ZHANG SAN

ZHANG SAN
Pertarungan Pertama di Alam Dewa


__ADS_3

Tujuh orang yang tersisa masih melayang di udara dengan wajah yang tidak percaya, Dua teman nya yang berada di tingkat Dewa Bumi tahap Awal terjatuh hanya dengan serangan Fisik, Sekuat apa memang Fisik nya.


Dia bahkan baru naik ke alam dewa, tapi sudah bisa mengalahkan Dua orang dari alam dewa,


"Ini tak bisa di biarkan" Ucap sang pemimpin Penjaga yang berjirah perunggu.


Karna hanya dia yang memiliki tingkatan lebih tinggi, Dia pun maju dan menyuruh enam orang itu untuk mundur, "Biar kan aku yang menghukum nya karna berani menentang peraturan Kerajaan Langit" Ucap nya dengan meninju tangan nya kesal.


Dia mengeluarkan Kapak besar dari cincin dimensi nya, Kapak itu melayang di hadapan nya dengan dua mata begitu tajam.


"Itu adalah Senjata Spiritual, Coba kalian lihat, aku yakin, Jika sudah begini dua orang itu pasti akan mati, Jika tidak mati pasti mereka di lumpuhkan" Ucap salah satu dari enam orang itu yang mengajak berdiskusi.


"Kau benar, Aku bahkan mendengar jika senjata Spiritual milik Tu Hai ini di keluarkan, Dia seperti mendapat tambahan kekuatan dan dia tak bisa di kalahkan di tingkatan yang sama, Apa lagi lawan nya hanya berada di tingkat dewa Biru tahap awal, itu seperti semut bagi nya"


Tu Hai mendengar semua yang di bicarakan oleh bawahan nya. Tersirat kebanggan di hati nya, dia semakin membusungkan dada nya membuat pose mendominasi.


Fu Zingmin maju, "Biarkan aku yang maju, Aku ingin mengajari anak ini, Agar bisa menghormati orang tua seperti ku" Ucap nya yang langsung menghilang, Dia bergerak sangat gesit, Tiba tiba saja sudah berada di belakang Tu Hai yang masih menggunakan mode sombong nya.


Swooosh. Sebuah tombak menusuk membawa deru angin yang tajam. Tapi Tu Hai cukup punya modal untuk Sombong, Dia menahan tombak Fu Zingmin dengan kapak milik nya tanpa kesulitan.


Fu Zingmin menarik tombak nya kemudian menggunakan Teknik nya. "Tombak Pembunuh Naga" Teriak nya yang langsung mengirim Aura Tombak yang besar menghantam kapak milik Tu Hai.


Kapak itu cukup kuat, Bukan hanya sebagai penyerangan, Juga berpungsi sebagai tameng. Setelah mundur satu langkah karna mendapat serangan berkelanjutan, Tu Hai tersenyum kemudian dia mengerak kan kapak nya. Dengan energi spiritual yang terhubung dengan senjata nya. Dia melemparkan kapak itu ke arah Fu Zingmin berada.


Kapak itu terus berputar di udara. Dengan pengontrolan sempurna dari Tu Hai dia menyerang Fu Zingmin tanpa memberi ruang untuk menyerang balik.

__ADS_1


Trang Traaang..!


Dua senjata beradu, Terlihat keretakan mulai terlihat pada tombak yang di pegang oleh Fu Zingmin. Dia pun mundur karna menyadari senjata nya kalah kuat dengan senjata lawan.


"Haha haha.. apa kau menyadari rapuh nya tombak mu, Seperti rapuh nya dirimu orang tua!"


Selesai berbicara, Tu Hai mulai menyerang lagi tapi kini dia mengeluarkan teknik nya "Kapak Penghancur Gunung"


Terlihat ada aura besar yang menyelimuti kapak terbang itu, perlahan membesar hingga siap di lepaskan.


"Mati lah dengan tenang orang tua!" Teriak nya sambil menghempaskan kapak besar itu ke arah Fu Zingmin.


Fu Zingmin merasakan aura mendominasi dari kapak itu, Aura itu seakan mengunci pergerakan nya, hingga dia tidak bisa menjauh hanya bisa pasrah dengan kenyataan yang akan menghancurkan tubuhnya.


