tidak menyangka akan berada di sini senior!" Sahut Zhang San sangat bersemangat dengan pertemuan kedua mereka "Saya juga lupa sudah berapan lama, Karna saya tak memikirkan pergantian hari, Maksud senior? Di saat seperti apa seharus nya pertemuan kita?" Tanya nya perlahan sambil duduk di tempat yang di tunjuk oleh Tian Zhu


"Nanti saja kita bicarakan masalah lain, Aku lihat tingkatan mu sangat jauh berbeda dari sebelum nya, Hoho memang aku tidak salah menilai mu bocah!"


Zhang San menggunakan Teknik Penekan Kultivasi, Dan yang dia tampilkan sekarang adalah tingkata suci tahap menengah, Dia menyesuaikan dengan tingkatan para pemuda sebaya nya yang di anggap jenius yang dia lihat belum lama ini.


"Iya, Berkat senior, Kultivasi saya meningkat!" Sahutnya tersenyum "Andai waktu itu senior tidak menyelamat kan saya, Pasti saya sudah tidak mungkin berada di hadapan anda, Jika senior membutuhkan bantuan, Seperti janji saya dulu, Saya akan membantu dengan sekuat tenaga saya senior!" Zhang San mencoba untuk mengorek sedikit permasalahan Tian Zhu dengan mengingatkan janji nya di masa lalu.


"Haih" Terlihat mata tua nya mulai lelah dengan urusan Klan, Dia menerawang jauh ke cakrawala, Kemudian berdiri lalu bercerita panjang, tinggi, kali lebar.


"Seperti itu lah kejadian saat ini, Aku tak menyangka akan menemukan keretakan dalam Klan yang sudah ratusan tahun berdiri hanya karna tahta, Tahta memang bisa membuat manusia melupakan persaudaraan dan kekerabatan" Bulir air mata sedikit terlihat di pupil mata nya, Sebelum menetes Tian Zhu menyeka lebih dulu lalu dia melanjutkan ucapan nya "Tinggal lah beberapa waktu disini!" Ucap nya tersenyum lalu mengantar Zhang San ke kamar yang sudah di siapkan oleh pelayan.


"Istirahat lah lebih dulu..!" Ucap Tian Zhu


"Terima kasih senior" Jawab Zhang San setelah berada di depan pintu dan meraih gagang nya lalu menggeser pintu dan memasuki nya.


"Tetua Dong, Bagaimana keadaan diluar?" Tanya nya melalui telepati, Sebelum Zhang San meminta tetua Dong Hu untuk mengawasi kediaman Tian Zhu, Siapa tau ada mata mata yang ingin kehilangan nyawa nya.


"Saat ini aman saja patriak" Jawab nya


"Baik lah, Cari tempat aman dan jangan terlalu mencolok!" Pinta nya.

__ADS_1


"Saya berada di tempat Tian Chang tuan, Saya kira disini cukup Aman" Jawab tetua Dong Hu sambik mengedarkan pandangan nya


Zhang San langsung memutus komunikasi nya lalu dia merebahkan tubuh nya di kasur empuk dan terlelap hingga malam melarutkan nya dalam mimpi


"Gege, Gege, Bangun lah..!" Ucap sosok lembut itu, Terdengar manja di telinga. Menghembus kan harum nafas nya. Zhang San membuka mata nya dan menatap ke indahan yang berada tepat di dekat wajah nya


Zhang San begerak dan mengangkat kepala nya dari pangkuan Cao Ling An, Dia mengulurkan tangan ke arah pipi dan ingin sudah lama tidam di belai nya, Akan tetapi dia terkejut kala Cao Ling An terlihat memudar, Tangan nya tergantung di udara hingga dia terbangun.


Zhang San tersenyum pahit saat menyadari itu hanya mimpi, dia Bangkit dan berjalan ke sisi jendela yang terbuka karna di terpa angin, Lalu menatap hujan yang deras,


"Malam semakin pekat, Udara dingin membekukan hati, Suara gemericik air hujan menghantam Atap, Serasa menembus sanubari yang Sepi.


Hangat malam tak lagi terasa, Rindu semakin menyiksa. Dimana bulan kau berada, Tak tau kah hati ku merana.


Jika engkau menatap langit yang sama, Ku harap kau mengingat tentang kita, Meski jarak menjauhkan raga, Tapi hati ini akan menjaga janji jiwa


Kemudian dia menutup kembali jendela dan duduk bersila memasuki dunia jiwa..


Di sisi yang berbeda Kediaman yang lain nya, Terlihat berkumpul tiga orang salah satu nya adalah Tian Cho adik dari Tian Shang patriak Klan Tian atau paman dari Tian Wujie.


"Aku mendengar laporan bahwa Tian Binjai di tangkap oleh Tian Chang, Apakah itu benar?"


Mereka berdua saling pandang lalu salah satu nya menyahut "Benar tetua Cho, Dia tertangkap saat mencegat Tian Chang!" Ucap Tian Hanzo


"Bukan kah kita meminta bantuan kepada sekte Tangan Beracun, Apakah mereka tidak membantu?" Tanya Tian Cho dengan sedikit kemarahan.

__ADS_1


"Sekte Tangan Beracun sudah mengirim tetua Hung, Tapi seperti nya mereka di kalahkan" Sahut tetua Tian Hanzo sambil menunduk tak berani menatap mata Tian Cho yang penuh dengan niat membunuh.


Mereka berdua merasakan tubuh mereka bergetar namun itu hanya sebentar karna Tain Cho segera menarik niat membunuh nya.


"Aku tidak percaya kalau dia sendirian mampu mengalahkan dua orang, Pasti ada yang membantu nya, Cepat selidiki, Aku ingin besok sudah ada informasi nya!" Ucap nya, lalu berdiri sambil memijit kepala nya yang sakit memikirkan tahta.


 "Baik tetua" Sahut mereka serempak, Lalu bangkit dan meninggalkan ruangan itu.


Mereka kembali ke kediaman mereka masing masing,


Sedang kan di dalam penjara, Tian Binjai mendapat introgasi dari Tian Zhu dan juga Tian Wujie sang patriak muda sementara Klan Tian


Tian Wujie menatap tajam ke arah Tian Binjai yang kini sudah tidak bisa berbuat apa-apa "Siapa lagi yang berkomplot dengan mu, Untuk menggulingkan kekuasaan ayahku? Selain sekte Tangan Beracun!" Tanya Tian Wujie.


"Sekte Pedang Matahari" Sahut Tian Binjai. Tak ingin lagi tersiksa.


Mereka berdua tercengang tak percaya.


"Bagaimana menurut mu Paman Zhu? Apakah mungkin sekte netral seperti Sekte Pedang Matahari ingin menghancurkan Klan kita?"


"Bisa saja Patriak, Karna Tian Cho mempunyai paman disana, Karna ayah mu dan Tian Cho hanya saudara seayah tapi beda ibu."


"Ini masuk akal, Lalu apa yang harus kita lakukan paman? Bukan kah jika mereka bergerak kita akan kalah?"


"Kau betul Nak, ini sulit jika hanya mengandalkan Klan klan kecil yang ada di pihak kita, Sedang kan mereka mempunyai dua sekte sebagai dukungan, Aku akan mengirim orang untuk menyampaikan pesan kepada patriak sekte Bulan Sabit" Ucap Tian Zhu

__ADS_1


"Semoga mereka bisa membantu!" Sahut Tian Wujie dan mereka meninggalkan ruangan penjara lalu berbincang serius di perjalanan


__ADS_2