
"Pertandingan pertama dimenangkan oleh Klan Tang, Berikan tepuk tangan untuk mereka" Ucap Dong Hu lagi-lagi dia mengalirkan energi Qi pada pita suaranya agar suaranya dapat terdengar ditelinga semua orang yang ada.
Jing Gang sebelum Dong Hu bertanya, Tapi dia dapat memakluminya, Ambisi anak muda memang menggelora, Jika tidak seperti itu maka jalan pencapaian kultivasi akan susah.
"Silahkan pilih lawanmu" Ucap Dong Hu menatap Jing Gang
"Aku memilih Sekte Pedang Surgawi untuk menjadi lawan kelompokku" Ucapnya lantang, Tapi tidak ada jejak kesombongan yang terpancar dari mata mereka.
"Cucumu luar biasa Jing He, Dia menantang sekte yang cukup besar dibenua ini" Ucap Lou Tianxing sambil tertawa pelan.
Jelas Jing He memahami apa maksud dari ucapan Patriak Lou itu, Tapi dia hanya menggelengkan kepala sambil memusut dadanya. "Dia ingin menjajal kemampuan lawan, Karna cucuku itu selalu bersemangat bila mendapat lawan yang tangguh" Sahutnya.
"Tapi ini pertandingan antar kelompok, Bukan pertandingan individu yang mana dia juga harus memikirkan keselamatan temannya" Ucap Long Zhong "Jika pertarungan ini berada pada tahap yang lain, kau pasti akan mengetahui dampaknya jika seorang individu hanya mengandalkan ambisinya" Tambahnya lagi.
"Kau benar, Bahkan beberapa pertandingan kemarin kita masih belum menemukan kekompakan dalam satu kelompok. Mereka hanya menyerang dan bertahan dengan insting saja, Tidak mengandalkan arti kelompok yang sebenarnya" Ucap Jing He tak ingin cucunya disalahkan jadi dia mengalihkan dengan topik yang lain
Terlihat Kelompok sekte Pedang Surgawi bergerak, Mereka memijak tangga yang hanya ada dua anak tangga secara bergantian hingga ke lima orang anggota naik semua.
"Apakah kalian sudah siap?" Tatap Dong Hu kepada kedua belah pihak dengan pertanyaan.
"Kami siap"
"Mulai saja langsung" ucap Dong Hu lagi lalu dia terbang mundur dan melayang diudara.
"Jing Nan kamu berada dibelakangku, Jing Fu! kau berada disebelah kanan, Jing Jian kau berada disebelah kiri" Perintah Jing Gang sambil tangannya menunjuk Jing Yi "Kau tetap dibelakang
__ADS_1
Lalu dia berbalik dengan pedang yang cukup besar untuk seukuran tubuhnya, bukan hanya besar tapi cukup berat, Namun bagi Jing Gang yang sudah terbiasa memakainya, Memakai pedang besarnya itu sama dengan memakai pedang kecil pada umumnya. Karna ketika dia berlatih teknik pedang, dia juga melatih fisiknya hingga membuat tubuhnya penuh dengan otot.
"Qu Bao kamu berada disisiku, kita akan menggunakan tarian Pedang surgawi, sedangkan yang lain menunggu, jika ada lawan yang maju kalian hadapi, Semoga kita bisa menang" Ucap Qu Yang
"Mm" mereka semua menganggukkan kepala, Karna mereka sudah terbiasa bersama dalam menjalankan misi, Jadi mereka tidak meragukan kekuatan tempur dari Qu Yang.
Dua orang maju, dan itu sudah pasti adalah Qu Bao dan Qu Yang pemimpin kelompok.
Sedangkan dari pihak Klan Jing kelimanya maju tapi dengan sebuah formasi.
"Uh mereka membentuk formasi serangan dan bertahan, Sepertinya Jing Gang ini mendengar apa yang barusan kita bahas" Ucap Zhang San tersenyum menatap patriak Jing yang jiga tidak menduga cucunya akan melakukan hal itu.
"Syukurlah dia tidak egois" Sahut Jing He, dia pun merasa tenang sekarang, dia mulai bersandar setelah hatinya sedikit tegang akibat suara-suara sumbang disampingnya yang mengomentari tindakan yang dilakukan oleh Jing Gang cucunya.