Bammmm...! Terdengar bunyi ledakan di udara dan itu menggetarkan gunung yang berada di sekitar nya. Bahkan sapuan angin nya menghempaskan beberapa pepohonan yang tercabut hingga ke akar nya.


Tapi sesuatu yang membelalak kan mata mereka terjadi, Dua orang itu masih berdiri tanpa luka sedikit pun, Bahkan pakaian mereka seperti tidak tersentuh oleh ledakan tadi.


"Apa yang sebenar nya terjadi, tak mungkin kan serangan pemimpin Tu Hai tidak mengenai mereka"


"Aku juga tidak percaya, Entah lah, mungkin dia mempunyai sebuah artefak pertahanan"


Tu Hai sendiri tidak percaya, Dia sudah mengerahkan seluruh kekuatan nya di serangan itu, yang membuat nya keheranan bukan hanya lawan tidak mati, tapi bahkan pakaian nya tidak tersentuh sama sekali, Dia hampir frustasi. Namun saat dia menyadari sesuatu baru dia meyakini.


"Huh memakai artefak pertahanan memang cukup untuk menahan Serangan ku untuk satu kali, Tapi apakah dua kali masih sanggup?" Terlihat wajah nya meremehkan Zhang San yang berdiri diam dengan pedang di tangan nya

__ADS_1


"Jika kau ingin mencoba, Maju lah, Aku tidak keberatan mengajari mu tentang bagaimana memakai kekuatan" Ucap Zhang San tak kalah sombong, Karna baginya kesombongan hanya bisa di lawan dengan kesombongan pula, Setidak nya itu yang di yakini nya.


"Brengsek.. kau meremehkan aku, Rasakan kekuatan ku" Teriak nya sambil mengeluarkan teknik pamungkas nya "Kapak Pembelah Langit" ucap nya dengan wajah bringas menatap Zhang San.


Terlihat kini aura pada kapak nya berubah lebih mendominasi, Aura berwarna kebiruan menajam kan mata kapak itu sendiri. Dengan kapak di tangan nya dia menerjang Zhang San, Setelah dekat dia berputar lalu menghentak kan kapak nya,


Beng..! Pedang bintang dengan kokoh nya menahan kapak besar itu, Bahkan sedikit terlihat kapak itu terangkat karna memantul.


"Begini saja, Uh aku kira kamu hebat, Tak tau nya bacot doang" Ucap Zhang San memprovokasi.


Terlihat wajah Tu Hai memerah. Karna menahan amarah. Zhang San menyeringai melihat nya. "Aku akan mengajari mu cara menyerang" ucap nya langsung menarik pedang nya dan menghilang.


"Tebasan Dua Gelombang" Suara nya rendah namun serangan nya mematikan..


Wussh wuush.. Dua serangan saling menumpang tindih mengejar Tu Hai yang masih mencari cari dimana serangan akan datang,


Bammm.! Tu Hai tidak menyadari arah serangan Zhang San yang datang dari atas, Tubuh nya kini terjerambab di tanah. Penuh dengan debu.


"Bagaimana, Apa kau sudah mengerti" Ucap Zhang San yang lagi lagi bergerak sangat cepat, Sebelum Tu Hai bangkir berdiri sebuah lutut menghantam dagu nya, Membuat tubuh nya telonjak, Hal itu di mamfaatkan oleh Zhang San dengan memukul perut Tu Hai menggunakan tangan kiri nya, seandainya Zhang San ingin membunuh, Mungkin Tu Hai hanya akan tinggal nama.


Tu Hai terpelanting menghancurkan beberapa batu besar dengan punggung nya, Belum selesai dia mendarat, kini dari belang Zhang San mengarah kan telapak tangan nya


"Tapak Pengguncang Semesta" Teriak nya,


Braaaak.. Boooom..! Kehidupan Tu Hai berakhir karna kesombongan nya.

__ADS_1


Enam orang yang melihat pertarungan singkat mereka. Memiliki mata yang melotot, Ketidak percayaan jelas terlukis di wajah mereka, Jika Tu Hai saja mati dengan mudah, Maka jika mereka melawan, Tentu hanya akan seperti semut kecil yang di injak, Tanpa bisa melawan


__ADS_2