...............
Sedangkan di sebuah pohon besar ada seseorang yang berdiri menatap kearah Sekte Pedang Kebajikan, Entah siapa dia, Akan tetapi dari auranya ada menyimpan sebuah keinginan membunuh. "Rupanya kau bersembunyi ditempat ini Yimin, Aku masih dapat merasakan keberadaan mu dari tanda yang pernah ku beri, Jangan kira kau bisa bersembunyi terlalu dalam" Gumamnya sambil tertawa. lalu melompat kearah sekte.
'Siapa yang menerobos Formasi**ku, Dia pasti setara dengan Tetua Zhang Yimin'
Hatinya gelisah memikirkan hal itu lalu dia berdiri dan berkata "Aku ada urusan lain sebentar, Kalian tetaplah disini" Ucapnya lalu pergi menghilang dari pandangan semua orang yang ada ditempat itu.
"Patriak Sekte Pedang Kebajikan memang sangat hebat, Tidak diragukan kehebatannya bahkan dia bisa menghilang" Ucap Jing He memuji.
Padahal Zhang San hanya bergerak terlalu cepat saja, Namun mata mereka tak dapat mengiringi pergerakannya hingga terlihat seperti menghilang.
Zhang San muncul dibekas getaran yang dia rasakan lalu mengamati ada seseorang yang masuk dengan pakaian berwarna hitam dan juga memakai caping, "Tingkatannya benar-benar tidak terlihat" Gumamnya 'Ming, Datanglah'
__ADS_1
Beberapa saat kemudian satu sosok muncul "Apakah ada yang harus aku lakukan untukmu saudara Zhang?" Tanya Lang Ming dengan membungkuk.
"Apa kau melihat orang itu?" Tunjuk Zhang San kepada sosok lelaki bercaping.
"Aku melihatnya, Dari Auranya dia orang yang sangat kuat, Apakah ada masalah?" Sedikit kebingungan tersirat diwajahnya.
"Ya, Aku ingin kau mengikutinya, usahakan agar tidak ketahuan, kabari aku bila sesuatu yang mencurigakan dia lakukan!"
"Baik" Ucapnya lalu merubah diri menjadi srigala kecil dan imut kemudian melanggakkan punggungnya dengan berjalan pelan, Setelahnya dia melompat kecil satu dua lompatan dia terus menjaga jarak.
.............
Jing Gang terus menyerang kearah Qu Yang dengan penuh semangat dan kekuatan penuh yang dia miliki, Namun masih belum bisa memberikan luka yang membuat Qu Yang mau menyerah.
Sedangkan dirinya ada dua goresan pedang yang menandakan kekuatan tempur lawan berada diatasnya meskipun dalam tingkatan terlihat sama.
Qu Bao juga terus menyerang lawan, Dia mengacaukan Formasi lawan dengan bergerak kekanan dan kekiri secara cepat, Bagai kilat yang menyambar-nyambar lalu muncul kembali dilain tempat.
Beng!!
Jing Nan terpelanting terkena tendangan Qu Bao yang langsung menghantam tubuhnya.
"Dia sangat cepat, Jika pertarungan hidup dan mati, Pasti kami akan berada dipihak yang mati" Gumamnya sendiri lalu menghantamkan tangannya ke ubin dengan kesal.
"Semuanya tetap Fokus, Ini kesempatan kita untuk melampaui batasan!" Ucap Jing Gang memberi mereka semangat lagi.
Jing Nan berdiri lalu bergerak mengejar Qu Bao yang mencoba untuk menebas kawannya. dengan begerak cukup cepat, Jing Nan berpikir untuk membantu sekuatnya.
__ADS_1
Qu Bao tersenyum dengan menarik sedikit bibir sampingnya, Hal ini memang sudah diduganya. ketika pedang yang digunakan oleh Jing Nan mencoba menyentuhnya, Maka saat itulah kesempatan dia harus menumbangkan lawan.
Dia menendang udara dua kali dengan kakinya lalu membuat lompatan berputar ke belakang hingga melewati Jing Nan lalu mengarahkan pedangnya ke punggung Jing Nan, Jing Nan tidak bisa lagi berbuat apa-apa, Sudah tentu tubuhnya akan ditembus oleh pedang jika saja ini pertarungan hidup dan mati.